Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
MENYESAL


__ADS_3

Di sepanjang jalan Narra menyesali keputusannya dan berkata kata sendiri.


" Kenapa aku setuju ?... harusnya kucari alasan. Mulut paku itu pasti akan menendang ku keluar dari rumahnya. Oh iya , aku bisa titipin ke satpam dengan begitu aku tidak perlu masuk ..


Yess , aku jenius juga ternyata "


ucap Narra panjang lebar sambil senyum senyum , yang membuat orang di jalanan kebingungan.


Beda cerita lagi dengan Deska , ia kerepotan karna paket yang terus berdatangan.


" Pak singkirkan semuanya ! , ini menyebalkan " saat sibuk ngomel ngomel tiba tiba telfon rumah berdering , pelayan perempuan yang ada di sana lalu mengangkatnya.


" Tuan muda orang ini ingin bicara dengan mu " dengan ekspresi malas Deska lalu mengambil telfon tersebut dari si pelayan.


" Hai lagi Deska , kau masih ingat dengan aku ? " Deska lalu menarik napas dalam dalam mencoba bersabar atas ujian ini.


" Kau lagi , berhentilah mengirimkan paket ! sebenarnya apa masalahmu ? " teriak Deska dari sambungan telefon.


" Jika saja sejak awal kau tidak menolak paket dari ku , ini tidak akan terjadi , kenapa kau tidak mencoba membuka paketnya ? " tanya sosok misterius ini.


" Kau pikir aku akan melakukan itu " Deska kemudian langsung mencabut kabel telfon rumah.


" Buang semua paketnya " perintahnya pada semua pelayan.


" Baik Tuan muda " jawab body guard dan pelayannya.


****


Tibalah Narra di depan rumah mewah khas orang kaya , meski begitu Narra punya kenangan buruk dengan pemiliknya.

__ADS_1


Apa lagi mengingat kata kata Deska kemarin yang membuat ia naik darah.


Setelah melihat kesana kesini Narra jadi heran karna tak ada satpam satupun.


Ia lalu memencet bel berulang ulang tapi tak ada yang membukak kan pintu.


" Ihhh , kenapa sih setiap kali aku kesini gak ada yang bukain pintu ? " celotehnya kesal lalu mendorong gerbang yang tak terkunci dan berjalan masuk.


Setelah mengumpulkan tenaga , Narra lalu memanggil tuan rumah dengan suara tinggi.


" Assalamualaikum permisi.... " mendengar teriakan keras dari luar Deska yang sudah yakin itu Narra , lalu berjalan ke depan dan membukakkan pintu.


" Kenapa kesini ? " pertanyaan singkat itu membuat Narra sangat terkejut.


Karna sedari tadi ia sibuk melihat tumpukan kotak di teras depan.


" Haa ... , ya ampun Deska apa kau tidak bisa bicara pelan pelan ? aku kesini di suruh buk Yasmin mengantarkan buku ini " Narra lalu menyerahkan buku tebal di tangannya.


" Dasar menyebalkan .... aku tau kau marah tapi tidak perlu sekasar itu.


Asal kau tau kau sudah melewati batas ! , kau pikir aku tidak bisa marah ?


Mulai sekarang aku tidak akan menemuimu , bicara padamu , atau membantumu lagi apa pun yang terjadi


camkan itu Adeska Rumi ! "


Ucap Narra dengan meninggikan suaranya sambil menunjuk ke arah Deska yang bahkan tidak berekspresi.


Ia malah tersenyum tipis melihat Narra yang tampak imut saat marah.

__ADS_1


Tanpa Narra sadari papa Deska tepat di belakangnya.


" Apa yang terjadi Ka ? , siapa gadis ini ? " mendengar itu Narra yang tadi marah tampak takut melihat papa Deska yang menatap tajam ke arahnya.


Tapi Deska langsung menarik Narra ke belakangnya seolah mencoba melindungi.


" Dia pacar ku , kami sedang bertengkar ! " tanpa di sangka anaknya jauh lebih mengejutkan dari pada ayahnya.


Sambil berbisik Narra pun protes.


" Hei kau tidak waras apa maksudmu ? "


" Diam ! nanti ku jelaskan " Deska terus menggenggam erat tangan Narra sambil membalas tatapan tajam papanya.


Jujur jantung Narra berpacu sangat cepat , begitu pun dengan Deska.


Perhatian Pak Desta pun teralihkan oleh tumpukan paket.


" Milik siapa ini , kenapa menumpuk ? "


" Itu paket dari orang yang tak di kenal


dia tau semua tentang ku , bahkan sandi pintu kamarku.


Dia juga menelfon dan mengirimkan pesan beberapa kali " jawab Deska dengan nada datar.


Mendengar itu Pak Desta langsung memerintahkan bawahannya untuk melacak lokasi si penelfon.


Sementara papanya teralihkan , Deska menarik tangan Narra yang sedari tadi ia genggam , dan berjalan ke dekat taman.

__ADS_1


bersambung ...


Menurut kalian apa yang akan terjadi di taman ?


__ADS_2