Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Maldives Part 4 ( Ke Pernikahan Alex Dan Rianti )


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


MALDIVES.


"Sudah siap?" tanya Andra pada Nafisah.


Nafisah mengangguk dan berkata, " Sudah mas."


"Kita berangkat sekarang, Ayo!" Andra kemudian mengaitkan tangan Nafisah pada lengannya. Mereka berjalan di lobi resort dengan sangat romantis membuat para pengunjung lainnya merasa iri.


"Please enter Mr. and Mrs. Yudhiantara," ucap sopir yang akan mengantarkan mereka ke acara Alex dan Rianti.


"Thank you," kata Nafisah sebelum masuk ke dalam mobil.


Setelah Andra dan Nafisah masuk, sopir itu pun mengkemudikan mobilnya ke tempat digelarnya pernikahan Alex dan Rianti.


Pernikahan Alex dan Rianti diadakan di sebuah resort mewah yang menawarkan paviliun pernikahan ditengah laut.


Four Seasons Resort Maldives di Landaa Giraavaru yang membangun sebuah tempat pernikahan paling spektakuler.


Tak butuh waktu lama bagi mereka berkendara, akhirnya Andra dan Nafisah sampai di tempat acara.


"Kalian tunggu di sini saja!" titah Andra pada para anak buahnya. Dia sangat yakin jika acara ini sangatlah aman dari bahaya.


Ini acara pernikahan Alex Kemal Malik bukan nikahan biasa. Sudah dipastikan puluhan anak buah Alex sudah mengepung tempat ini.


Andra kemudian menggandeng mesra istrinya masuk ke dalam resort. Ternyata Alex mengundang banyak sekali tamu dari kalangan atas.


Terbukti dari hadirnya sosok Raymond Weil CEO Mango Corp, Kaka Rahardian CEO RK Group, Key Achilles Sanjaya CEO Sanjaya tekstil dan masih banyak lagi.


Seorang pria dengan pakaian abal-abalnya berjalan mendekat ke arah Nafisah dan Andra. Pria itu menggunakan jas, namun bukan celana panjang yang ia pakai melainkan boxer.


"Halo bro," sapa pria yang dikenal Andra sebagai CEO paling somplak sedunia, siapa lagi kalau bukan Gibran Satya Dirgantara.


"Hay, apa kabar?" sapa balik Andra sambil menjabat tangan Gibran.


"Baik. Ini istrimu?" tanya Gibran sambil mengarahkan tangannya kepada Nafisah, namun Nafisah malah mengatupkan kedua tangannya. Kemudian Gibran pun melakukan hal yang sama, "Namaste," kata Gibran membuat Andra dan kekasihnya yang kebetulan juga ikut serta geleng-geleng kepala.


"Sayang maklumi saja yah! Dia itu orangnya memang seperti ini," tutur Andra dan diangguki oleh Nafisah.


"Mbak kok mau sama Andra? Tampan? Gak juga malah lebih tampanan saya," kata Gibran sambil mengelus-elus dagunya. "Tajir? iya juga sih," tambahnya lagi.


"Stylenya itu-itu mulu. Lihat saya! Yang gini baru namanya fishion," tambah Gibran berputar-putar merentangkan tangannya.


"Cih, emang ada fishion kayak gitu? Itu namanya be*go bukan fishion!" cibir Andra.


"Iri bilang bos," ucap Gibran menaik turunkan alisnya.


"Gak berfaedah iri sama elo," balas Andra. Bukannya kesal, Gibran malah tertawa.


"Elo bukan cuma somplak gila juga," kata Andra sebelum berlalu meninggalkan Gibran yang masih terkekeh. Entah apa yang lucu.


Andra pun menggandeng Nafisah untuk menaiki pelaminan tempat di mana raja dan ratu malam ini berada.


"Selamat tuan Alex," ucap Andra sambil menjabat tangan Alex.


"Terima kasih tuan Yudhiantara," balas Alex. " Ini istri anda?" tanya Alex dan diangguki oleh Andra.


"Maaf, saya tidak bisa hadir di pernikahan kalian," tutur Alex.


"It's okey," balas Andra tersenyum tipis.


"Selamat! sakinah mawadah warahmah yah," ucap Nafisah lalu memeluk Rianti.


"Makasih," kata Rianti dan dijawab anggukan serta senyuman oleh Nafisah.

__ADS_1


Tak perlu waktu lama, mereka pun turun dari pelaminan karena masih banyak antrian yang juga ingin menyalami sang mempelai.


"Mas apa semua tamu di sini kamu kenal?" tanya Nafisah dan dijawab anggukan oleh Andra.


"Hampir semuanya adalah rekan bisnisku sayang," kata Andra.


"Halo jasmine," sapa Nafisah pada kekasih Gibran yang melintas di hadapannya dan Andra.


"Oh, hay nyonya," sapa balik Jasmine.


"Sayang kamu ngobrolah dulu sama  jasmine, aku mau ke sana dulu!" pamit Andra dan Nafisah pun mengiyakannya.


"Mau duduk?" tawar Jasmine.


"Boleh," jawab Nafisah. Mereka pun duduk di salah satu kursi khusus tamu.


Tak jauh dari tempat mereka duduk, Nafisah melihat suaminya itu sedang berbincang-bincang dengan banyak pria yang tidak ia kenali siapa.


Hanya satu yang ia tahu, Gibran. Ya, CEO somplak itu juga bergabung di sana. Semuanya nampak serius berbincang. Terkadang terdengar suara ketawa karena candaan yang dibuat oleh Gibran.


Nafisah dan Jasmine juga tidak ketinggalan. Mereka  mulai berbincang. Banyak yang mereka bicarakan, termasuk Jasmine yang menggosipkan tingkah absurd kekasihnya itu.


Jasmine merupakan cewek dingin, tapi kalau bersama sahabatnya dan Gibran dia bisa jadi gadis yang ceroboh dan seperti orang bodoh.


Namun, entah mengapa Jasmine merasa sangat nyaman berbincang dengan Nafisah. Seakan-akan mereka telah kenal lama, namun nyatanya mereka baru bertemu dan berkenalan malam ini.


Tiba-tiba semua lampu dimatikan dan hanya ada satu lampu menyorot pada seorang pria tampan dengan tuksedo berwarna hitam dan sebuah gitar di tangannya.


"Mau apa tuan Waston?" tanya Jasmine dan dijawab kedikkan bahu oleh Nafisah.


Ya, pria tampan itu bernama William Sean Waston. Sepertinya pria bule itu akan bernyanyi, namun untuk siapa?


Dengan merdunya Sean menyanyikan lagu 'A Thausand Years' - Christina Perri.


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


"So sweet," ucap Jasmine. " Siapa kira-kira gadis yang beruntung itu yah?" tanya Jasmine dan lagi-lagi Nafisah hanya mengedikkan bahunya, karena memang dia tidak tahu siapa.


"My brother and my baby girl, bolehkah aku meminta izin kalian untuk melamar seseorang pada pesta kali ini. Dan biarkan semua orang yang ada di sini menjadi saksinya," ucap Sean menggunakan pengeras suara.


"Tentu saja boleh," teriak Rianti sambil menutup mulut suaminya. Entah apa yang dikatakan suaminya itu sehingga ia harus menutup mulut asal ceplos suaminya.


Semua tamu masih menyimak. Mereka terbawa suasana. Ini sangatlah romantis dan pastinya banyak gadis di luaran sana yang memimpikan berada di posisi wanita yang akan dilamar oleh Sean saat ini.


"Lew, will you marry me?" ucap Sean pada seorang wanita cantik.


"No," balas wanita itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca, tapi masih mengatakan tidak. Apa itu penolakan? Sayang sekali jika dia menolak pria setampan tuan Waston.


Sean nampak terperangah dan berkata, "Lew."


"Tidak. Aku tidak akan menolakmu Will," ucap wanita bernama Lewi itu lirih.


"So?"


"Yes. I want to marry you, Will," ucap Lewi tersenyum lebar. Para undangan bertepuk tangan meriah. Begitu pula dengan Andra dan Nafisah.


