
Pria yang pernah ia temui sebelumnya.
Yups Adesta Rumi yang tak lain papa kandung Deska.
Dia berjalan melewati pintu seakan menganggap tidak ada kehadiran Narra di sana.
Tanpa mempedulikan , Narra pun hendak beranjak pergi. Baru saja Narra melangkah , Desta menghentikannya.
" Tunggu ! apa benar kau adalah putrinya Lee Ran dan Nasya seorang Jaksa licik dan Dokter Bedah payah ? "
ucap papa Deska tanpa melihat ke arah Narra.
Sedangkan Narra terkejut , karna baru kali ini ada orang yang tau mengenai keluarganya. Dia sangat marah mendengar Desta menghina kedua orang tuanya begitu.
Menyaksikan kegilaan papanya , Deska tidak tinggal diam.
" Ada apa ini pah ?
papa menyelidiki Narra ? tapi kenapa ? apa yang papa inginkan ? "
Pak Desta diam tak mau menjawab satu pun pertanyaan dari putranya itu.
Setelah mengusap air matanya , Narra kemudian berbalik.
" Ya ..
bapak benar. Saya putri Lee Ran dan Nasya , memangnya kenapa ? " jawab Narra mencoba terlihat kuat.
" Jauhi Deska !
ini ancaman terakhirku , jika kau mendekatinya , akan ku buat hidupmu menderita " mendengar itu , Narra jadi bingung.
__ADS_1
" Apa maksud bapak sebenarnya ? "
" Kau tidak tau ? ayahmu itu adalah jaksa licik.
Karna dia kakak sepupu ku meninggal di penjara. Dia menerima bayaran besar dari pihak lain. Membodohi hakim , lalu memenjarakan kakak ku
apa sudah jelas ? " terang Desta panjang lebar.
" Tidak ! itu tidak mungkin !
ayah ku bukan orang yang seperti itu dia ... " belum selesai Narra menjelaskan , Pak Desta langsung memotongnya.
" Kau tau apa ?
menurutmu dia akan beri tau jika uang yang ia dapat itu dari hasil menipu ? " sungguh sakit , menyesakkan , perih. Itulah perasaan Narra saat ini.
" Pa , hentikan ! " teriak Deska yang sedari tadi hanya menyimak.
" Jika ayahmu orang baik , lalu kenapa kau tinggal di indonesia ?
kau bisa tetap di Koreakan ? kenyataan nya semua orang membenci ayahmu begitu pun dirimu "
Narra sudah tidak tahan lagi dengan semua yang di katakan papanya Deska.
" Cukup ! aku mohon hentikan " Narra menutup kedua telinganya dengan tangan sambil berlari keluar.
Yota dan Luri yang melihat Narra habis menangis ikut berlari mengejarnya.
" Apa maksud perkataan papa tadi ? " tanya Deska yang pusing dengan apa yang terjadi.
" Kau akan sekolah di Amerika bersama Rahel " bukannya menjawab pertanyaan , Pak Desta malah mengatakan hal lain yang lebih gila.
__ADS_1
" Tidak ! aku mau tetap di sini " ujar Deska dengan sangat tegas.
" Pak Ravi urus surat pindah sekolah dan keperluan lainnya ! " perintah Desta pada anak buah kepercayaannya.
" Baik pak " sahut Pak Ravi patuh pada bosnya yang berlalu pergi.
" Pa... dengarkan Deska dulu pa , papa " Deska terus berteriak teriak memanggil papanya. Namun Pak Desta tidak menyahut malah berjalan makin jauh.
Deska meluapkan amarahnya pada body guard di sana.
" Kalian semua keluar dari sini ! " ucapnya seraya melempar barang yang ada di atas meja di sampingnya.
" Aku tidak akan pergi ! kalau pun harus pergi , maka aku akan menyelesaikan urusan ku dulu disini " gumam Deska dalam hatinya.
Lalu ia melepas selang infus dan berjalan ke pinggir jendela
Kemudian ia melompat.
Untungnya ada tali petugas kebersihan sehingga ada pegangan baginya untuk turun.
Begitu tiba di bawah , Deska berlari menuju salah satu mobil hitam yang terparkir dan dengan cepat melajukannya.
Body guard yang menyadari ruangan Deska terlalu senyap kamudian masuk dan benar saja mereka semua langsung terkejut mendapati kamar rawat itu kosong.
Mereka memeriksa kamar mandi , kamar sebelah hingga salah satu dari mereka melihat ke jendela.
" Aku melihatnya ! dia pergi dengan mobil hitam yang ku kemudikan , cepat kejar ! " seluruh body guard tersebut langsung bergegas mengejar Deska.
bersambung ...
mohon dukungannya 🙇
__ADS_1