Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga
Bab.63 Kita Berbeda


__ADS_3

Akhir pekan telah berlalu. Di hari senin yang indah ini, dalam perusahaan yang dipimpin oleh Dery tiba-tiba saja terjadi kegaduhan. Karena rumor Dery yang mendapatkan surat gugatan perceraian dari Tiara dan juga penangkapan Niken sebagai istri keduanya telah beredar secara luas. Ditambah lagi, isu tentang keluarga Bagaskara yang telah menjual lima persen sahamnya pada Tiara, hingga kini wanita itu menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan itu.


Ternyata di saat kemarin Liora dan yang lainnya tengah berkemah, dia juga merencanakan untuk menyebarkan semua informasi tentang kehancuran rumah tangga Dery melalui sosial media. Liora memanfaatkan ingatan masa lalunya, untuk menghubungi salah satu hacker yang sangat dia kenal, selain anggota gengster yang kini dia tidak bisa hubungi sama sekali. Liora meminta tolong untuk menyebarkan berita itu dan mempertahannkannya setidaknya selama satu minggu.


Ternyata rencana itu berjalan dengan lancar, kini semua pemegang saham dan elit perusahaan milik kedua orang tuanya itu sedang panik, karena kekacauan yang terjadi pada Dery yang berimbas pada perusahaan. Liora tersenyum ketika mendengar kalau para pemegang saham terbesar sedang melakukan rapat rahasia di salah satu restoran.


"Sekarang, ayo kita temui mereka lagi," ujar Liora sambil menatap Charly yang tengah duduk di depannya. Saat ini, mereka sedang berada di salah satu Cafe yang tidak jauh dari sekolah Bintang.


Charly mengangguk, mereka pun beranjak dari tempat itu kemudian masuk ke mobil Charly.


"Kenapa kamu tidak memberitahuku dulu tentang rencana ini? Aku pikir kita adalah tim?" tanya Charly sambil mulai melajukan mobilnya menuju jalan raya.


Liora menatap wajah Charly yang masih terlihat datar. Entah apa yang sekarang laki-laki itu rasakan? Liora dibuat bertanya-tanya.


"Aku hanya tidak mau terlalu melibatkan kamu dan rekanmu di dalam masalah pribadiku. Kalian datang ke sini bukan untuk membantuku, tetapi untuk menangkap Dery dan bosnya. Maka biarkan ini menjadi urusanku sekarang. Kamu cukup fokus untuk menangkap Dery dan bosnya itu," jawab Liora panjang lebar.


"Tidak bisa! Dari awal kita sudah melakukan ini bersama, bagaimana mungkin sekarang tiba-tiba kamu ingin kita berpisah?!" Charly tampak tidak setuju dengan ucapan Liora, keningnya tampak berkerut dalam dengan nada suara yang sama sekali tidak ramah. Laki-laki itu jelas sekali terlihat gusar.


Liora terkejut dengan reaksi Charly yang terlihat sangat kesal, padahal biasanya laki-laki itu selalu tampak tenang.


"Hei, aku hanya ingin kamu fokus untuk segera menangkap Dery dan bosnya, agar semua masalah ini segera berakhir–"


"Lalu kita berpisah?!" tanya Charly dengan wajah tidak suka. Laki-laki itu bahkan menghentikan mobilnya di tepi jalan.


Liora yang tadinya mau menjelaskan dengan baik-baik kini dibuat terdiam oleh reaksi Charly yang sangat berlebihan itu.

__ADS_1


"B–bukan begitu maksudku." Liora menggeleng pelan dengan mata yang mengerjap beberapa kali.


"Tia–" Charly menghentikan ucapannya kemudian menggeleng samar seolah dia salah bicara.


"Liora, apa kamu tidak suka kita bertemu lagi? Apa kamu ingin segera pergi dariku?" tanya Charly yang mulai tidak bisa mengendalikan emosinya.


"Aku tidak ingin begitu, Liora! Aku ingin kita tetap bersama." Charly memegang tangan Liora dengan tatapan yang berubah penuh harap.


Liora dibuat mematung oleh sikap Charly yang begitu mengejutkan.


"Liora, apakan masih tidak mungkin kita bersama?" tanya Charly kemudian. Jika dulu mereka memang musuh dan tidak mungkin untuk bersatu, tetapi sekarang bukankah Liora tidak lagi seperti dulu.


Liora mengerjap beberapa kali, dia mencoba mengembalikan kesadarannya dari rasa terkejut karena ucapan Charly.