Sungguh lamaran tuan Waston sangat romantis. Begitu banyak wanita yang hadir hampir semuanya ikutan baper.


"Sayang!" panggil Andra yang kini telah berada di samping Nafisah.


Nafisah mendongakkan wajahnya menatap Andra, "Kenapa mas?" tanya Nafisah.


"Boleh kita kembali sekarang?" tanya Andra dan dijawab anggukan kepala oleh Nafisah.


Nafisah berdiri dari duduknya begitu pula dengan Jasmine, "Jasmine aku harus pulang sekarang maaf aku tidak bisa menemanimu lebih lama lagi," tutur Nafisah.


"Gak papa kok," balas Jasmine.

__ADS_1


"Senang bisa berkenalan denganmu," kata Nafisah lalu mereka berdua pun berpelukan sebagai salam perpisahan.


"Semoga kita bisa bertemu kembali," ucap Jasmine tersenyum.


"Amin," balas Nafisah.


Nafisah dan Andra pun meninggalkan pesta Alex dan Rianti.


***


Sekarang Andra dan Nafisah sudah berada di kamar resort mereka. Andra sudah mengganti jasnya dengan piyama tidur begitu juga dengan Nafisah.


Wanita itu sudah tidak memakai jilbab dan penutup wajah lagi. Nafisah pun berjalan mendekat ke arah Andra yang sedang duduk di ranjang dengan memainkan hpnya.


"Sayang," panggil Andra kala melihat Nafisah hendak membaringkan tubuhnya.


"Iya?" balas Nafisah lalu duduk di samping suaminya.


Tanpa menjawab Andra kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Nafisah. Perlahan tapi pasti bibir Andra sudah menempel di bibir mungil Nafisah.


Nafisah nampak terkejut, namun tidak sampai mendorong suaminya. Ia membiarkan apa yang akan dilakukan suaminya. Sebagai seorang istri ini adalah salah satu tugasnya.


Lama mereka berciuman dengan posisi duduk, Andra lalu mendorong pelan tubuh Nafisah tanpa melepaskan tautan bibir mereka menjadi terbaring di atas ranjang dengan dia di atasnya.


"Sayang, aku menginginkanmu malam ini. Apa boleh aku melakukannya?" tanya Andra terlebih dulu sebelum melakukannya.


Nafisah mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan ambigu suaminya itu.


Mereka berdua pun menghabiskan malam yang indah dengan malam yang panas.


***


Setelah lelah, Andra pun menghentikan aksinya. Badan Nafisah sudah remuk mengikuti permainan Andra. Ia tidak bisa mangimbangi, jadi semuanya dikendalikan oleh Andra.


Kalau saja ia tidak bersuara sampai fajar tiba pun, Andra akan tetap menunggangi tubuh mungilnya.


Andra kemudian menarik selimut yang sempat ia lempar ke lantai. Ia menyelimuti tubuh polosnya dan Nafisah.


"Selamat malam dan makasih," ucap Andra lalu mencium kening Nafisah.


Andra kemudian memeluk tubuh polos istrinya itu. Nafisah sangat lelah sehingga ia tertidur lebih dulu.


Mereka tidur saling berpelukan dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun.


Semoga saja apa yang telah ia tanamkan tadi pada rahim istrinya cepat berbuah. Ia memang belum siap jadi seorang ayah, apalagi mengingat jika ia tidak hanya berprofesi sebagai CEO tapi juga bos Mafia.


Tapi, setelah melihat kebahagiaan Alex dan Rianti yang kini tengah mangandung mambuat Andra ingin menimang bayi lucu dan itu tentunya anaknya dan Nafisah.


"Andra junior dan Nafisah junior," gumam Andra sebelum ia benar-benar menuju alam bawah sadarnya.


***


Ikuti Kisah Gibran dan Jasmine di Novel



Dan kisah Alex, Rianti, Sean dan Lewi di dua Novel keren ini




🔫🔫🔫


TBC...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE💕

__ADS_1


__ADS_2