Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga
Bab.54 Apa tubuhku selamat?


__ADS_3

Tiara bangun kemudian duduk di sofa kapal itu, dia tampak menatap lekat laki-laki yang ada di depannya.


"Apa kita bisa ke luar dari sini, aku janji akan menceritakan semuanya padamu, tapi aku mohon bawa aku dari sini," ujar Tiara dengan wajah yang kembali mulai panik, dia memohon dengan kedua tangan ditangkupkan di depan dada.


"Baiklah, aku akan segera membawamu pergi, tapi kamu harus janji untuk berkata jujur padaku," angguk Charly. Dalam hati laki-laki itu juga merasa iba dan khawatir pada kondisi Tiara, hanya saja dia mencoba menutupi perasaannya.


Kapal pun sudah berhasil menepi, Charly beranjak kemudian berdiri di depan Tiara, dia mengulurkan tangannya ke hadapan wanita itu.


Tiara menatap wajah Charly dengan tatapan yang tidak biasa, Charly bahkan sempat terdiam untuk beberapa saat. Terkejut dengan sorot mata Tiara padanya.


Perlahan tangan wanita itu menyambut uluran tangan Charly, kemudian ikut berdiri walau dengan kaki yang terasa sangat lemah.


Charly membantu Tiara untuk berjalan menuju ke luar kapal dan kembali ke mobil milik Ramon.


"Tolong bawa motor Tiara," ujar Charly pada Ramon, setelah membantu Tiara masuk ke dalam mobil.


"Oke, aku percaya padamu, Charly," angguk Ramon tanpa rasa ragu sekalipun.


Ramon langsung mengendarai motor Tiara menjauh dari sana, sementara Charly masuk kembali ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Dia melihat sekilas wajah Tiara yang tampak sedang memejamkan mata sambil mengatur napasnya yang masih memburu.


Charly menghembuskan napas pelan kemudian mulai mengendarai mobil yang sudah penyok di beberapa bagian karena adu tembak tadi. Laki-laki itu kemudian menghentikan mobilnya di sebuah lapangan yang sudah cukup jauh dari area pelabuhan.


Tiara membuka matanya, dia menarik napas dalam kemudian menghembuskannya pelan sebelum menatap wajah laki-laki di sampingnya yang tampak sedang memperhatikannya.


"Aku gak tau harus jelasin bagaimana agar kamu bisa mengerti dan percaya dengan apa yang aku alami, bahkan aku sendiri saja tidak akan percaya jika tidak mengalaminya sendiri," ujar Tiara memulai penjelasannya.


Charly tampak terdiam, dia hanya sedikit mengerutkan keningnya.


"Aku memang bukan Tiara," gumam Tiara, yang membuat Charly langsung menatap Tiara dengan tajam.

__ADS_1


"Apa maksud kamu?!"


"Tubuhku memang milik Tiara, tapi jiwaku bukan lagi Tiara."


Charly dibuat semakin bingung dengan ucapan wanita di depannya yang tidak bisa dia mengerti sama sekali.


"Jangan membuat aku bingung. Kamu sudah berjanji akan berbicara jujur, jadi aku harap kamu tidak mengingkari janjimu sendiri," tekan Charly sambil mengalihkan pandangannya lurus ke depan.


Tiara pun membenarkan duduknya dia mengikuti Charly, menyandarkan tubuh dengan tatapan lurus ke depan, di mana di sana banyak pedagang yang berjualan di pinggir lapangan.


"Apa kamu ingat pada perempuan yang bernama Liora?" tanya Tiara tiba-tiba.


Charly melebarkan mata, dia langsung menoleh menatap wanita yang kini tampak duduk di sampingnya dengan tatapan masih lurus ke depan.


"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu bisa tau nama Liora?!" tanya Charly dengan raut wajah yang tampak berbeda.


Tiara menoleh pada Charly hingga mata keduanya beradu pandang. Tiara tampak tersenyum tipis kemudian kembali menatap ke depan kemudian merebahkan kepalanya dengan tatapan hampa.


Kening Charly tampak bertaut dalam, muka laki-laki itu tampak semakin kacau saat Tiara mulai membicarakan tentang Liora di depan Charly.


"Stop, jangan main-main lagi denganku! Cepat katakan, siapa kamu sebenarnya, hah?!" Charly berteriak tepat di depan wajah Tiara, dia merasa sedang dipermainkan oleh wanita di depannya.


Tiara masih menampilkan wajah tenang, dia bahkan tersenyum tipis saat melihat emosi Charly mulai terpancing. Tiara bahkan tidak merasa takut melihat wajah Charly yang terlihat seolah ingin menelannya hidup-hidup.


