Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Dua Pria Penghancur


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


Marvin tidak bisa lagi menahan tangan Sofia dan itu mengakibatkan Sofia terhuyung ke belakang.


"Aaaaaa..." jerit Sofia.


Untung seseorang dengan sigap menolong Sofia sehingga wanita berbadan dua itu tidak mendarat di lantai namun dalam pelukan seorang pria.


Sofia membulatkan matanya masih shock dengan apa yang baru saja terjadi dan jantungmya bahkan sudah berdetak begitu kencang.


"Kau tidak apa-apa?" tanya pria yang menolong Sofia.


Sofia masih belum bergerak dari dekapan pria tersebut. Ia lalu menganggukkan kepalanya.


Marvin tidak terima wanitanya di peluk bahkan di sentuh pria lain di hadapannya dia pun langsung menarik Sofia dari dekapan pria yang tidak dikenalinya itu.


"Berani sekali kau menyentuh bahkan memeluk kekasihku!!" hardik Marvin dengan wajah memerahnya.


Sofia menghempaskan tangan Marvin dengan sangat keras dari lengannya, "Kau yang hampir saja membuatku jatuh bodoh!!" teriak Sofia menunjuk wajah Marvin.


"Sof! Aku tidak sengaja melakukannya dan jika saja kamu tidak memberontak hal tadi tidak akan terjadi," balas Marvin dengan nada kesalnya.


"Gue gak peduli dan kau itu siapa berani sekali melarang orang-orang menyentuhku!" sinis Sofia.


"Terima kas..." Sofia membalikkan tubuhnya untuk berterima kasih pada orang yang telah menolongnya, namun ucapannya tercekat saat mengetahui siapa penolongnya itu.


"Kau!!" tunjuk Sofia.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Akhsan.


"Cih, tidak usah sok peduli sama gue!" sungut Sofia pada Akhsan.


"Siapa kau ini?" tanya Marvin dengan mata memicingnya.


"Apa perlu saya memperkenalkan diri pada anda?" balas Akhsan menyunggingkan senyumnya.


"Cih, Sof!" Marvin menarik tangan Sofia, namun dengan cepat Akhsan juga menarik tangan Sofia dan terjadilah lomba tarik menarik di antara mereka.


"Auch," ringis Sofia lalu menghentakkan kedua tangan pria itu dari tangannya dengan perasaan marah.


"Breng*sek!! Apa kalian mau memutuskan lenganku ha!!" bentak Sofia dengan wajah mememrahnya.


"Sof, aku hanya tidak mau laki-laki breng*sek ini memegangmu!" balas Marvin.


"Lalu kau siapa yang pantas melarangku di pegang orang lain?" sinis Sofia. "Kau bukanlah siapa-siapa Marvin! Kau hanyalah orang asing bagiku," tambah Sofia memperingatkan Marvin.


Akhsan tersenyum miring mengejek Marvin.


"Dan kau!" Sofia menghadap Akhsan sembari menunjuk wajah lugu dari ayah anak di dalam perutnya itu.


"Jangan sok peduli padaku! Kau sama saja dengan pria breng*sek ini bahkan kau pria bajing*an yang merusak hidupku!" hardik Sofia pada Akhsan.


"Aku hanya menolongmu agar tidak terjatuh dan membantumu untuk lepas dari pria ini!" jelas Akhsan menunjuk Marvin yang menatapnya dengan tajam.


"Kenapa kau harus membantuku?" desis Sofia. "Bukankah lebih baik lagi jika aku jatuh?" lanjut Sofia.

__ADS_1


"Are you stupid Sof?" geram Akhsan menggemerutukan giginya.


"Jangan sok peduli denganku dan dengannya. Karena kau bukanlah pria yang baik Akhsan! Kalian berdua sama saja, tidak ada bedanya. Hanya menghancurkan hidupku," cecar Sofia lalu berlalu meninggalkan kedua pria penghancur hidupnya itu.


"Argh!!" Sofia menjerit di dalam mobilnya sambil menarik-narik rambutnya sendiri.


***


Di rumah besar, Andra pulang dengan membawa seorang perempuan bersamanya. Nafisah yang melihat itu pun berdiri dari duduknya dan mengernyitkan keningnya bingung.


"Mas," panggil Nafisah pada Andra.


"Sayang," Andra menghampiri istrinya itu lalu mendaratkan ciuman hangatnya di kening sang istri.


"Dia siapa mas?" tanya Nafisah mengadahkan wajahnya melihat Andra yang jauh lebih tinggi dari dirinya.


"Dia Fani! Fani perkenalkan ini istri saya, Nafisah!" pungkas Andra memperkenalkan Nafisah dengan perempuan yang pulang bersamanya.


