
SELAMAT MEMBACA!
***
"Dim putar rekamannya sekarang!" titah Andra dan Dimas pun langsung memutarnya.
Sama halnya dengan Dimas, Andra nampak marah saat melihat Feng masuk ke dalam kamar yang juga di masuki Sofia.
Namun, detik berikutnya raut wajah mereka semua nampak terkejut bukan main.
Antara percaya atau tidak tapi itulah kenyataannya. Andra mengepalkan tangannya kuat-kuat rahangnya sudah mengeras dan tanpa diduga ia kemudian melempar vas bunga kelayar televisi tersebut membuat layar itu pecah.
"Aaaa..." ketiga perempuan itu berteriak melihat kemurkahan Andra.
"Akhsaaaaan!!" teriak Andra.
Pak Arif dan Akhsan pun muncul dengan raut wajah cemas mereka.
"A-ada apa tuan?" tanya Akhsan takut-takut.
"Cih, sudah cukup topengmu itu!! Aku sudah tahu semuanya!! Siapa kau sebenarnya ha, *******?!!" marah Andra menarik kerah baju yang dikenakan Akhsan.
Bukannya takut Akhsan malah tersenyum miring. Dia mengejek Andra yang sudah memerah karena marah.
Dengan beraninya, Akhsan lalu melepas paksa tangan Andra yang menarik kerah bajunya.
"Kau ingin tahu siapa aku? Hahaha... sungguh aku pikir kalian semua itu pintar, tapi ternyata tidak sepintar yang orang-orang katakan, semuanya bullshit!!" ejek Akhsan sambil bertepuk tangan.
Pak Arif melongo. Ia belum percaya ini dan bukan hanya dia saja semuanya pun sama.
Akhsan si boneka berbie ternyata adalah boneka Chucky. ( Aku ingat salah satu komen yang ngomong kek gini, Hayoo ngaku siapa tuh?π€π)
"Kau!!" geram Andra.
Bugh!
Andra mendaratkan bogeman keras pada pipi putih Akhsan. Akhsan menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Ia memandang rendah Andra.
"Sekuat apapun kau menyangkal tapi itulah kenyataannya tuan Andra Yudhiantara yang terhormat!" cetus Akhsan nadanya masih tenang.
Bugh!
Andra kembali melepaskan tinjunya pada perut Akhsan dengan begitu keras membuat si empunya terbatuk-batuk.
Tapi Akhsan masih tenang. Dia tidak emosian seperti Andra.
"Siapa kau breng*sek?" teriak Andra.
Akhsan mengangkat sebelah alisnya. Dia tidak langsung menjawab. Dia ingin melihat bagaimana Andra akan membuatnya membuka suara hal itu pasti seru.
__ADS_1
"Aku bertanya padamu siapa kau sebenarnya," sungut Andra. Saat ini emosinya sudah di ubun-ubun.
"Sebelum aku memberitahu siapa aku sebenarnya, aku mau mengatakan sebuah kenyataan terlebih dahulu pada kalian semua! Yang pastinya tidak ada yang mengetahui hal ini," tutur Akhsan menatap mereka yang ada di sana satu persatu.
Andra menatap Akhsan dengan tatapan kemarahan yang luar biasa. Dia marah dan juga benci karena bisa-bisanya ia tertipu oleh anak bau kencur seperti Akhsan ini.
"Maafkan saya tuan, tapi sepertinya keluarga, sahabat dan juga pekerja anda harus tahu hal ini," ujar Akhsan dengan tutur kata sopannya.
"Dia!!" tunjuk Akhsan pada Andra. "Dia adalah seorang pembunuh. Kriminal!!" tukas Akhsan. Kali ini bukan hanya Andra yang berkilat marah diapun sama.
"Andra Yudhiantara! Seorang bos Mafia dan juga CEO adalah seorang pembunuh dan juga pemerkosa yang tidak mau bertanggung jawab," teriak Akhsan dengan lantangnya membuat semua orang membulatkan matanya tidak percaya.
Kalau hal membunuh mereka tidak asing lagi, tapi pemerkosa? bullshit!
"Apa?! Kau juga mau membunuhku? Silahkan! Tanganmu itu sudah tidak suci lagi maka lakukanlah ayoo!!" pekik Akhsan.
"Cih, sekarang kau bahkan tidak bisa berkata apa-apa!!" ejek Akhsan pada Andra yang memejamkan matanya kuat-kuat dengan tangan yang ia kepalkan kuat-kuat pula.
"Akhsan Dirgantara," ucap Andra dan lagi-lagi mereka semua terkejut mendapati kalau Akhsan adalah adik dari Ronal Dirgantara.
Ya, Akhsanlah si pria Adiknya Ronal. Pencetak skor terlama yang berhasil mengkelabuhi Andra dan dia bahkan dengan bebasnya keluar masuk rumah besar itu tanpa adanya yang curiga dengan dirinya.
Prok-prok-prok!
Akhsan bertepuk tangan. Andra berhasil menebaknya walau tanpa ia beritahu sebelumnya.
"Bravo!!" puji Akhsan tersenyum mengejek.
Dimas yang tadi hanya diam saja pun memajukan posisinya berdiri sejajar dengan Andra yang masih berdiam diri dengan kenyataan itu.
"Jadi kau..."
"Ya aku," potong Akhsan.
Mereka semua kembali mengingat peristiwa di mana Sofia tertembak dan hampir saja meregang nyawa. Dan saat itulah datang sosok Akhsan si malaikat penyelamat lalu membantu Sofia agar tidak kehilangan banyak darah.
"Semuanya adalah rencanaku dan aku pula yang menembaknya waktu itu," aku Akhsan menunjuk Sofia yang termangu di tengah-tengah Nafisah dan Ariana.
"Kalian memang sangat mudah untuk kukelabuhi, hanya dengan berpura-pura menjadi malaikat penyelamat dan menjadi seorang yang sering ditindas langsung kalian angkat menjadi seorang pelayan di rumah ini," tambah Akhsan sambil terkekeh.
"Apa maksudmu pemerkosa?" tanya Nafisah.
Andra mengalihkan pandangannya memandang Nafisah yang sudah berkaca-kaca di sana. Andra menggelengkan kepalanya ketika Nafisah juga menatapnya.
"Jangan percaya dengannya, penjahat mana ada yang mengaku," ujar Akhsan.
Untuk yang ketiga kalinya Andra kembali mendaratkan bogeman mautnya pada pipi Akhsan.
Akhsan kembali menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.
__ADS_1
"Suamimu ini adalah pembunuh kekasih kakakku dan sebelum dia bunuh lebih dulu ia perkosa," ungkap Akhsan. Semuanya terkejut bukan main dengan pengungkapan tiba-tiba Akhsan.
Andra sudah muak dengan drama ini, tanpa aba-aba ia langsung menghajar membabi buta Akhsan sampai-sampai pria yang sudah berganti nama julukan boneka chucky itu tersungkar dengan segala rasa sakit pada tubuhnya di lantai.
"STOP!!" teriak Nafisah.
Andra menegok ke arah Nafisah. Wanita itu bersimpuh dengan mengatupkan kedua tangannya sambil terisak.
"Aku mohon jangan ada pertumpahan darah di sini," mohon Nafisah.
"Kak, apa yang kakak lakukan? Bangunlah!" ucap Ariana hendak membantu kakak iparnya itu kembali berdiri, namun Nafisah menepis tangannya.
"Sayang apa yang kamu lakukan bangunlah!" imbuh Andra sambil berjalan mendekat ke arah Nafsih, namun Nafisah mengangkat tangannya buru-buru sebelum Andra mendekat.
"Jangan mendekat!!" jerit Nafisah histeris.
Akhsan tersenyum penuh kemenangam melihat Nafisah yang tidak mau didekati Andra.
Andra mematung di tempatnya. Apa ini? Apa Nafisah sudah tidak mau didekati olehnya?
Nafisah tidak bisa begini. Ini salah paham. Ya, salah paham dia bukanlah pembunuh dan pemerkosa Audy seperti apa yang dituduhkan Akhsan dan Ronal kepadanya.
"Sayang," panggil Andra dengan suara lemahnya.
Nafisah bangkit dari bersimpuhnya lalu secepat kilat ia berlari naik ke lantai dua. Dia sampai melupakan jika saat ini dia sedang mengandung dia berlari begitu kencang dan untung saja tidak terjadi apa-apa padanya.
Brak!
Nafisah menutup pintu kamar utama dengan sangat keras. Andra terduduk lemas, sedangkan dengan susah payah Akhsan akhirnya bisa kembali berdiri.
"Hahahaha..." Akhsan menertawakan Andra yang begitu lemah karena perlakuan Nafisah kepadanya.
"Sakit bukan? Dan itulah yang selama ini kakakku rasakan," ejek Akhsan.
Plak!
Sofia menampar Akhsan dengan sangat kencang membuat pria itu meringis sakit.
"Bajin*gan! Breng*sek! Bas*tard!" umpat Sofia pada Akhsan lalu meludahinya.
"Setelah kau hampir membunuhku dan sekarang kau telah merenggut masa depanku Akhsan!!" hardik Sofia. Dia kembali menangis histeris sambil memukul-mukul perutnya.
"Kak, hentikan! Kau bisa melenyapkannya!" tutar Ariana memeluk Sofia.
"Biarkan dia lenyap Ana. Aku tidak menginginkan kehadirannya dalam hidupku!!" raung Sofia terus memberontak dalam pelukan Ariana.
Andra kembali berdiri. Ia kembali menatap Akhsan yang hanya menampilkan wajah datarnya melihat Sofia yang histeris karena perbuatan bejadnya.
π«π«π«
__ADS_1
TBC...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTEπ