
SELAMAT MEMBACA!
***
Dua minggu berlalu, keadaan masih kacau di rumah besar Andra. Tidak ada yang saling bertegur sapa. Tiba-tiba saja semua penghuni rumah besar menjadi pendiam tidak seperti mereka yang dulu sebelum kejadian itu.
"Ehem," Ariana berdehem.
"Ada apa An?" tanya Nafisah pada adik iparnya itu.
"Kak tolong ambilkan Ana ayam itu dong!" pinta Ariana dan Sofia pun mengangguk lalu mengambilkan ayam goreng yang di minta Ariana dan manaruhmya di piring Ariana.
"Terima kasih," kata Ariana tersenyum dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Nafisah.
Setelah itu meja makan kembali sepi. Tidak ada yang membuka suara beginilah keadaan rumah besar selama dua minggu belakangan ini.
"Kak," panggil Ariana.
"Makan An! Jangan berbicara!" tegas Andra tanpa menoleh dan fokus pada makanannya.
Ariana menghela napasnya dengan kasar lalu membanting sendok dan garpunya.
Prang!
Semua yang ada di meja makan terkejut bukan main.
"Ada apa An?" tanya Nafisah.
"Kalian semua yang ada apa?" teriak Ariana. "Kalian tahu selama dua minggu ini aku merasa tinggal di kuburan, berpenghuni tapi tidak terlihat. Kenapa kalian semua menjadi pendiam?" tambah Ariana menatap ketiga orang yang ada di meja makan bersamanya satu persatu.
"Tidak bisakah masalah ini kita selesaikan dengan kepala dingin?! Kenapa kalian semua egois dan keras kepala?" lanjut Ariana dengan nada frustasinya.
"An!" kata Nafisah agar Ariaan bisa tenang dulu.
"Ana hanya mau kita kembali seperti dulu kak! Jika seperti ini terus menerus maka kita semua akan terpecah belah! Lupakan yang lalu dan lihatlah masa depan," ujar Ariana menatap Sofia yanh juga menatapnya dengan pandangan kosong.
"Tidak semudah itu An! Kamu memang mudah mengucapkannya tapi melupakannya itu tidaklah semudah membalik telapak tangan!" balas Sofia.
"I know, aku tahu Kak Sof! Memanglah tidak mudah melupakan apa yang terjadi padamu, tapi jika kamu ingin dan berinisiatif untuk melupakannya maka itu akan menjadi mudah bagimu," jelas Ariana. "Memang tidak semudah membalik telapak tangan, tapi ini tidaklah sesulit menguras air di danau! Lupakanlah masa lalumu dan berusahalah untuk menyambut masa depanmu kak!" lanjut Ariana.
"Masa depan apa yang harus kusambut An?" tanya Sofia. "Apa masa depan menyambut anak ini? Bukan memperbaiki, tapi dia hanya akan membawa masalah padaku," tambah Sofia.
"Sof!" panggil Nafisah.
"Lihatlah kakak sendiri yang menyumpahi anak kakak akan memberi masalah kepada kakak, tidakkah kak Sofia pernah berpikir jika bukan dia yang salah di sini! Tapi kakak dan ayahnyalah yang salah! Anak itu pun tidak ingin terlahir dari rahim seorang ibu yang bisanya hanya menyakitinya sebelum lahir bahkan menuduhnya sebagai pembawa masalah," jelas Ariana panjang lebar.
Sofia terdiam, mereka semua berusaha untuk mencerna apa maksud dari kata-kata Ariana yang terdengat bijak.
__ADS_1
"Coba berpikirlah dengan kepala dingin jangan selalu membawa emosj dalam pembicaraan ini!" ujar Ariana. "Aku tahu bagaimana perasaan Kak Sofia selama dua minggu ini. Tapi bayi yang kakak kandung itu tidak bersalah! Tidak usah memikirkan ayahnya yang tidak bertanggung jawab itu! Masih ada kami di sini, kita akan merawat anak kakak bersama-sama," lanjut Ariana memandang Sofia lirih.
Sofia lalu menatap Ariana yang mengangguk kepadanya lalu Nafisah dan juga Andra menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Benara kata Ana sof! Kita di sini akan selalu ada untuk dirimu dan juga bayimu! Tidak usah memikirkan yang lain, pikirkan saja dirimu dan juga bayimu," tutur Nafisah tersenyum hangat.
Sofia meraaa terharu dengan apa yang mereka semua katakan sekarang dirimya baru sadar jika ternyata dia begitu bersalah dengan bayinya sendiri yang belum lahir.
Sofia lalu menitikkan air matanya dan mengarahkan pandangannya pada perutnya yang masiy datar lalu mengusap perutnya itu dengan lembut.
"Maafkan mom sayang, mom janji tidak akan lagi menyalahkanmu dan mari kita bersama-sama memulai hidup yang baru," kata Sofia pada anak yang masih berada di dalam perutnya itu.
Semua yang melihat itu pun tersenyum bahagia. Ariana lalu menatap kakak dan kakak iparnya yang juga dua minggu ini seperti saling manjauh satu sama lain.
"Kak!" panggil Ariana pada Andra dan Nafisah.
"Iya An?" tanya Nafisah dan Andra hanya mengangkat sebelah alisnya sebagai tanda bertanya.
