Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Persiapan Ulang Tahun Andra


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


Setelah berkendara cukup lama karena jarak dari bandara ke rumah besar memang cukup jauh, akhirnya mereka semua pun sampai di rumah besar.


"Kalian bawakan koper bos dan nyonya ke atas!" titah Dimas pada anak buahnya.


"Siap bos," balas mereka.


Dimas lalu melangkah pergi menyusul yang lainnya masuk ke dalam rumah.


"Selamat datang kembali tuan dan nyonya," sambut Pak Arif dan pekayan pria yang lainnya.


"Terima kasih pak," balas Nafisah tersenyum.


"Aku lelah, aku ke atas dulu!" kata Andra pada Nafisah dan istrinya itu pun mengangguk.


Andra lalu menaiki anak tangga menuju kamarnya dan Nafisah.


"Kak!" panggil Ariaka sedilit berbisik.


"Iya?" tanya Nafisah mengernyit menatap Ariana.


"Bagaimana kalau kita ke kamarku menyusun ide untuk besok?" saran Ariana.


"Ide yang bagus, ayo!" balas Nafisah dan mereka pun menuju kamar Ariana begitu pula dengan Sofia.


***


Di dalam kamar Ariana, ketiga perempuan itu kalang kabut memeras otak mereka untuk merencanakan sebuah kejutan yang seru buat Andra besok.


"Huwaaa... otakku gagal koneck kakak!" rengek Ariana menghentak-hentakkan kakinya.


"Coba tanya google! Atau lihat di youtube kan bisa tuh," timpal Sofia dan dijawab jentikkan jari oleh Ariana.


"Betul, haduh kenapa aku jadi pikun sekarang?!" tutur Ariana lalu berjalan menuju komputernya.


Ariana mendudukkan bokongnya di kursi gamingnya, "Kalian berdua bantu aku cari juga!" titah Ariana.


"Oke," balas Sofia dan Nafisah.


Mereka bertiga pun sibuk dengan benda persegi mereka masing-masing.


"An lihat ini!" seru Sofia berjalan menuju Ariana dan memperlihatkan hasil pencariannya di uncle google.


"Gak bagus ah, gak ada romantis-romantisnya," tolak Ariana.


"Bagus tahu An!" tukas Sofia, namun Ariana menggeleng.


"Tidak sama sekali. Lihatlah itu hanya untuk pesta ulang tahun anak tk saja kak. Apa ini mikky mouse dan balon-balon di mana-mana, memangnya kakakku balita," pungkas Ariana sambil geleng-geleng.


"Lucu An!" Sofia terkekeh sendiri.


"Bagaimana dengan yang ini?" tanya Ariana memutar sebuh Video dan ditonton oleh Nafisah dan Sofia.


"Tidak! Big no!" balas Sofia menolak keras.


"Why no?" Ariana mengernyit bingung.


"Kakakmu ulang tahun bukan mau melamar! Kenapa harus memakai rencana gila seperti itu?!" cibir Sofia. "Cari yang lain," tambahnya.

__ADS_1


"Baiklah," kata Ariana.


"Kita pakai yang ini saja bagaimana?" seru Nafisah.


"Wow... amazing, ini baru namanya bagus dan romantis," puji Ariana menganga.


"Kita pakai itu saja!" timpa Sofia dan diangguki Ariana.


Penasaran? tunggu di eps selanjutnya yah!! Wkwkwk...


***


Pagi kini telah menyapa, Andra dan Nafisah sudah sama-sama rapih. Andra dengan setelah jas kantornya dan Nafisah dengan gamisnya.


"Hari ini pulang jam berapa mas?" tanya Nafisah sambil membantu suaminya memakai dasi.


"Jam tujuh, kenapa?" jawab dan tanya balik Andra.


"Tidak kenapa-kenapa, aku cuma bertanya memangnya salah?" kelajar Nafisah.


"Tidak," jawab Andra.


"Ayo kamu sarapan dulu baru bekerja!" kata Nafisah lalu menarik tangan suaminya menuju meja makan.


"Good morning kak," sapa Ariana dengan senyum merekahnya.


"Morning too, tumbeng senyummu begitu mengembang hari ini," ujar Andra merasa aneh.


"Memang salah aku tersenyum begitu lebar?" ketus Ariana memutar bola matanya malas.


Andra hanya mengedikkan bahunya lalu mulai menyantap sarapannya.


"Ndra selamat... auch... An kamu menginjak kaki kak Dimas," ringis Dimas sambil mengelus kakinya yang terkena pijakan dari sepatu booth Ariana.


Dimas mengernyit bingung lalu menatap ke arah Sofia yang mengkodenya untuk diam saja dan Dimas pun mengerti.


"Selamat buat apaan?" tanya Andra.


"Selamat buat... buat... ha, selamat karena senbentar lagi lo bakal bekerja sama dengan Tuan Marvel," jawab Dimas asal.


"Hmm," dehem Andra lalu kembali melanjutkan makannya.


Setelah kepergian Andra dan Dimas ke kantor, Nafisah dan yang lainnya pun bersiap-siap untuk berangkat ke mall guna mempersiapkan semua yamg mereka butuhkan buat surprise Andra.


"Kata kak Andra dia pulang jam berapa kak?" tanya Ariana pada Nafisah.


"Jam tujuh," jawab Nafisah.


"Oh syukurlah kalau begitu, sekarang kita berangkat!" tutur Ariana dan dijawab anggukan kepala oleh Nafisah dan Sofia.


"Nyonya! Nona!" panggil Akhsan berlari menuju ketiga perempuan itu.


"Ya?" tanya Nafisah.


"Kalian mau ke mana?" tanya Akhsan.


"Bukan urusan lo," sewot Sofia.


"Kita mau ke mall kak, kakak mau ikut?" tawar Ariana.


"Boleh nona?" tanya Akhsan dan dijawab anggukan kepala oleh Ariana. "Kalau begitu saya ikut," timpal Akhsan.

__ADS_1


"An!" panggil Sofia tida suka Ariana mengajak Akhsan pergi bersama mereka.


"Tenanglah kak! Lumayan ada yang bantu-bantu bawa belanjaan," bisik Ariana tidak ada akhlak.


"Pintar juga kamu," kekeh Sofia lalu bertos riah dengan Ariana.


Mereka pun masuk ke dalam mobil Ariana yang akan di kemudikan Sofia.


***


Mereka sampai di mall. Mereka lalu berjalan beriringan memasuki mall. Akhsan tiada hentinga berdecak kagum saat matanya melihat para pria berparas tampan dengan tubuh berotot.


"Awas nanti matamu dicokel Tuhan!" celetuk Sofia saat melihat Akhsan mengerlingkan matanya genit pada seorang pria.


"Mata itu ada untuk dipergunaka melihat yang begituan, kau jomblo mana tahu," ejek Akhsan.


"Jangan asal ngomong! Kau mana tahu kisah hidupku," sinis Sofia lalu berjalan lebih cepat menyusul Nafisah dan Ariana yang sudah berjalan menjauh dari mereka.


"Hei tunggu aku!" teriak Akhsan berlari.


"Kak, sepertinya kita beli kue dulu," seru Ariana.


Mereka berempat lalu berjalan menuju tokoh kue. Di toko kue, mereka kesusahan mencari-cari kue yang pas untuk perayaan ulang tahun Andra..



"Jadinya kita beli kue yang mana nih?" tanya Sofia saat semua kue yang di sarankan selalu di tolak mentah-mentah.


"Entah aku juga bingung," timpal Ariana bingung.


"Makanya beli kue blackforest saja," ujar Sofia malas.


"Baiklah, mbak kami pesan blackforest tapi yang klasik aja yah," ujar Nafisah pada mbak-mbak yang berjaga.


"Tunggu sebentar yah kak!" kata mbak penjaga tokoh.


"Iya mbak," balas Nafisah tersenyum.


Mbak itu pun berjalan ke belakang guna mengambilkan pesanan kue mereka. Tak butuh waktu yang lama, mbak penjaga tokoh pun kembali dengan membawa satu kardus kue yang dipesan Nafisah.



Blackforest merupakan kue yang berasal dari Jerman. Kue ini terbuat dari tepung terigu, telur, margarin, dan cokelat bubuk sehingga warnanya jadi cokelat gelap.


Ciri khas dari cake ini adalah penggunaan krim segar, serutan cokelat hitam, dan manisan ceri yang dijadikan sebagai topping-nya.


Parutan cokelat hitam yang ada di atasnya membuat kue ini dinamakan blackforest alias hutan hitam.


Meski blackforest termasuk dalam cake klasik, tapi sampai sekarang masih banyak orang yang lebih memilih blackforest sebagai kue ulang tahun terfavorit.


"Ini kak," mbak penjaga tokoh menyerahkan kue tersebut kepada Nafisah.


"Tolong pegang sebentar An!" pinta Nafisah dan Ariana pun mengambil alih kotak kue itu.


"Ini mbak," Nafisah memberikan uang sesuai dengan harga kue yang dibelinya.


Mereka lalu keluar dari toko kue itu. Mereka kemudian masuk ke dalam toloh atu persatu untuk mencari semua bahan yang dibutuhkan untuk mendekor nanti malam.


🔫🔫🔫


TBC...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE💕


__ADS_2