Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
GADIS DARI MASA LALU PART 2


__ADS_3

Ia pun memutuskan untuk menemui Kiela , dia dapat pesan dari Kiela yang memintanya datang ke atap sebuah gedung Sekolah.


Tuan Deska datang bersama ku , ia meminta ku menunggu di bawah tapi , aku mengikutinya diam diam karna penasaran.


Begitu melihat wajah Kiela tuan Deska terkejut karna ia terlihat sangat pucat.


Tanpa pikir panjang ia langsung menarik tangan Kiela dan mengajaknya ke Rumah Sakit.


Tapi , Kiela menolak sambil berusaha tersenyum ia berkata :


" Aka ....


kau orang yang aku sukai , aku tau kau tidak merasakan hal yang sama.


Kau pasti jengkel karna aku selalu berusaha berteman denganmu.


Terima kasih kau membuat saat saat terakhir ku jadi lebih indah .. " ucap Kiela lembut.


" Apa yang kau bicarakan ? " tanya Deska bingung.


" Aka ...


aku mau minta tolong , sebenarnya aku menderita kanker otak stadium akhir... "


Mendengar itu Tuan Deska melepaskan genggamannya bahkan aku hampir ketahuan karna berteriak.


" Dokter bilang waktu ku tidak lama , aku hanya akan bertahan beberapa menit lagi.


Tidak ada yang tau hal ini selain kau


ku mohon .... rahasiakan ini dari kakak ku.


Aku takut dia akan menyalahkan dirinya karna tidak bisa membawa ku ke rumah sakit sebab masalah ekonomi.


Aku hanya punya kakak ku di dunia ini begitu juga sebaliknya.


Jadi aku mohon..... berjanjilah kau akan rahasiakan ini "

__ADS_1


" Jangan dengarkan dokter payah itu


ayo ke rumah sakit ! " jawab tuan Deska.


" Tidak....


ku mohon berjanji Ka ... berjanjilah padaku ... "


sambil menangis Tuan Deska duduk di samping Kiela yang memohon seraya memegang kaki tuan Deska.


Tuan Deska lama terdiam ku pikir dia akan menolak tapi ,


" Aku berjanji kakak mu tidak akan tau hal ini " aku terkejut sekaligus heran


setelah itu Kiela bersandar di pundak Tuan Deska.


" Terima kasih banyak Aka ... " ia langsung pingsan , Tuan Deska berulang kali menggoncangkan tubuhnya tapi tak ada respon.


Tak lama Tuan Deska memintaku membeli sebotol sianida.


Ternyata sekolah itu salah satu tempat kakaknya mencari rezeki sebagai petugas kebersihan.


Mungkin niatnya ke atap untuk bersih bersih , tapi ia seketika terpaku melihat jasad perempuan yang ketika ia hampiri tak lain adalah adiknya.


Dia langsung menangis histeris dan kami menyaksikan itu dari kejauhan.


" Kenapa kau melakukan ini Kiela ....


kau tau aku hanya punya kau tapi kini kau meniggalkan aku.


Kenapa .....


Tangis gadis itu terhenti sejenak seakan ia mengingat sesuatu "


" Deska .... apa karna dia , kau melakukan ini ? ...


aku tidak peduli dia pelakunya atau bukan tapi , dia harus membayarnya "

__ADS_1


Tiba tiba Narra memotong cerita Pak Ravi.


" Jadi ... kakaknya mengira Kiela bunuh diri karna Deska ? "


" Kurang lebih seperti itu " sahut Pak Ravi.


" Apa ada bukti kalau Kiela menderita kanker ? " tanya Narra lagi.


" Itu.... " belum selesai Pak Ravi menjawab , telfonnya bergetar.


" Apa kau menemukannya ? "


" Iya pak , saya sudah mendapat suratnya di tambah lagi dokter itu bersedia jadi saksi " jawab seorang pria yang ternyata anak buah pak Ravi.


" Huhh , bagus aku akan urus sisanya langsung ke tempat tujuan "


" Baik pak " sahut pria melalui telfon.


Pak Ravi lalu menghubungi anak buahnya yang lain.


" Kalian semua jaga ketat kamar Tuan muda.


Jika sampai terjadi sesuatu kalian tau akibatnya ! dan periksa setiap dokter serta suster yang masuk "


" Baik pak " sahut anak buahnya.


Saat Narra sibuk memperhatikan Pak Ravi , tiba tiba saja ada yang memanggil manggil namanya.


Yups , itu Yota.


Dengan napas terengah engah ia berkata :


" Narra .. aduh huh .... kau bilang di ... lan - tai .. em - pat tapi.. kau ada di par .. ki ran bawah tanah "


bersambung ..


mohon dukungannya 🙇

__ADS_1


__ADS_2