
" Ihhh...... dasar Jaksa aneh " bentak Hye mi tak mau kalah.
Karna pertengkarannya berlangsung di tengah warung ramen terkenal , mereka berdua langsung jadi pusat perhatian.
Narra sadar bahwa semua orang kini menatap mereka. Oleh sebab itu , dia memutuskan mengalah dan kembali duduk.
" Kita lanjutkan ini di Kantor , aku tidak ingin jadi artis dadakan " ucapnya pada Hye mi.
" Tentu saja ini akan berlanjut " sahut Hye mi dan ikutan duduk.
" Huhh.... , sebenarnya aku ingin minta nasehat padamu.
Jika kau di minta tuk berhenti melakukan sesuatu agar kau tetap hidup , tapi saat kau berhenti banyak orang yang akan kehilangan hidupnya.
Maka apa yang akan kau pilih ? "
awalnya Hye mi tidak mau menjawab , karna tampang Narra yang sudah seperti orang kehilangan uang arisan tapi bingung minjam kemana , jadinya dia pun menjawab.
" Kenapa tidak kau tanya saja pada lumba lumba , yang IQ nya cukup tinggi itu " jawab Hye mi , yang membuat Narra langsung patah hati begitu mendengarnya.
Jadinya dia diam saja dan makan ramen pedas di hadapannya.
" Baiklah .... , kau ingin ku beri saran kan ? , kalau aku jadi kau aku akan berhenti karna hidup ku berharga , tapi ....
aku akan melindungi mereka yang terancam semampuku.
Senior ku dulu pernah bilang
saat kau di hadapkan 2 pilihan yang tak bisa kau pilih , maka buatlah pilihan mu sendiri "
Setelah Hye mi berkata begitu , Narra langsung happy lagi.
" Hey .... kata kata itu terdengar hebat !
terima kasih Hye mi .. " ucapnya sambil tersenyum manis.
__ADS_1
" Astaga ! , bagaimana mood mu bisa berubah secepat ini ? " Hye mi benar benar tak percaya dengan perubahan mood Narra yang secepat kilat.
" Entahlah , tapi itu selalu terjadi ... "
sangking bersemangatnya makan , Narra sampai menumpahkan kuah ramen ke jasnya.
Untung tidak banyak , tapi karna itu ramen pedas tetap harus di ganti.
Ya ... dia harus pulang dulu ke rumah.
Baru saja dia masuk ke area rumahnya
terlihat sesosok pria berjaket hitam dan topi putih duduk atau lebih tepatnya tidur di kursi teras rumahnya.
" Siapa dia ? , apa gelandangan ? "
begitulah pertanyaan yang terlintas di kepala Narra. Tapi sesampainya ia di hadapan pria itu ,
jawaban mengejutkan langsung dia dapatkan.
Yups , itu adalah Jeefano Park.
Tapi tidak jadi , dia menarik kembali tangannya. Hanya air matanya yang mampu menyentuh Jeef.
Sebab air itu jatuh mengenai pipi Jeef
yang membuatnya terbangun sambil mengusap pipi kanannya.
" Hah , air apa ini ? " saat dia melihat kedepan barulah terlihat Za Gil.
" Ternyata kau , kenapa menangis ? "
Narra bergegas menghapus air matanya.
" Bukan apa apa " jawabnya bohong.
__ADS_1
" Benarkah ? , kalau memang ada masalah kau boleh cerita padaku " ucap Jeef karna kasihan melihat Za Gil , Narra akhirnya duduk di kursi sebelah Jeef.
Sebenarnya dia tidak senang banget , karna masih bingung apa yang harus dia pilih.
" Aku tidak bisa ceritakan , tapi intinya ...
aku tidak bisa melakukannya ku pikir aku kuat tapi tidak.
Dulu aku yakin semuanya akan baik baik saja , tapi sekarang aku bingung "
Seolah mengerti dan dapat merasakannya Jeef pun berkata
" Dengarkan hatimu ! dan cobalah bertahan. Terkadang ....
kau perlu melampaui batas untuk buktikan besarnya perjuanganmu "
mendengar itu Narra pun bergumam
" Jeef .... meski kau tidak mengenaliku ... , tapi kenapa seakan kau memahami perasaanku.
Bukankah ini tidak adil , kenapa hanya kau yang bisa ?
kenapa Tuhan tidak kirimkan orang lain saja ?
aku tidak ingin kau ikut campur , tapi aku membutuhkanmu ...."
Narra tampak menatap sendu wajah Jeef dari samping , hingga tiba tiba Jeef bertanya " apa kau tau dimana narra ? " yang membuyarkan lamunan Narra.
" Hah , bukannya dia ..... di Indonesia ? "
thanks buat yang udah baca 😊
jangan lupa like 😄
dan comen positifnya ya 😁
__ADS_1
dukungan kalian sangat berarti buat author ...
jaga selalu kesehatannya 😉