Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Penyelamatan Part 2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


"Jadi, mereka tidak membawa Nafisah ke mana-mana. Nafisah ada di sini dan lokasi kedua adalah zonk! Ckckck... permainanmu sangat kuno Ronal," ejek Andra tersenyum miring.


Andra lalu menutup mulutnya dengan sapu tangan agar tidak ada yang mengenalinya, setelah itu ia pun berjalan dengan bebas menelusuri merkas Ronal.


"Hei kau!!" teriak seseorang dari belakang Andra.


Andra memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya. Secepat inikah ada orang yang mengenali dirinya?


Andra lalu menghela napasnya dengan kasar dan membalikkan tubuhnya.


"Ada apa?" tanya Andra dengan nada suara yang dibuat-buat.


"Mau apa kau ke sana?" tanya balik orang itu menyelidik.


"Memangnya kenapa kalau aku ke sana?" tanya Andra lagi.


"Kau mau di terkam hiu bodoh!! Itu adalah kolam renang yang berisi ikan hiu peliharaan tuan muda kedua," jelas pria yang diketahui Andra merupakan anak buah Ronal.


"Tuan muda kedua? Siapa yang dia maksud? Apa ada bos mereka lagi selain Ronal?" batin Andra bertanya-tanya.


"Oh begitu, aku tidak tahu itu," ujar Andra kikuk. "Aku anak baru, jadi wajar saja aku tidak tahu," tambah Andra ketika melihat wajah bingung pria itu.


"Sejak kapan ada pengangkatan anak buah baru dan aku tidak mengetahuinya?" tanya anak buah Ronal sambil berpikir. "Apakah mungkin saat aku hiatus?" lanjutnya.


"Iya benar saat itu aku juga tidak melihatmu dan baru kali ini aku melihat makhluk sepertimu," balas Andra sedikit menghina karena wajah anak buah Ronal itu hampir sama dengan boneka chucky.


"Apa maksudmu? Kau anak baru yah! Jangan sekena-kenanya kau berbicara!" bentak pria itu. "Namaku Jp atau Jupri! Panggil aku Jp!" ucapnya lalu menjabat tangan Andra.


"Aku JM atau Jamaluddin," balas Andra asal.


"Hahaha... ternyata kita satu spesies," ucap Jp atau Jupri terkekeh.


Andra hanya mengangguk bisa gila dia lama-lama berbicara dengan Jupri.


"Oh iya, katanya bos menyekap seorang wanita benar tidak?" selidik Andra dan Jupri pun mengangguk.


"Iya, katanya sih anak apa istrinya si An... oh anton," kata Jupri sekenanya.


Andra membulatkan matanya dan tidak tahu apa lagi sekarang dia sangat kesal sampai-sampai ia ingin melemparkan Jupri masuk ke dalam ruangan tertutup itu agar dimakan hidup-hidup oleh Hiu yang ada di dalam sana.


"Hei! Namaku Andra bukan Anton be*go!" kesal Andra dalam hati.


"Dia sekarang di mana?" tanya Andra menahan rasa kesalnya.


"Dia di gurung di dalam kamar tamu! Yang ada di sana," tunjuk Jupri dan Andra pun tersenyum.


Bugh!


Andra memukul tengkuk leher Jupri dan memasukkannya ke dalam ruangan yang katanya ada ikan hiu di dalam sana dan ternyata memang benar adanya.


"Semoga kau tenang di alam sana," ucap Andra lalu membuang tubuh Jupri masuk ke dalam kolam hiu tanpa belas kasih sedikit pun untuk pria malang itu.


Byur!


Seketika para hiu yang sudah kelaparan itu langsung menyantap tubuh Jupri. Andra kemudian kembali menutup pintu ruangan tersebut.

__ADS_1


Andra tersenyum miring di balik penutup wajahnya dan berjalan menuju tempat yang tadi ditunjukkan Jupri padanya.


"Hei siapa kau!!" teriak anak buah yang berjaga di depan pintu kamar tempat Nafisah di gurung. Mereka bukanlah Jupri yang mudah dikelabuhi oleh Andra.


Bugh!


Andra mendaratkan satu bogeman di wajah anak buah yang tadi meneriakinya.


Bugh!


Andra juga meninju perut anak buah yang satunya lagi.


"Aku tidak suka bermain-main dengan hama seperti kalian dan mari kita ke intinya saja," kata Andra lalu mengeluarkan kembali pisaunya.


Srek!


Srek!


Andra menusuk dan menggulung pisaunya di perut anak buah Ronal dan yang satunya Andra menyayat lehernya sampai-sampai kepala dan tubuhnya hampir terpisah.


Brak!


Andra menendang pintu kamar itu membuat Nafisah terbangun dari tidurnya dan dengan perlahan memundurkan tubuhnya ketakutan.


Andra langsung saja menghampiri Nafisah lalu memeluknya erat.


"Lepaskan!! Siapa kau? Lancang sekali kau memelukku!!" berontak Nafisah sambil mendorong tubuh Andra agar menjauh.


"Sstt... sayang ini aku," tutur Andra dan Nafisah pun sedikit menjauhkan tubuhnya dan merangkum wajah Andra dengan kedua tangannya.


