Terjerat Cinta Bos Mafia

Terjerat Cinta Bos Mafia
Terjerat Cinta Bos Mafia : Akhsan Dan Sofia


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


***


Di rumah Ronal, Akhsan baru saja kembali dari restoran. Tadi ia ke sana untuk bertemu dengan klien kakaknya, namun karena sebuah urusan mendadak kliennya itu tidak jadi datang.


Saat hendak pergi, Akhsan manangkap sosok Sofia masuk ke dalam sana dan alhasil dia tidak jadi pulang dan memantau apa yang dilakukan ibu dari anaknya itu di restoran tersebut.


"Baru pulang San? Katanya Pak Handoko tidak jadi datang dan dia sudah mengabarimu, dari mana saja kau?" tanya Ronal sambil menuruni tangga.


"Aku di restoran itu tidak ke mana-mana," jawab Akhsan. Ronal manggut-manggut pahan.


"Oh iya, waktu itu apa yang dikatakan oleh Andra sehingga meminta untuk bertemu denganmu?" tanya Akhsan kepo lalu duduk di sofa.


Ronal juga ikut mendudukkan tubuhnya di sofa, "Dia hanya memberiku bukti," jawab Ronal.


"Bukti? Bukti apa?" tanya Akhsan.


"Bukti jika kejadian lima tahun lalu yang menimpa Audy murni bukan kesalahan Andra," jelas Ronal membuat Akhsan terkejut.


"Terus kalau bukan Andra, siapa?" tanya Akhsan.


"Brian, tapi tenang saja dia dan teman-temannya sudah Dimas masukkan ke dalam penjara," jawab Ronal.


"Baguslah! Aku ke kamarku dulu," ucap Akhsan berdiri dari duduknya.


"Tunggu! Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting denganmu," ujar Ronal. Akhsan menatap kakaknya itu dengan kening yang berkerut.


"Katakanlah!" kata Akhsan dan kembali duduk di tempatnya.


"Kau harus menikahi Sofia!" putus Ronal. "Menikahlah, aku tahu apa yang terjadi di restoran tadi. Kau tahu siapa pria yang bersama Sofia tadi?" tanya Ronal dan Akhsan pun menggeleng tidak tahu.


"Dia adalah Marvin Matthew musuh bebuyutan Andra di dalam dunia mafia. Dia juga mantan kekasih Sofia! Menikahlah dengan Sofia agar kau bisa menjaganya dan juga calon bayi kalian," pungkas Ronal.


"Tidak, aku tidak bisa!" tolak Akhsan.


"Akhsan, jangan keras kepala! Kenapa kau jadi keras kepala seperti ini? Apa hanya karena Joy? Tenang saja tunanganmu itu tidak akan tahu dan biarkan dia menjadi urusanku! Kau harus menikah!! Jangan menentangku lagi dan lebih memilih pacar gilamu itu!" marah Ronal menunjuk-nunjuk Akhsan.


"Kakak!! Jangan mengatakan jika Joy itu gila!! Dia tidak gila dan aku mencintainya!!" murkah Akhsan tidak terima tunangannya dikatakan gila oleh kakaknya sendiri.


"Berteriak dan berulang kali ingin mengakhiri hidupnya, apa itu tidak gila namanya? Dia seharusnya di bawa ke rumah sakit gila bukan di jadikan seorang kekasih maupun seorang tunangan apa lagi seorang istri! Kau tahu dia bisa saja melenyapkanmu dan juga anak kalian nantinya!!" jelas Ronal penuh amarah.


"Joy akan sembuh dan aku akan membantunya untuk sembuh!!" tegas Akhsan pada Ronal.


Ronal tersenyum miring, "Kau bisa membantunya untuk sembuh jika kau mempunyai uang!! Dan bagaimana jika semua kartu serta tabunganmu aku bekukan? Apa kau masih bisa membiayai semua perawatannya?" ejek Ronal tersenyum penuh kemenangan.


Akhsan meremas-remas rambutnya kuat lalu menjerit tertahan.

__ADS_1


"Sudahlah jangan bersikap seperti orang bodoh! Kau tahu mana yang lebih menguntungkan bukan? Kau menikah dengan Sofia atau kehilangan semua yang kau miliki dan hidup sengsara dengan Joy!" tekan Ronal.


Akhsan menghela napasnya dengan kasar lalu menatap tajam Ronal yang tengah menatapnya juga, "Baiklah kuikuti kata-katamu, tapi ingat Joy tidak boleh tahu hal ini dan perawatannya kau yang urus!" balas Akhsan.


"Deal! Nanti malam kita akan ke rumah Andra bersiaplah!" ujar Ronal kemudian berlalu naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya.


"Arghhh!!" raung Akhsan menendang vas bunga dan juga asbak yang ada di atas meja sofa.


Di dalam kamarnya, Ronal lalu menelpon anak buah yang ia tugaskan di korea untuk mengintai tunangan adiknya itu.


"Halo bos," ucap anak buah Ronal.


"Lakukan sekarang! Akhsan sudah setuju. Pastikan wanita itu jauh dari jangkauan adikku! Pastikan juga perawatannya berjalan lancar agar Akhsan tidak mengira jika aku membohongi dirinya!" titah Ronal.


