
" Tolong jaga Deska " jawab Rahel dengan penuh harapan. Mendengar itu Narra pun tersentak kaget , bagaimana tidak , orang hubungan dia dan Deska tidaklah seharmonis yang terlihat.
" Eeee .... gimana ya kak , aku mau sih tapi , Deska gak suka sama aku , dan setiap bertemu kami pasti bertengkar " ungkap Narra mengatakan kenyataan.
" Itu kan menurutmu , tapi aku yakin Deska percaya sama kamu " Ujar Rahel justru dengan penuh keyakinan.
" Kenapa kakak berpikir begitu ? " tanya Narra heran.
" karna untuk pertama kalinya Deska mau bicara dengan orang lain , apa lagi perempuan.
Dia minta kamu jadi pacar pura pura nya kan ? Itu artinya dia yakin sama kamu " sungguh jawaban yang tak terduga , membuat Narra melongo.
" Huuhh .. yaudah deh aku bakal usahain buat jaga Deska dari jauhh... " ucap Narra sambil memelankan kalimat terakhirnya.
" hemm , makasih ya Ra .. " Rahel langsung memeluk Narra erat , dan tiba tiba Yota datang.
" Apa yang aku lewatkan ? " Tanya Yota yang baru masuk.
" Yota dimana Jeef mana ? " tanya Narra yang tidak kaget sebab udah gak mempan sama ulah Yota yang emang udah kodratnya selalu muncul tiba tiba.
Sedangkan Rahel dan Luri tampak memegangi dada masing masing untuk mengamankan jantung.
Sambil menggaruk telinganya yang tak gatal sedikitpun Yota menjawab :
" Emmm ... dia udah balik ke Seoul , di jemput sama orang orang agensi , katanya sih syuting drama barunya di percepat " kali ini Yota menjawab sambil duduk tepat di samping Luri.
" kapan dia pergi ? " tanya Narra lagi.
" Belum lama sih ... " tak ingin melewatkan Fried Potato yang telah tersedia , Yota pun memakannya.
Mendapat jawaban tersebut , tanpa pikir panjang , Narra langsung memesan Go - jek lalu berlari keluar Cafe.
Setelah bolak balik 17 kali akhirnya Go - jek pun datang.
" Dengan mbak Narra ? " tanya driver ojol.
" Iya mas buruan ke Bandara ya ... " jawab Narra yang langsung naik begitu saja.
Tak ingin mengecewakan custemer pria ojol ini pun nurut nurut aja dan memilih mengebut tanpa mempedulikan hujan lebat.
Singkat cerita Narra akhirnya tiba di Bandara.
Usai membayar , ia berlari ke dalam.
Karna tak melihat Jeef dia pun bertanya pada petugas Bandara.
" Maaf eee ... pesawat menuju Korea Selatan udah berangkat mbak ? "
" sudah , baru saja " jawab petugasnya.
Narra menoleh kekanan dan melihat pesawat baru saja lepas landas.
Dalam kekecewaan sekaligus kekesalan ia memutuskan kembali ke pantai.
Begitu tiba ia langsung di sambut oleh pertanyaan Yota.
" Gimana Ra , kamu ketemu sama J ? "
" Gak ... pesawatnya baru saja lepas landas saat aku tiba di Bandara " jawab Narra dengan nada lemas.
" Yahh , berarti kakak telat dikit dong .." sahut Luri yang juga ikut kecewa.
" Lagian kenapa sih Jeef pergi cepat banget ... udah mendadak , gak ngucapin perpisahana lagi " gerutu Narra kesal.
__ADS_1
" Tadi ... sebelum J pergi dia titip ini buat kamu " ucap Yota seraya mengeluarkan sebuah kotak dari saku jaketnya.
" Apa ini ? " tanya Narra seraya mengambil kotak tersebut dari tangan Yota.
" Yoo ndak tau kok tanya saya " jawab Yota mencoba menirukan presiden Jokowi.
Dari pada marah marah , Narra lebih memilih membuka kotak hadiah yang bersampul biru tersebut.
Ternyata isinya sebuah surat dan kotak musik.
Narrasya Lee ...
Maaf , aku tiba tiba pergi seperti ini.
maaf aku tidak menemuimu.. karna tidak ada lagi waktu.
Sebenarnya aku belum mau pergi , tapi tidak bisa menolak semua ini karna tanda tangan kontrak.
Ini jadi pelajaran untukmu jangan tanda tangani apapun yang akan kau sesali.
kau masih ingat kotak musik ini ?
kau bilang suka Balet tapi malah belajar Taekwondo.
Aku senang kau bahagia dan punya banyak teman di sini.
Aku tau kau menolak , tapi... aku masih berharap kau kembali ke Seoul suatu hari nanti.
