Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Pernikahan Andra Dan Nafisah


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial.


Pernikahan Andra dan Nafisah di gelar sangat meriah dan juga mewah. Para undangan yang di undang pun berasal dari kalangan atas semua dan itu adalah tamu Andra sedangkan tamu Nafisah hanya beberapa saja.


Akad nikah diselenggarakan di rumah Andra dan begitu pula dengan resepsi pernikahan mereka yang akan diadakan malam nanti.


Para tamu undangan sudah duduk di posisi mereka, Andra juga sudah duduk di depan penghulu. Andra tampak tampan dengan setelan jas hitamnya.


"Aku penasaran siapa yang mampu meluluhkan hati dari tuan Andra yang dikenal dingin," bisik salah satu tamu undangan.


"Sama jeng, saya juga penasaran siapa sih perempuan yang beruntung itu," timpal ibu lainnya.


"Andai saja tuan Andra belum punya calon, sudah saya jodohkan dia dengan putri saya," imbuh ibu sosialita lainnya.


"Saya pun berpikiran samalah jeng," timpal ibu berkebaya biru.


Tinggal selangkah lagi, Andra dan Nafisah bakal resmi menjadi pasangan suami istri.



***


"Astaga Naf, kamu terlihat sangat cantik," puji Sofia saat melihat Nafisah selesai di make up.


"Iya kak Naf sangat cantik," timpal Ariana yang baru selesai di make up.



"Ahahaha... kalian berdua bisa saja," kekeh Nafisah. "Namanya juga perempuan pastilah cantik mana ada perempuan ganteng," kelakar Nafisah.


"Bukan begitu Naf, oh ya ampun," Sofia menepuk jidatnya sendiri.


"Bagaimana mbak, apa semuanya sudah selesai?" tanya Sofia pada MUA yang bertugas merias Nafisah.


MUA mengangguk, "Sudah selesai nona," jawab MUA.


"Mari kita berfoto terlebih dulu," seru Ariana dan diangguki oleh Sofia.


"Ayo Naf!" ajak Sofia.


"Kalian saja yang berfoto aku di sini atau aku yang akan memfoto kalian," ujar Nafisah.


"Eh, bagaimana bisa begitu? Yang menikahkan kakak bukan aku atau kak sof, jadi ayolah aku ingin sekali menguploadnya di instagram," pinta Ariana dengan memelas.


"Baiklah," balas Nafisah lalu berdiri dan berdiri di tengah-tengah antara Sofia dan Ariana.


"Satu, dua, tiga, "


Cekrek!


"Ganti gaya kakak," tutur Ariana. Nafisah dan Sofia lalu mengganti gaya berfoto mereka.

__ADS_1


"Satu, dua, tiga,"


Cekrek!


"Eh, kak Ira ayo sini biar kita foto bareng," panggil Ariana kala melihat Amira baru saja masuk ke dalam kamar tempat mereka sekarang berada.


"Gak usah kalian bertiga saja yang berfoto," balas Amira sambil tersenyum.


"Ayolah kak, kami hanya bertiga dan kata orang berfoto bertiga itu pamali," jelas Ariana dan Amira pun mengiyakannya.


"Baiklah atur gaya yah kakak-kakakku!" titah Ariana.


"Satu, dua, tiga,"


Cekrek!


"Lagi! Satu, dua, tiga,"


Cekrek!


"Apa sudah selesai?" tanya Ibu Harfisah yang baru memasuki kamar tersebut guna menjemput Nafisah untuk melaksanakan proses ijab qabul.


"Sudah bu," jawab Nafisah.


"Wah, anak ibu terlihat begitu cantik," puji Ibu Harfisah memegang dagu Nafisah sambil tersenyum haru.


"Ibunya saja cantik, kakaknya cantik, ayahnya tampan, dan tentu saja Nafisah terlihat begitu cantik apa lagi jika tidak memakai cadar," seru Sofia membuat ketiga ibu dan anak itu terkekeh.


"Kamu berlebihan Sof," imbuh Amira.


Ariana menganggukkan kepalanya, "Benar bahkan sangat benar," jawab Ariana.


"Baikalah jika benar terima kasih banyak," kelakar Ibu Harfisah.


"Kembali kasih tante," balas Ariana dan Sofia.


"Ayo sekarang kita harus ke bawah! Kasihan Nak Andra sudah lama menunggumu di bawah," goda Ibu Harfisah mengedipkan sebelah matanya.


