Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
MINI ( J )


__ADS_3

Pria di pinggir pantai itu menghampiri Narra dan berkata :


" Narra anyeong ...


kau tidak perlu menangis , apa semenjak di Indonesia kau jadi cengeng ? " ucapnya sambil tersenyum manis.


Reflek Narra langsung memukulnya.


" Dasar jahat ! , aku menangis karna terharu , bagaimana kau bisa di sini ? " tanya Narra sembari menahan tangis.


" Dengan sedikit menyelinap dari body guard dan menggunakan pesawat " jawab pria itu sambil menirukan pesawat yang sedang terbang dengan merentangkan kedua tangannya.


" kau tidak berubah sama sekali ya mini J " ucap Narra guna meledeknya.


" Ayolah ... apa kau harus memanggilku begitu ? , aku tidak sama seperti dulu " rengek pria tinggi putih , bermata sipit itu.


" Memang apa bedanya ? " tanya Narra yang semakin senang melihat ekspresi kesal pria itu.


" Aku bertambah tinggi , putih , dan jauh lebih tampan .. " jawabnya dengan pede level dewa.


" Uuuuuu .. yang benar saja , kau terlalu percaya diri " sorak Yota yang jengkel mendengar jawaban J.


" Kau berkata begitu karna merasa iri kan Yota ? " tanya J yang membuat Yota melotot seketika.


" Apa ! sembarangan... tidak ada kata iri dalam kamus ku " sahut Yota dengan ekspresi yang masih sangat kesal.


" Lebih baik kita bicara di cafe itu saja ada tempat yang telah kami sewa , ayo kak Narra ! " ucap Luri yang di setujui oleh semuanya.


Mereka pun berjalan menuju cafe.


Sementara itu....


" Kita sudah sampai ka , ayo turun ! "


Perintah Rahel namun


saat hendak membuka pintu mobil


Deska menahan tangan Rahel.


" Tunggu ! , ada yang ingin ku tanyakan padamu " ucapnya dingin.


" Apa ? " tanya Rahel dengan lemah lembut.


" Berapa lama kau akan berada di sini ?" ucap Deska dengan suara bergetar.


Akhirnya pertanyaan yang di takuti Rahel pun di ucapkan oleh Deska.


" Eee itu.... kau tenang saja masih lama kok " jawab Rahel asal.


" Jadi kau tidak menetap di indonesia , memang apa salahnya kau sekolah disini ? " Lagi lagi pertanyaan Deska menusuk hati Rahel.


" Maaf ka ... aku tidak punya pilihan lain ayahku ingin aku tinggal bersamanya di Amerika " mendengar jawaban Rahel , Deska lalu membuka pintu mobil dan pergi lebih dulu.


Sedangkan Rahel membuang nafas dalam dalam lalu ikut keluar.


Saat di ruangan cafe...

__ADS_1


" Kak Narra aku punya pertanyaan deh ,


gimana kalian bisa saling kenal ?


Oppa J kan di seoul , sedangkan kakak di Indonesia.


Di tambah lagi kalian terlihat sangat dekat bahkan kakak punya panggilan masa kecil buat oppa J ? "


Bukan orang yang di tanya yang menjawab melainkan orang yang tak di bahas.


" Setttt dah ...


pertanyaan kamu panjang banget , udah kayak so'al esay bahasa indonesia ..." ucap Yota pada sang pacar.


" Ihh.. , biarin aku kan mau tau .." jawab Luri nyolot.


Karna Narra terdiam , Jeff lalu berkata sambil tersenyum.


" Narra dulu pernah tinggal di seoul , sebelum pindah ke Indonesia. Jadi kami kenal sejak saat itu .


Dan mini J itu maksudnya karna aku dulu kecil pendek , bahkan Narra lebih tinggi dari ku jadi dia memanggil ku begitu .. " jelas pria asal Seoul yang bernama lengkap Jeefano Park ini.


" Ohh... , gitu.. " luri pun mengangguk anggukkan kepalanya pura pura paham.


" Benar juga ya ? , kau dulu kan kecil dan pendek bagaimana bisa setinggi ini ? , jangan jangan kau makan pupuk bukannya nasi ? " ledek Narra yang sudah tak terlalu murung.


" Ihhhh .. benar benar ! aku rajin olah raga dan minum vitamin " sanggah J seketika yang tak terima dengan ledekan Narra barusan.


" Luri , kita karaokean yuk ! " ajak Yota tiba tiba keluar dari topik.


" Boleh , kalian ikut ? " Tanya Luri pada dua mahluk di depannya.


Sedangkan sisanya melanjutkan pembicaraan.


