Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Surah Ar-Rahman


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


Sedangkan di rumah besar, Nafisah, Sofia dan Ariana sibuk menonton drama china kesukaan Ariana di dalam kamar gadis itu.


"An, itu kok ganteng banget yah," tutur Sofia lebay dengan mata berbinarnya menatap aktor yang bermain dalam drama tersebut.


"Pastilah itukan jodohnya Ana kak," kata Ariana.


"Huuuuu... ngaku-ngaku kamu!" seru Sofia.


"Emang benar kok, lihat aja nanti! Tuh cowok bakal Ana pepet sampai dapat!" tekad Ariana.


"Amin," timpal Nafisah mengaminkan.


"Nah, aku suka nih yang kek gini," kata Ariana lalu memeluk Nafisah.


"Apaan," cibir Sofia.


***


Malam harinya di rumah besar, Nafisah baru saja selesai salat. Ia lalu keluar dari kamar untuk bergabung dengan yang lainnya di meja makan.


Tanpa terduga sebelumnya, Nafisah dan Andra sama-sama baru keluar kamar untuk turun ke bawah. Nafisah yang merasa canggung pun hendak masuk kembali ke dalam kamarnya, namun dihalangi oleh suara bariton Andra.


"Kenapa masuk lagi?" tanya Andra pada Nafisah.


Nafisah kembali menutup pintu kamar yang sudah ia buka sedikit, "Aku melupakan sesuatu di dalam," bohong Nafisah.


"Melupakan sesuatu atau takut padaku?" sindir Andra.


Nafisah menggelengkan kepalanya, "Ti-tidak, saya tidak takut sama kamu kok," gagap Nafisah.


"Saya ingin bertemu orangtuamu," ujar Andra tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.


"Ha?" kaget Nafisah. "Ma-maksudnya?" tanya Nafisah was-was.


"Saya ingin melamarmu," Jawab Andra spontan membuat mata Nafisah membulat sempurna.


Jantung Nafisah berdetak kencang sekarang bahkan bernapas pun terasa susah baginya.


"Me-melamar sa-saya?" ulang Nafisah tergagap.

__ADS_1


"Hmm..." dehem Andra sebagai jawaban.


"Tapi, saya hanya menginginkan seseorang yang seagama dengan saya," ujar Nafisah memberanikan dirinya berkata demikian pada Andra.


"Apa kamu sudah mengenalku lebih dalam? Tidak bukan! Lantas kenapa kamu bisa menyimpulkan jika kita ini berbeda agama?" desak Andra membuat Nafisah tidak bisa berkutik.


Andra tersenyum miring lalu meninggalkan Nafisah yang masih diam mematung. Saat langkah Andra sudah diambang tangga, Nafisah kembali bersuara dan membuat Andra menghentikan langkahnya.


"Saya akan menerima lamaran anda jika dalam dua hari anda bisa menghapal surah Ar - Rahman!" tegas Nafisah.


"Apa ini cara lainmu untuk menolakku?" tanya Andra dengan nada sinisnya.


"Tidak, karena dari kecil saya mau suami saya hapal surah ar-rahman dan untuk itu mulailah menghapalkannya jika memang benar anda mau menikahi saya!" pungkas Nafisah.


"Kamu tenang saja, apa yang kamu mau akan kamu dapatkan dan setelah saya memenuhi apa yang kamu mau, bantu saya berbicara dengan kedua orangtuamu," balas Andra. Perkataannya ini lebih mirip dengan sebuah kesepakatan.


"Saya setuju!" kata Nafisah mantap.


Ini adalah sebuah kesepakatan antara mereka berdua bahwa jika Andra mampu menghapalkan Surah Ar-rahman dalam kurung waktu dua hari maka Nafisah harus membantunya agar lamarannya nanti diterima oleh Ayah Hamish dan Ibu Harfisah.


Andra kemudian melanjutkan langkahnya menuruni tangga.


"Huft..." Nafisah bernapas lega. Dia mengelus-elus dadanya yang terasa sesak dari tadi.


Dia pun menyusul Andra turun ke meja makan.


Nafisah hanya tersenyum kaku membalas ucapan Ariana. Tak lama Sofia juga ikut bergabung di meja makan.


Mereka lalu makan malam dalam diam.


***


"Naf!" panggil Sofia menyusul Nafisah yang sudah di pertengahan tangga.


"Ada apa Sof?" tanya Nafisah dengan kening berkerut.


"Aku mau bicara sama kamu," ujar Sofia lalu menggandeng tangan Nafisah dan menuntunnya menuju kamar Nafisah.


"Bicara apa?" tanya Nafisah setelah mereka sudah ada di dalam kamarnya.


