Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Meminta Pertanggung Jawaban!


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


"Dia yang kau sebut pemerkosa lantas siapa kau? Kau pria baji*ngan yang mengambil kesempatan dalam kesempitan tuan Akhsan Dirgantara!!" teriak Sofia melepas paksa pelukan Ariana lalu menampar Akhsan berulang kali.


Andra menghalau Sofia untuk tidak terus memukuli Akhsan.


"Minggir bos, aku ingin memberinya pelajaran atau jika boleh aku ingin membunuhnya!!" raung Sofia.


"Stop!! Stop!!" teriak Andra.


Sofia luruh ke lantai. Kakinya lemas, kenyataan ini sungguh sangat menyakiti hatinya.


Andra mengadahkan wajahnya. Ia tidak tahu harus mengapakan Akhsan lagi. Di satu sisi ia frustasi karena istrinya yang salah paham dan tidak mau didekati olehnya.


Ia khawatir. Di sini dia tidak hanya mengkhawatirakan satu orang, tapi dua wanita dan dua calon bayi di perut mereka.


Nafisah yang salah paham kepadanya dan itu bisa berdampak buruk kepada calon bayi mereka jika Nafisah terus memikirkannya. Serta Sofia yang meraung-raung karena tidak menerima kenyataan pahit ini.


"Kakak!" ucap Akhsan saat melihat Ronal dan juga Feng memasuki rumah besar.


Andra mengikuti arah pandang Akhsan lalu mengepalkan tangannya kuat-kuat, "Apa lagi ini!!" geram Andra tertahan.


"Siapa yang mengizinkan kalian masuk seenaknya, ha? Dan kalian semua apa yang kalian lakukan di sini?! Kenapa kalian tidak menjaga gerbang bodoh!!" hardik Andra pada semua anak buahnya.


"Maafkan kami bos," cicit mereka lalu berjalan mendekat ke arah Ronal dan Feng untuk menyeret mereka keluar dari sana.


"Jangan mendekat!!" bentak Ronal.


Anak buah Andra pun tidak jadi mendekat. Mereka kembali berdiam di tempat mereka. Menunggu perintah bos mereka.


Ronal berjalan menuju tempat di mana adiknya itu berdiri dengan paras yang sudah babak belur dan pakaian acak-acakan.


"Dasar bodoh!" umpat Ronal sambil menoyor kepala Akhsan.


"Auch... sakit bodoh!" keluh Akhsan.


"Kau apakan adikku ini, ha? Kenapa wajah tampannya jadi tidak beraturan seperti ini?" tanya Ronal sambil membolak-balikkan wajah adiknya dan meringis sendiri seakan dia merasakan apa yang dirasakan adiknya itu.


"Yang kulakukan bukanlah apa-apa dengan apa yang telah dia lakukan pada Sofia," jawab Andra sambil menunjuk Sofia yang menangis dalam pelukan Ariana.


"Itu bukan sepenuhnya salahku!!" kilah Akhsan. " Kau yang salah!" tambahnya menunjuk marah pada Feng.


"Maafkan saya tuan muda kedua," sesal Feng.


"Jangan mengelak!! Buktinya kau yang menghamilinya breng*sek!" murkah Andra.


"Bukankah itu setimpal dengan perbuatanmu pada kekasihku," balas Ronal tersenyum miring.

__ADS_1


"Mereka melakukannya suka sama suka bukan seperti dirimu yang melakukannya secara paksa," tambah Ronal.


"Dia melakukannya saat Sofia dalam pengaruh obat perangsang dan itu artinya dia mengambil kesempatan dalam kesempitan!" tegas Andra.


"Bisa kau pelankan suaramu itu? Telingaku sakit mendengarnya," ujar Ronal.


"Apa benar kau mengambil kesempatan dari wanita itu?" tanya Ronal pada Akhsan.


Akhsan menggeleng, "Tidak! Kalau dia tidak menciumku aku pasti tidak akan tergoda. Aku lelaki normal yang berhasrat pada wanita kak," jawab Akhsan dan langsung mendapat acungan dua jempol dari Ronal.


"Kau dengar bukan? Jadi di sini kesalahan ada diantara mereka berdua," kata Ronal pada Andra.


"Tapi, setidaknya kau bisa menolak bukan," seru Sofia dengan nada lemahnya.


"Menolak bagaimana? Kau terus saja menyosorku bagaimana aku bisa mengelak jika seperti itu?" tanya Akhsan. Dia tidak terima disalahkan seperti ini.


Brak!


Andra menendang meja Sofa yang terbuat dari kaca itu. Pecahan kaca berserakan di lantai. Ia muak dengan permainan adik kakak di depannya ini.


"Hentikan drama murahan kalian ini!!" bentak Andra.


Ronal dan Akhsan saling melempar pandang lalu terkekeh di saat yang bersamaan.


