
Roxi berjalan menuju salah satu kamar yang ada di sana, anak buah yang berjaga di depannya pun perlahan membuka pintu untuknya tanpa diperintah. Roxi melangkahkan kakinya masuk ke kamar itu dengan senyum di wajahnya. Senyum yang bertambah lebar ketika melihat anak kecil yang tampak sedang meringkuk ketakutan di pojok ruangan.
"Hai, anak baik. Jangan takut ya, sini Om mau tunjukin sesuatu sama kamu," ujar Roxi sambil terus melangkah maju menghampiri anak kecil itu yang tak lain adalah Davi.
Davi bungkam, anak itu tidak mejawab apa pun, dia seolah tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Roxi. Anak itu memeluk tubuhnya sambil menunduk dalam, menghindari tatapan Roxi.
"Ayo bangun, kamu mau bertemu dengan ibumu, kan?" tanya Roxi sambil berjongkuk di depan Davi, dia kemudian membawa anak itu untuk berdiri dan ikut bersamanya duduk di sisi ranjang.
"Mama," gumam Davi dengan suara lirih dan wajah sendu.
"Iya, om akan buat kamu lihat ibumu," ujar Roxi sambil mengambil ponsel di dalam saku celananya. Dia kemudian mengaturnya hingga memperlihatkan salah satu video CCTV yang menampilkan adegan perkelahian antara Dery dan Liora.
"Lihatlah, sekarang mama kamu sudah ada di depan, dia sedang melawan ayah kamu dan akan membunuhnya," ujar Roxi mulai mencuci pikiran anak kecil itu. Dia ingin memanipulasi otak polos Davi, agar anak kecil itu membenci ibunya sendiri.
"Enggak, Mama gak mungkin ngelakuin itu," geleng Davi sambil terus melihat video di layar ponsel milik Roxi.
"Lihat saja, ibumu ke sini bersama laki-laki lain, dia itu jahat dan gak peduli padamu. Dia itu cuman mau memperlihatkan kalau sekarang dia sudah bahagia sama pacar barunya."
"Enggak! Mama sayang sama Davi!" sentak Davi tidak terima jika dia mendengar Roxi terus menghina ibunya. Namun, air yang mulai membendung di matanya membuat Roxi tersenyum dalam hati.
"Kamu salah, di sini ayah kamu yang sayang sama kamu, Davi. Dia berusaha untuk melindungi kamu, biar kamu gak dibawa sama ibumu dan pacar barunya," geleng Roxi.
"Kamu tidak mau kan tinggal bersama ayah tiri yang jahat!" bisik Roxi makin membuat hati Davi resah dan bimbang.
"Lihat, ibumu bahkan tega menendang ayah kamu!" Roxi memanfaatkan situasi ketika Liora berhasil memasukan satu tendangan ke dada Dery.
.
Sementara di depan gerbang, Liora, Charly, dan Ramon, masih berjuang untuk mengalahkan Dery dan semua anak buah Roxi.
"Bagaimana? Apa kamu masih mau melawanku?" tanya Dery dengan posisi seolah keduanya tengah dalam pose dansa.
Liora sempat terdiam beberapa saat, walau itu hanya bertahan sebentar saja, karena setelahnya dia langsung menjawab tegas pertanyaan Dery.
"Tentu saja, aku akan tetap melawan kegilaan kamu dan Roxi. Aku pastikan kamu akan menyesal karena telah memilih jalan sesat seperti ini!" Liora menatap tajam wajah Dery.
"Baiklah, mari kita buktikan, siapa yang akan menang di dalam pertarungan ini," ujar Dery sambil bersiap untuk menyerang Liora kembali.
"Baiklah kalau itu maumu. Jangan salahkan aku kalau nanti kamu terluka," ujar Dery sambil mulai dalam posisi kuda-kuda.
__ADS_1
Tiara, tolong bantu aku untuk menyelamatkan Davi, batin Liora sambil memejamkan mata. Dia bergumam seolah Tiara memang bisa mendengar dan ada di tubuh yang sama.
Mereka pun akhirnya bertarung sungguhan, hingga Liora mendapatkan beberapa luka, begitu juga dengan Dery. Dalam kondisi itu, Charly pun tidak bisa membantu, dia sudah kewalahan melawan anak buah Roxi yang tidak sedikit.
Dery cukup terkejut dengan kekuatan Liora yang meninggkat dari sebelumnya, dia bahkan mendapatkan luka dari pertarungan ini.
Beberapa saat kemudian terdengar suara mobil bantuan mulai mendekat, mereka pun mengambil alih pertarungan dengan cekatan. Charly akhirnya bisa beralih pada Liora dan menggantikannya untuk bertarung dengan Dery.
"Ajak Ramon untuk masuk ke dalam bersamamu, cari Davi di sana, aku akan menyusul setelah ini," ujar Charly pada Liora.
"Oke!" angguk Liora sambil perlahan mundur dan berlari menuju ke dalam hotel,tanpa banyak orang yang mengetahuinya.
"Jangan! Kamu tidak akan sanggup untuk melawan Roxi, dia bukanlah orang sembarangan!" teriak Dery mencegah rencana Charly.
"Heh! Kamu masih saja meragukan kekuatanku?!" Liora tampak menghentikannya dan berbalik demi melihat mantan suaminya itu, dia tersenyum sinis pada Dery, kemudian berjalan menjauh.
"Tidak! Jangan ke sana! Kembali, Liora!" teriak Dery ingin berlari mengejar Liora untuk mencegahnya ke dalam.
