Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Maldives Part 2 (Menahan Nafsu)


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


"Benar-benar ponakan tak ada akhlak kau Andra!" geram Paman Tio membuat Nafisah terkejut, namun tidak dengan Andra yang santai kayak di pantai. Sebab di kedua telinganya sudah terpasang headset blootooth.


"Ingin rasanya aku menendang harta berhargamu itu Andra," gumam Paman Tio tertahan.


"Kau sudah gila paman? Kenapa bicara sendiri?" ejek Andra.


Cit!


Paman Tio mengerem mendadak. Membuat Andra dan Nafisah terhuyung ke depan. Untung saja Andra sigap sehingga kening Nafisah tidak terbentur di belakang kursi kemudi dan malah terbentur di tangannya.


"Hampir saja jidat istriku terbentur," kata Andra dengan nada meninggi sambil mengelus-elus kening Nafisah dengan lembut.


"Aku tidak apa-apa mas," ucap Nafisah menghentikan elusan tangan Andra pada keningnya.


Paman Tio hanya menatap datar kepada Andra yang sudah menatapnya tajam.


"Sudah sampai turunlah!" kata Paman Tio ternyata mereka sudah sampai di resort bukan hotel.


"kenapa disini? Ini bukan hotelku paman. Apa kau sudah pikun?" tanya Andra mengamati resort itu.


"Ku rasa ini lebih cocok untukmu dan istrimu dibanding harus menginap di hotel," ujar Paman Tio.


Bukan karena cocok tidak cocok, melainkan Tio tidak akan bisa bebas jika Andra menginap di hotel. Pasalnya pasti keponakan laknatnya itu akan selalu memerintahnya mulai dari hal sederhana.


"Bilang saja kalau kau mau bebas dari perintahku," tuduh Andra.


"Astagfirullah kau selalu saja soudzon dengan pamanmu ini," kata Tio sok mendrama. Padahal itu benar adanya.


"Mas, gak boleh gitu! Kasihan paman," seru Nafisah membuat Andra menghela napasnya kasar.


"Masuklah! Kalian sudah ditunggu," imbuh Tio.


Dia tidak ikut masuk ke dalam resort dikarenakan masih banyak yang harus ia kerjakan. Demi menjemput keponakannya, ia rela meninggalkan berkas-berkas pentingnya, tapi sayang keponakannya itu tidak peka sama sekali.



KURUMBA


Terletak di sebuah pulau tropis pribadi di Atol Male Utara, Kurumba Maldives menawarkan pantai berpasir putih dan pemandangan pohon-pohon kelapa yang indah. Mudah dicapai dari bandara internasional dan ibu kota Male, layanan antar-jemput tersedia 24 jam sehari, memakan waktu kurang dari 10 menit untuk tiba dari bandara dengan perahu cepat akomodasi. Akomodasi ini menawarkan akses Wi-Fi gratis di semua kamar, 8 restoran, dan 4 bar.Β 


Resor ini memiliki 2 kolam renang air tawar terbuka, 3 lapangan tenis, dan 1 pusat kebugaran. Selain beragam perawatan, Veli Spa juga menawarkan perawatan Dhivehi Beys yang unik, serta perawatan modern dan tradisional. Akomodasi ini menawarkan wisata antar pulau dan perjalanan memancing, demikian juga wisata sesuai dengan keinginan Anda.


Semua kamar dan unit vila yang mewah di resor ini memiliki teras pribadi dengan pemandangan pantai. Setiap kamar menyediakan TV kabel/satelit, saluran kabel berbahasa Mandarin, brankas, dan meja kerja. Kulkas dan fasilitas membuat teh/kopi juga tersedia. Kamar mandi pribadinya dilengkapi dengan bathtub dan shower. Fasilitas tambahan yang ditawarkan adalah tas pantai, sandal, dan teko listrik.Β 


Beragam restoran di Kurumba menyajikan berbagai macam hidangan yang lezat, termasuk pilihan hidangan Italia, Jepang, India, dan Lebanon. Fez Lounge menawarkan berbagai pilihan shisha, koktail, dan camilan. Bar Athiri adalah tempat terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah, sementara bar Kandu menampilkan musik langsung.


"Masyaallah indahnya," ucap Nafisah kala dirinya dan Andra serta anak buah suaminya sudah memasuki resort.


"Kamu suka?" tanya Andra memandang lekat istrinya yang sedang mengedarkan pandangannya pada seluruh penjuru resort.


"Sangat," jawab Nafisah.

__ADS_1


Andra sangat berterima kasih pada pamannya karena telah memilihkan tempat yang indah untuk dirinya dan juga istrinya.


Apalagi saat istrinya mejawab sangat. Rasanya ingin sekali Andra memberikan bonus pada pamannya itu, namun ia kembali mengingat kelakuan menyebalkan pamannya jadi niatnya ia urungkan.


"Welcome mr and mrs. Yudhiantara," sambut maneger resort yang juga merupakan sahabat karib pamannya.


"Thank you," balas Andra dan mereka kemudian saling berjabat tangan.


"Looks like my wife is tired, can you please show us our room?" tanya Andra setelah menatap wajah lelah istrinya.


"Of course sir," balas maneger resort. " You guys brought things Mr. and Mrs. Yudhiantara," titahnya pada dua orang office boy agar membawakan koper Andra dan juga Nafisah.