"Apa kalian juga tidak berminat menyelesaikan masalah kalian ini? Kalian adalah sepasang suami istri dan kalian juga sudah dewasa sebentar lagi akan memiliki anak," ujar Ariana.
"Aku ingin memperbaiki semuanya, tapi Mas Andra yang seperti menutup diri denganku," balas Nafisah tanpa melihat Andra yang kini menatapnya.
"Aku hanya mengikuti apa yang kamu inginkan. Aku masih belum memiliki bukti jadi aku tidak berani mendekatimu," timpal Andra jujur.
"Aku tidak butuh bukti, aku hanya butu kamu menjelaskannya padaku. Kamu adalah suamiku dan aku mempercayai dirimu jika memang benar kamu tidak bersalah," jelas Nafisah lirih.
"Kakak dengar sendiri buka? Lalu tunggu apa lagi? Selesaikan masalah kalian berdua. Aku tahu kalian berdua sudah salimg merindukan," tukas Ariana sambil menggoda kakak dan kakak iparnya.
"Maafkan aku sayang," tutur Andra menyesal dan Nafisah pun menganggukkan kepalanya.
"Aku juga minta maaf mas," balas Nafisah dan Andra kembali mendaratkan ciuman di pipi putih istrinya itu.
"Beginikan enak di pandang," imbuh Ariana dan ketiga orang dewasa itu pun tersenyum.
"An, cepat habiskan makananmu setelah itu kita berangkat bersama," ujar Andra kembali duduk di tempatnya.
"Kenapa harus berangkat bersama kak?" tanya Ariana bingung.
"Kakak tahu apa yang terjadi padamu dan janganlah pura-pura lupa atau kakak akan mengingatkanmu dengan cara yang berbeda," ancam Andra.
Ariana menggelengkan kepalanya lalu mengangguk, "Baiklah kita berangkat bersama," lirih Ariana.
"Lalu apa yang terjadi pada tukang sayur yang kamu tabrak kemarin?" tanya Andra mambuat Sofia dan Nafisah tersedak.
"Ana menabrak tukang sayur? Bagaimana bisa?" tanya Nafisah.
"Bukan Ana yang salah kak tapi tukang sayur itu yang sudah lihat Ana mau lewat dia malah menyebrang jalan jadi ketabrak deh sama mobil Ana," jelas Ariana. "Tapi kakak jangan khawatir tukang sayur itu tidak apa-apa dan Ana juga sudah ganti rugi," tambah Ariana dan mereka pun manggut-manggut lalu makan kembali.
__ADS_1
***
"Belajar yang rajin! Nanti kakak akan meminta Roby untuk menjemputmu!" ucap Andra sebelum Ariana turun dari mobilnya.
"Mmm... baiklah," balas Ariana lalu turun dari mobil mewah kakaknya itu.
Ariana melambaikan tangannya ketika mobil Andra bergerak menjauh.
"A-ana!" panggil Siti yang baru saja turun dari bus.
"Halo sit!" sapa Ariana tersenyum.
"Ka-kamu tidak ba-bawa mobil?" tanya Siti karena tidak seperti biasanya Ana berdiri di luar gerbang seperti ini.
"Tidak, kakakku tidak membiarkannya," jawab Ariana mereka pun berjalan menuju kelas.
"Me-mengapa?" tanya Siti.
"Soal kemarin... hehehe," jawab Ariana terkekeh.
"A-apa kau di-dimarahi?" tanya Siti lagi.
"Haduh kau ini cerewet sekali! Tenang kakakku tidak akan memarahiku palingan dia cuma cemas takut aku lecet," ujar Ariana dengan bangganya.
Sebelum sampai di kelas, mereka sempat berpapasan dengan teman-temannya Diana, yaitu Mery dan Naswi tanpa Diana.
"Katua geng kalian ke mana?" ejek Ariana dia tahu kalau setelah peristiwa itu Dimas memberitahu Andra sehingga Diana dikeluarkan dari kampus dan dipindahkan oleh orangtuanya keluar negri.
"Jangan sok tidak tahu lo, lo kan yang ngelakuin itu semua pada Diana?" selidik Naswi dengan mata memicingnya.
"Setimpal dengan apa yang kalian lakukan padaku dimasa lalu," balas Ariana menaikan sebelah alisnya dan tersenyum miring.
"Lo," tunjuk Naswi dan Mery pada Ariana.
"Yes, itu gue," aku Ariana. "Dan mungkin kalau gue buka suara kalian pun akan dikeluarkan dari kampus ini," tutur Ariana menakut-nakuti mereka.
"Jangan dong Ar, kitakan teman. Masa teman kek gitu," melas Mery dan Naswi mendekati Ariana tanpa sadar mendorong Siti.
Siti berdecak kesal, namun ia juga masih takut dengan Mery dan Naswi jadi yah dia terima saja diperlakukan seperti ini.
"Dasar bermuka dua," cibir Ariana lalu menarik Siti dan masuk ke dalam kelas mereka.
"Huh, dasar dibaikin gak mau," ketus Mery.
"Tapi, sebaiknya kita gak usah lagi dekat-dekat sama dia sebelum Diana kembali," ujar Naswi dan disetujui oleh Mery.
π«π«π«
__ADS_1
TBC...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTEπ