
SELAMAT MEMBACA!
***
Ting!
Sebuah pesan masuk di hp Andra
Mari bertemu jam makan siang nanti!
Isi pesan yang dikirim oleh Ronal. Pria itu baru saja sampai di Indonesia. Andra hanya membacanya dan tidak ada niatan untuk membalasnya.
"Sayang," panggil Andra.
"Iya?" tanya Nafisah menaikkan sebelah alisnya.
"Di mana kamu menyimpan jas abu-abuku?" tanya Andra dari walk in closet.
"Di tempat biasalah," jawab Nafisah berjalan mendekat ke arah Andra yang tengah sibuk mencari jas abu-abu miliknya.
"Tidak ada sayang," balas Andra.
"Tapi kemarin aku meletakkannya di situ mas," ucap Nafisah lalu berjalan mendekat ke arah Andra.
"Biar aku yang mencarinya!" tutur Nafisah dan dijawab anggukan kepala oleh Andra.
Nafisah lalu mulai mencari jas abu-abu milik suaminya itu.
"Bagaimana apa ada?" sindir Andra karena sedari tadi istrinya itu belum juga menemukan jasnya.
Nafisah menepuk jidatnya, "Astagfirullah, maafkan aku mas, aku lupa kalau kemarin jasmu itu sedikit terkena noda jadi aku meminta mereka menyucinya kembali," tutur Nafisah.
Andra membulatkan matanya, "Terkena noda?" ulang Andra sedikit menaikkan suaranya.
Nafisah mengangguk polos.
"Bagaimana bisa?" tanya Andra dengan emosi tertahan.
"Kemarin aku tidak sengaja menyentuhnya saat aku makan es krim jadi tanpa sengaja jasmu itu terkena es krimku," jelas Nafisah kikuk.
Andra menghela napasnya dengan kasar. Dia ingin sekali marah-marah, namun sayang dia tidak bisa melakukan hal itu pada istrinya.
"Baiklah carikan aku jas warna biruku," pasrah Andra.
"Ini," Nafisah memberikan jas warna biru pada Andra.
Andra pun mengambil jas tersebut dan langsung saja memakainya. Setelah itu Nafisah kemudian membantu Andra memasangkan dasi.
"Selesai," ucap Nafisah setelah selesai memasangkan dasi pada Andra.
Cup!
Andra mendaratkan satu kecupan mesra di dahi Nafisah. Nafisah tersenyum.
"Ayo ke bawah!" kata Andra.
"Tunggu! Aku belum memakai penutup wajahku," ucap Nafisah lalu menggunakan penutup wajahnya.
Mereka kemudian keluar kamar dan turun ke lantai bawah menuju ruang makan.
"Good morning, kakak," sapa Ariana yang sudah duduk di kursi meja makan.
"Morning An," balas Nafisah dan Andra bersamaan.
"Kalian tambah hari tambah romantis saja," timpal Sofia yang baru saja datang dan ikut bergabung di meja makan.
__ADS_1
"Hahaha... bilang saja kalau kakak iri," ejek Ariana sambil tertawa.
"Whetever," balas Sofia lalu mendudukkan bokongnya pada kursi tempat duduknya biasa.
"Silahkan di makan tuan, nyonya dan nona!" ucap Pak Arif.
"Kapan jadwal check kandungan kalian berdua?" tanya Andra di sela-sela makan mereka.
"Sepertinya besok," jawab Sofia dan diangguki Nafisah.
"Baiklah, aku akan menemani kalian besok!" seru Andra. "Dim, besok lo kosongkan jadwal gue!" titahnya pada Dimas.
"Oke," balas Dimas.
"Kak," panggil Ariana.
"Apa?" tanya Andra.
"Kampus mengadakan acara camping dan aku mau ikut, boleh yah kak," melas Ariana dengan puppy eyesnya.
"Kapan?" tanya Andra.
"Dua hari lagi," jawab Ariana.
"Di mana?" tanya Andra lagi.
"Di kota B," jawab Ariana lagi.
"Semua mahasiswa dan mahasiswi atau..."
"Hanya angkatanku," sela Ariana. "Bagaimana apa kakak mengizinkanku?" tanya Ariana penuh harap.
"Hmm..." Andra nampak berpikir.
"Kak... please!! Boleh yah... boleh," mohon Ariana.
"Horeeeee..." teriak Ariana bahagia.
"Tapi,"
"Tapi apa?" potong Ariana.
"Dengarkan aku dulu jangan menyela maupun memotong ucapanku!" kesal Andra.