"Do not bother," imbuh Nafisah saat kedua OB itu mulai mendekar hendak meraih koper yang ada ditangannya.


"Not a bother because that's their job," balas Maneger. OB itu pun mengambil alih kedua koper milik Andra dan Nafisah.


"Prepare a room for them too," kata Andra menunjuk lima anak buah yang ikut bersamanya.


"Okay sir," ucap maneger itu kemudian meminta resepsionas agar memberikan kamar untuk kelima anak buah Andra.


Maneger itu lalu memberikan dua kunci kepada anak buah Andra. Setelah menjelaskan semuanya mereka pun istirahat di kamar masing-masing.


"Mau mandi dulu?" tanya Andra dan Nafisah pun mengangguk kala merasa badannya sudah lengket.


"Buka saja penutup wajah dan jilbabmu! Hanya ada aku disini, tidak ada yang lain," tutur Andra. Nafisah lalu membuka penutup wajahnya memperlihatkan wajahnya yang cantik bagai bidadari surga, namun yang ini tidak bersayap.


Setelah penutup wajah, Nafisah juga membuka jilbabnya. Mengurai indah rambutnya yang panjang sampai pinggangnya dengan warna hitam pekat. Alami tanpa adanya warna tambahan.


"Cantik," puji Andra terang-terangan karena apa yang dikatakannya sesuai dengan apa yang dilihatnya. Kalau saja tidak menjaga imeg mungkin air liurnya sudah mengalir dari mulutnya.πŸ˜‚πŸ˜‚


"Terima kasih," balas Nafisah tersenyum manis semanis coklat batang. Andra baru menyadari satu hal, ternyata senyum istrinya sangat menggoda iman.


Bukan hanya sekali ia akan melakukannya berkali-kali, sama saat malam pertama mereka sampai-sampai Nafisah pingsan karena ulahnya yang tidak tahu batasan.


Andra menggelengkan kepalanya berharap pikiran liarnya hilang.


"Mas kenapa? Sakit kepala?" tanya Nafisah polos kala melihat suaminya itu geleng-geleng dan memegangi kepalanya.


"Tidak. Kamu mandilah dulu setelah itu baru aku," ujar Andra. Nafisah pun menurut ia meraih handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.


"Besok saja yah, jangan ganggu dulu kasihan dia lelah," gumam Andra pada adik juniornya. Harta yang tadi ingin sekali ditendang oleh pamannya.


Andra berusaha menenangkan adik kecilnya agar tidak meronta. Sepertinya setelah ini mandi yang seharusnya hanya beberapa menit akan menjadi berjam-jam.


"Kenapa hanya dengan melihat wajah dan senyum Nafisah adik juniorku langsung bangun?" tanya Andra pada dirinya sendiri. Kalau dia saja bingung, apa kabar dengan kami para readers?


***


Malam hari pun tiba. Andra tidur di ranjang menggulung tubuhnya dengan selimut tebal. Dia menggigil karena terlalu lama bermandikan air dingin agar adik juniornya tertidur kembali dan tidak meronta.


"Masih dingin?" tanya Nafisah ikut berbaring di samping Andra dengan belakangnya yang bersandar di kepala ranjang.


"Mmm," jawab Andra lalu memeluk Nafisah mencari kehangatan pada tubuh istrinya.


"Mau aku kerok," tanya Nafisah takut-takut jika nanti suaminya itu masuk angin.

__ADS_1


Namun, dengan cepat Andra menggeleng. Cukup satu kali ia merasakan bagaimana sakitnya di kerok dan dia sudah berjanji tidak akan mau lagi jika ada seseorang yang menawarinya untuk dikerok.


Cukup Dimas yang mengawali dan jangan ada lagi pihak kedua, ketiga dan lainnya. Cukup sudah tubuh bagian belakangnya merah-merah bak orang yang dicambuk.


"Nanti kamu bisa masuk angin mas," tutur Nafisah lembut.


"Tidak akan," balas Andra dengan suara bergetar menahan dingin.


"Dasar keras kepala," cibir Nafisah.


Andra tidak memperdulikan apa kata istrinya. Ia semakin mempererat rengkuhannya pada pinggang ramping istrinya.


Nafisah juga membalas pelukan suaminya tak kalah erat. Mungkin dengan cara seperti ini, suaminya bisa kembali hangat.


***


Terjemahan percakapan bhs inggris


" Welcome mr and mrs. Yudhiantara,"


( "Selamat datang Tuan dan Nyonya Yudhiantara," )


" Thank you,"


( " Terima kasih," )


" Looks like my wife is tired, can you please show us our room?"


( "Sepertinya istriku lelah, bisakah kamu menunjukkan kamar kami?" )


" Of course sir,"


( "Tentu saja Tuan," )


" You guys brought things Mr. and Mrs. Yudhiantara,"


( "Kalian bawa barang-barang Tuan dan Nyonya Yudhiantara," )


" No need to bother,"


( " tidak perlu repot," )


"Not a bother, because that's their job,"


( "Tidak merepotkan, karena itu tugas mereka," )


" Prepare a room for them too,"


( "Siapkan kamar untuk mereka juga," )


" Okay sir,"


( " Oke pak," )


πŸ”«πŸ”«πŸ”«

__ADS_1


TBC...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTEπŸ’•


__ADS_2