
" Dengan segala hormat dan kerendahan hati aku menolak " ucap Narra terang terangan menyampaikan isi hatinya.
" Aku tau ini gila Jaksa Gil , tapi kau bilang akan menyelidikinyakan ? maka , dengan berat hati aku memintamu berkorban.
Akan ku pastikan aku mendapat petunjuk. kau harus tegar Jaksa Gil ! " ucap Pak Bae lalu ia berbalik menghadap pada wanita cantik.
" Dia setuju CEO " ucapnya lagi yang membuat Narra menatap tajam padanya.
" Apa ? , kapan aku bilang .. " belum selesai Narra mengucapkan dialognya
ia langsung di potong oleh CEO cantik itu.
" Bawa kartu ini ! (ucapnya seraya menyerahkan sebuah kartu ) jika mereka tidak mau membantumu , perlihatkan kartu itu ! , maka mereka akan berubah pikiran "
" Baik CEO terima kasih , kalau begitu saya pergi dulu " Pak Bae pun melenggang keluar dengan santainya tanpa mempedulikan Narra.
" Tunggu Pak Bae ... , Pak ... isss..... dasar orang tua itu.
Dan you ( Narra menunjuk CEO tersebut ) kenapa kau ingin makan malam dengan ku ? " ucapnya dengan wajah berapi api.
" kau sungguh berpikir aku mau makan malam denganmu ?
itu hanyalah taktik , aku mau kau melakukan hal lain " ucapnya dengan percaya diri.
" Aku bukan bawahanmu ya ... jadi jangan seenaknya memerintah ku ! " sambung Narra tak terima.
" Kalau begitu aku bisa mencabut izin penyelidikanmu " ancam CEO tersebut yang membuat Narra tak punya pilihan selain menurutinya.
" Ihhhh ..... baiklah , apa maumu ? " ucapnya pasrah.
" Temani aku kemana pun yang aku mau " mendengar itu Narra tertawa.
__ADS_1
" Yang benar saja ... , apa kau tak punya kekasih ? "
" Tidak , aku bahkan tak punya teman " jawabnya yang membuat tawa Narra terhenti.
" Tentu saja tidak punya kau kan galak aneh lagi " ucap Narra dengan suara kecil.
" Kau bilang apa ? " tanya CEO itu karna merasa mendengar Narra berkata sesuatu tapi , kurang jelas.
" Tidak bukan hal yang penting , nama ku Kim Za Gil dan kau ? " mendengar ini CEO tampak terkejut atas sikap Narra yang tiba tiba berubah.
" Soo Eun Bi ... " ucapnya ragu ragu.
" Baiklah ... , sekarang kau mau kemana ? bagaimana dengan bioskop ku dengar ada film baru " ucap Narra dengan lebih santai.
" Kenapa sikapmu jadi berubah ? " tanya Eun bi.
" Karna sekarang kau temanku ayo ! "
Narra pun berjalan keluar diikuti oleh Eun bi yang masih bingung dengan perubahan sikap Narra atau yang dia kenal Za Gil.
Sementara itu .....
Pak Bae Ji Woon terus melakukan penyelidikan.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.
Narra terus menelfon Pak Bae tapi tak diangkat.
" Astaga , sebenarnya dia kemana ? " ucap Narra sambil mondar mandir seperti setrika baju , di teras rumahnya.
" Jaksa Gil ... " teriak seseorang dari luar pagar. Dengan bergegas Narra ke depan untuk membukakan pagar.
__ADS_1
" Pak Bae , kenapa sampai kesini ? apa terjadi sesuatu ? " tanya Narra yang mulai panik melihat wajah Pak Bae Ji Woon.
" Dari hasil penyelidikan
aku menemukan sesuatu , tapi sebaiknya kita bicara di dalam " jawab Pak bae dan bergegas ke dalam rumah.
Mereka duduk di ruang tamu.
" Aku sudah mengunci semua pintu seperti yang diminta , jadi apa yang Bapak temukan ? " Narra memulai perbincangan ini dengan serius.
" Begini Jaksa Gil ... , saat aku bertemu sopir mobil Kargo itu , dia bilang tak melihat orang dan lagi bak belakang mobilnya terkunci dan tidak rusak.
Tapi ... , saat Baknya dibuka kami menemukan mayat laki laki berusia 28 tahun " mendengar itu Narra tampak terkejut.
" Tunggu , jalur yang dilalui mobil itu ? "
" Dari Kantor Cabang Busan menuju kantor di Seoul.
Entah bagaimana dia masuk , mobil itu tak di lubangi , kuncinya juga tak di rusak " jelas Pak Bae dengan wajah bingung.
" Apa identitas mayat tersebut diketahui ? " tanya Narra.
" Dia sulit di autopsi karna wajahnya hancur , juga tak ada tanda pengenal atau kartu identitas " sungguh jawaban yang mengerikan.
" Apa ada hal lain yang kau temukan Pak Bae ? "
thanks buat yang udah baca 😊
jangan lupa like 😄
dan comen positifnya ya 😁
__ADS_1
terima kasih buat yang udah memberi dukungan
ini sangat berarti untuk author