
SELAMAT MEMBACA!
***
"Bagaimana keadaanmu An?" tanya Andra sembari mengelus-elus surai panjang Ariana. Sekarang Andra sedabg berada di rumah sakit menjenguk Ariana yang harus di rawat karena sempat pinsang bersama Dimas dan juga Sofia.
"Sudah mendingan kak. Kakak tapi kak Naf," ujar Ariana senduh.
"Sudah jangan dipikirkan lagi! nanti kakak akan menyelamatkannya!" imbuh Andra tersenyum lembut pada adiknya.
"Maafkan Ana yah kak! Anak gak sehebat kakak yang bisa lindungin Kak Naf dari para penjahat itu," lirih Ariana menundukkan pandangannya sedih.
"Tidak apa-apa sayang. Kau juga hebat dan pintar karena telah menyimpan alat pelacakmu di saku kemeja pria itu sehingga Rio bisa melacak lokasi mereka dengan sempurna," jelas Andra pada Ariana.
Ariana mendongakkan wajahnya dan menatap Andra dengan mata berbinar. "Benarkah? Apa Kak Rio sudah mendapatkan lokasi Kak Naf disembunyikan?" tanya Ariana dan Andra pun mengangguk mantap.
"Iya An," jawab Andra.
"Syukurlah," Ariana bernapas lega.
"An!" panggil Sofia sembari berjalan mendekat.
"Iya kak?" sahut Ariana.
"Maafkan Kak Sofia yah, gara-gara kebodohan kakak yang gampang percaya kalian jadi seperti ini," sesal Sofia dengan nada yang terdengar senduh.
"Sudah kak, Ana juga sudah tidak apa-apa dan sebentar lagi Kak Naf juga akan ditemukan. Lagi pula ini bukanlah salah kakak. Ana saja yang terlalu keras kepala tidak mau membawa anak buah kakak," seru Ariana.
"Lain kali jangan keras kepala lagi! Kalau kak Sofia tidak ikut bersamamu, ajaklah bodyguard untuk menemanimu," jelas Sofia lembut.
Ariana mengangguk, "Siap kak," katanya.
"Mulai sekarang kakak akan memberikanmu dua bodyguard dan kamu jangan menolaknya!" putus Andra dan Ariana pun mengangguk pasrah, toh itu juga untuk keselamatannya.
Drt-drt-drt!
Ponsel Andra berdering. Andra lalu berjalan menuju jendela untuk mengangkat panggilan yang ternyata dari Rio.
"Halo," sapa Andra.
"Halo bos," balas Rio dari seberang sana.
"Ada apa?" tanya Andra.
"Bos lokasi mereka berganti," jawab Rio to the poin.
__ADS_1
"Apa maksudmu?!" bentak Andra membuat orang yang juga ada di ruang rawat Ariana terkejut.
"Saya tadi mengecek ulang lokasi mereka dan sekarang lokasi mereka sudah berada di tempat lain sekitar jam empat sore tadi bos," jelas Rio dak Andra pun langsung mengecek jam tangannya yang kini telah menunjukkan pukul tujuh malam.
"Jadi lokasinya telah berpindah sekitar dua jam yang lalu?" ulang Andra.
"Iya bos," jawab Rio.
"Tunggu aku! Kita bicarakan ini di markas," kata Andra dan Rio mengiyakannya lalu panggilan pun berakhir.
"Kenapa Ndra?" tanya Dimas.
"Lokasi mereka berganti!" jawav Andra. "Kalian berdua ikutlah denganku! Pak saya titip Ariana. Di depan pintu sudah ada anak buah saya yang akan menjaga kalian," tutur Andra.
"Siap tuan," balas Pak Arif.
Andra, Dimas dan Sofia pun meninggalkan ruang perawatan Ariana menuju markas besar.
***
Andra, Dimas serta Sofia pun akhirnya sampai di markas besar. Mereka lalu berjalan sedikit berlari memasuki markas besar menuju ruangan pribadi Rio.
"Bos," sapa Rio saat Andra membuka pintunya lalu masuk ke dalam ruangannya.
"Coba jelaskan ulang kepadaku Rio!" titah Andra lalu duduk di sofa ruangan Rio.
"Jadi maksudnya mereka ada di dua lokasi begitu? It's impossible," timpal Dimas.
"Bukan di dua tempat Dimas! Tapi sepertinya mereka sengaja melakukan strategi ini untuk megecoh kita! Strategi ini sudag sering digunakan," ujar Rio dan Andra menyetujui itu.
"Berarti mereka sudah tahu jika ada alat pelacak di kemaja penculik Nafisah," imbuh Andra.
"Ya mereka sudah tahu dan karena mereka juga sangat mengenal kita, jadi mereka berusaha agar kita dapat ditipu," tutur Rio dan yang lainnya pun manggut-manggut mengerti.
"Lalu bagaiamana?" tanya Sofia.
"Kita ikuti permainan mereka," jawab Andra.
"Tapi, kita ke mana? Ke lokasi yang pertama dulu atau ke lokasi yang kedua?" bingung Sofia.
"Lokasi yang pertama ada markas geng fire dan yang kedua adalah hotel yang ada di pusat kota," jelas Rio. "Tapi kita tidak tahu takutnya kita semua ke lokasi yang pertama dan ternyata mereka di lokasi yang kedua," tambah Rio.
"Kalau begitu kita berpencar!" putus Andra. "Di mana Jack?" tanya Andra saat tersadar Jack belum ada di sana.
"Oh ya ampun aku lupa memanggilnya," seru Rio menepuk jidatnya sendiri. "Sebentar aku akan menelponnya dulu," lanjur Rio lalu menghubungi Jack.
__ADS_1
"Ke ruanganku sekarang!" titah Rio lalu memutuskan panggilannya.
Tak butuh waktu lama Jack pun datang. "Bos," ucap Jack membungkuk hormat.
"Sekarang Jack sudah ada di sini dan sekarang kita susun rencana dulu," ucap Andra.
"Aku dan Jack akan ke lokasi pertama yang katanya adalah markas mereka dan besar kemungkinan mereka menyekap Nafisah di sana. Dan kau dimas pergilan bersama Sofia ke lokasi yang kedua kita juga tidak bisa meremehkan otak licik mereka," jelas Andra pada semua yang berkumpul di sana.
"Rio kau awasi pergerakan mereka dan beritahu kami!" kata Andra dan Rio pun mengangguk.
"Siap bos," balasnya.
"Bagaimana? Apa semua anak buah sudah siap?" tanya Andra dan Jack pun mengangguk.
"Bagus! Kita pergi sekarang!" seru Andra dan mereka semua pun meninggalkan ruangan Rio.
***
Flashback On
"Tenanglah dulu! aku ada rencana," Adik Ronal tersenyum miring.
"Apa itu?" tanya Ronal penasaran.
"Bagaimana kalau sedikit bermain-main?" ujar Adiknya.
"Jangan bermain-main kau! Sekarang suasananya sedang tegang dan kau malah mengusulkan untuk bermain-main, dasar bodoh!" kesal Ronal.
"Ayolah kak jangan seperti itu!" seru Adik Ronal. "Kita bukannya mau bermain bagaimana, maksudku kita permainkan mereka agar kebingungan mencari di mana sebenarnya Nafisah berada," lanjut adiknya memutar bola matanya malas.
"Makanya kalau berkata itu yang jelas jangan setengah-setengah," ujar Ronal membuat adiknya berdecih kesal.
"Sudahlah katakan sekarang apa rencanamu!" tukas Ronal tidak sabaran.
"Kita akan mengecoh mereka dengan menggunakan dua lokasi. Lokasi ini sudah terlacak dan nanti Feng kau pergilah ke suatu tempat yang agak jauh dari sini dengan membawa alat pelacak itu karena pasti Rio akan kembali melacak lokasi kita nanti," jelas adik Ronal.
"Dan ketika Rio sudah melacaknya dia akan menjadi bingung lokasi mana yang benar, apakah lokasi pertama ataukah lokasi kedua. Besar kemungkinan mereka akan memilih lokasi kedua. Aku akan ikut denganmu, namun aku hanya akan bersembunyi di ruang CCTV atau kalau tidak penyamaranku akan terbongkar," pungkas adik Ronal.
Ronal tersenyum miring, "Kau memang pintar," Puji Ronal.
**Flashback off
π«π«π«
TBC...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTEπ**