Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga
Bab.81 Barang bukti


__ADS_3

Charly melihat Dery memasuki sebuah ruangan, segera dia menyusulnya sebelum pintu tertutup. Charly menyangka jika di ruangan itu ada Liora dan Davi. Namun, ketika dia melihat seluruh ruangan itu, kini matanya melebar. Terkejut bukan main.


"Kamu?!" Dery yang melihat Charly menyusulnya pun tampak ikut terkejut.


Charly tak menjawab, dia memiringkan kepalanya sambil menatap ekspresi terkejut Dery yang terasa menyenangkan untuknya.


"Ouh, jadi di sini kalian menyimpan semua barang terlarang ini?" tanya Charly tanpa mau menjawab pertanyaan Dery. Dia tampak berjalan mendekati Dery dengan langkah santainya.


"Kamu mengikutiku?" tanya Dery. Matanya mengikuti ke mana Charly melangkah.


Charly menyeringai, dia kemudian membuka salah satu kotak yang tertutup plastik lebar, lalu membukanya.


"Wahh, kalian memang menakjubkan," ujar Charly dengan wajah yang dibuat terkejut bukan main.


"Apa yang kamu lakukan sekarang? Seharusnya sekarang kamu mencari Tiara?!" kesal Dery yang merasa dipermainkan oleh Charly. Laki-laki itu terus menatapnya dengan seringai yang mneurutnya sangat menyebalkan.


Charly merobek salah satu bungkusan di sana dan memastikan jika itu memang barang terlarang. Dia kembali menyeringai setelah memastikan kebernarannya.


"Asli," gumamnya.


"Tiara? Aku juga sedang berusaha mencarinya tadi, tapi kamu malah membawaku ke dalam ruangan dengan tumpukan penuh barang terlarang ini," ujar Chary kini beralih pada peti yang lebih besar. Dia kemudian membukanya.


"Woaah! Semua ini membuat misiku dan Liora terasa lebih menarik lagi!" ujar Charly dengan wajah takjub.


Matanya melihat Dery sekilas kemudian kembali beralih pada isi peti di depannya. "Senjata api?" gumamnya sambil mengambil salah satu senjata api berkaliber kecil kemudian merakitnya dan mengarahkannya pada Dery.


"Jadi kalian bukan hanya mengedar obat terlarang, tetapi juga senjata api ilegal?" tanya Charly dengan tatapan tajamnya.


"Sekarang di mana kalian sembunyikan Tiara dan Davi?" tanyanya sambil menodongkan senjata yang dia ambil sesuka hati. Charly kemudian menghubungi rekannya yang masih berada di bawah.


"Buktinya ada di lantai tiga!" ujar Charly memberitahu rekannya untuk mengamankan bukti.


"Aku tidak tahu di mana mereka!" Dery berkatan jujur, sejak dia menyebabkan banyak masalah, Roxi tidak lagi memercayainya.


"Jangan bohong! Kamu tidak bisa menipuku, Dery!" sentak Charly tak percaya.


"Aku tidak menipumu! Kalau aku tau di mana mereka, aku pasti sudah ada di sana sekarang!" balas Dery tak kalah keras.

__ADS_1


"Haish! Dasar keras kepala! Mereka itu anak dan istrimu, jika kamu menjadi orang brengsek, setidaknya jangan jadikan mereka sebagai tumbalmu!" kesal Charly yang menggangap jika Dery masih bersekongkol dengan Roxi dan tega mengorbankan anak istrinya demi harta.


"Aku masih waras!" teriak Dery tidak terima, kini dia juga menodongkan senjata api pada Charly yang dengan mudah menuduhnya sembarangan.


Dery sangat mencintai Tiara dan Davi, walau kadang dia berbuat kasar pada Tiara dan mengacuhkan Davi, itu semua dia lakukan untuk melindungi mereka. Dery tidak mau musuhnya menganggap jika dia mencintai mereka dan menjadikan Tiara dan Davi kelemahannya. Terlepas, kadang kekerasannya juga akibat rasa cemburu butanya dan trauma masa kecil yang dia miliki.


