Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
DI MINTA BERHENTI


__ADS_3

Perdebatan pun berlangsung hingga Pak Bae Ji Woon berteriak guna melerainya.


" Tolong hentikan ini semua....


Jaksa Gil ,kau di panggil oleh Pimpinan ke ruangannya " mendengar itu , Narra mengalihkan pandangannya dari Hye mi dan menatap Pak Bae.


" Dia pasti ingin memecatmu " kata kata Hye mi barusan mengembalikan pandangan Narra padanya.


" Kau yang akan ku pecat , dasar sekretaris juling " ucapnya dan berlari pergi.


" Apa , dasar kau , jangan lari ... " saat Hye mi hendak mengejar Narra , Pak Bae menghadangnya.


" Nona Hye mi sabar dulu ... " ucapnya lembut.


" Kau dengar apa katanya tadikan Pak Bae ? " protes Hye mi.


" Itu tidak benar , Jaksa Gil pasti hanya bercanda. Lagi pula marah marah itu tidak baik untuk kesehatan terutama kecantikan " ucap Pak Bae mencoba membujuk.


" Terserah ! tapi aku benci dia ..... " gerutu Hye mi yang sangat jengkel.


Sementara itu ..


Narra tampak mengetuk pintu Ruangan Pimpinan. Sadar tak dikunci dia pun masuk sambil bertanya.


" Kau memanggilku pak ? "


" Silahkan duduk Gil " sahut pimpinan.


Begitu masuk lebih dalam Narra terkejut dan merasa tegang.


Bagaimana tidak seluruh Jaksa Senior ada di sana.


" Apa aku beneran bakal di pecat .. " gumam Narra dalam hati.


" Ku dengar kau menangani kasus kecelakaan bus , apa itu benar ? " tanya Pimpinan membuka percakapan.


" Iya Pak benar , tapi sejauh ini belum ada petunjuk " jawab Narra terus terang.


" Tidak !

__ADS_1


kau tidak akan mendapat petunjuk.


Jadi berhentilah menyelidiki dan tutup kasus ini sebagai kecelakaan biasa "


mendengar itu Narra sangat terkejut , ia tidak menduga bahwa Pimpinan akan mengatakan itu padanya.


" Apa maksud bapak ? ini sudah jelas kasus pembunuhan.


Dan jika di tutup begitu saja , bukankah itu artinya kita membiarkan pelakunya bebas " sanggah Narra dengan pendapatnya.


" Menurut saja Jaksa Gil " bentak salah satu senior pada Narra.


" Tapi senior Cha .... " bukan Narra namanya kalau tidak melawan.


" Ini demi kebaikan mu sendiri ,


jika kau coba ungkap kasus ini pelakunya akan melenyapkanmu " ucap senior Cha dengan tatapan tajam.


" Tidak ! , aku tidak bisa lakukan itu. Aku seorang Jaksa dan ini sudah jadi tugas ku. Maaf pimpinan , tapi aku menolak untuk berhenti , permisi .. "


Narra berjalan keluar dengan amarah terpendam.


" Aku akan coba yakin kan anak itu " jawab Pimpinan singkat.


" Aku akan membantumu Pimpinan "


" baiklah , terima kasih Jaksa Cha ... "


****


Narra berjalan menuju ruangannya sambil bergumam sendiri.


" Tutup sebagai kecelakaan biasa , yang benar saja , itu tidak akan terjadi " ia pun masuk dengan ekspresi kesal tingkat dewa.


" Bagaimana Jaksa Gil ? , apa yang mereka katakan ? " tanya Pak Bae , padahal Narra baru aja masuk dan kesalnya belum hilang.


" Mereka memintaku berhenti dan menutup kasus ini. Tapi itu tidak akan terjadi. ( Di tengah amarah yang berkobar Narra mendapat petunjuk ) Tunggu pak bae ! aku mengingat sesuatu .. kita melewatkan hal yang penting " ujarnya yang malah terkesan membingungkan bagi Pak Bae.


" Apa ? "

__ADS_1


" Dari semua cctv hanya satu jalan yang memperlihatkan sebuah mobil Kargo kan ? ayo cari tau apa isinya " Narra langsung berlari keluar dan mendorong Hye mi , sehingga lipstiknya jadi tercoret sampai ke pipi atas.


" Ihh .... Jaksa Gil .... " ucapnya kesal.


Eitss ... belum selesai


Pak Bae kali ini juga melakukan hal yang sama.


Niat hati ingin menghapus bekas lipstik justru membuatnya makin lebar.


" Pak Bae ...


Pimpinan aku ingin ganti atasan ... " ucap Hye mi merengek sembari menghentak hentakkan kakinya.


" Maaf Nona Hye mi " ujar Pak Bae seraya berlari mengejar Narra yang sudah lebih dulu ke Loby.


" Jaksa Gil tunggu... "


" Cepatlah Pak Bae ... "


Setibanya mereka di Parkiran Pak Bae masuk ke mobilnya dan ya ... di dalam sudah ada Narra.


" Tunggu dulu Jaksa Gil , memangnya kita mau kemana ? "


" Kantor Joon So Food , mobil itu mengangkut barang dari sana.


Aku melihat nama pabriknya terpampang jelas di badan mobil "


Pak Bae hanya tampak pasrah dan menginjak pedal gas.


thanks buat yang udah baca 😊


jangan lupa like 😄


dan comen positifnya ya ☺


dukungan kalian sangat berarti .....


terima kasih .. dari aku metazaa 😁

__ADS_1


__ADS_2