Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Selamat Ulang Tahun


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


Mereka lalu keluar dari toko kue itu. Mereka kemudian masuk ke dalam toloh satu persatu untuk mencari semua bahan yang dibutuhkan untuk mendekor nanti malam.


"Sudah semua kan?" tanya Ariana dan dijawab anggukan kepala oleh Nafisah dan yang lainnya.


"Sekarang kita tinggal cari kado!" seru Sofia.


"Kalian sudah tahu mau memberikan kado apa pada tuan?" tanya Akhsan dan ketiga perempuan itu kompak menggeleng.


"Apa yang harus kita berikan kepada Bos Andra? Dia sudah punya semuanya," ujar Sofia.


"Entahlah," timpal Ariana tidak tahu.


"Kalau kamu Naf, mau memberikan apa pada bos Andra?" tanya Sofia pada Nafisah.


"Mmm... apa yah? Aku juga tidak memikirkan sebelumnya," kata Nafisah.


Nafisah lalu mengedarkan pandangannya dan tidak jauh dari tempat mereka berdiri, Nafisah melihat sebuah dasi berwarna biru yang dipajang di tokoh khusus peralatan untuk pria.


"Kau lihat apa Naf?" tanya Sofia lalu mengikuti arah pandang Nafisah.


"Kakak mau menghadiahkan dasi itu pada kakakku?" tanya Sofia sambil menunjuk dasi tersebut.


"Sepertinya itu cocok untuk Mas Andra," ujar Nafisah membayangkan dasi itu menggantung di leher suaminya.


"Ya betul nyonya, itu sangat cocok untuk tuan," seru Akhsan.


"Tunggu apa lagi? Hayuk ke sana!" timpal Ariana lalu menarik tangan kakak iparnya menuju tokoh tersebut.


Sesampainya di sana, ternyata mereka kalah telak dari seorang pria yang juga terlihat mengagumi dasi itu. Dasi tersebut sudah berpindah tempat ke tangan pria berjas abu-abu itu.


"Yah, kita telat," lirih Ariana.


Sofia lalu berjalan mendekat ke arah pria tersebut. "Permisi tuan," Sofia menepuk bahu lebar pria itu.


Pria itu membalikkan tubuhnya menatap Sofia, "Iya ada apa?" tanya pria itu.


"Apa anda akan membeli dasi itu?" tanya Sofia menunjuk dasi yang dipegang pria itu.


"Iya," jawabnya singkat.


"Mmm... bagaimana yah, teman saya sangat menyukai dasi itu dan apakah tuan boleh memberikannya pada kami?" tanya Sofia penuh harap.


"Saya bisa saja memberikan dasi ini pada anda, tapi saya juga menyukai dasi ini," balas pria itu lirih.


Nafisah lalu berjalan mendekat. "Tidak apa tuan, anda boleh memilikinya biar kami cari yang lain saja," tutur Nafisah lalu menatap wajah pria itu.


"Kamu," tunjuk pria itu pada Nafisah. "Kamu bukannya gadis yang di Maldives itu?" tanya pria itu mengingat kembali pertemuan singkat mereka.


"Kita ketemu lagi," sapa pria itu akhirnya.


"Naf, apa kamu mengenalnya?" selidik Sofia mengernyit.

__ADS_1


"Tidak juga, kami hanya mengobrol singkat waktu itu," jujur Nafisah.


Sofia hanya ber "oh" riah lalu kembali memohon pada pria itu. "Bisakah kami memiliki dasi itu tuan?" melas Sofia mengatupkan kedua tangannya.


"Kenapa kalian sangat menginginkan dasi ini?" bingung pria itu.


"Hari ini adalah hari ulang tahun bos sekaligus suami sahabat saya ini dan dia menginginkan dasi itu untuk dihadiahkan pada suaminya," jelas Sofia dan pria itu pun manggut-manggut mengerti.


"Baiklah, kamu bisa memilikinya," pria itu memberikan dasi tersebut pada Sofia. "Ucapkan selamat ulang tahun pada suamimu," tambah pria itu sebelum berlalu meninggalkan mereka semua.


"Terima kasih tuan," teriak Sofia dan diangguki oleh pria itu.


Mereka kemudian menuju ke meja kasir guna membayar dasi tersebut.



Christian Lacroix merupakan salah satu desainer terkenal dari Paris, Perancis. Christian Lacroix mengeluarkan koleksi dasinya yang terbilang mahal juga nih.


Terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas, dasi ini dibikin dari 100 persen sutra dengan kualitas superior. Pola jahitan dasi serta motifnya mewah, bikin dasi ini termasuk yang termahal.


Buat satu dasi ini aja, orang-orang kaya mesti mengeluarkan uang kisaran US$ 1.150 atau setara dengan Rp 16 jutaan. Kebayang ya pakai dasi seharga belasan juta.


"Bagaimana kak?" tanya Ariana setelah mengetahui harga dasi tersebut.


"Mahal An!" bisik Nafisah.


"Gpp kak! Beli saja," tutur Ariana. "Kasihan loh kak jika kakak gak jadi beli dasi ini, kak Sofia bahkan tadi memohon agar bisa mendapatkan dasi itu dan kakak malah tidak jadi membelinya," ujar Ariana membujuk dan Nafisah pun mengangguk.


"Saya beli ini mbak," ucap Nafisah.


***


Pip!


Klakson mobil yang dibunyikan Dimas terdengar di telinga mereka yang berada di kolam renang.


"Kalian tunggu saja di sini! Biar aku yang membawa kakak ke sini," tutur Ariana dan yang lainnya pun mengangguk setuju.


Ariana berlari menuju pintu utama. Dia lalu membuka lebar pintu tersebut.


"Mau ke mana kamu An?" tanya Andra mengernyit melihat penampilan Ariana yang rapih dengan memakai gaun.


"Ckckck..." Ariana berdecak. "Et!! Jangan masuk dulu!" tahan Ariana kala Andra dan Dimas hendak melangkah masuk.


Andra mengernyit, "Kenapa?" tanya Andra.


"Kakak pakai ini dulu," Ariana mengeluarkan penutup mata berwarna hitam.


"Jangan aneh-aneh kamu An!" peringat Andra, namun Ana hanya berdecih.


Ariana tidak menghiraukan kakaknya, ia lalu memasangkan penutup mata tersebut pada kakaknya.


"Ikut denganku kak," tutur Ariana menuntun Andra menuju kolam renang.


"Kak Dimas akan di situ saja? Ayo ikut!" ucap Ariana dan Dimas pun mengekor di belakang mereka.

__ADS_1


Di kolam renang, Nafisah sudah berdiri dengan memegang kue yang bertuliskan happy birthday my husband.


"Sedikit lagi dan SURPRISE!!" teriak mereka kompak.


Andra nampak terkejut dengan kejutan yang telah disiapkan ketiga perempuan itu untuknya.


Kolam renang mereka hiasi dengan menaburkan bunga mawar yang bertuliskan happy birthday Andra dengan balon di bagian pinggir kolom renang dan beberapa lilin juga.


Di sudut kolam renang terdapat dua buah meja yang telah di dekorasi seromantis mungkin dengan beberapa macam menu makanan di atasnya.


"Happy birthday kakak," ucap Ariana lalu mencium pipi Andra.


"Thank you," balas Andra tersenyum.


"Happy birthday bos," timpal Sofia.


"Selamat ulang tahun bro!" kata Dimas lalu memeluk Andra.


"Selamat ulang tahun mas," ucap Nafisah juga lalu mengarahkan kue tersebut pada Andra.


"Tiup lilinnya kak," kata Ariana. "Make a wish lebih dulu!" tambahnya dan Andra pun mengangguk.


Andra kemudian meniup lilin yang ada di kue setelah membaca doa dalam hatinya.


"Potong kuenya kak!" titah Ariana tidak sabaran.


"Potong sendiri saja!" ketus Andra.


"Kakak yang ulang tahun juga," monyong Ariana.


Andra kemudian memotong kue dan suapan pertama ia berikan kepada istrinya lalu Ariana dan baru Sofia.


"Gue Ndra?" iri Dimas.


"Lo, potong sendiri!" ketus Andra.


"Sekarang kita makan malam!" seru Ariana dan berjalan menuju meja yang sudah mereka siapkan.


Tak jauh dari mereka, terlihat Pak Arif dan juga Akhsan sedang sibuk membakar barbeque untuk mereka semua.


"Selamat ulang tahun tuan!" teriak Pak Arif dan Akhsan.


"Makasih pak," balas Andra.


"Ini untukmu mas," Nafisah memberikan hadiahnya pada Andra.


"Ini apa?" tanya Andra.


"Nanti saja bukanya," imbuh Nafisah.


"Baiklah," kata Andra.


Malam ini pun mereka habiskan dengan berpesta barbeque dan bercanda gurau.


πŸ”«πŸ”«πŸ”«

__ADS_1


TBC...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTEπŸ’•


__ADS_2