
SELAMAT MEMBACA!
***
Andra mengeluarkan sebuah senjata api yang selalu ia bawa ke mana-mana dan dia simpan di saku jas bagian dalamnya.
Dor!
Andra melepaskan satu buah peluru ke udara. Semua anak buahnya tersentak kaget tak kercuali Jack, Rio dan Sofia yang berdiri di samping Andra.
"Mengaku atau peluru dari pistolku ini menembus jantung kalian!!" teriak Andra menatap tajam mereka semua.
"Hei bodoh, megakulah!" timpal Jack.
Plak!
Plak!
Plak!
Sofia menampar tiga orang anak buah mereka.
"Kalian punya mulut bukan! Lalu kenapa tidak kalian pergunakan sialan!!" bentak Sofia.
"Sepertinya dengan cara berbicara saja kalian tidak akan takut, maka jangan salahkan aku jika peluru ini menembus jantung kalian," ujar Andra lalu mengarahkan pistolnya ke salah satu anak buahnya.
Dor!
Andra menembak penyamar di antara anak buahnya.
"Sudah mati bos," lapor anak buah Andra yang tadi berdiri di samping orang yang di tembak oleh Andra.
"Mengaku atau nasib kalian sama seperti pria itu," ancam Andra. "Baiklah sepertinya kalian tidak ada yang mau mengaku," tambah Andra.
Dor!
Dor!
Dua peluru Andra tepat sasaran membidik jantung kedua penyamar itu lagi.
"Bawa bangkai mereka dan lemparkan ke dalam kandang tiger!" titah Andra.
"Siap bos," balas Udin dan Rahul.
Mereka semua lalu menyeret jasad ketiga penyamar itu menuju halaman belakang markas besar di mana hanya ada binatang buas di sana.
"Di mana Dimas bos?" tanya Jack setelah menyadari jika Dimas tidak bersama Andra.
"Dimas lagi sibuk mengurus berkas-berkas kuliah Ariana," jawab Andra dan Jack pun manggut-manggut mengerti.
__ADS_1
"Peringatan!" kata Andra sambil menunjuk wajah Jack.
Jack mengangguk, "Maafkan saya bos," balas Jack.
"Kau tahu bukan apa hukuman dari seorang yang ceroboh?" tegas Andra.
"Ya bos," ucap Jack.
"Baguslah!" kata Andra lalu berjalan menuju ruangan pribadinya.
"Enjoy," bisik Sofia dan Rio berlalu meninggalkan Jack yang sedang terdiam di tempatnya.
Sofia ikut masuk ke dalam ruangan Andra sedangkan Rio masuk ke dalam ruang pribadi miliknya.
"Ada apa?" tanya Andra saat Sofia memasuki ruangannya.
"Tidak ada," jawab Sofia mendaratkan bokongnya pada Sofa ruangan Andra.
"Lalu kenapa kau ke sini?" tanya Andra menatap Sofia yang duduk santai di sofanya.
"Memangnya tidak boleh? Tugasku sudah berbeda sekarang dan sebelum kembali ke rumah besar izinkan aku beristirahat sebentar Bos Andra," pinta Sofia dengan wajah memelasnya.
"Terserah," balas Andra acuh tak acuh lalu kembali berkutak dengan laptopnya.
"Ohyah bos, nanti malam ada penyelundupan bukan?" tanya Sofia dengan girangnya.
"Siapa yang akan melakukannya? Apa kau akan turun tangan langsung?" tanya Sofia beruntun.
"Tidak! Jack yang akan melakukannya," jawab Andra.
"Kenapa? Biasanya kau yang turun tangan langsung? Apa kau mau bermesraan dengan istrimu?" selidik Sofia dengan mata memicing.
"Kalau iya, kenapa? Iri? Sono nikah biar tahu rasanya jadi pengantin baru," ejek Andra.
Sofia berdecak kesal. "Siapa juga yang iri," gumam Sofia.
"Memangnya kenapa kalau aku yang pergi? Kau mau ikut?" selidik balik Andra.
"Hehehe... iyalah bos, sudah lama tahu aku gak pegang gituan," tunjuk Sofia pada pistol yang ada di atas meja Andra sambil terkekeh.
"Big no! untuk beberapa hari kau tidak boleh melakukan tugas-tugas yang berbahaya dulu!" tegas Andra.
"Cih... jangan memperlakukanku seolah-olah aku ini adalah wanita terlemah bos," balas Sofia tidak suka.
Andra hanya mengedikkan bahunya acuh tak acuh lalu kembali menyibukkan dirinya dengan laptopnya.
"Eh, bos," panggil Sofia lagi.
"Apa?" ketus Andra menatap tajam Sofia.
__ADS_1
"Santai bos, gitu aja marah," cibir Sofia.
"Kalau kau hanya akan menggangguku di sini, maka keluarlah atau kau ku lempar dari atas sini," ancam Andra.
"Ahahaha... kau ini bisa saja," Sofia nyengir kuda. Ngeri juga kalau sampai ia benaran di lempar dari atas sini.
"Aku cuma mau bertanya bos, apa kau tidak ingin berbulan madu? Kalian kan pengantin baru," cerocos Sofia.
"Apa semua pengantin baru harus berbulan madu?" tanya Andra menaikkan sebelah alisnya.
"Delapan puluh persen dari seratus pengantin baru di dunia ini melakukan bulan madu dan kau orang terpandang masa tidak mau membawa istrimu untuk berbulan madu," sinis Sofia tersenyum smirk.
"Tapi, bulan madu tidak di haruskan bukan? Lagi pula aku sangat sibuk dan dua hari lagi aku harus ke Maldives," ujar Andra sembari membolak-balikkan sebuah dokumen.
"Kenapa kau akan ke Maldives?" tanya Sofia.
"Kau tahu Alexander Kemal Malik?" tanya balik Andra dan Sofia mengangguk. "Aku di undang untuk datang ke pernikahannya," jelas Andra.
"Bukannya dia sudah menikah? Lalu kenapa dia akan menikah lagi?" bingung Sofia karena setahunya Alex sudah menikah.
"Entahlah orang kaya mah bebas," balas Andra dengan sombongnya.
"Iya aku tahu kalian para orang kaya bebas mau menghamburkan uang kalian itu terserah kalian," ketus Sofia lalu berdecih kesal.
"Ahahahaha... maka dari itu rajin-rajinlah bekerja agar kau bisa seperti mereka yang bebas menghamburkan uang sesuka mereka," timpal Andra.
"Terserah," Sofia memutar bola matanya jengah. "Oh iya, kau kan akan ke Maldives, kalau boleh ku beri saran kenapa tidak sekalian kau ajak Nafisah pergi bersama sekalian untuk berbulan madu?!" ujar Sofia semangat.
Andra terdiam sejenak mencerna kata-kata Sofia. "Sepertinya saranmu bagus juga, aku setuju dengan saranmu. kenapa kau begitu pintar Sof?" kelakar Andra.
"Memangnya aku pernah bodoh? tidak pernah!" bangga Sofia.
"Besar kepala," cibir Andra.
Sofia hanya acuh tak acuh lalu beridiri dari duduknya, "Sepertinya aku harus kembali sekarang, kasihan istrimu sendirian di rumah," ujar Sofia. "Aku pulang," pamitnya.
"Hmm..." dehem Andra dan Sofia pun berlalu meninggalkan ruangan Andra.
***
Buat yang belum tahu siapa itu Alexander Kemal Malik, Yuk intip babang Alex di novel bawah ini!!
🔫🔫🔫
TBC...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE💕
__ADS_1