Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Nafisah Di Lamar


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


Malam hari di rumah besar, Sofia baru saja menyelesaikan ritual mandinya. Gadis jerman itu berjalan menuju ranjangnya dengan handuk yang melilit rambutnya beserta jubah mandi yang melekat pada tubuhnya.


Sofia meraih ponsel yang sebelumnya ia letakan di atas ranjang empuk miliknya itu.


"Lima panggilan tak terjawab," baca Sofia. "Siapa yang menelponku sampai lima kali seperti ini?" Sofia bertanya-tanya.


Drt-drt-drt!


Ponselnya kembali berdering. Tak buang waktu lama, Sofia pun langsung mengangkat panggilan dari nomor yang tidak dikenal itu.


"Assalamualaikum," salam seseorang di balik sana.


"Halo, ini dengan siapa yah?" tanya Sofia.


"Apa benar kamu temannya Nafisah?" tanya orang yang tidak lain adalah Amira, kakak Nafisah.


"Betul, saya Sofia temannya Nafisah. Ada apa yah?" tanya Sofia lagi.


"Saya Amira, kakaknya Nafisah. Boleh saya bicara dengan Nafisah?" tanya balik Amira.


"Maaf kak, saya tidak tahu jika ini nomor kakak," ucap Sofia. "Tunggu sebentar yah kak, saya bawakan hp ini ke kamar Nafisah dulu," tambah Sofia sambil berjalan keluar dari kamarnya.


Sofia sedikit berlari naik ke lantai dua.


Tok-tok-tok!


Sofia mengetuk pintu kamar Nafisah.


"Naf, apa kamu sudah tidur?" tanya Sofia sembari terus mengetuk pintu kamar Nafisah.


Ceklek!


Nafisah membuka pintu kamarnya.


Nafisah mengernyit, "kenapa Sof?" tanya Nafisah.


"Ini ada telpon dari kakakmu, katanya mau bicara denganmu," jawab Sofia lalu menyerahkan hp-nya pada Nafisah. Nafisah mengambil hp Sofia.


"Naf, hp-ku simpan di sini saja dulu yah! Aku balik dulu ke kamarku," pamit Sofia.


"Baiklah, terima kasih," balas Nafisah dan dijawab anggukan kepala oleh Sofia.


"Assalamualaikum kak," salam Nafisah.


"Waalaikumsalam Naf," balas Amira. "Bagaimana kabarmu? Kamu belum kembali juga ke kontrakanmu?" tanya Amira bertubi-tubi.


"Alhamdulillah Nafisah baik kak dan sepertinya untuk saat ini, Nafisah bakal tinggal di rumah teman Nafisah dulu," ujar Nafisah.


"Kenapa begitu? Apa kamu tidak nyaman tinggal di kontrakanmu itu?" tanya Amira lagi.


"Bukan seperti itu kak, tapi teman Nafisah ini gak punya teman di rumahnya. Ayah dan ibunya lagi ke luar negri kan kasihan kalau dia tinggal sendirian di rumahnya yang sangat besar ini," bohong Nafisah.


"Baiklah terserah kamu saja yang penting jaga diri baik-baik!" tukas Amira.


"Pasti. Bagaimana kabar kakak, ayah dan juga ibu?" tanya balik Nafisah.

__ADS_1


"Alhamdulillah kami juga baik," jawab Amira.


"Alhamdulillah," ucap Nafisah. "Kenapa menghubungi Nafisah kak?" tanya Nafisah.


"Ada hal penting yang ingin ayah dan ibu katakan padamu," jawab Amira.


"Hal penting apa kak?" kepo Nafisah.


"Biar mereka yang mengatakannya," tukas Amira.


"Assalamualaikum sayang," salam Ibu Harfisah dengan suara lembutnya.


"Waalaikumsalam bu," balas Nafisah.


"Apa kami mengganggumu, sayang?" tanya Ibu Harfisah.


"Enggak kok bu, malah Nafisah sangat bahagia di telpon kalian," tutur Nafisah tersenyum bahagia. "Aku merindukan kalian semua," lirih Nafisah.


"Kami juga merindukanmu, ibu sangat ingin memelukmu. Cepatlah pulang!" ujar Ibu Harfisah.


"Nafisah tidak ingin berjanji, tapi insyaallah Nafisah pasti bakal kembali," tutur Nafisah.


"Kami akan selalu menunggu kamu," kata Ibu Harfisah. "Naf, ayah mau bicara sama kamu," tambah Ibu Harfisah.


"Baik bu, dimana ayah?" tanya Nafisah.


"Ayah di sini," kata Ayah Hamish setelah ponsel Amira telah berada di tangannya.


"Astaga, ayah mengejutkanku," manyung Nafisah.


"Hahahaha..." Hamish tertawa. "Sayang, ada yang mau Ayah katakan padamu," lanjut Ayah Hamish serius.


"Nak Adam dan keluarganya tadi siang datang ke rumah. Dia melamarmu, tapi ayah dan ibu tidak memberi jawaban karena itu adalah hakmu. Kamu yang akan menjalankannya dan kamu pula lah yang harus menjawabnya, maka dari itu ayah menyuruh kakakmu untuk menghubungimu," Jelas Ayah Hamish pada Nafisah.


"Kamu ingatkan sama nak adam?" tanya Ayah Hamish.


"Ingat kok yah," jawab Nafisah yakin.


