
SELAMAT MEMBACA!
***
"Thank you for visiting our resort Mr and Mrs Yudhiantara," ucap maneger resor sambil menjabat tangan Andra.
Seperti yang dikatakan Andra semalam bahwa hari ini adalah hari kepulangan mereka.
"You are welcome," balas Andra.
"Next time I will come here again with my extended family," tambah Andra.
Maneger mengangguk, "Yes, i can wait you mr," balas maneger tersenyum.
Andra dan Nafisah pun berlalu meninggalkan resort dengan mengendarai mobil yang dikemudikan oleh Paman Tio.
"Datang kembali yah Ndra, Naf," ucap Paman Tio lalu memeluk Andra.
"Cih... menjijikkan," kata Andra berusaha melepaskan pelukan pamannya.
"Kau ini tidak ada sedih-sedihnya berpisah dengan pamanmu," cibir Pamn Tio sambil melap ingusnya.
"Aku tahu setelah aku pergi paman akan berpesta," seru Andra membuat Paman Tio bungkam seketika. Mau mengelak namun itu kenyataannya.
"Sudah pergilah!" usir Paman Tio. "Salam buat keponakan cantikku," tambah Tio.
"Paman kami pamit dulu," pamit Nafisah kala suaminya mulai menariknya untuk segera menaiki jet pribadi suaminya itu.
"DASAR KEPONAKAN TIDAK ADA AKHLAK!" teriak Tio setelah Andra masuk kedalam jet.
Bagaimana paman Tio tidak kesal Andra pergi begitu saja tanpa pamit padanya.
***
Bandara Soekarno Hatta.
Jet pribadi Andra sudah mendarat sempurna di kota J. Mereka telah tiba di tanah air. Bagaimanapun indahnya maldives, lebih nyaman lagi jika berada di negara sendiri dari pada negara orang lain.
Andra lalu menggandeng tangan Nafisah untuk turun dari jet.
"Kakak!" heboh Ariana lalu berlari menuju Nafisah dan Andra.
"Lihatlah adikku itu, dia pasti sangat merindukanku," ucap Andra dengan sombongnya.
Andra lalu melepaskan gandengan tangannya dari Nafisah lalu merentangkan tangannya menyambut sang adik maduk ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Hap!
Ariana melompat masuk ke dalam pelukan kakak iparnya. Nafisah sampai terhuyung ke belakang karena Ariana begitu kencang menubruk tubuhnya yanh tidak siap siaga.
"Kakak ipar, aku sangat merindukanmu. I miss you so much," ucap Ariana girang.
"Me too," balas Nafisah menahan tawanya ketika melihat wajah bingung suaminya.
"Ndra!!" panggil Dimas memparodikan Ariana.
Dimas lalu menubruk tubuh Andra dan memeluk sahabat sekaligus atasannya itu begitu erat.
"I love you... aku sangat-sangat mencintaimu Ndra!!" ucap Dimas penuh drama.
"Shit!!" umpat Andra lalu mendorong keras tubuh Dimas sampai tersungkur di lantai.
"Dasar kotoran ayam!" umpat Andra lagi penuh emosi pada Dimas.
"Sorry, Ndra. Gue cuma mempraktikkan Ariana barusan," kikuk Dimas berdiri dari duduknya.
"Tapi, gak usah peluk-peluk gue segala! Dan apa katamu? I love you? Cih... menjijikkan," ejek Andra berdecih kesal.
"Sudah-sudah! Kalian berdua kenapa selalu saja bertengkar! Kakak aku juga merindukanmu," ujar Ariana lalu memeluk erat Andra.
"Terlambat! Kau bukannya memeluk kakakmu dulu malah langsung memeluk kakak iparmu!" ketus Andra.
"Up to you," kata Andra lalu berjalan menuju pintu keluar.
"Dasar es balok," umpat Ariana pelan. "Hayuk pulang kak!" ajak Ariana lalu bergelayut manja di lengan kakak iparnya itu.
"Silahkan bos," ucap anak buahnya mempersilahkan Andra masuk mobil.
Andra pun masuk ke dalam mobil dan menunggu istrinya untuk menyusulnya masuk.
"Hei! Mau kau bawa ke mana kakak iparmu itu?" teriak Andra pada Ariana yang melawatkan mobil yang akan ia tumpangi bersama istrinya.
"Mau pulanglah memangnya mau ke mana lagi?!" sewot Ariana.
"Iya kakak tahu pulang, tapi kenapa kau melewati mobil ini?" tanya Andra dengan kesabarannya yang mulai menipis.
"Kakak naik mobil itu bersama Kak Dimas saja! Aku, kakak ipar dan Kak Sofia akan naik mobil yang itu saja!" tunjuk Ariana pada mobil yang ada di belakang mobil Andra.
"Tidak boleh!!" tegas Andra.
"Ish, kakak!!" kesal Ariana menghentak-hentakkan kakinya di lantai dengan memonyongkan bibirnya lucu.
__ADS_1
"Mas," seru Nafisah dan Andra pun mengalah.
"Baiklah!!" pasrah Andra dengan kesalnya. "Dim! Lo tunggu apa lagi? Ayo masuk kalau lo gak mau gue tinggal!" marah Andra.
Dimas pun langsung masuk ke dalam mobil dari pada dapat semburan larva lagi dari Andra.
"Hayuk kak!" imbuh Ariana dan mereka pun masuk ke dalam mobil.
Mobil itu pun melaju menuju rumah besar.
"Kakak ipar bagaimana liburan kalian? Apa menyenangkan?" tanya Ariana tidak sabaran.
"Ya, pemandangan di sana sangat indah," jawab Nafisah apa adanya.
"Tentu saja itu maldives bukan hutan," timpal Sofia. "Apa yang kalian lakukan di sana?" kepo Sofia.
"Tidak banyak hanya berkeliling naik mobil, ke pesta tuan Alex dan berjalan di pinggir pantai itu saja," jawab Nafisah seadanya.
"Hanya itu?" tanya Ariana tidak percaya.
"Iya hanya itu tapi menyenangkan sekali di tambah dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata membuat aku sangat menikmati liburan kami," jelas Nafisah begitu bahagianya.
"Ya-yaya, sudah jangan katakan lagi. Kalian pergi tidak mengajakku," ngambek Ariana.
"Lain kali mari kita pergi bersama," imbuh Nafisah dan Arian mengangguk antusias.
"An!" panggil Sofia.
"Iya Kak Sof?" tanya Ariana menaikkan sebelah alisnya.
"Bukankah besok ulang tahun bos?" tanya Sofia menoleh pada Ariana.
"Oh astaga," Ariana menepuk jidatnya sendiri. "Kau benar sekali kak, besok adalah ulang tahun kakakku. Astaga kenapa aku bisa lupa hari spesial itu," ujar Ariana.
"Lalu apa suprisemu kali ini?" tanya Sofia lagi.
"Aku belum memikirkannya kak, apa kakak ada ide?" tanya balik Ariana pada Sofia.
"Tidak ada, bagaimana denganmu Naf?" imbuh Sofia menatap Nafisah.
"Aku juga sama. Kita pikirkan nanti saja bagaimana?" ujar Nafisah dan diangguki Ariana dan Sofia.
"Baiklah," balas Ariana dan Sofia bersamaan.
🔫🔫🔫
__ADS_1
TBC...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE💕