Namun, Charly yang melihat itu langsung mencegahnya, dia menendang punggung Dery hingga membuatnya terhuyung dan jatuh ke depan.
"Kalau memang kamu perduli padanya, seharusnya kamu membantunya untuk menemukan Davi, bukan malah membuatnya semakin terpuruk dengan omong kosongmu!" ujar Charly kemudian kembali menyerang Dery.
"Begitukah? kamu pikir dengan membiarkan dia ke dalam, kamu tidak menjerumuskannya dalam bahaya? Kamu tidak tahu betapa berbahayanya Roxi!" Dery meradang, dia langsung berdiri tegap kembali.
"Aku percaya padanya! Dia pasti bisa bertahan sampai aku mengalahkanmu dan menyusulnya ke dalam!" balas Charly, masih dengan pendiriannya, walau dalam hati dia juga merasa sangat khawatir dengan keselamatan wanita itu.
"Heh! Dasar pengecut! Bilang saja kalau kamu mau menjadikan istriku sebagai tumbal, agar bisa menangkap kami! Kamu pikir aku tidak tahu otak busukmu itu!" sinis Dery lagi.
"Aku bukan kamu, yang berani mengorbankan anak sendiri hanya demi kekusaan dan uang!" Charly tidak terima, dia langsung kembali menyerang Dery secara brutal. Keduanya bertarung sengit. Charly dan Davi bergantian jatuh kemudian bangun kembali. Hingga --
Bugh! Brak!
"Uhuk!" Dery memegang dadanya yang terasa panas sambil terbatuk beberapa kali hingga mengeluarkan darah, ketika Charly berhasil menendang bagian dada Dery dengan tenaga penuh hingga tubuh Dery terlempar cukup jauh dan menimpa kap mobil yang terparkir di sana.
"Aku akan buktikan jika Liora pasti bertahan dan kami akan kembali bersama-sama," desis Charly dengan seringai tajam di wajahnya. Dia kemudian pergi begitu saja menyusul Liora ke dalam hotel.
Dery menatap kepergian Charly yang semakin jauh darinya, perlahan laki-laki itu mulai bangun dan menyusul Charly, sebelum para rekan Charly berhasil menangkapnya.
.
__ADS_1
Sementara itu, Roxi tampak menyeringai ketika melihat Liora berlari menuju ke dalam, dia kemudian melihat pada Davi yang tampak menatap layar ponsel Roxi dengan wajah khawatir.
"Ayo, kita temui ibumu," ajaknya sambil memegang tangan Davi.
"Om, beneran mau bawa aku ketemu sama mama? Om, gak bohong, kan?" tanya Davi dengan wajah polosnya, rasa rindu pada sang mama membuatnya mulai melunak pada Roxi.
"Tentu. Om akan bawa kamu ketemu sama ibumu. Makanya kita ke luar sekarang, biar ibumu gak lama menunggu," jawab Roxi seolah dia itu orang yang tulus dan baik. Padahal di dalam otaknya, sudah ada berbagai rencana untuk melarikan diri dari penangkapan ini.
Davi akhirnya mengangguk, mereka berdua pun ke luar dari kamar tempat selama ini Davi disekap.
"Cari wanita itu sekarang juga dan bawa dia padaku secepatnya," bisik Roxi pada anak buahnya yang setia menunggu di depan pintu.
"Baik, Tuan!" ujar keduanya serempak, kemudian berjalan pergi lebih dulu.
"Mereka mau ke mana, Om?" Davi tampak penasaran.
"Mereka akan menjemput ibumu, agar dia tidak tersesat dan lebih mudah menemukan kita," jawab Roxi penuh kebohongan, dia kemudian membawa Davi ke suatau tempat, yang tersembunyi dan hanya dirinya juga sebagian anak buahnya yang tahu.
.
Liora dan Ramon terus berlari menyusuri banyaknya lorong hotel dengan tujuh lantai itu. lokasi yang luas dan banyaknya kamar membuat Liora dan Ramon sulit untuk menemukan Davi di sana.
"Davi! Kamu di mana, Nak? Ini, mama!" Liora terus berteriak sambil membuka setiap pintu yang ada di sana. Satu per satu kamar dia buka dan periksa dengan seksama, memastikan jika tidak ada jejak Davi di sana.
Beberapa orang anak buah Roxi tampak berdatangan dan membuatnya memaksa untuk melawan mereka.
"Pergilah, biar aku yang menghadapi mereka!" Ramon terdengar bersuara di sela pertarungan mereka.
"Tapi, Ramon--"
"Jangan pikirkan aku, aku bisa melawan mereka sendiri!" Ramon memotong perkataan Liora dan memaksanya untuk segera pergi mencari Davi.
"Cepat! Atau nanti mereka terlanjur membahayakan Davi!" teriak Ramon lagi.
Terpaksa Liora menyetujui perkataan Ramon, walau dia sangat khawatir pada rekan dan sahabat Charly itu.
"Terima kasih. Jaga dirimu baik-baik!" ujar Liora sebelum dia benar-benar pergi meninggalkan Ramon dengan beberapa anak buah Roxi yang tengah menyerangnya.
"Jangan khawatirkan aku!" ujar Ramon.
__ADS_1
...Beberapa bab lagi cerita ini akan tamat, ya. Kalian mau sad atau happy ending nih? Coba komen di bawah ya🙏🥰❤️...
...Selamat menunaikan ibadah puasa untuk yang menjalankannya😍🥰❤️...