"Ayah dan ibu tidak akan menerimanya jika kamu menolaknya," pungkas Ayah Hamish.


"Naf, ambil keputusan dari hati. Serahkan semuanya pada yang di atas! Jangan lupa sholat sunahnya biar kamu bisa mendapatkan jawabannya," ujar Ibu Harfisah.


"Kak Adam orang yang baik, dia juga tahu tentang ilmu agama, dia adalah suami idaman para kaum hawa," puji Nafisah.


"Jangan menilainya hanya karena semua itu Naf! Karena tidak semuanya di putuskan hanya dilihat dari akhlaknya saja," imbuh Amira.


"Benar kata kakakmu, kamu mintalah petunjuk pada Allah! Lakukan sholat istiqamah dan jika adam memang jodoh yang terbaik untukmu maka terimalah!" imbuh Ibu Harfisah meyakinkan.


"Baiklah, Nafisah akan melakukan apa yang kalian katakan dan jika memang benar dia jodoh yang telah di takdirkan Allah maka tidak ada hak bagiku untuk menolaknya dan jika ternyata sebaliknya, maka Nafisah sendiri yang akan datang untuk mengatakannya secara baik-baik dengan Kak Adam," jelas Nafisah.


"Ternyata putri kecilku sudah dewasa sekarang. Semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik untukmu sayang," doa Ayah Hamish.


"Amin," ucap Nafisah.


"Sepertinya percakapan kita harus diakhiri sampai sini saja, sudah larut dan kamu harus tidur besok bekerja bukan?" kata Ayah Hamish.


"Mmm..." balas Nafisah tidak tahu mau berkata apa. Sudah cukup semua kebohongannya ini.


"Ayah tutup telponnya, assalamualaikum," kata Ayah Hamish.

__ADS_1


"Waalaikumsalam," balas Nafisah dan panggilan itu pun berakhir.


Tanpa Nafisah sadari, Andra diam-diam mengintip dan menguping semua pembicaraannya dengan kedua orangtuanya.


Andra tadinya berniat untuk turun ke lantai dasar guna mengambil air minum karena persediaan air minum di dalam kamarnya sudah habis. Namun, niatnya itu ia kesampingkan kala melihat pintu kamar Nafisah tidak tertutup dengan rapat.


Awalnya Andra akan acuh, namun lama kelamaan dia mulai terhanyut dengan obrolan hangat Nafisah bersama keluarganya. Andra tersentak kaget saat mengetahui jika Nafisah sudah dilamar seseorang di kampungnya.


Wajah Andra memerah. Dia tidak suka apa yang sudah dia inginkan di ambil oleh orang lain.


"Tidak semudah itu ferguso," kata Andra tersenyum smirk. "Kita lihat saja siapa yang akan menang diriku atau seorang Adam sari itu," tambah Andra meremehkan.


Andra yang melihat pergerakan Nafisah akan berbalik pun langsung berjalan menuju tangga. Nafisah lalu menutup pintu kamarnya rapat-rapat dan menguncinya.


"An!" panggil Andra saat melihat Ariana juga ada di dapur.


"Kakak juga di sini, mau minum juga?" tanya Ariana sambil mengisi tupperwarenya, mungkin air minum di dalam kamar gadis itu juga sudah habis.


"Hmm..." dehem Andra. "Sekalian isikan punya kakak juga nih," titah Andra meletakkan tupperware miliknya di depan Ariana.


"Huft..." Ariana mendengus kesal tapi dia tetap mengisikan air buat kakaknya itu.


"Nih punya kakak," Ariana memberikan kembali tupperware milik Andra.


"Adik yang baik," Andra mengacak-acak rambut Ariana. "Kamu jangan tidur larut malam! Habis ini langsung tidur!" tambah Andra.


"Siap bos," balas Ariana sambil memberi hormat pada Andra.


Andra tersenyum melihat tingkah konyol Ariana.


"Selamat malam," kata Andra.


"Malam kak," balas Ariana.


Mereka kemudian kembali ke kamar masing-masing. Hari ini sangatlah melelahkan bagi para penghuni rumah besar.


***


Tadi siang Ariana membawa Nafisah ke tempat rahasianya. Tempat yang tidak banyak orang mengetahuinya.


Tempat di mana terdapat danau buatan, di sekitarnya di tumbuhi rerumputan dan juga berbagai jenis bunga dan pepohonan. Tak jarang juga ada kupu-kupu yang melintas di tempat itu.


Bahkan kata Ariana jika malam tiba, tempat itu selalu dihiasi oleh kunang-kunang. Tempat itu sangatlah indah dan nyaman. Udaranya terasa segar dan damai.


Jarak antara rumah besar dan tempat rahasianya tidaklah terlalu jauh dan tidak terlalu dekat pula.



Ariana menamakan tempat rahasianya ini dengan nama pour out your heart,  yang artinya tempat dimana kita bisa mencurahkan isi hati kita. Mengeluhkan segala persoalan hati.


Dulu, saat sedih dan senang Ariana selalu ke sini untuk mencurahkan rasa sedih dan juga bahagianya dan hanya tempat inilah tempat terbaik baginya.


Dalam bahasa lain taman ini juga Ariana namakan dengan, verse ton coeur yang diambil dari bahasa prancis dengan arti yang sama.


🔫🔫🔫


TBC...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE💕

__ADS_1


__ADS_2