Sofia terlebih dulu menutup rapat-rapat pintu kamar Nafisah lalu duduk di Sofa kamar Nafisah begitu juga dengan Nafisah.


"Katakan kamu mau bicara apa denganku," desak Nafisah pada Sofia.

__ADS_1


"Sebenarnya tadi aku tidak sengaja menguping pembicaraanmu dengan Bos Andra. Aku mendengar semuanya," jelas Sofia.


"Ka-kau mendengar semuanya?" Nafisah terbelalak kaget.


"Ya, aku mendengarnya," jujur Sofia. "Jujur aku sempat terkejut mendengar Andra melamarmu dengan spontan seperti tadi," tambah Sofia antusias.


"Kamu tahu? Baru kali ini aku melihat dia melamar seseorang, oh ya ampun ini sangatlah menarik. Aku sangat setuju jika kalian berdua menikah,"  cerocos Sofia.


"Naf! Aku cuma mau bilang, Bos Andra adalah pria yang baik. Dia memang dingin dan datar, tapi dia sangatlah baik!" tutur Sofia membanggakan Andra.


"Aku tidak meragukan Andra Sof, tapi aku hanya meragukan kepercayaannya saja. Kamu tahukan kalau aku adalah seorang muslim dan aku menginginkan suami yang seagama denganku pula," Ujar Nafisah. "Kalau pun tidak seagama, aku mau dia masuk ke dalam agamaku. Aku tidak ingin melakukan pernikahan di atas kertas yang hanya sah di mata hukum dan negara tapi tidak dengan agama," lanjut Nafisah.


"Mmm... mau aku kasih tahu sebuah rahasia?" tanya Sofia ragu-ragu. Nafisah pun mengangguk.


"Sebenarnya, Bos Andra adalah seorang muslim. Ayahnya berasal dari India dan ibunya orang Indonesia. Keduanya sama-sama seorang muslim, jadi bukankah otomatis kedua anaknya juga muslim?!" jelas Sofia yang langsung membuat Nafisah terkejut sampai menganga.


"Benarkah itu? Tapi, kenapa waktu itu dia membunuh bapak tua itu?" tanya Nafisah belum percaya. "Jangan-jangan kamu mengatakannya hanya untuk membuatku percaya dan menerima lamarannya?" tuduh Nafisah.


"Jangan soudzon dulu! Awalnya Bos Andra merupakan pribadi yang hangat, namun karena sebuah peristiwa membuatnya terjerumus masuk ke dalam dunia hitam dan sampai sekarang dia masih menekuninya," seru Sofia meyakinkan Nafisah agar dia paham.


"Tuan Saheer, selaku ayahnya Bos Andra sudah berusaha membujuk putranya itu agar keluar dari dunia hitamnya, namun sayang seorang pecandu tidaklah mudah untuk berhenti. Bos merasa dengan seperti sekarang ini, dia berasa menjadi orang yang paling disegani," tambah Sofia.


Nafisah manggut-manggut mengerti. "Peristiwa apa maksudmu?" tanya Nafisah.


"Kamu akan mengetahuinya nanti dan itu dari mulut Bos Andra langsung," jawab Sofia penuh teka teki. "kamu menantang bos Andra menghapal surah Ar-rahman bukan?" Nafisah mengangguk.


"Percaya atau tidak dalam satu hari dia sudah bisa menghapalnya. Karena saat sd dulu bos Andra mon-dok," Tambah Sofia sambil menekankan kata Mondok.


"Dia anak pesantren?" tanya Nafisah.


"Ya," jawab Sofia singkat.


"Tapi, kenapa dia menginginkan aku menjadi istrinya?" tanya Nafisah pada Sofia.


"Oh ayolah Naf! Lihat dirimu! Kamu gadis yang baik dan tanpa penutup wajah itu, kamu adalah gadis paling cantik. Kamu juga gadis yang paham agama dan juga penghapal kitab suci Al-qur'an. Oleh karena itulah bos Andra menyukai dirimu. Hanya orang gila yang tidak menyukaimu Naf," ujar Sofia berdasarkan pemikirannya sendiri.


"Bisa saja kamu Sof," Nafisah geleng-geleng kepala.


Sofia tersenyum, "Sudah malam, aku harus kembali ke kamarku. Kita bicarakan lagi nanti okey!" pamit Sofia. Setelah mendapat anggukan dari Nafisah dia pun berlalu meninggalkan kamar Nafisah.


Nafisah menghela nafas panjang. Otak dan hatinya saling berperang. Menentukan mana yang terbaik untuknya, namun detik kemudian Nafisah mempasrahkannya pada sang maha pencipta, Allah swt.


🔫🔫🔫

__ADS_1


TBC...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE💕


__ADS_2