Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
DI PENUHI KEKESALAN


__ADS_3

Di Taman , adu mulut pun terjadi. Narra menarik paksa tangannya dari Deska.


" Sekarang , jelaskan maksud kamu tadi ? " tanya Narra sambil ngegas.


" Dengar ! jika Papa aku tau kamu orang aneh yang masuk ke rumah dan marah marah seperti tadi , papaku tidak akan tinggal diam.


Dia akan cari semua informasi tentangmu dari masa lalumu hingga sekarang " mata Narra menyipit sempurna meragukan perkataan Deska.


" Jadi ... kalau dia taunya aku pacar kamu , dia tidak akan melakukan itu ? " tanya Narra meminta penjelasan lebih lanjut.


" Entahlah , biasanya kalau menyangkut aku dia tidak peduli " jawab Deska dengan gaya acuh.


" Meski kau lakukan ini untuk melindungi ku , aku tidak akan memaafkanmu Deska " ucap Narra penuh penekann.


Mendengar itu Deska tersenyum tipis.


" Aku tidak berharap maaf darimu , sekarang pergilah " usir Deska seenak jidatnya pada Narra.


Sangking kesalnya sambil berjalan keluar , Narra menginjak kuat kaki kanan Deska.


Cukup untuk membuat Deska merintih dan mengumpat , lalu ia putuskan untuk kembali ke dalam dengan kaki sedikit pincang.


" Benar gadis yang tadi itu pacar kamu ? " tanya Pak Desta , begitu sang anak masuk ke rumah.


Pertanyaan sang papa membuat Deska merasa curiga karna tidak biasanya Pak Desta ingin tau urusan nya.


" kenapa bertanya ? " ucap Deska sambil melayangkan tatapan penuh selidik.


" Karna dia terlihat sangat membencimu " sungguh jawaban yang tepat sasaran dan sesuai kenyataan.


" Terserah papa mau menganggap nya bagaimana , tapi jangan ganggu dia.


Jika papa lakukan itu , Deska hancurkan reputasi papa " setelah mengancam , Deska berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.


Melihat reaksi Deska papanya tersenyum.

__ADS_1


" Menarik , tak kusangka Deska sangat menyayangi gadis itu. Selidiki dia "


" Baik pak " jawab bawahan Pak Desta yang sedari tadi berdiri di sebelahnya.


****


Sepanjang jalan , mulut Narra tak henti hentinya komat kamit.


Dia menyebutkan semua yang terlintas di pikirannya.


Menyaksikan hal itu Yota yang kebetulan sedang jalan jalan dengan Luri jadi heran.


" Sepertinya , kakak kesayanganmu sudah benar benar tidak waras.Lihatlah bagaimana dia bicara sendiri " Luri seketika celingak celinguk mencari orang yang di maksud.


Yota lalu berlari menghampiri Narra yang di ikuti oleh Luri di belakang.


" Hei ..... kau sungguh sudah gila ya ? , kenapa bicara sendiri ? " emosi Narra yang dari tadi sudah meluap kembali memuncak.


" Jangan ganggu aku , suasana hatiku sedang buruk " jawab Narra dengan gertakan.


" Memangnya suasana hati mu pernah bagus ya ? " mendengar itu Narra sontak menendang kaki Yota.


" Salah sendiri , aku kan udah bilang jangan ganggu " protes Narra.


" Yota udah deh , kamu ngalah ya sama adik " ucap Luri menengahi perdebatan keduanya.


" Ihhh .. amit amit aku punya adik kayak dia " ujar Yota yang berlagak jijik.


" Aku juga na'uzubillah punya kakak sepertimu " sahut Narra tak mau kalah


Memang benar Yota lebih tua dari Narra tapi , hal tersebut tak berpengaruh pada sikapnya yang masih kekanak kanakan.


Luri hanya bisa menghela napas karna sulit sekali membuat kucing dan tikus berdamai. Narra yang lelah lalu pergi begitu saja.


" Kak Narra kayaknya lagi ada masalah deh , tapi apa ? " sambil mengusap lembut kakinya yang biru habis di tendang buldozer.

__ADS_1


Yota membacakan isi buku sesat yang ia baca.


" Dalam buku orang bijak , di situasi seperti ini kita harus mengikutinya untuk mencari tau "


" Ide bagus ! " Luri pun langsung pergi meninggalkan Yota yang masih melongo.


" Ehh , tapi kita kan mau ke bioskop ? " teriak Yota yang membuat Luri balik badan.


" Apa bioskop lebih penting dari sahabat ? " tanya Luri mendramatis.


" Tentu saja , film nya hanya tayang sekali. Sedangkan Narra aku bisa bertemu dengan nya setiap hari " jawab Yota dengan entengnya.


" Kalau begitu nonton saja sendiri ! , kau bukan orang yang setia " ucap Luri sambil berjalan menjauh.


" Setelah meninggalkan ku berkali kali bisa bisanya dia membahas kesetiaan.


Aku akan ke bioskop...


tapi , bentar ... di sana pasti banyak pasangan , aku akan terlihat menyedihkan jika tetap kesana.


Aku ke klinik terdekat saja " kali ini malah yota yang bicara sendiri di pinggir jalan.


*****


Tanpa ia sadari , Narra berjalan menuju halte bus.


Dia sangat terkejut melihat bus yang berhenti tepat di depannya. Seluruh tubuhnya seketika gemetar.


Napasnya juga sesak , jantungnya berdetak kencang , dan kepalanya pusing.


Hingga akhirnya ia pingsan , Luri yang melihat itu langsung berlari menangkap tubuh Narra.


Luri terus menepuk pelan pipi Narra mencoba membangunkannya.


Tapi tak ada respon.

__ADS_1


bersambung ...


mohon dukungannya 🙇


__ADS_2