Namun, di lubuk hatinya yang terdalam, dua manusia itu mempunyai tempat tersendiri yang tidak bisa tergantikan, walau dia terus tidur dengan wanita lain, juga mempunyai anak dari hubungan terlarang itu.


Rasa cinta itu juga yang membuat Dery tidak mau melibatkan Davi dalam bisnis kotor yang sekarang dia geluti. Jika dia boleh maminta, Dery ingin semua kegilaan ini hanya berhenti padanya.


Namun, Dery sadar jika perusahaan milik Tiara pun tidak bisa berjalan tanpa dana dari semua bisnis hitamnya. Dery sudah terlanjur melibatkan perusahaan Tiara dalam semua kegilaan ini.


Charly terdiam ketika melihat Dery yang tampak sangat kacau. Anehnya dia tidak melihat kebohongan di mata dan raut wajahnya. Hingga tiba-tiba sebuah pesna masuk ke dalam ponselnya dan membuat Charly mengalihkan perhatiannya.


Itu adalah pesan video dari Liora. Cepat, Charly membuka pesan itu. Namun, sedetik kemudian matanya melebar dengan api amarah yang berkobar di dalam dirinya.


Dery yang melihat itu, langsung menurunkan senjata apinya dan menghampiri Charly. Dia ikut melihat apa yang laki-laki itu terima. Namun, sedetik kemudian, reaksinya tidah jauh berbeda dengan Charly. Dery mengepalkan tangannya erat, menahan amarah yang hampir membakar seluruh kewarasannya.


"Dasar manusi gila! Berani-beranianya dia berbuat seperti itu pada anak dan istriku!" geram Dery sambil menatap tajam layar ponsel milik Charly.


"Sebentar lagi akan menjadi mantan," gumam Charly sambil melirik Dery kilas.


Charly mengedikkan bahunya, dia kembali fokus pada video yang masih berputar di layar ponselnya.


"Dia seharusnya tidak pernah ada di dunia itu! Dia bukan manusia, tapi iblis!" gumam Charly tidak kalah sinis.


Bagaimana mereka tidak marah, jika video itu berisi Liora yang tidak sadar tengah duduk terikat di atas kursi kayu, sementara di sampingnya Davi yang menangis memanggail Liora.


Belum habis video itu berputar, tiba-tiba sebuah telepon dari Liora muncul.


"Wanita ini cantik juga. Sepertinya aku menyukainya ... dia cukup berani datang kepadaku sendiri. Ah, aku juga suka dengan wanita yang berani dan menantang seperti ini." Terdengar suara Roxi dari balik sambungan telepon.


"Sialan! Kamu apakan Tiara, brengsek!" sentak Charly.


"Kenapa? Apa kamu menyukainya? Apa, jangan-jangan kalian sudah berhubungan di belakang suami sahnya?" tanya Roxi remeh. Laki-laki itu seolah tahu jika sekarang di dekatnya ada Dery yang juga tengah mendengarkan percakapan mereka. Charly bahkan bisa mendengar jika laki-laki itu terkekeh.


Dery menatap Charly tajam, dia tidak terima jika sampai Tiara menjalin hubungan dengan laki-laki lain di belakangnya.

__ADS_1


"Lepaskan mereka sekarang, Roxi! Sekarang kamu tidak bisa menghindar lagi, aku sudah menemukan bukti barang terlarang yang kamu miliki!" Charly mencoba bernegosiasi dengan Roxi.


"Heh, jangan harap! Aku bisa saja langsung membunuh mereka berdua sekarang juga! Tapi, itu tidak menarik lagi. Karena sekarang kamu mengcaukan rencanaku dengan datang bersama para bedebah itu!" geram Roxi penuh amarah.