Andra pun membuka penutup wajahnya lalu tersenyum manis pada istrinya itu.


"Iya ini aku sayang, Andra," timpal Andra dan Nafisah pun memeluk erat suaminya itu.


"Sekarang kita keluar dari sini," ucap Andra dan Nafisah pun mengangguk. "Ayo!" ajak Andra melepaskan pelukannya lalu menarik tangan Nafisah keluar dari kamar.


"Mau kemana kau Andra Yudhiantara?!" tekan Ronal yang kini sudah duduk di sofa ruang tamu sambil tersenyum miring pada Andra.


"Kau kira bisa mudah keluar dari markasku setelah mengacaukan semuanya? No!" ujar Ronal bangkit dari duduknya dan berjalan menuju Andra.


Andra lalu menarik tangan Nafisah dan menyembunyikan istrinya itu di balik tubuhnya.


"Cih, seperti orang hebat saja dirimu," timpal Andra meremehkan Ronal lalu meludah.


"Ahahaha... memangnya aku harus hebat seperti apa? Haruskah aku menjadi dirimu dulu? Tapi sayangnya aku tidak tertarik menjadi monster sepertimu," hina Ronal dengan sinisnya.


"Kalian seret kembali wanita itu masuk ke dalam kamar!" titah Ronal pada anak buahnya.


"Baik bos," balas anak buah Ronal hendak mendekat, namun terhenti ketika Andra berteriak pada mereka


"Berhenti!! Jika kalian berani mendekat apa lagi menyentuh tangan istriku, aku akan menghabisi kalian semua," ancam Andra menatap tajam anak buah Ronal yang hendak mendekat.


"Jangan pedulikan dia cepat seret istrinya!" teriak Ronal dengan lantangnya dan anak buahnya itu pun kembali berjalan lagi.


"Jadi, kau menantangku!" geram Andra lalu menarik Nafisah ke dalam pelukannya.


"Peluk saja aku jangan lihat yang lain!" bisik Andra dan Nafisah pun menganggukkan kepalanya.


Dor!

__ADS_1


Dor!


Andra menembaki dua anak buah Ronal yang tadi berjalan mendekat. Ronal tersenyum miring.


Jantung Nafisah berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya ia deg-degan dan juga takut dalam waktu yang bersamaan.


"Wah hebat, kau bahkan sudah bersikap biasa saja setelah membunuh orang," puji Ronal namun menyindir juga.


Andra hanya acuh tak acuh dan menatap Ronal dengan tatapan penuh dengan kebencian. Karena Ronal ia harus menembak di depan Nafisah mungkin Nafisah tidak melihatnya namun wanita itu bisa mendengarnya.


"Sekarang giliran kalian!" titah Ronal dan dua anak buahnya kembali maju namun Andra kali ini lebih sigap dari mereka.


"Kau yang menginginkan ini maka rasakan ini juga," kata Andra tersenyum smirk.


Dor!


Dor!


Dor!


Dor!


Andra menembak semua anak buah Ronal.


"Andra!!" teriak Ronal murkah karena sekarang hanya dirinya yang tersisa. Semua anak buahnya telah tewas ditembak oleh Andra.


"Kenapa? Bukankah permainan memang begini sa-ha-ba-t!" ejek Andra menekankan kata sahabat.


"Baji*ngan!!" murkah Ronal lalu mengambil pistolnya hendak menembak Andra namun kalah telak saat Andra sudah melepaskan pelurunya dan tepat mengenai tangan kanannya.


"Arghhh..." Ronal meringis sakit.


"Maafkan aku tapi kau yang lebih dulu ingin membunuhku," seru Andra lalu berjalan keluar maninggalkan Ronal yang meringis kesakitan.


Di ambang pintu Nafisah sudah tidak bisa lagi menahan sakit kepalanya dan Nafisah pun jatuh pingsan di pelukan suaminya.


"Sayang, hei! Naf!! Bangun sayang!" cemas Andra menepuk-nepuk pipi Nafisah.


"Sayang jangan buat aku khawatir! Naf please buka matamu sayang!" pinta Andra.


"Jack!!! Jack!!!" teriak Andra pada Jack yang masih sibuk membabi buta anak buah Ronal.


Jack kemudian menembak jantung anak buah Ronal untuk mengakhiri pertarungan mereka kemudian berlari menuju Andra dan Nafisah.


"Ada apa bos? Kenapa dengan nyonya?" tanya Jack beruntun.


"Cepat ambil mobil kita harus bawa Nafisah ke rumah sakit!" titah Andra. "Jack cepatlah!!" bentak Andra dan Jack pun langsung berlari guna mengambil mobil mereka.


Namun karena mobil mereka terlalu jauh, Jack pun memilih untuk menggunakan mobil yang terparkir di halaman markas Ronal.


"Bos ayo naik!" teriak Jack dan Andra pun menggendong Nafisah masuk ke dalam mobil.


"Selesaikan itu! Dan bawalah mobilku pulang ke markas!" titah Jack pada anak buah mereka.


Jack lalu mengemudikan mobil tersebut dengan cepat menuju rumah sakit terdekat.


πŸ”«πŸ”«πŸ”«


TBC...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTEπŸ’•


__ADS_2