"Siap bos," balas anak buahnya lalu Ronal pun memutuskan panggilan.


***


Malam hari di rumah besar milik Andra.


"Kau itu lapar atau doyan?" cibir Dimas pada Sofia yang sedang memakan odading yang dibawakan Nafisah tadi.


"Sirik aja," ketus Sofia. "Mobil siapa itu?" tanya Sofia pada Dimas setelah mendengar deru mobil memasuki halaman rumah besar.


Sofia dan Dimas saling tatap. Dimas lalu mengidikkan bahunya tidak tahu.


"Tuan Ronal dan Akhs... eh maksud saya Tuan Akhsan tuan," jawab Pak Arif.


"Buat apa mereka datang?" geram Dimas mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"Mereka ingin bertemu Tuan Andra, tuan," jawab Pak Arif. "Saya permisi dulu mau memanggil Tuan Andra," pamit Pak Arif dan Dimas pun mengangguk.


"Lo mau ikut gue menemui mereka atau enggak Sof?" tanya Dimas pada Sofia yang bersikap acuh tak acuh dengan kedatangan kakak beradik itu.


"Big no!" jawab Sofia.


"Baiklah, gue mau menemui mereka dulu!" pamit Dimas.


"Ya sudah sana-sana!" usir Sofia dan Dimas pun berlalu menuju ruang tamu.


Dimas menatap tajam kedua pria yang sudah sering membuat kekacauan dan juga mengibarkan bendera perang pada mereka itu dengan tajam.


"Ngapain kalian ke sini?!" tanya Dimas pada Ronal dan Akhsan.


"Gue gak ada urusan sama lo, di mana Andra?" ketus Ronal.


"Ckckck... kau memang tidak akan pernah berubah!" cibir Dimas lalu duduk di Sofa depan Ronal dan Akhsan sambil menaikkan satu kakinya di paha dan bersidekap.

__ADS_1


Tidak lama Andra dan Nafisah pun muncul. Andra duduk berdampingan dengan Nafisah.


Plak!


Andra memukul keras kaki Dimas yang seenak jidatnya duduk tidak sopan seperti itu di hadapan tamu.


"Tidak sopan!" cibir Andra dan Dimas hanya menggerutu kecil.


"Ada apa lo berdua datang ke sini? Bukankah semuanya sudah jelas jika gue tidak ada sangkut pautnya dengan kematian Audy!" tegas Andra.


"Iya gue tahu. Gue dan Akhsan ke sini bukan untuk membahas Audy, tapi ini tentang Akhsan dan Sofia!" ujar Ronal.


"Ada apa dengan mereka berdua? Semuanya sudah jelas. Akhsan tidak mau bertanggung jawab dan Sofia akan merawat anak mereka, sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi! Semuanya selesai! Sekarang kalian berdua boleh pulang!" pungkas Andra.


"Cih, lo bicara panjang lebar dari tadi dan tidak membiarkan gue dan adik gue bicara. Bagaimana lo akan tahu maksud tujuan gue dan Akhsan ke sini untuk apa?!" kesal Ronal.


"Sekarang katakanlah! Gue gak punya banyak waktu untuk meladeni kalian berdua!" balas Andra sok sibuk.


"Akhsan mau bertanggung jawab. Dia akan menikahi Sofia!" jelas Ronal langsung to the point.


"Apa maksudmu? Apa ini bagian dari rencana kalian lagi?" selidik Andra dan Ronal pun menggeleng.


"Tidak. Akhsan dan Sofia akan menikah!" ulang Ronal.


"Tidak, aku tidak mau," teriak Sofia yang baru saja muncul bersama dengan Ariana.


"Sofia," ucap mereka semua menatap Sofia.


"Kenapa kau tidak setuju? Kalian berdua akan menikah dan pikirkan anak kalian. Apa kau mau anakmu lahir tanpa seorang ayah?" pungkas Ronal pada Sofia.


"Biarkan saja anakku tidak punya ayah dari pada dia punya tapi seperti dia," tunjuk Sofia pada Akhsan yang hanya diam saja dari tadi.


"Sof! Pikirkan dengan kepala dingin! Apa yang dikatakan Ronal benar. Menikahlah dengan Akhsan dan biarkan anakmu memiliki orangtua yang lengkap," imbuh Nafisah berdiri dari duduknya dan merengkuh Sofia.


"Tapi Naf..."


"Ssst... apa kamu mau anakmu tidak memiliki orangtua yang lengkap? Setiap anak ingin memiliki orangtua yang lengkap, ayah dan ibu yang menyayangi dirinya. Jika bukan karena dirimu maka pikirkan masa depan bayimu. Sekali ini mengalah saja Sof!" potong Nafisah menasehati Sofia.


"Aku setuju dengan Nafisah," timpal Andra.


Sofia lalu menatap semua yang ada di ruang tamu satu persatu lalu menganggukkan kepalanya, "Baiklah aku setuju," putus Sofia.


🔫🔫🔫


TBC...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YAH😗

__ADS_1


__ADS_2