Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
ALASAN PENGKHIANATAN


__ADS_3

Hingga Narra pun tersadar dan langsung bertanya tanya.


" Kakak yakin nama cowoknya Adeska Rumi ? " Narra tampak kacau dan shok. Jauh di dalam hatinya ia berharap jawaban yang akan di berikan Vani adalah " Tidak " namun kenyataannya.


" Iyalah , aku memang lebih tua tapi pendengaran ku masih baik. Memangnya kau kenal dia ? " tanya Vani balik.


" ak - aku.. per - pergi dulu kak ! " Narra melangkah dengan linglung tidak percaya dengan yang ia dengar dari Vani. Sungguh hati kecilnya menentang itu semua.


" Ehh.. kamu mau kemana ? " Narra tidak lagi mempedulikan Vani yang sedari tadi terus memanggilnya.


Karna berjalan tanpa melihat ke depan , Narra bertabrakan dengan seseorang.


Baik Narra maupun orang itu sama sama terjatuh.


" Maafkan aku ..." ucap Narra seraya berusaha bangun.


Dan saat Narra mendongak ke arah orang itu , seketika Narra membeku.


Melihat pria tinggi , tampan , lengkap dengan jas hitam yang membuat aura ketampanannya semakin terlihat.


Yups , pria itu adalah Deska.


Narra perlahan melangkah mundur sambil terus menatap Deska , diiringi tetesan air matanya yang membanjiri pipi chubinya.


Deska juga menatap Narra , tapi dengan tatapan yang tajam seakan menunjukkan bahwa dia sekarang tidak menyukai Narra atau mungkin bahkan tengah membencinya.


" Apa yang kau lakukan disini ?" tanya Deska singkat.


Narra yang merasa ada yang berbeda dari Deska pun berkata :


" Bukankah seharusnya aku yang bertanya ? sedang apa kau disini dengan jas hitam itu ?


apa kau yang akan bertunangan ? " belum sempat Deska menjawab , seorang gadis lalu datang dan langsung memeluk Deska.

__ADS_1


" Sayang ......


ini cincin pertunangan kita bagus tidak ? " ucapnya seraya menunjukkan sepasang cincin mewah yang pasti harganya selangit.


" Iya , bagus ! " jawab Deska dengan nada datar. Karna melihat Deska bersama dengan seorang wanita tentu saja gadis itu selaku tunangan Deska bertanya.


" Siapa dia ? temanmu ya ? " sambil menatap sinis pada Narra , Deska menjawab.


" Bukan ! dia hanya tim dekorasi " Deska menatap tepat mata Narra sambil melontarkan jawaban yang menyayat hati.


" Benarkah ? " tanya gadis itu ragu.


" Tentu saja ! " jawab Deska yakin.


Pandangan gadis itu seketika beralih ke teman temannya yang datang dari luar Negeri.


" Sayang aku ke sana dulu ya " ujarnya dan berlalu pergi.


Jujur saja jawaban Deska tadi ibarat korek api yang di lempar ke arah tumpahan bensin.


Dengan tatapan tajam Narra berkata :


" Waww ... luar biasa ! , kau sangat hebat. Karna kita sudah bertemu seperti ini.


Aku mau mengembalikan kalung yang dulu kau beri sebelum ke Amerika "


Narra melepas dan melempar kalung itu ke Deska.


Kemudian pergi dengan amarah yang memuncak. Dia tidak menyangka Deska akan memperlakukannya seperti ini , namun Deska tidak tinggal diam.


Dia memungut kalung itu dan mengejar Narra , hingga mereka berada di parkiran depan.


Deska menghadang langkah Narra dengan tubuh tingginya itu.

__ADS_1


Bukannya menjelaskan atau minta maaf Deska malah melempar balik kalung itu pada Narra.


" Jika tidak suka jual saja , kau kan butuh uang ? " mendengar itu emosi Narra tidak lagi dapat di tahan.


Dan plak...


suara tamparan yang mendarat tepat di pipi kanan Deska.


Narra hendak menamparnya lagi tapi Deska menahan tangan Narra.


" Hentikan dasar pembohong " ucapnya seakan dia itu korban.


" Kau bilang pembohong ? pikirmu kau itu orang baik ? salah ku juga memang kenapa aku percaya pada orang sepertimu !


seharusnya aku sadar bahwa kata katamu itu hanyalah kiasan " ujar Narra sambil terisak.


" Hah ... kau yang merubahnya menjadi kiasan !


sekarang ku tanya siapa nama dokter yang merawat mu setelah kecelakaan bus itu ? " sungguh di luar kotak sekali pertanyaan Deska ini.


" Kenapa bertanya ? " jawab Narra dengan pertanyaan.


" Jawab saja ! " ucap Deska dengan nada tinggi.


" Namanya Kirana ! " mendengar itu Deska tampak meneteskan air mata.


" Lalu apa yang terjadi pada dokter itu ? " tanyanya lagi.


" Apa maksudmu ? bagaimana aku bisa tau ? " jawab Narra bingung.


bersambung ...


menurut kalian ada apa dengan dokter kirana ?

__ADS_1


__ADS_2