"Charly, apa kamu mengerti arti dari ucapanmu itu?"


"Kita itu berbeda, Charly. Kamu adalah penegak hukum yang berjuang memberantas kejahatan, sementara aku adalah salah satu target dari misi kamu," ujar Liora, berusaha menyadarkan Charly dengan kekeliruannya.


"Kamu dan aku bagaikan bulan dan bintang, kita tidak akan pernah menyatu walau terlihat begitu dekat. Aku masih tetap Liora sang gengster cantik di California, walau tubuhku kini berbeda," sambung Liora lagi.


Charly menggeleng, dia tidak setuju dengan apa yang dikatakan Liora.


"Pasti ada satu cara, Liora. Aku yakin, kita bisa menemukan cara itu, asal kita bersama-sama. Aku mencintaimu, Liora, " ujar Charly mencoba meyakinkan Liora. Dia tidak mau lagi kehilangan Liora untuk kedua kalinya.


"Aku tidak akan membuatmu mengkhianati pekerjaanmu sendiri, Charly. Jadi, lebih baik segera selesaikan misi ini, dan kita sudahi sampai di sini. Jangankan memikirkan cinta, aku bahkan tidak tau nasibku ke depannya." Liora bergumam pelan di akhir kalimatnya.

__ADS_1


"Tidak ada orang yang tau dengan nasibnya sendiri, Liora! Begitu juga dengan aku!" jawab Charly sambil kembali melajukan mobilnya. Laki-laki itu tampak bungkam dengan tatapan yang tampak fokus ke jalanan, dia tidak lagi memperhatikan Liora sama sekali, hingga tanpa terasa, mereka sudah sampai di restoran yang dia tuju.


"Ayo, kita selesaikan ini dengan cepat. Aku akan pergi dari sini, setelah memastikan kehidupanmu di sini baik-baik saja," ujar Charly sebelum mereka turun dari mobil.


Liora terdiam dengan mulut terkunci, dia terkejut melihat tatapan penuh kecewa dari laki-laki di sampingnya. Mata Liora mengikuti pergerakan Charly yang turun dari mobil lebih dulu, tanpa berkata apa pun lagi.


"Maaf," gumam Liora, dengan rasa bersalah yang tiba-tiba menyelimuti hatinya.


Mereka pun berjalan bersama menuju ke dalam restoran, keduanya menyusuri koridor restoran yang mengarah ke ruangan VIP yang telah dipesan oleh salah satu pemegang saham untuk rapat siang itu. Jangan tanya Liora dan Charly tahu dari mana tentang ruangan itu, mereka mempunyai cara sendiri untuk mengetahui pergerakan orang-orang di sekitar Dery.


Sementara itu di dalam ruangan dengan tema restoran Jepang itu, terlihat beberapa laki-laki paruh baya yang sedang saling menyapa dan memuji dengan wajah palsu mereka.


"Bagaimana ini? Tampaknya Dery tidak bisa lagi kita andalkan untuk mengurus perusahaan," ujar salah satu dari mereka.


"Iya, berita yang beredar membuat harga saham perusahaan turun drastis. Lihat saja, bahkan Tuan Bagaskara sudah menjual lima persen sahamnya." Laki-laki paruh baya dengan jas berwarna abu-abu tua terlihat menimpali.


"Aku tidak menyangka, ternyata Dery adalah laki-laki brengsek! Dia bahkan tidak bisa menjaga citra dirinya agar tetap baik di mata masyarakat." Laki-laki paruh baya dengan rambut berwarna putih terdengar ikut mengeluh.


"Kita harus segera mencari pengganti Dery, agar perusahaan tidak terlalu lama dalam keadaan krisis!" Seorang laki-laki yang tampak masih cukup muda dibandingkan yang lainnya tampak berbicara dengan nada yang lebih santai.


"Iya, benar! Kita harus mengajukan satu nama untuk kandidat pengganti CEO di perusahaan, tentunya seseorang yang mau memihak pada kita." Semua orang di ruangan itu mengangguk setuju dengan ucapan laki-laki berambut putih itu.


Namun, rapat mereka tiba-tiba terganggu ketika pintu terbuka dan memperlihatkan Liora dan Charly masuk begitu saja dan kini berdiri di depan mereka.


"Selamat siang, semuanya. Bolehkah kami bergabung dengan kalian?" ujar Liora dengan senyum penuh makna.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana saling pandang dengan wajah terkejut akan kehadiran Liora yang tiba-tiba.



__ADS_2