"Kami akan menghentikannya jika kau menyerahkan dirimu pada polisi atas kasus Audy," tutur Ronal tersenyum penuh kemenangan.


Andra meremas rambutnya, "Bukan aku yang membunuhnya!!" teriak Andra. " Bukan aku!! Mau berapa kali aku menjelaskan jika semuanya itu salah paham," tambah Andra.


"Kalian pergilah dari sini sebelum kalian kuhabisi," ancam Andra dengan tangan yang sudah mengepal siap menyerang kedua kakak beradik itu.


Ronal, Akhsan dan Feng pun menuruti apa yang dikatakan Andra, mareka pun melangkahkan kakinya, tapi terhenti ketika Andra kembali membuka suaranya.


"Sofia hamil dan kau harus bertanggung jawab sebagai ayah dari bayi itu," ketus Andra.


Mereka bertiga serentak berbalik.


"Aku pastikan Akhsan akan bertanggung jawab, karena dia bukanlah dirimu," sindir Ronal.


Akhsan membulatkan matanya mendengar penuturan kakaknya itu. Bagaimana bisa kakaknya mengambil keputusan tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengannya?


"Tidak! Aku tidak mau bertanggung jawab jika harus menikahinya," tolak Akhsan dengan nada tegasnya.


Sofia tersenyum miring. Dia tertawa miris dalam hatinya. Begitu hinakah dirinya di mata pria yang telah merenggut kesuciannya Sampai-sampai ia tidak mau menikahinya?


"Lelucon apa lagi ini?" seru Dokter Aryo yang sedari tadi hanya diam membisu. "Kau yang telah menghamilimya bodoh! Maka kau harus bertanggung jawab dan menikahinya," tambah Dokter Aryo menunjuk-nunjuk Akhsan sangkin emosinya.


Ada sedikit perasaan bahagia di hati Sofia. Pria yang telah mencuri hatinya itu membelanya, namun ia juga kecewa karena pria itu meminta Akhsan untuk menikahinya.


Memang Akhsan harus menikahi dirinya lantas apa yang harus ia kecewakan pada Dokter Aryo?

__ADS_1


Bodoh!


Gila!


Sofia rasa dia sudah bodoh dan gila di waktu yang bersamaan. Hatinya mendadak ngilu. Kenapa harus berakhir seperti ini?


Harapan untuk bersama dengan sang pujaan hati kini telah sirna dan kini tinggalah kenangan yang entah kapan bisa terhapus dalam ingatannya.


"Aku hanya akan memberikan nafkah pada bayi dalam kandungannya tidak dengan menikahinya," tegas Akhsan membuat Ronal tercengang.


Apa-apaan ini!


Adiknya salah dan harus bertanggung jawab! Apakah ia masih tidak bisa mengerti bagaimana hidup tanpa keluarga yang lengkap dan tanpa kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya? Anak itu tidak bersalah, orang tuanyalah yang salah, lantas mengapa harus dia yang menanggung?


Plak!


Ronal menampar Akhsan. Akhsan mengernyitkan keningnya mendapat tamparan dari kakaknya.


"Kau pikir kau ini siapa, ha?" hardik Ronal pada Akhsan.


"Kau yang telah menodainya maka bertanggung jawablah!! Berani berbuat dan harus berani menanggung pula!!" tegas Ronal tidak mau dibantah.


"Ini hidupku, masa depanku dan aku tidak mau menikahinya!!" tampik Akhsan tanpa memikirkan perasaan Sofia.


"Kau!!" tunjuk Ronal.


"Kalau mau bertengkar sana pulang ke rumah kalian!" sindir Andra.


"Diam!!" ucap Ronal dan Akhsan bersamaan.


"Aku sudah bertunangan kak, apa kau melupakan itu?" ujar Akhsan.


"Tidak aku tidak lupa! Tapi kau meng-ha-mi-li-nya bodoh!" hardik Ronal menekan kata menghamilinya biar otak udang adiknya itu bisa mencerna arti kata tersebut.


"Aku tidak mencintainya, lalu Joy harus kuapakan?" desah Akhsan frustasi.


"Joy bisa kakak urus dan soal cinta, cinta atau tidaknya kau harus bertanggung jawab, coba pikirkan masa depan anakmu," jelas Ronal mencoba bicara dari hati ke hati dengan adiknya itu.


"Cukup!!" teriak Sofia yang kini telah berdiri dengan wajah sembabnya.


"Aku tidak butuh kau nikahi ataupun pertanggung jawabanmu. Kau tenang saja anak ini tidak akan hadir di dunia ini," ujar Sofia membuat semuanya termangu.


"Apa maksudmu Sof?" tanya Andra.


"Aku akan menggugurkannya!" jawab Sofia.


πŸ”«πŸ”«πŸ”«


TBC...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTEπŸ’•


__ADS_2