Aku pasti akan sangat merindukanmu.
Seoul jadi terasa lebih sepi dan lebih dingin tanpa kehadiranmu Narra.
Jangan terlalu sering berkelahi , meski kau sembunyikan aku tau di pipimu ada memar.
Anyeong
Jeef...
Setelah membaca surat itu bukannya terharu Narra malah melayangkan pukulannya pada Yota.
" Kenapa baru kau berikan sekarang Yota ? " bentaknya kesal.
Yota yang memegangi pipinya yang merah pun menjawab dengan nada tinggi.
" karna kau langsung pergi , tanpa melihat ke belakang dan tidak mendengarkanku aduhh.." rintihnya kesakitan.
" Yota apakah sangat sakit ? " tanya Luri selaku pacar.
" Tenang saja Narra tidak serius memukul ku " jawab Yota sambil cengengesan.
" Benarkah ? " tanya Luri sembari memegangi pipi Yota.
" iya sayang ... " sahut Yota dengan nada manja.
Tak ingin melihat kedua sejoli yang tidak tau adab itu Narra pun mencoba memainkan kotak musik balet nya.
" Itu punya kakak ya ? " tanya Luri yang perhatiannya telah teralihkan dari Yota.
" Iya .. awalnya aku tidak suka balet tapi ibuku sangat menyukainya. Dia bahkan ingin aku jadi balerina , tapi aku menolak dengan alasan pakaian balet itu tidak sopan.
Dan ibuku tertawa mendengarnya " entah karna kesal atau apa , Yota langsung memotong pembicaraan.
" Sudah sudah kalian ngobrol nya di mobil saja ini sudah larut , ayo pulang "
__ADS_1
" Dasar perusak suasana , kau nomor 2 dalam daftar hitam ku " gertak Narra yang tak di pedulikan oleh Yota.
Mereka lalu berjalan menuju parkiran.
Saat di mobil...
" Berarti kotak musik itu pemberian ibu kakak ya ? " Siapa lagi yang akan bertanya kalau bukan Luri.
" Tidak , itu hadiah dari Jeef saat ulang tahun ku , sedangkan dari ibuku gaun balet " jawab Narra yang di iringi senyum tipis.
" Begitu.. " sedangkan Luri hanya manggut manggut.
" Oh iya aku lupa , kak Rahel mana ? " tanya Narra yang baru sadar bahwa dari tadi Rahel tak terlihat.
" Dia udah pulang di jemput body guardnya " jawab Yota dengan nada tinggi dari kursi kemudi.
" Ihh .... kamu marah ta ? " keluh Narra.
" Tidak tapi aku murka " jawabnya ketus.
Setelah perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan yang membuat Luri tertidur. Mereka pun sampai di apartemen Narra.
Begitu turun Narra berkata :
" Makasih pak sopir " lalu ia berlari ke dalam. Mendengar julukan yang sangat jauh dari standarnya Yota pun langsung ngomel ngomel.
" Apa ! dasar kau , awas saja Narra besok kau akan terima pembalasanku " teriaknya dari mobil.
Namun mahluk yang di sebut udah ke buru hilang.
Saat tiba di kamar Narra meletakkan kotak hadiah itu di lemarinya.
Lalu ia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur seraya membuang nafas dalam.
Baru saja ia berbaring , ponselnya bergetar.
" Apa ? no tidak di kenal , siapa ya ?angkat ... gak .. angkat ... nggak ahh angkat aja deh " gumamnya dalam hati.
" Halo .." ucap Narra lebih dulu.
" Kau baik baik saja ? " tanya seseorang dari seberang sana.
" Hah ! bentar bentar dari suaranya
aku kenal nih , pak pelatih futsal kan ? " tanya Narra sok pede.
" Dasar begok , ini aku Deska " ketus Deska yang kesal melalui jaringan telepon.
" Apa , yang benar ? " tanya Narra lagi dengan sengaja memancing amarah Deska.
" Terserah deh , besok ada festival olah raga " sahut Deska pasrah.
" Kamu dapat no aku dari mana ? trus kenapa kamu ngasih tau aku info acara buat besok ? , saat melompat ke laut kepalamu terbentur batu karang ya ? "
karna pertanyaan Narra yang datang bertubi tubi Deska langsung memutus panggilan.
" Hal .. halo , haloooo " teriak Narra sekencang mungkin.
" Ihh .. pengambekan , tapi... bener gak ya ada festival olahraga besok ?
cik , hahh terserahlah .. " Narra pun membanting ponsel ke kasur lalu memejamkan matanya.
bersambung ..
__ADS_1
thanks buat yang udah mampir mohon like dan dukungannya 😇