"Bagaimana dengan gengster yang ditinggalkan oleh Liora? Apa mereka berhasil kamu tangkap, atau malah kamu bunuh sama seperti Liora?"


Tiara masih tetap berbicara tentang Liora hingga membuat emosi Charly semakin memuncak. Laki-laki itu tampak menarik kerah jaket kulit yang dipakai oleh Tiara, hingga tubuh wanita itu terbawa oleh tenaganya.


"Jangan main-main denganku. Cepat katakan siapa kamu sebenarnya, atau aku bisa saja membunuhmu saat ini juga!" geram Charly sambil terus mengeratkan remasannya di kerah jaket Tiara, hingga Tiara mulai merasa sesak karenanya.

__ADS_1


"J–jika a–aku adalah Liora, a–apa k–kamu akan percaya?" ujar Tiara dengan suara berat dan terbata kalimat lehernya yang terasa semakin tercekik.


"Hei! Jangan berani kamu sebut namanya, brengsek!" kesal Charly makin tidak terkendali.


"Kenapa? Bukankah dia adalah misi kamu yang tidak pernah terselesaikan?" Tiara tersenyum tipis walau napasnya semakin sulit.


Charly terdiam, cengkarman tangannya perlahan mulai longgar dan akhirnya terlepas begitu saja. Dia kembali menyandarkan tubuhnya sambil mengacak rambut melampiaskan rasa kesalnya. Napasnya terlihat berburu hingga dadanya turun naik tak menentu.


"Tidak, tidak mungkin kamu adalah dia. Dia sudah mati di hari terakhir aku melihatnya," gumam Charly sambil menggelengkan kepalanya.


Laki-laki itu benar-benar terlihat kacau, Tiara bahkan melihat dengan jelas saat air mata tiba-tiba jatuh begitu saja di wajah Charly, walau secepat kilat laki-laki itu menghapusnya.


Tiara melebarkan matanya, dia tidak percaya jika Liora sudah mati. Wanita itu menggeleng pelan dengan air mata yang mulai menganak sungai. Jika memang Liora sudah mati, maka bagaimana dengan jiwanya yang saat ini tertahan di tubuh Tiara? Apakah dia bisa tetap hidup di tubuh Tiara, atau mungkin suatu saat nanti Tiara akan mengambil alih tubuhnya dan Liora mati begitu saja?


Tiba-tiba saja pikiran Tiara menjadi kacau, saat menyimpulkan apa yang terjadi pada tubuh Liora di California.


"Apa maksudmu? Apa kamu menemukan tubuhnya? Apa dia benar-benar sudah memastikan jika dia memang mati?! Katakan! Aku mau tau semuanya!"


Kini giliran Tiara yang mengamuk, dia ingin sekali mengetahui keadaan tubuh Liora saat ini. Selama ini jiwa Liora bisa bertahan di tubuh Tiara dengan sebuah harapan jika suatu hari nanti dia bisa kembali pada tubuhnya yang asli dan memperbaiki kesalahannya di masa lalu. Namun, kini semuanya telah hilang. Harapannya untuk kembali hidup sebagai Liora, tidak mungkin bisa tercapai, karena dirinya sebenarnya telah mati.


"Dia ... Liora–" Charly menjeda perkataannya, rasanya begitu berat mengungkapkan apa yang terjadi di hati itu. Hari di mana dia mengalami kegagalan terbesar dalam hidupnya.


"Apa? Cepat katakan! Jawab pertanyaannku, Charly!" Tiara menggoyangkan tubuh Charly dengan kekutannya.


"Kamu bukan siapa-sapanya! Untuk apa aku harus menjawab pertanyaan darimu, hah?!" Charly yang semakin merasa terpojok mulai balik menyerang.


"Karena aku adalah Liora! Jiwaku terjebak di tubuh Tiara! Aku belum mati, Charly! Aku belum mati!" teriak Tiara yang membuat tubuh Cahrly kaku seketika seakan sebuah patung. Laki-laki itu tampak mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba menyadarkan diri dari rasa terkejut akibat perkataan Tiara yang baru saja dia dengar.


"Katakan dengan jelas, Charly. Apa kamu menemukan tubuhku? Apa kamu memastikan sendiri jika aku memang sudah mati?" gumam Tiara yang kini mulai menurunkan nada suaranya.

__ADS_1


Tangannya yang bergetar mulai terlepas dari tubuh Charly, dia kembali duduk dan menutup wajah, menyembunyikan isak tangis yang tidak bisa lagi dia tahan. Liora menangis, meratapi semua yang sudah terjadi. Meratapi nasib yang begitu kejam kepadanya.



__ADS_2