"Ish... ibu," Nafisah malu-malu.


"Ahahaha... ibu cuma bercanda sayang," imbuh Ibu Harfisah.


"Hei! Kenapa belum ke bawah juga?" tanya Makcik Meurah yang berjalan terburu-buru menuju Nafisah dan yang lainnya.


"Ini baru saja kami akan turun," seru Ibu Harfisah.


"Naf," panggil Makcik Meurah.


"Iya makcik? Ada apa?" Nafisah mengernyitkan keningnya.


"Jangan lupa nanti doakan sepupumu itu agar segera menyusulmu," bisik Makcik Meurah namun masih bisa di dengar oleh yang lain.


"Kalau itu pasti makcik," balas Nafisah mengerlingkan matanya.


"Kasihan sekali putriku itu di saat seperti ini dia malah sibuk bekerja," lirih Makcik Meurah.

__ADS_1


Saat mereka akan berangkat ke Jakarta, gadis itu malah dapat panggilan dadakan dari bos botaknya yang meminta agar Aliyah menggantikan temannya yang tidak bisa pergi ke luar kota karena sakit.


Awalnya Aliyah sempat menolak, namun ketika bos botaknya menawarkan gaji yang menggiurkan lidah, jadilah Aliyah pergi ke luar kota dan menitip pesan serta kado pada ibunya agar diberikan kepada Nafisah.


"Dia juga pergi karena uang," sindir Amira.


"Putriku itu tidak jauh beda denganku. Kalau kata orang bule, like daughter like mom," ujar Makcik Meurah.


"Cih, bangga," cibir Amira namun ditulikan oleh Makcik Meurah.


"Kak, gak boleh gitu ih!" tegur Ibu Harfisah.


"Iya maaf," Amira memutar bola matanya malas.


"Jangan lupa doakan juga kakak garangmu itu," kelakar Makcik Meurah.


"Ish... bibi apa-apaan sih," gerutu Amira. "Kalau dapatnya yang seperti adik ipar, aku mau tapi jangan yang seperti kaleng rombengan sejenis dengan ondel-ondel," celutuk Amira dan semua orang pun terbahak.


"Ya sudah sekarang kita ke bawah, ayo!" ajak Ibu Harfisah menarik tangan Nafisah untuk ke bawah.


Mereka semua lalu turun ke lantai bawah. Semua mata tertuju pada Nafisah yang berada di antara Ibu Harfisah dan Makcik Meurah dis sebelah kanan dan kirinya.


"Oh jadi mempelai perempuannya bercadar," ucap salah satu tamu.


"Sepertinya dia cantik, matanya saja begitu indah," tambah yang lainnya dan di setujui oleh ibu-ibu yang ikut bergosip.


Mata Andra tidak lepas memandang mempelainya yang sedang berjalan mendekat ke arahnya. Ia begitu terpesona dengan paras Nafisah.


Nafisah kemudian duduk di samping Andra dan sesuai aba-aba, Andra kembali melantunkan surah Ar-Rahman di hadapan semua para tamu undangan. Semua tamu dibuat terperangah olehnya.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari Nafisah Al-Fithriyah binti Hamish Abdullah dengan seperangkat alat salat dibayar tunai," ucap bapak penghulu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nafisah Al-Fithriyah binti Hamish Abdullah dengan seperangkat alat salat dibayar tunai," balas Andra dengan sekali tarikan napas.


"Bagaimana para saksi, sah?" tanya bapak penghulu pada semua tamu undangan.


"Sah," jawab mereka kompak dengan lantang.


"Alhamdulillah," ucap bapak penghulu kemudian mengangkat kedua tangannya dan mulai membaca doa.


"Amin," ucap mereka semua setelah pak penghulu menyelesaikan doanya.


"Selamat kalian berdua sekarang sudah resmi menjadi pasangan suami dan istri," kata pak penghulu pada Andra dan Nafisah.


"Terima kasih pak," balas Nafisah.


"Sama-sama nak," kata pak penghulu.


Setelah itu, Andra dan Nafisah saling bertukar cincin lalu Nafisah mencium punggung tangan Andra dan Andra mencium kening Nafisah sesuai dengan arahan dari penghulu.


πŸ”«πŸ”«πŸ”«


TBC...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTEπŸ’•

__ADS_1


__ADS_2