"Baiklah," balas Ariana.
"Tapi kamu harus ditemani dua atau tiga anak buah kakak," seru Andra. "Ini sudah mutlak! Ikuti atau tidak pergi!" tegas Andra.
"Terserah kakak saja," pasrah Ariana.
"Good!" ucap Andra.
***
Di perusahaan, Yudhiantara Financial.
"Dim!" panggil Andra pada Dimas yang sedang duduk santai di sofa ruang kebesarannya.
"Apa?" tanya Dimas.
"Antar gue bertemu Ronal di restoran A!" titah Andra berdiri dari duduknya sambil memperbaiki jasnya yang sedikit kusut.
"Ayo!!" ucap Andra kala Dimas belum bergeming di tempatnya.
Dengan malas Dimas bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah besar Andra.
__ADS_1
Tak perlu waktu lama, akhirnya Andra dan Dimas sampai di restoran A. Andra dan Dimas lalu masuk ke dalam restoran.
"Di mana?" tanya Dimas mengedarkan pandangannya.
"Di sana," jawab Andra lalu melangkah lebih dulu menuju Ronal yang sedang asik menyeruput secangkit kopi di sudut ruangan restoran.
Tanpa dipersilahkan untuk duduk, Andra dan Dimas langsung saja duduk di depan Ronal.
"Kenapa mau bertemu dengan gue?" tanya Ronal to the poin.
"Gue hanya mau memberikan lo ini," jawab Andra mendorongkan CCTV mini tersebut pada Ronal.
"Apa ini?" tanya Ronal dengan kening berkerut.
"Itu adalah bukti kalau bukan gue yang bunuh Audy," jawab Andra.
"Cih," Ronal berdecih.
"Terserah kalau lo mau percaya atau tidak, yang terpenting sekarang sudah jelas siapa pelaku yang sebenarnya!" jelas Andra.
"Mau lo percaya atau tidak gue gak peduli lagi! Gue sudah kasih lo bukti dan dari bukti itu, gue harap lo bisa tahu semua kebenarannya!" tambah Andra.
"Setelah menontonnya, mau lo menyesal atau enggak, masih menganggap gue musuh atau kembali menganggap gue teman lo lagi, gue sudah tidak perduli lagi, dan yah setelah ini berhenti mengusik kebahagiaan keluarga gue! Pergilah ke tempat yang jauh dengan adik sialan lo itu," pungkas Andra dengan nada memerintahnya.
"Buat apa gue pergi?" tanya Ronal tersenyum miring dan menaikkan sebelah alisnya.
"Whetever," balas Andra lalu berdiri dari duduknya. "Gue tahu bagaimana diri lo yang sebenarnya, jadi jangan meminta maaf pada gue karena gue juga salah waktu itu, gue pergi meninggalkan lo sendiri tanpa menjelaskan semuanya!" ujar Andra lalu berjalan meninggalkan Ronal diekori oleh Dimas di belakangnya.
Ronal tersenyum miring melihat kepergian Andra dan Dimas. Dia lalu menatap CCTV mini yang tadi diberikan Andra padanya.
"Woy Ndra!" panggil Dimas.
"Apa?" ketus Andra.
"Hei bos, jangan ketus-ketus seperti itu!" ejek Dimas.
"Bicara atau jangan bicara!" dingin Andra.
"Gue lapar ayo makan dulu!" ajak Dimas santai.
"Masuk lagi ke dalam? Ogah!" balas Andra lalu memilih masuk ke dalam mobilnya.
Dimas menganga lalu menyusul Andra masuk ke dalam mobil.
"Kita cari tempat makan lain!" titah Andra dan tanpa menjawab Dimas lalu mengemudikan mobil mewah itu menuju tempat makan lain.
***
Brak!
Ariana tanpa sengaja menabrak tubuh seorang pria yang berdiri di hadapannya.
"Auch..." Ariana tersungkur di lantai.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya pria itu mengulurkan tangannya pada Ariana.
"Tidak apa-apa," ketus Ariana lalu berdiri sendiri tanpa menerima uluran tangan pria itu.
"An! Ka-kau tidak ap-ap-apa? A-aku melihatmu ta-tadi terja-jatuh," khawatir Siti.
"I'm fine," jawab Ariana. "Ayo ke kelas," ajak Ariana lalu menarik tangan Siti menuju kelas mereka.
Pria yang di tabrak Ariana mengernyit bingung pasalnya Ariana menabraknya dan tidak meminta maaf padanya.
π«π«π«
__ADS_1
TBC...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTEπ