
SELAMAT MEMBACA!
***
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya Andra dan rombongannya sampai di kota A.
Andra dan rombongannya pun berangsur-angsur keluar dari dalam pesawat.
"Mobilnya sudah sampai Ndra," Kata Dimas. Andra mengangguk lalu memakai kacamata hitamnya.
Sampai di parkiran bandara, Andra dan yang lain sudah disambut oleh beberapa mobil sedan beserta supirnya.
"Selamat datang tuan Andra," sapa seorang pria dengan setelan jas bermerek dan mahalnya. Sepertinya dia bukanlah seorang supir.
"Dia tuan Arga, anak dari tuan Asen menejer hotelmu disini bos," jelas Dimas berlogak formal kala melihat raut tidak kenal Andra pada pria yang berdiri di depannya itu.
Maklum saja jika Andra tidak mengenali mereka semua karena dia mengambil alih perusahaan masih dua tahun lebih.
Andra lalu mengangguk mengerti dan berkata, "Boleh kita pergi sekarang?!"
"Tentu saja tuan, mari!" kata Arga mempersilahkan Andra dan yang lainnya masuk ke dalam mobil.
Andra dan yang lainnya pun memasuki mobil yang sudah disiapkan untuk mereka.
***
Mereka akhirnya sampai di hotel milik Andra. Para pekerja hotel sudah berjejer untuk menyambut kedatangan Andra.
Karena ini adalah kali pertama Andra datang ke hotel ini setelah pengangkatannya sebagai seorang CEO dan pemegang semua saham papanya.
"Selamat datang tuan Andra," sambut seorang yang merupakan greeter di hotel tersebut seraya membungkukkan badannya diikuti semua pekerja lainnya.
Andra hanya mengangguk. Mereka kemudian kembali memperbaiki posisi berdiri mereka.
"Kalian bawalah koper mereka!" titah Arga pada para office boy atau OB.
"Mari tuan, biar saya antar!" ujar Arga.
Arga kemudian menuntun mereka semua menuju kamar hotel presedintial suite. Kamar yang memang di khususkan untuk keluarga Yudhiantara.
Setelah memberikan smart card technology atau kartu elektronik, Arga kemudian pamit undur diri.
"Kalau butuh apa-apa panggil saya saja tuan," tutur Arga sembari membungkukkan badannya.
"Saya permisi dulu," lanjutnya dan dijawab anggukan kepala oleh Andra. Arga pun meninggalkan mereka semua.
Andra dan yang lainnya langsung saja masuk ke dalam kamar masing-masing. Andra dan Dimas menggunakan kamar yang berbeda. Sofia dan Ariana sengaja memakai satu kamar berdua, karena mereka bukan tipekal orang yang gampang betah di tempat manapun. Akhsan dan pak Arif juga berada di dalam satu kamar yang sama.
***
"Wah enaknya," kata Sofia menjatuhkan tubuhnya pada ranjang kamar hotelnya dan Ariana.
"Hah..." Ariana ikut menjatuhkan tubuhnya di samping Sofia.
Drt-drt-drt!
Ponsel Sofia berbunyi.
"An, tolong ambilkan ponsel kakak dong," pinta Sofia malas dengan mata tertutupnya.
"Hmm... di mana?" jawab Ariana malas juga.
__ADS_1
"Di dalam tas," jawab Sofia.
"Malas ah kak, kakak aja yang ambil sendiri," balas Ariana lalu membalikkan tubuhnya memeluk guling.
"Huft..." Sofia menghela napasnya dengan kasar lalu bangkit dari baringnya.
Dia lalu mengambil ponselnya dan mengangkat panggilam yang ternyata dari Nafisah.
"Halo Naf," sapa Sofia.
"Halo Sof," balas Nafisah dari seberang sana.
"Ada apa?" tanya Sofia menguap.
"Apa aku mengganggumu?" tanya balik Nafisah.
"Hmm... baru saja aku mau tidur sebentar dan kamu sudah menelponku," jelas Sofia dengan mata yang berusaha ia tahan agar tidak tertutup.
"Maafkan aku sudah mengganggu kenyamananmu," sesal Nafisah. "Baikah kamu tidur saja dulu nanti baru ku telpon lagi," tambah Nafisah.
"Tidak apa-apa, katakan apa yang mau kamu katakan," ujar Sofia.
"Apa kalian sudah sampai?" tanya Nafisah.
