Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Maldives part 1


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


Andra dan Nafisah sudah berada di dalam jet pribadi milik Andra. Mereka hanya pergi bertujuh dengan kelima anak buah Andra.


Dimas tidak diperkenankan ikut kali ini karena pria itu hanya akan menjadi obat nyamuk antara Andra dan Nafisah.


"Take off sekarang!" perintah Andra pada pilotnya.


"Baik bos," balas Fero lalu jet pribadi itu pun lepas landas.


"Apa anda butuh sesuatu tuan?" tanya salah seorang pramugara jet Andra.


Di dalam jet ini hanya ada pramugara dan tidak ada pramugari karena itu memang kemauan Andra.


"Tidak. Nanti jika kami butuh sesuatu akan langsung memanggilmu," jawab Andra dan pramugara itu pun mengangguk mengerti.


"Saya permisi tuan," pamit pramugara itu dan di angguki oleh Andra.


"Sayang, apa kau capek?" tanya Andra pada Nafisah.


Nafisah menggeleng, "Tidak," jawabnya sambil tersenyum.


"Tapi aku capek," keluh Andra dengan manja. Memalukan sekali! Seorang Andra si bos mafia kejam itu tiba-tiba saja menjadi manja bak balita.


Kelima anak buahnya saja sampai bergidik ngeri melihat tingkah aneh Andra.


"Apa benar itu bos kita?" bisik salah satu anak buah Andra.


"Iyalah bodoh! Kau kira siapa lagi?" umpat temannya.


"Sewot amat," ketus anak bauh Andra.


Andra juga manusia. Dia juga bisa menjadi dingin, kejam, tegas, tidak berperasaan, manja, imut, konyol, bodoh, jika Andra menginginkannya.


"Istirahatlah!" ujar Sofia mengelus lembut kepala suaminya yang bersandar pada pundaknya.


"Temani aku," pinta Andra sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan halus nan lembut dari tangan istrinya.


"Iya aku temani," balas Nafisah dan Andra pun langsung berdiri dari duduknya.


"Kenapa?" tanya Nafisah mengernyit.


"Ayo!" ajak Andra semangat 45.


"Ke mana?" tanya Nafisah lagi.

__ADS_1


"Ikut saja!" tutur Andra lalu menggandeng tangan istrinya menuju kamar pribadinya.


Sesampainya di sana, Andra langsung saja menghempaskan tubuhnya pada kasur empuk itu.


"Sini temani aku tidur, sayang!" ujar Andra menepuk-nepuk sisi lain ranjang.


"Sebentar aku kunci ini dulu," kata Nafisah lalu menutup rapat dan mengunci pintu kamar.


Nafisah lalu melepas penutup wajahnya dan ikut berbaring di samping suaminya itu.


Andra lalu memeluk Nafisah sangat posesif. Seakan-akan istrinya itu tidak ia biarkan untuk pergi. Andra perlahan pun mulai memejamkan matanya.


Tangan Nafisah sudah melingkar di pinggang suaminya dan kepala Andra sudah berada di dada Nafisah. Merasa risih? Iya pastinya.


Geli dan risih datang bersamaan saat nafas teratur milik Andra menyapu gamis yang dikenakan wanita itu.


Nafisah pun ikut memejamkan matanya dan menyusul sang suami menuju alam mimpi. Perjalanan dari indonesia ke Maldives membutuhkan waktu sekitar 7 jam 10 menit. Tidak lama, namun sedikit menguras tenaga.


Pasangan suami istri itu pun menghabiskan waktu perjalanan mereka dengan tidur sambil berpelukan.


***


Akhirnya setelah menempuh perjalanan dengan transportasi udara, Nafisah dan Andra pun sudah sampai di Maldives.


Republik Maladewa ( Maldives) adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol di Samudra Hindia.


Setelah keluar dari jet, Andra dan Nafisah pun berjalan keluar dari bandara dengan bergandengan tangan.


