Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Menyerang


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


Penderitaan pak Arif dan chef Xion tidak sampai disitu saja, kedua ibu hamil itu mengerjai mereka habis-habisan.


Bahkan mereka meminta pak Arif dan chef Xion main kuda-kudaan dengan chef Xion yang menjadi kudanya dan pak Arif yang menjadi penunggangnya.


Tak hanya itu saja, mereka juga meminta pak Arif dan chef Xion bermain pedang-pedangan dengan menggunakan spatula dan wajan.


"Hahahaha... sudah-sudah perutku sudah sakit karena tertawa," ucap Sofia memberhentikan pertarungan chef Xion dan pak Arif.


Pak Arif dan chef Xion bernapas lega. Mereka kemudian menyimpan kembali alat-alat masak yang tadi mereka gunakan ketempatnya semula.


"Aku mau nonton film ajalah Naf, kamu mau ikut?" tanya Sofia pada Nafisah yang sibuk mengunyah kentang goreng.


"Mau!" jawab Nafisah. Mereka pun meninggalkan dapur dan menuju kamar Sofia.


Pak Arif dan chef Xion berulang kali mengucap syukur dan terduduk lemas dilantai.


"Lain kali aku tidak akan memperlihatkan diriku didepan mereka berdua," tutur chef Xion..


"Aku juga! Sudah cukup disini saja!" timpal pak Arif.


Sedangkan didalam kamar Sofia, mereka berdua asik menonton film rilisan tahun 2017. Film itu dibintangi oleh Bunga Citra Lestari atau BCL dan Joe Taslim.


Film dengan genre sedih ini berjudul, "Surat Kecil Untuk Tuhan." Sebuah kisah pilu tentang kehidupan kakak beradik yatim piatu.


"Hiks... hiks... kenapa gini sih filmnya sedih banget tahu," cerocos Sofia sambil melap ingusnya dengan tisu.


Slur! [ anggap aja begitu bunyinya yah😂]


Bukan hanya Sofia yang menangis menonton film yang menyayat hati tersebut, tapi Nafisah pun sama.


"Huwaaaaaa!!" Sofia meraung.


Nafisah menganga melihat sosok Sofia yang terkenal garang kini menjadi wanita mellow hanya karena film.


Sungguh hebat efek ibu hamil atau karena filmnya memang sangat menyayat hati? Sehingga ia menangis sampai meraung-raung.


"Filmnya jahat Naf!" aduh Sofia membuat Nafisah mengernyit.


"Ana comeback!" ucap Ariana antusias memasuki kamar Sofia.


"Loh, kak Naf dan kak Sof kok nangis?" tanya Ariana khawatir.


Dia pun mendekat lalu duduk ditengah-tengah bumil itu lalu membawa kedua kepala itu untuk bersandar pada bahunya dan menepuk-nepuknya lembut.


"Cup... cup... cup... sudah! Coba cerita kenapa kalian bisa menangis seperti ini?" tanya Ariana.


"An... hiks... hiks..." ucap Sofia tidak bisa mengontrol tangisnya.


"Berhenti dulu katakan baru dilanjut lagi nangisnya!" tutur Ariana polos.


Sofia pun mengikuti kata-kata Ariana. Ia menghapus air matanya terlebih dulu lalu menarik napasnya untuk rileks.


"Kenapa kalian berdua menangis?" tanya Ariana.


"Karena itu," tunjuk Sofia pada layar monitor besar televisi itu. "Hiks... hiks..." Sofia kembali menangis sesuai dengan saran Ariana tadi.


Ariana menganga dengan mata membulat ia kemudian menepuk jidatnya sendiri lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.


"Ana kira apaan," gumam Ariana pelan.


"Emang ini filmnya bikin mewek juga," balas Nafisah dan diacungi jempol oleh Sofia.


"Terserah," seru Ariana acuh tak acuh dan memainkan ponselnya.


***


Malam kini telah menyapa. Mentari telah berganti menjadi rembulan. Langit yang semula terang kini berubah menjadi gelap dihiasi beribu-ribu bintang dilangit.


"Sudah siap?" tanya Dimas pada Jack.


"Sudah," jawab Jack mengacungkan jempolnya.


"Baiklah, kali ini kita akan menyerang tanpa sepengetahuan bos Andra. Maka dari itu saya mau kalian semua berhati-hati dalam bertindak!" ujar Dimas dan diangguki oleh semua anak buahnya.