"Iya kami sudah sampai beberapa menit yang lalu dan sekarang kami sudah ada di hotel," jawab Sofia.
"Baguslah, aku hanya menanyakan hal itu saja," balas Nafisah.
"Tenanglah bos pasti akan melamarmu jangan takut," goda Sofia.
"Apaan sih Sof!" kata Nafisah malu-malu.
"Baiklah see you," balas Nafisah.
Tut-tut-tut!
Panggilan telpon itu pun berakhir. Sofia kembali membaringkan tubuhnya di samping Ariana lalu menyusul Ariana ke dalam alam mimpi.
***
Jam kini telah menunjukkan pukul tujuh malam. Andra dan Dimas sudah ada di meja makan menunggu kedatangan Sofia dan juga Ariana.
"Akhsan!" panggil Andra.
"Ya, tuan?" tanya Akhsan.
"Panggil Sofia dan Ariana ke sini cepat!" titah Andra dengan suara tegasnya.
"Si-siap tuan," balas Akhsan lalu berjalan menuju kamar Sofia dan Ariana.
Tok-tok-tok!
Akhsan mengetuk pintu kamar hotel Ariana dan Sofia.
Tok-tok-tok!
Akhsan terus saja mengetuk pintu kamar itu karena belum juga mendapatkan sahutan dari dalam.
Sedangkan di dalam kamar hotel, Ariana dan juga Sofia masih sama-sama terlelap dalam mimpi indah mereka.
Tok-tok-tok!
__ADS_1
"Hoaam..." Sofia memukul-mukul paha Ariana. "An! Oi An," ucap Sofia.
"Apa sih kak," ketus Ariana.
"Ada yang mengetuk pintu tuh, sana buka dulu," titah Sofia.
"Kakak sajalah yang buka, aku ngantuk banget ini," seru Ariana lalu membalikkan tubuhnya membelakangi tubuh Sofia.
"Kamu ini malas sekali," cibir Sofia sambil bangkit dari baringnya.
Sofia meregangkan otot-otot tubuhnya lalu mengucek matanya dan barulah ia bergeser dari ranjang menuju pintu.
Ceklek!
Sofia membuka pintu.
"Kenapa?" ketus Sofia saat tahu ternyata Akhsanlah yang mengetuk pintu.
"Tuan sudah menunggu kalian di meja makan, katanya cepetan," jawab Akhsan dengan nada kesalnya.
"Baiklah-baiklah, tidak ada lagi bukan?" ucap Sofia dan dijawab anggukan kepala oleh Akhsan. "Maka pergilah," usir Sofia lalu kembali menutup pintu.
Sofia menatap jam dinding dengan mata setengah sadar.
"Oh sudah jam setengah delapan," kata Sofia santai dan detik berikutnya. "Apaaa? Setengah de-delapan? Ma-malam?" gugup Sofia dengan mata terbuka dan mulut menganga.
Sofia lalu berlarian menuju kamar mandi untuk mencuci wajah dan juga menggosok giginya secepat kilat.
"An! An!" Sofia membangunkan Ariana.
"Apa kak?" tanya Ariana dengan nada tidak mau diganggu.
"Bangun An, kakakmu sudah menunggu kita di meja makan," seru Sofia sambil memoleskan make up tipis pada wajahnya.
"Memangnya sekarang jam berapa kak?" tanya Ariana kesal.
"Setengah delapan malam, buruan bangun atau kakak guyur kamu dengan air!" ancam Sofia.
Ariana langsung membuka matanya lebar-lebar dengan kesadaran sepenuhnya ia lalu mendudukkan tubuhnya dan detik berikutnya ia sudah masuk ke dalam kamar mandi.
***
"Dari mana saja kalian berdua?" gertak Andra.
"Kami ketiduran bos," jawab Sofia jujur.
"Iya benar kak, kami ketiduran," timpal Ariana.
"Duduklah!" titah Andra dengan nada tegasnya dan kedua gadis itu pun langsung mendudukkan tubuh mereka pada kursi meja makan.
Pak Arif selaku pelayan langsung saja menyajikan makanan untuk tuan dan nona-nonanya bersama dengan Akhsan.
"Silahkan di makan tuan," tutur Pak Arif.
Mereka pun makan malam dalam diam menikmati makanan yang mereka santap.
🔫🔫🔫
TBC...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE💕
__ADS_1