" Ra , kamu gak ada niat buat kembali ke Seoul ? maksud ku , kamu kan punya rumah juga di sana ? " Tanya Jeef saat berdua dengan Narra.


" Entahlah ... rasanya aku belum siap Jeef " jawab Narra tertunduk lesu.


" Hari ini harinya kan ? tepat tanggal 1 juni " bahas Jeef , sontak Narra menatap matanya.


" Jadi ... karna itu kau datang , persis seperti dulu , saat peristiwa itu terjadi kau yang menemani ku " ujar Narra dengan mata yang sudah tergenangi air.


Menyadari itu Jeef pun berkata :


" Eemm ..... sebenarnya bukan itu alasan ku datang. Aku datang untuk pamer kalau aku lebih putih darimu ..."


Ucap Jeff sambil bergaya yang membuat Narra tersenyum kembali.


" Kau ini ya ... " ucap Narra gemas sembari mencubit kedua pipi Jeef.


" Lihat kan kau lebih manis saat tersenyum " kali ini Jeef juga melakukan hal yang sama , yakni mencubit gemas pipi Narra.


" Benar aku manis , tidak sepertimu " lagi lagi Narra membalikkan keadaan dengan meledek Jeef.


" Apa ? aku mungkin bilang kau manis tapi tidak lebih manis dariku " Jeef pun seketika protes sembari memanyunkan bibirnya.


" Tetap saja dalam hal bela diri aku lebih hebat darimu " sahut Narra seraya memeluk pinggang Jeef.

__ADS_1


" Ya.. , tapi tidak seputih aku " ujar Jeef sembari tertawa.


" Kau ini ya tidak mau mengalah ! , kita jalan jalan keluar saja , bulannya lagi terang " gerutu Narra sambil melepas pelukannya.


" Yaudah ayo , tapi aku harus pakai masker , topi , sama kacamata dulu ya "


Maklum Jeef seorang aktor asal korea selatan soalnya , makanya dia harus bisa menyamar dari para penggemar gila terutama papa razi.


Usai dengan aksesorisnya , Jeef kemudian menggenggam erat tangan Narra dan menariknya keluar.


****


Deska tampak terus menuggu mamanya dengan penuh harapan di pinggir jembatan kayu yang menjorok ke laut.


Tapii.. , mamanya tidak kunjung datang.


Dia pun mulai merasa lelah , pikirannya kacau , emosinya naik turun , entah mengapa kali ini ia merasa sangat frustasi.


" Kali ini juga , kenapa ? berapa lama lagi aku harus bersabar dan menuggu ?


memang apa salah ku ? kenapa aku yang menanggung semua luka ini ? " gerutu Deska.


" Deska tolong tenanglah ! mungkin tahun depan mama kamu datang


kita coba lagi tahun depan yaa ? "


Ucap Rahel menghibur adik sepupunya itu . Namun Deska melepaskan tangan Rahel dan mendadak melompat ke laut.


Menyaksikan hal itu Rahel sangat terkejut dan seketika terus berteriak meminta tolong.


Menyadari bahwa itu Rahel , Narra lalu menghampirinya.


" Kak Rahel , kakak kenapa ? " tanya Narra yang diiringi Jeef di belakang.


" Narra tolongin Deska , dia melompat ke laut padahal gak bisa berenang , aku takut dia kenapa napa " jelas Rahel yang tampak panik.


" Ihh ..dasar mulut paku , kakak tenang dulu ya ! " ucap Narra lalu bersiap siap hendak melompat.


Sayang sebelum itu Jeef mencekal tangannya.


" Ra , kamu kenal mereka ? " tanya Jeef yang awalnya diam namun jadi penasaran.


" Mereka teman ku jeef " jawab Narra singkat.


" Trusss ... sekarang kamu mau ngapain ? " tanya Jeef lagi.


" Ya , berenanglah nyelamatin Deska " sahut Narra dengan nada di naikkan.


" Tapi ini udah malam Ra , airnya pasti dingin. Kita kan bisa minta bantuan pemadam kebakaran atau semacamnya ... " Jelas Jeef panjang lebar.


" Takutnya nanti terlambat jeef .. " sanggah Narra , dan malah sibuk cek cok dengan Jeef.


" Yaudah kalau begitu , biar aku saja yang masuk "


Tanpa pikir panjang atau lebar Jeef langsung melompat ke laut.


" Jeef tunggu ! , Jeffano Park , memang kamu bisa berenang ? " teriak Narra namun sesudah melompat Jeef tidak terlihat lagi dari permukaan ...

__ADS_1


bersambung ..


thanks buat yang udah baca dan mohon dukungannya 😀


__ADS_2