"Selamat siang nyonya, saya Fani," ucap perempuan bernama Fani itu sambil membungkuk hormat.


"Siang," balas Nafisah lalu menatap Fani dari atas sampai bawah, cantik.


Bermata bulat, bibir tebal, kulit eksotis dan rambut panjang berwarna hitam.



"Sayang, Fani yang akan menjagamu selama Sofia hamil," jelas Andra memeluk pinggang Nafisah dari samping. Nafisah mengangguk mengerti.


"Fani, Dimas sudah memberitahukan semua tugasmu bukan?" tanya Andra.


Fani mengangguk, "Sudah bos," jawab Fani tersenyum.


"Baik bos," balas Fani.


"Pak Arif!" panggil Andra dan Pak Arif pun datang dengan berlari terbirit-birit.


"Iya tuan?" tanya Pak Arif.


"Tunjukkan kamar untuk Fani!" titah Andra dan Pak Arif pun mengangguk.


"Mari nona," ajak Pak Arif.


"Permisi bos, nyonya," pamit Fani dan diangguki kedua pasangan suami istri itu.


Pak Arif pun menuntun Fani menuju kamar tamu.


"Mas," panggil Nafisah lalu bergelayut manja di lengan Andra.


"Iya kenapa?" tanya Andra mengelus-elus kepala Nafisah.


"Aku mau makan pecel lele," pinta Nafisah memelas.


"Baiklah, mari kita mencarinya sekarang," balas Andra dan mereka pun berjalan keluar menuju mobil mewah Andra.


"Silahkan masuk permaisuri," ucap Andra membukakan pintu untuk Nafisah.


"Lebay," ejek Nafisah pada Andra.

__ADS_1


Andra terkekeh, "Sekali-kali buat istriku tersayang," kata Andra lalu menutup pintu mobil dan berlari menuju pintu mobil yang satunya lagi.


Mobil mewah itu pun berlalu keluar dari rumah besar.


Tak selang beberapa waktu kepergian Andra dan Nafisah, Sofia pun kembali ke rumah besar.


Sofia lalu keluar dari mobilnya dan berlari masuk ke dalam rumah besar.


"Auch..." Sofia meringis karena tanpa sengaja menabrak seseorang. "Kau punya mata tidak?!!" bentak Sofia karena masih dikalut kekesalan.


"Maafkan saya nona," sesal Fani menundukkan kepalanya.


Sofia lalu mengangkat kepalanya dan melihat wajah Fani lalu dia pun mengernyit bingung.


"Kau siapa? Dan apa yang kau lakukan di dalam sini?" selidik Sofia memicingkan matanya.


"Saya Fani nona, saya bodyguard barunya nyonya Nafisah," jawab Fani tersenyum sambil menunduk sopan pada Sofia.


"Bodyguard Nafisah?" ulang Sofia dan Fani pun mengangguk.


"Iya benar nona," balas Fani.


"Kamu panggil saya Sofia saja!" timpal Sofia dan Fani mengangguk lagi. "Saya permisi dulu mau istirahat," tambah Sofia.


"Silahkan non, eh Sofia maksudnya," kata Fani dan Sofia geleng-geleng kepala.


Sofia kemudian berlalu meninggalkan Fani menuju kamarnya. Setelah masuk ke dalam kamarnya, Sofia lalu menghempaskan tasnya ke atas ranjang dan juga tubuhnya.


"Huft... kenapa juga aku harus bertemu kedua laki-laki ******** itu?! Breng*sek!" raung Sofia lalu melempar bantalnya ke sembarang arah.


Drt-drt-drt!


Ponsel Sofia berdering dan di sana tertera nomor ponsel Marvin yang belum sempat Sofia blok tadi.


"Kenapa lagi dengan pria gila ini!" geram Sofia lalu mematikan panggilan Marvin.


Tida lama setelahnya ponsel Sofia kembali berdering dan lagi-lagi Sofia mematikannya dan tidak mengangkatnya.


Ponsel Sofia berdering lagi dengan perasaan geramnya Sofia lalu mengangkat panggilan tersebut dan berdiri dari duduknya.


"Lo maunya apa sih Vin? Gue kan udah bilang gue gak mau bicara sama lo lagi!!" teriak Sofia frustasi.


"Halo Sof! Ini aku Andra!" ternyata Andralah yang menelponnya bukan Marvin.


"B-bos," gugup Sofia menggigit bibir bawahnya.


***


Kakak-kakak mampir juga ke novel di bawah ini yah👇



Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, komen dan vote😗


🔫🔫🔫


TBC...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE❤


__ADS_2