Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
PERUBAHAN YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

" Apa maksudmu ? bagaimana aku bisa tau ? " tanya Narra bingung.


" Tentu saja kau tak tau .. karna dia sudah lenyap.


Setelah melakukan operasi jantung padamu , dia di lenyapkan oleh orang yang sama yang menyebabkan kecelakaan itu.


Asal kau tau


dokter itu adalah ibuku ...


Aku masih tidak percaya orang yang aku cintai adalah alasan ibuku di lenyapkan " setelah itu , Deska melepas tangan Narra dengan kasar.


Sedangkan Narra masih syok , belum bisa hatinya menerima Deska akan menikah dengan orang lain , sekarang sudah ada kenyataan baru yang lebih membuatnya terpukul.


" Tidak mungkin ... ini pasti tidak benar.


Memangnya kau tau dari mana ? " tanya Narra tak terima.


" Dari orang tua Ana , tetangga masa kecilmu !


sekarang aku tidak peduli kau percaya atau tidak.


Tapi tolong ... jangan pernah tunjukkan wajahmu lagi padaku !


dan kalau bisa menghilanglah dari dunia ini ! " Deska berlalu pergi meninggalkan Narra yang masih diam terpaku.


Dengan tetesan air mata yang bagaikan hujan lebat , Narra terduduk di pinggir jalan.


" Jadi .....


gadis yang tadi ... kau Ana ? " gumam Narra perlahan dengan napas tersengal sengal.


Perih , semua ini tersa sesak. Apa takdir masih belum puas melihat air mata ini ? sehingga duka demi duka datang silih berganti.


Semua kenangan dengan orang orang tersayang , yang kini tak lagi di sisi berputar putar seakan menggoda untuk menyerah.


Kenapa harus seperti ini ? , Ayah .... Ibu ... aku rindu kalian. Aku ingin di peluk lagi , aku ingin di sayang lagi seperti dulu. Aku sendirian di sini ... tidak bisakah kalian datang untuk menjemputku ?


Kumohon.... aku tidak sekuat itu untuk menanggung semuanya sendiri. Aku rindu kata kata " kamu kenapa ? , udah makan ? , gimana hari ini ? , ada masalah ? , kalo capek istirahat ya ! jangan terlalu di paksain , usaha aja semampumu ! "


Sungguh ibu , kalaulah aku tau kata katamu ini akan membuatku tersiksa. Tersiksa karna tak lagi mendengarnya , tak lagi merasakannya. Lebih baik sejak awal ku minta tidak usah bilang begitu padaku.

__ADS_1


Dan untukmu Ayah , aku terbiasa menangis di pelukanmu hingga tertidur. Tapi kini , walau minum pil tidur sekalipun aku tetap tidak bisa tidur. Aku terlalu bergantung pada candamu untuk bisa tertawa. Akibatnya , saat canda itu kini menghilang , sangat sulit bagiku tertawa seperti dulu.


Aku rindu. Rindu aku yang dulu. Yang selalu tersenyum tulus dan bahagia. Andai saja aku bisa mengubah kisah ini , aku ingin aku yang pergi.


Sekeras apapun aku berteriak atau menjerit bu , yah , tak ada yang mampu mendengarnya. Karna tak ada yang mau memahamiku lebih dari kalian. Yang mau terus mendengarkan rengekanku , curhatanku , semua itu kini tak ada lagi.


Setelah meratapi nasib cukup lama Narra berdiri dan menghapus air matanya.


Dia berjalan pulang , langkahnya diiringi guyuran hujan lebat.


Dia terus berjalan di bawah hujan itu tanpa peduli tatapan orang orang yang pastinya heran melihat tingkahnya.


Setelah kejadian itu , Narra tidak lagi pernah keluar Apartemen.


Dia mengurung diri di kamar , bahkan sudah 3 hari dia tidak makan.


Dia hanya berbaring di atas ranjang di kamar yang berantakan. Gelap karna Narra tidak membuka jendela.


Bisa di bilang dia depresi berat ..


*****


Satu minggu kemudian ...


Narra tampak bersiap siap menuju Kampus , dengan baju kebaya yang cukup indah.


Setibanya dia di Kampus , Narra pergi ke ruang ganti untuk memakai pakaian Wisudanya. Tanpa make up sedikitpun di wajahnya.


Sehingga ia tampak lusuh dengan mata bengkak setelah menangis selama seminggu kemarin.


Untungnya ada seorang gadis yang juga teman Narra , mendandaninya. Narra biasanya akan menolak tapi kali ini dia diam saja membiarkan temannya itu beraksi.


Setelah acara penyerahan sertifikatnya selesai dan acara acara lainnya juga usai ,Narra tampak berjalan keluar.


Karna hanya ada kegiatan foto bersama keluraga , teman atau pun saudara.


Sedangkan Narra sudah tak punya itu semua.


" Tuhan telah merebut semuanya dariku ...


tapi kenapa dia tidak merebut nyawaku juga ? " begitulah pertanyaan Narra saat melihat anak anak lain bahagia berselfi ria dengan keluarganya.

__ADS_1


Singkat cerita sekarang Narra sudah sampai di Apartemennya.


Dia langsung menuju kamar mandi sambil membawa gunting.


Dia mencerminkan dirinya di kaca dengan kepalan tangannya Narra pun memukul cermin itu hingga pecah.


Dari tangannya mengalir darah segar


ia mengambil gunting dan memotong rambutnya hingga sangat pendek.


Dan sekarang ia benar benar tampak seperti laki laki. Setelah itu , dia meraih telfonnya yang tergeletak di atas kasur


dan menelfon Akira.


" Apa kau bisa datang ke Apartemenku sekarang ? aku share alamatnya.


Ini sangat penting ! " ucap Narra dengan nada dingin.


Mendengar itu , tentu saja Akira mengerutkan kening. Namun ia pun menjawab.


" Baiklah ! aku akan datang " lalu memutuskan telfonnya sepihak.


Beberapa saat kemudian Akira sudah tampak di lobi , lalu di lift dan terakhir di depan kamar Narra.


Tanpa mengetuk Akira langsung masuk.


" Aaaa... " teriaknya saat melihat Narra yang tampil beda.


" Heii ....


itu model baru ya ? " tanya Akira yang masih tak percaya kalau gadis yang di hadapannya ini adalah Narra.


" Aku tidak akan basa basi. Aku memintamu kesini untuk membuatkanku identitas palsu ! " jawab Narra dengan tatapan kosong dan nada datar.


" Kau ini penuh kejutan ya. Memangnya untuk apa ? " tanya Akira heran atas sikap Narra ini.


" Membuat seseorang merasakan akibat dari perbuatannya " Akira tampak tersenyum melihat perubahan adik sepupunya itu. Dia juga tampaknya langsung faham maksud Narra.


" Menarik ...kau ingin namamu siapa ? " tanya Akira yang menyetujui untuk membantu Narra.


thanks buat yang udah baca😊

__ADS_1


jangan lupa like 😉


dan comennya ya ..


__ADS_2