
Di Taman , adu mulut pun terjadi. Narra menarik paksa tangannya dari Deska.
" Sekarang , jelaskan maksud kamu tadi ? " tanya Narra sambil ngegas.
" Dengar ! jika Papa aku tau kamu orang aneh yang masuk ke rumah dan marah marah seperti tadi , papaku tidak akan tinggal diam.
Dia akan cari semua informasi tentangmu dari masa lalumu hingga sekarang " mata Narra menyipit sempurna meragukan perkataan Deska.
" Jadi ... kalau dia taunya aku pacar kamu , dia tidak akan melakukan itu ? " tanya Narra meminta penjelasan lebih lanjut.
" Entahlah , biasanya kalau menyangkut aku dia tidak peduli " jawab Deska dengan gaya acuh.
" Meski kau lakukan ini untuk melindungi ku , aku tidak akan memaafkanmu Deska " ucap Narra penuh penekann.
Mendengar itu Deska tersenyum tipis.
" Aku tidak berharap maaf darimu , sekarang pergilah " usir Deska seenak jidatnya pada Narra.
Sangking kesalnya sambil berjalan keluar , Narra menginjak kuat kaki kanan Deska.
Cukup untuk membuat Deska merintih dan mengumpat , lalu ia putuskan untuk kembali ke dalam dengan kaki sedikit pincang.
" Benar gadis yang tadi itu pacar kamu ? " tanya Pak Desta , begitu sang anak masuk ke rumah.
Pertanyaan sang papa membuat Deska merasa curiga karna tidak biasanya Pak Desta ingin tau urusan nya.
" kenapa bertanya ? " ucap Deska sambil melayangkan tatapan penuh selidik.
" Karna dia terlihat sangat membencimu " sungguh jawaban yang tepat sasaran dan sesuai kenyataan.
" Terserah papa mau menganggap nya bagaimana , tapi jangan ganggu dia.
Jika papa lakukan itu , Deska hancurkan reputasi papa " setelah mengancam , Deska berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.
Melihat reaksi Deska papanya tersenyum.
__ADS_1
" Menarik , tak kusangka Deska sangat menyayangi gadis itu. Selidiki dia "
" Baik pak " jawab bawahan Pak Desta yang sedari tadi berdiri di sebelahnya.
****
Sepanjang jalan , mulut Narra tak henti hentinya komat kamit.
Dia menyebutkan semua yang terlintas di pikirannya.
Menyaksikan hal itu Yota yang kebetulan sedang jalan jalan dengan Luri jadi heran.
" Sepertinya , kakak kesayanganmu sudah benar benar tidak waras.Lihatlah bagaimana dia bicara sendiri " Luri seketika celingak celinguk mencari orang yang di maksud.
Yota lalu berlari menghampiri Narra yang di ikuti oleh Luri di belakang.
" Hei ..... kau sungguh sudah gila ya ? , kenapa bicara sendiri ? " emosi Narra yang dari tadi sudah meluap kembali memuncak.
" Jangan ganggu aku , suasana hatiku sedang buruk " jawab Narra dengan gertakan.
" Memangnya suasana hati mu pernah bagus ya ? " mendengar itu Narra sontak menendang kaki Yota.
" Salah sendiri , aku kan udah bilang jangan ganggu " protes Narra.
" Yota udah deh , kamu ngalah ya sama adik " ucap Luri menengahi perdebatan keduanya.
" Ihhh .. amit amit aku punya adik kayak dia " ujar Yota yang berlagak jijik.
" Aku juga na'uzubillah punya kakak sepertimu " sahut Narra tak mau kalah
Memang benar Yota lebih tua dari Narra tapi , hal tersebut tak berpengaruh pada sikapnya yang masih kekanak kanakan.
Luri hanya bisa menghela napas karna sulit sekali membuat kucing dan tikus berdamai. Narra yang lelah lalu pergi begitu saja.
" Kak Narra kayaknya lagi ada masalah deh , tapi apa ? " sambil mengusap lembut kakinya yang biru habis di tendang buldozer.
__ADS_1
Yota membacakan isi buku sesat yang ia baca.
" Dalam buku orang bijak , di situasi seperti ini kita harus mengikutinya untuk mencari tau "
" Ide bagus ! " Luri pun langsung pergi meninggalkan Yota yang masih melongo.
" Ehh , tapi kita kan mau ke bioskop ? " teriak Yota yang membuat Luri balik badan.
" Apa bioskop lebih penting dari sahabat ? " tanya Luri mendramatis.
" Tentu saja , film nya hanya tayang sekali. Sedangkan Narra aku bisa bertemu dengan nya setiap hari " jawab Yota dengan entengnya.
" Kalau begitu nonton saja sendiri ! , kau bukan orang yang setia " ucap Luri sambil berjalan menjauh.
" Setelah meninggalkan ku berkali kali bisa bisanya dia membahas kesetiaan.
Aku akan ke bioskop...
tapi , bentar ... di sana pasti banyak pasangan , aku akan terlihat menyedihkan jika tetap kesana.
Aku ke klinik terdekat saja " kali ini malah yota yang bicara sendiri di pinggir jalan.
*****
Tanpa ia sadari , Narra berjalan menuju halte bus.
Dia sangat terkejut melihat bus yang berhenti tepat di depannya. Seluruh tubuhnya seketika gemetar.
Napasnya juga sesak , jantungnya berdetak kencang , dan kepalanya pusing.
Hingga akhirnya ia pingsan , Luri yang melihat itu langsung berlari menangkap tubuh Narra.
Luri terus menepuk pelan pipi Narra mencoba membangunkannya.
Tapi tak ada respon.
__ADS_1
bersambung ...
mohon dukungannya 🙇