Mereka pun keluar dari markas besar. Tak banyak yang ikut hanya beberapa dan beberapanya lagi tinggal di markas untuk berjaga-jaga.


Mereka menggunakan sekitar lima mobil. Para anak buah mereka memakai mobil Conquest Knight XV.


Perpaduan antara kemewahan interior dan ketangguhan ekstrior menjadi kelebihan mobil bernama Knight XV ini. Mobil tersebut diproduksi oleh Conquest Vehicle yang mengkhususkan diri dalam membuat mobil anti peluru. Ketangguhan Knight XV juga terlihat dari segi mesin yang ditenagai mesin V10 6.8 Liter yang dibuat oleh Ford. Selain itu, tersedia pula versi Diesel yang memakai mesin Ford 6.7L Power Stroke, V8 Turbo diesel engine dengan tenaga 300 Horsepower serta torsi 660 lbs.


Setiap sisi mobil anti peluru ini dilengkapi teknologi terbaik yang bisa menahan serangan berondongan peluru, bom, hingga mortir. Dimana untuk kacanya mengggunakan kaca ballistic glass dan bodi ballistic alumunium yang berstandar militer. Mobil SUV anti peluru ini juga memiliki desain eksterior sangat gahar dan didalamnya memiliki kabin sangat mewah yang menjaga kenyamanan penumpang bagian belakang.


Sedangkan Dimas dan Jack menggunakan mobil Dimas, Mercedes-Maybach S 600 Pullman Guard.


Mobil anti peluru yang satu ini menjadi pilihan Presiden Jokowi sebagai mobil dinasnya. Pemilihan Mercedes-Maybach S 600 Pullman Guard sangat beralasan. Pasalnya mobil ini memiliki interior super mewah yang akan memanjakan penumpang belakang dan telah memiliki lisensi perlindungan B6/B7 yang merupakan standar proteksi keamanan tertinggi dari sebuah mobil. Menariknya lagi, mobil anti peluru tersebut memiliki ban canggih yang tetap bisa digunakan untuk berlari hingga kecepatan 60 km/jam.

__ADS_1


Selain memiliki kemampuan anti peluru, Mercedes-Maybach S 600 Pullman Guard. juga diklaim mampu menahan serangan mortir, granat, hingga serpihan ledakan bom. Kecanggihan mobil ini juga terbukti dengan hadirnya sistem pemadam kebakaran yang mampu mengunci titik penyebaran api serta dilengkapi panic alarm system yang akan memeritahukan pengendaranya saat terjadi ancaman. Semua kecanggihan tersebut membuat Mercedes-Maybach S 600 Pullman Guard layak disebut sebagai mobil anti peluru termewah dan terbaik di dunia.


Mereka pun langsung saja bergegas menuju markas para kaparat itu berada. Mungkin lebih bagus jika dikatakan preman berkelas, namun hal itu tidak sesuai dengan perbuatan mereka, jadi sebut saja mereka semua kaparat.


Markas mereka berada dipelosok kota agak jauh dari markas geng forest lion. Mereka semua berkendara dalam kecepatan diatas rata-rata.


Dimas memberhentikan mobilnya tepat di jalan masuk markas geng kaparat itu begitu pula dengan mobil anak buahnya.


"Mobil kita simpan di sini saja agar mereka tidak mengetahui kedatangan kita," pungkas Dimas.


"Baiklah, apa kalian sudah siap?" tanya Jack pada semua anak buahnya.


"Sudah," jawab mereka bersamaan.


"Oke, mari bergerak!" titah Dimas dan mereka pun mulai memasuki lorong sempit yang merupakan jalan menuju markas para kaparat tersebut.


"Hei siapa kalian?!!" teriak salah satu preman itu.


Tanpa banyak bacot, Jack langsung saja memukul tengkuk preman itu, sehingga preman tersebut jadi tidak sadarkan diri.


Karena mendengar teriakan dari preman yang sudah tidak sadarkan diri itu, beberapa preman berlari keluar dan melihat siapa yang datang.


"Siapa kalian? Dan mau apa kalian disini?" teriak preman berbadan berotot dengan kepala botak itu.


"Aish... kalian ini tidak bisakah berkata lembut sedikit?! Lihatlah wajahmu itu sudah mulai keriput keseringan marah-marah," ejek Jack.


