Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga
Bab.17 Luka yang kembali berdarah


__ADS_3

"Aku bilang diam, ya diam! Tidak usah membantah terus! Mau aku kurung kamu di kamar, tanpa bisa bertemu dengan Davi, hah?!" ancam Dery dengan penuh amarah.


Entah apa yang membuat Dery hilang akal seperti itu, Liora merasa dirinya tidak melakukan apa pun yang bisa membuat suaminya itu murka.


Tidak jauh dari mereka, Niken tersenyum puas melihat Dery sudah kembali mau menyiksa Tiara. Dia semakin bersemangat setiap kali melihat Liora mendapatkan siksaan dari Dery.


Liora mengepalkan tangannya melihat seringai di bibir Niken yang membuatnya mengerti, jika ini semua adalah rencananya. Niken pasti menghasut Dery untuk melakukan ini padanya.


Liora ikut menyeringai, dia tatap kedua orang itu bergantian, kemudian tertawa sumbang.


"Hahaha, apa karena dia? Ngomong apa dia sama kamu, Mas?" tanya Liora menunjuk Niken tepat di wajahnya.


"Heh, jangan menyalahkan orang lain, ya! Kalau memang salah ngaku aja ... dasar wanita murahan! Senang sekali kayaknya lari dengan dua laki-laki dari rumah seberang," sindir Niken yang membuat Liora tahu apa sebenarnya masalah yang membuat Dery marah.


"Oh, jadi ini semua karena Mas Dery cemburu?" tanya Liora sambil terkekeh.


"Tidak ada yang cemburu! Jangan sok cantik kamu, Tiara!" Niken tampak tidak suka, dia kemudian mendekati Dery yang masih mencoba mengatur napas.


"Mas Dery hanya mau mengingatkan kamu, kalau kamu itu sudah mempunyai suami, tidak pantas kamu lari dengan laki-laki lain, apa lagi itu di sekitar komplek. Nanti apa kata tetangga yang melihat kamu begitu? Mereka pasti nyangka kalau Mas Dery gak bisa mendidik istrinya sendiri ... iya, kan, Mas?"


Liora tahu, Niken bukan sedang menjelaskan situasi, melainkan wanita itu malah menambah api pada bara yang belum sepenuhnya padam.


Dasar wanita sialan! Dia malah menyulut emosi Dery lagi, batin Liora bergumam penuh amarah.


Dery melihat Liora dengan mata yang semakin memerah, tangannya mengepal kuat menahan gejolak rasa marah di dalam hatinya.


"Halah, bilang saja kalau kamu tidak mau melihat aku makin cantik dengan tubuh bugar, sementara kamu sendiri makin gendut dengan perut yang buncit," balas Liora santai, seolah tanpa takut.

__ADS_1


"Maas, aku kan gendut karena hamil anak kamu," manja Niken sambil menarik tangan Dery. Saat itu, Dery pun langsung bereaksi atas ucapan Liora dan Niken.


"Liora!" raung Dery dengan amarah penuh. Liora dan Niken bahkan sampai menutup mata sekilas karena suara yang memekakkan telinga.


Namun, sedetik kemudian Liora langsung membuka matanya. Dia membawa kakinya melangkah mendekati Deri dan Niken hingga kini jarak di antara mereka semakin dekat.


"Kenapa, Mas? Kami gak terima kalau aku bilang wanita ini gendut, sedangkan kamu hanya diam ketika menuduh aku wanita murahan?" tanya Liora melihat Dery dan Niken bergantian.


"Sadar, Mas ... kalau kamu memang tidak bisa adil, setidaknya biarkan aku mencari kebahagiaanku sendiri. Toh, aku juga gak pernah mengganggu kebahagiaan kalian, kan? Bahkan kalian bersenang-senang dengan harta milik orang tuaku saja, aku tidak protes. Lalu, sekarang kalian mau apa lagi, heh?" Liora berkata penuh penekanan, walau pelan tetapi wanita itu membuatnya terdengar oleh Dery dan Niken dengan jelas.


Refleks Dery melayangkan telapak tangannya pada pipi Liora, hingga kepala wanita itu menoleh cepat dengan rasa panas bercampur perih di salah satu sisi pipinya.


"Jaga bicaramu, Tiara!" sentak Dery.


"Orang tuamu sudah meninggal sejak kamu masih remaja! Harta mereka sudah habis untuk membayar hutang yang mereka tinggalkan. Selama ini kamu hanya hidup menumpang di keluargaku, tapi sekarang apa yang kamu katakan, hah?! Dasar tidak tahu diri ... sudah dibesarkan dan dirawat dengan baik oleh keluargaku, setidaknya kamu tau caranya membalas budi!" maki Dery tanpa ampun.