"Kita menginap di mana mas?" tanya Nafisah.


"Hotel," jawab Andra.


"Welcome Mr. and Mrs. Yudhiantara," sambut seorang lelaki dengan kisaran umur 48 tahun.


"Who are you?" tanya Andra.


"Crazy people! Dasar bodoh, aku ini pamanmu, paman Tio! Apa kau sudah melupakanku keponakan laknat?" ujar pria yang mengaku sebagai paman Tio, paman Andra.


Paman Tio adalah saudara dari Mamanya Andra. Paman Tio merupakan general maneger di hotel keluarga Yudhiantara yang ada di maldives.


"No, I never forgot you. It's just that you look old and wrinkled makes it difficult for me to recognize you," jelas Andra membuat Nafisah tertawa kecil.


"Dasar kau ini! Hei nyonya manis, kau cantik sekali ponakan baru. Wait! Kalian menikah kenapa tidak mengundangku?" rajuk Paman Tio.


"Jangan mengada-ngada paman! Aku sudah mengundangmu bahkan menyiapkan jet untukmu tapi kau bilang sedang sibuk!" seru Andra.


"Sudahlah lupakan masa lalu! Mari paman antar kelian berdua," kata Tio menuntun Andra, Nafisah dan lainnya menuju mobil yang sudah disiapkannya

__ADS_1


"Cih dasar, dia sendiri yang mengungkit baru mengatakan lupakan masa lalu," cibir Andra namun hanya ditulikan oleh Paman Tio.


"Kalian akan berlibur atau berbulan madu?" goda Paman Tio.


"Apa ada masalah buat paman?" sinis Andra.


"Ckckck... kau sensitif sekali seperti gadis yang sedang pms saja," cibir Paman Tio menatap Andra dari kaca spion.


Andra memutar matanya malas, "Up to you," balasnya.


"Ndra," panggil Paman Tio.


Andra berdecih kesal dan menatap tajam paman Tio, "Apa?" ketus Andra.


"Katanya Tuan Alex akan menikah di Maldives, apa kau di undang?" tanya Paman Tio.


"Pastinya dan itu alasan kami ke sini," jawab Andra dengan sombongnya.


"Sayang, are you okay?" tanya Andra kala Nafisah hanya diam saja dari tadi.


"I'm fine," jawab Nafisah tersenyum.


" lUwuuu... co cwiitnya... cih menggelikan," cibir Paman Tio dengan nada kurang suka.


"Tidak usah lihat kalau tidak suka!" skakmat Andra. Paman Tio langsung bungkam sebelum tangannya dipatahkan oleh Andra.


"Mas, gak boleh seperti itu! Itu tidak sopan namanya," timpal Nafisah saat mendengar cara bicara suaminya yang kurang sopan pada orang yang lebih tua dan itu adalah paman suaminya sendiri.


"Rasakan itu," ejek Paman Tio sambil menjulurkan lidahnya pada Andra.


Paman dan keponakan ini memang kalau bertemu bagaikan tikus dan kucing.


"Hmm," dehem Andra lalu memeluk Nafisah dari samping membuat pamannya menjadi panas dingin menyaksikan kemesraan pengantin baru itu.


"Jangan seperti ini mas," bisik Nafisah ia merasa tidak enak dengan Paman Tio.


"Biarkan saja paman gilaku itu haredang sayang," seru Andra sambil mencium pipi Nafisah yang dihalangi oleh kain penutup wajah wanita itu.


Nafisah yang sudah merona langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Lain lagi dengan Paman Tio, lelaki kepala empat itu sudah panas dingin dibuat ponakan laknatnya itu.


Kalau saja Andra bukan keponakan tersayang sekaligus termenyebalkan, Paman Tio sudah menendang Andra keluar dari mobilnya.


πŸ”«πŸ”«πŸ”«


TBC...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTEπŸ’•

__ADS_1


__ADS_2