"Benarkah wajahku sudah mulai keriput kus?" tanya pria berkepala botak itu pada pria disampingnya yang berbadan kurus, tetapi tinggi sembari mengelus-elus wajahnya.


"Elo memang udah dari lahir keriput," jawab pria bertubuh kurus itu.


"Sialan lo," umpat pria berkepala botak itu.


"Bodoh amat gue keriput, kagak peduli gue! Yang penting gue udah dapat lima bini. Emang lo punya bini? Kalau gue lihat-lihat lo pasti jomblo yah kan? Jomblo tingkat akut... bwahahahaha," ejek balik pria berkepala botak itu pada Dimas.


"Oh god, dia memiliki lima istri? Sudah katarak mata istri-istrinya itu. Dan apa katanya aku jomblo? Yaaaa!! Kau mau mati?!!" teriak Jack tidak terima dikatakan jomblo apalagi jomblo tingkat akut.


"Yah, kus dia marah... hahahaha," Pria itu kembali terbahak.


Tidak terima dikatakan jomblo, Jack pun langsung membenturkan kepala botak preman tersebut ke tembok dengan sangat keras membuat si botak pusing dan jatuh pingsan disamping preman pertama tadi.


"Sekarang giliranmu!" tunjuk Jack pada si kurus atau tikus kata si botak tadi.


"Owalah... jangan gitu yah! Damai kita! Sebagai rakyat Indonesia..."


Bugh!


Sebelum si kurus menyelesaikan ceramahnya, Jack terlebih dulu menendang aset berharganya membuat si kurus meringis menahan sakit sembari berguling-guling di tanah.


"Kata Rio mereka semua berbahaya, lalu ini apa? Mereka tidak ada bedanya dengan preman-preman pasar," ujar Jack meremehkan.


Tak lama keluar lagi beberapa pria bertubuh berotot. Jumlah yang keluar kali ini lebih banyak dibandingkan yang sebelumnya.


"Habisi mereka!!" titah Jack pada anak buahnya.


Dimas berkelahi dengan pria yang bertubuh gagah dan berotot, sedangkan Jack berkelahi dengan tiga orang sekaligus.


Bugh!


Dimas meninju pipi pria tersebut.


Bugh!


Dimas menendang perut pria itu.


Bugh!


Satu lagi tinju mendarat pada pipi sebelah kanan pria itu.


Bugh!


Tendangan melayan mendarat pas di kepala pria itu membuatnya terjatuh di tanah dan tidak sadarkan diri.


"Dasar lemah!" ucap Dimas lalu melawan yang lainnya pula.


Bugh!


Salah satu lawan Jack, berhasil meninju perut Jack.


"Kau!!" tunjuk Jack sambil memegangi perutnya.


Bugh-bugh-bugh!


Jack meninju perut pria itu berulang kali dan terakhir membenturkannya pada tembok.


Sedangkan dua lawannya lagi yang masih bertahan saling pandang dan sama-sama meringis.


"Sekarang giliran kalian!" kata Jack lalu mendaraktan bogeman dan tendangan maut di tubuh pria-pria tersebut.


Dor!

__ADS_1


Seseorang yang baru saja keluar dari dalam markas melepaskan peluru ke atas, membuat semuanya berhenti seketika.


"Siapa kalian, ha? Berani-beraninya kalian mengganggu ketenanganku!!" murkah orang yang ternyata adalah pemimpin geng kaparat tersebut.


"Bolu!!" panggil Dimas pada pimpinan geng itu.


"Dimas!" ucap pria bernama Bolu itu.


"Ternyata mereka ini, anak buahmu?" tanya Dimas pada Bolu.


Bolu mengangguk, "Benar, mereka semua anak buahku," jawabnya.


"Ada apa kau datang kesini dan membuat kekacauan?" tanya Bolu.


"Aku hanya ingin mencari beberapa pembunuh dan pemerkosa diantara anak-anak buahmu ini!" tegas Dimas.


"Apa maksudmu? Kami memang preman, tapi tidak serendah itu juga! Aku sudah tidak seperti kau dan Andra yang membunuh tanpa ampun," ujar Bolu tidak terima.


"Kau tidak percaya kepadaku Bolu?" tanya Dimas.