Sementara itu, Mak Onah yang berada di kamar Davi sedang memeluk anak itu yang sedang menangis karena mendengar ibunya tengah bertengkar dengan ayahnya sendiri. Davi terus meronta ingin ke luar dari kamar, agar bisa melindungi ibunya dari sang ayah.


Davi memang sudah sering mendengar pertengkaran antara ibu dan ayahnya, bahkan sesekali dia mendapati ibunya sedang dipukul oleh ayahnya hingga terkadang semua itu meninggalkan bekas di tubuh sang Mama.


"Mak, kasihan Mama, nanti Mama dipukul lagi sama Papa. Lepaskan Davi, Mak, Davi mau tolongin Mama," mohon Davi pada Mak Onah.


Namun, seperti biasa, wanita yang sudah berumur itu hanya memeluk Davi sambil terus menengakan tanpa mau mengizinkan Davi ke luar dan melihat secara langsung pertengkaran yang terjadi.


Bukan karena dia berpihak pada Dery dan Niken, tetapi dia hanya tidak mau Davi ikut menjadi pelampiasan kemarahan Dery, ataupun melihat situasi yang sangat tidak pantas untuk anak-anak.


Itu juga menjadi pesan yang selalu ditekankan oleh Tiara, wanita itu berpesan agar Mak Onah jangan pernah membiarkan Davi melihat tingkah gila Dery. Tiara tidak mau jika sampai Davi membenci Dery sebagai ayahnya.

__ADS_1


Untuk beberapa saat Liora menutup matanya sambil mengatur napas, telinganya begitu awas mendengarkan setiap penghinaan yang dikatakan oleh Niken dan Dery, hingga berhasil menimbulkan berbagai persepsi bagi para pelayan lainnya, lalu membuat namanya semakin terlihat buruk.


Liora kemudian membuka matanya dengan sorot mata begitu tajam dan dingin, hingga untuk sesaat Dery dan Niken merasa terkejut.


"Terserah apa kata kalian, aku sudah tidak perduli lagi. Tapi, jangan mengotori namaku dan memfitnah mendiang orang tuaku dengan tuduhan busuk seperti itu!" geram Liora penuh amarah.


Entah mengapa hatinya ikut sakit mendengar orang tua Tiara dan Tiara dihina oleh Niken dan Dery seperti itu. Dia sudah membuktikan jika Tiara adalah orang yang baik, begitu juga dengan orang-orang yang ada di dekatnya.


Dia juga yakin kalau Dery memang hanya menginginkan harta milik kedua orang tua Tiara. Makanya dia begitu geram ketika Dery malah memutar balikan fakta dan menuduh orang tua Tiara dan Tiara dengan tidak berperasaan.


Dery dan Niken terkekeh ringan sambil menatap mengejek pada Liora.


"Apa yang bisa kamu lakukan, Tiara? Kamu hanya wanita lemah yang bergantung hidup pada Mas Dery," ujar sombong Niken, dia kemudian memeluk Dery dan mengusap dada bidang suaminya genit.


"Iya, kan, Mas?" tanyanya meminta dukungan dari Dery.


Laki-laki itu mengangguk dengan tatapan tak lepas dari Liora.


"Benar, dia sudah terbiasa menjadi benalu. Tidak diusir saja sudah bersyukur, sekarang dia malah mau melawan orang yang memberinya makan? Dalam mimpi saja tidak akan bisa," balas Dery semakin membuat Liora kesal bukan main.


Ingin rasanya wanita itu pergi dari rumah ini dan pergi jauh bersama Davi saat ini juga, kemudian menghancurkan perusahan dan rumah ini yang sangat mereka banggakan menggunakan bom besar bersama semua penghuninya.


Membiarkan mereka hancur dan melebur menjadi abu bersama dengan kesombongan yang tampak begitu tinggi. Namun, dia tidak bisa begitu ... Tiara tidak menginginkan dia menghancurkan semua peninggalan kedua orang tuanya, wanita itu ingin Liora memberi keadilan untuk Davi dan merebut semua hak milik anak itu yang sekarang dikuasai oleh Dery dan Tiara.


Untuk saat ini dia harus tetap bersabar menghadapi dua orang brengsek di depannya, sambil terus mengumpulkan bukti juga menarik kembali semua perusahaan dan aset milik kedua orang tua Tiara menjadi milik Davi.


Setelah aku mendapatkan apa yang menjadi tujuanku, aku bersumpah akan membuat kalian menyesal dan hancur hingga tidak bisa bangkit lagi. Aku akan membuat kalian menyesali apa yang kalian lakukan pada Tiara dan Davi seumur hidup kalian berdua!

__ADS_1


__ADS_2