"Lalu, sekarang apa yang kamu inginkan, brengsek! Aku tidak akan pernah melepaskanmu jika sampai terjadi sesutu pada mereka berdua!" Sentak Charly lagi.


"Bawakan aku sebuah helikopter dan biarkan aku bebas! Maka aku akan membiarkan mereka berdua hidup!" pinta Roxi.


"Hah?! Kamu memang gila!" geram Charly, sambil terus mencoba memikirkan sesuatu yang bisa menyelamatkan Liora dan Davi, sekaligus menangkap Roxi dan Dery.


"Cepat putuskan, atau kamu akan melihat dua orang ini tak bernyawa lagi!" ujar Roxi lagi kemudian menutup teleponnya.


"Sial! Sial! Sial! Dasar brengsek!" Charly mengacak rambutnya kesal. Bagaimana mungkin dia harus memilih antara nyawa Liora, tubuh Tiara, dan Davi, dengan target misi yang sudah dia perjuangan selama ini?


Semua ini terlalu sulit, apa lagi sekarang semua rekannya dan kepolisian sudah bersiaga mengepung seluruh gedung demi untuk menangkap Roxi dan semua anak buahnya.


"Kamu berhubungan dengan istriku?!" geram Dery, sambil mengepalkan tanganny erat. Dia sudah siap untuk melayangkan tinjunya pada wajah Charly, jika jawabannya benar. Dery sudah cukup bersabar menunggu sambungan telepon itu terputus agar bisa bertanya pada Charly.


Charly langsung menoleh pada Dery dengan kening berkerut dalam. Mana mungkin Dery masih bisa diprofokasi oleh Roxi di saat nyawa anak dan istrinya terancam di tangan Roxi.


Dasar bodoh! Sepertinya obat terlarang sudah membuat otaknya sedikit terkikis, batin Charly mengumpat.


"Tidak! Untuk apa aku berhubungan dengan istrimu," jawab Charly. Sejak dia mengetahui Liora ada di dalam tubuh Tiara, Charly tidak pernah lagi menganggap Tiara sebagai Tiara. Tetapi, dia menganggap Tiara adalah Liora.


"Awas saja kalau kamu berani berhubungan dengan istriku! Aku bersumpah akan langsung membunuhmu!" ancam Dery yang sebenarnya tidak mempan sama sekali.


"Terserah," desah Charly, sambil memutar bola matanya. Menurut Charly, sekarang ini yang lebih penting adalah menyelamatkan nyawa, bukan sibuk memikirkan rasa cemburu.


Charly menyeringai ketika melihat Dery yang lengah, dengan sekali gerakan, Charly berhasil menangkap Dery dan mengunci tubuhnya.


"Kamu akan aku tangkap, atas semua kejahatan, membantu mengedarkan narkoba, dan menjadi kaki tangan seorang bandar besar narkoba!" ujar Charly tiba-tiba sambil hendak memasang borgol di tangan Dery.


"Tidak-tidak, jangan tangkap aku sekarang! Aku harus menyelamatkan anak dan istriku dulu! Aku janji nanti akan menyerahkan diri, tapi izinkan aku menyelamatkan anak dan istriku!" mohon Dery tulus.


"Kami tidak mempercayai seorang buronan. Kini kamu sudah tertangkap dan kamu akan segera menerima hukuman atas semua yang sudah kamu lakukan!" jawab Charly.


"Aku berkata jujur! Asalkan Tiara dan Davi selamat, aku rela jika kamu membunuhku atau menangkapku! Tapi, sebelum itu, izinkan aku pastikan jika mereka berdua selamat dari kekejaman Roxi!" Dery masih saja membujuk Charly yang kini tampak duduk di punggungnya sambil mencekal kedua tanganya.

__ADS_1


Charly terdiam, misi yang dia kerjakan semakin terasa rumit, karena dia melibatkan orang lain di dalamnya. Apa lagi ternyata orang lain itu adalah Liora dan Davi.


__ADS_2