"Aku sangat mempercayai dirimu dan Andra. Selama ini kalian yang membantu perekonomian keluargaku, tapi apa maksudmu tadi? Dan apakah kau memiliki bukti?" jawab Bolu.


Bolu merupakan kembaran dari ayah angkat Andra, Boli. Setelah Boli meninggal, Bolu memutuskan untuk keluar dari dunia mafia dan membentuk geng baru yang bekerja sebagai preman tapi selalu membantu bukan menyusahkan masyarakat.


Namun, ada sebagian dari mereka yang menjadi pembangkang. Tidak mengikuti kata-kata Bolu. Contohnya, para kaparat yang membunuh dan memperkosa Audy.


"Kau lihatlah ini sendiri," ucap Dimas menyerahkan CCTV yang sedari tadi ia bawa kepada Bolu.


"Masuklah dulu!" kata Bolu dan mereka semua pun masuk ke dalam.


Bolu mengepalkan tangannya kuat-kuat, rahangmya sudah mengeras dan wajahnya pun sudah mulai memerah menahan amarah.


"Kemana mereka berempat?" tanya Bolu pada salah anak buah yang selalu setia berada di sampingnya.


"Mereka sedang keluar bos," jawab pria itu takut-takut.


Dan tidak lama datanglah empat pria dengan gaya angkuhnya memasuki markas tersebut.


"Oh, ada tamu!" ucap salah satu dari mereka yang merupakan penembak dan juga pemerkosa Audy.


Bugh!


Bolu mendaratkan satu bogeman keras pada pipi preman yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


"Ada apa ini?" tanya pria itu sembari melap darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Sejak kapan aku mengajarimu menjadi pria baji*ngan, ha?!!" murkah Bolu pada pria yang berumuran sama seperti Dimas itu.


"Apa maksudmu?" tanya pria itu kebingungan.


"Jangan pura-pura polos Brian!! Aku sudah tahu semua kebejatanmu di luar sana! Kau pikir kau ini siapa? Kau hanyalah anak yang aku angkat dari jalanan!!" marah Bolu.


Pria bernama Brian itu tersenyum getir, " Ya! Aku memang anak pungut, tapi hidup dan masa depanku aku yang menentukannya bukan dirimu!!!" teriak Brian pada Bolu.


"Aku sudah menganggapmu sebagai anakku sendiri, lantas mengapa kau seperti ini? Apa aku salah mendidikmu? Apa aku salah memilihmu menjadi putraku? Ini merupakan kesalahan terbesarku memungut anak tidak tahu diri sepertimu!" pungkas Bolu murkah.


"Dimas bawa saja mereka ini ke penjara! Mau mereka di hukum mati atau seumur hidup aku sudah tidak peduli!" ujar Bolu berusaha meredahkan amarahnya.


"Kalian bawa mereka!" titah Dimas pada anak buahnya dan mereka pun langsung di seret keluar.


"Aku pamit dulu," ucap Dimas seraya membungkuk hormat.


Dimas dan anak buahnya pun meninggalkan markas Bolu. Mereka langsung saja membawa keempat pria yang masih berusia muda itu masuk ke dalam jeruji besi.


"Jadi, dia adalah adik dari bos besar yang meninggal?" tanya Jack.


Jack tidak mengetahui Boli ataupun Bolu karena dia dan Rio bergabung dengan geng Forest lion setelah Andra yang menjabat sebagai bos Mafia mereka.


"Ya, seperti yang kukatakan sebelumnya," jawab Dimas.


Saat ini mereka sudah ada di markas besar. Rencananya Dimas akan kembali besok pagi dan memberikan rekaman CCTV itu kepada Andra agar kesalah pahaman Andra dengan Ronal tidak berkepanjangan.


"Dim!" panggil Jack.


Dimas menoleh, "Apa?" tanya Dimas.


"Apa wajah gue ini menunjukkan status gue sebagai raja jomblo?" tanya Jack memastikan.


"Bwahahaha..." Rio terbahak saat tidak sengaja mendengar pertanyaan konyol Jack.


"Jadi selama ini, jomblo teriak jomblo... hahahaha," ucap Rio terbahak.


"Sialan lo," umpat Jack melemparkan bantal sofa pada Rio.


***


Jangan Lupa baca juga Cerita baruku yah! "DELIMA" Wanita Malang.


🔫🔫🔫

__ADS_1


TBC...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE❤


__ADS_2