Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga
Bab.23 Terpakasa mengacau


__ADS_3

"Oke, baiklah aku tidak akan memaksa kalian untuk membantuku. Aku tahu sebagai anggota agen rahasia, kalian pasti tidak mau direpotkan oleh masalah rumah tanggaku yang hanya sepele menurut kalian," ujar Liora sambil melirik reaksi kedua laki-laki itu.


Seringai tipis di wajahnya terbit saat melihat Charly tampak menoleh cepat ke arahnya, begitu juga dengan Ramon yang bahkan hampir mengerem mendadak mobil yang dia kendarai.


Liora menundukkan kepala menghindari tatapan tajam dari dua laki-laki itu sebelum kembali melanjutkan perkataannya. Sementara itu tangannya bersiap untuk membuka pintu, agar bisa kabur dari kedua laki-laki itu.


"Tapi, jangan salahkan aku jika besok pagi semua orang di komplek ini akan tahu siapa identitas asli kalian," ujar Liora lagi kemudian bergegas membuka pintu sebelum mendapatkan reaksi dari Charly maupun Ramon.


Namun, ternyata tangan Charly yang mencegah dirinya lebih cepat dibandingkan dengan gerakan tubuhnya, hingga laki-laki itu kini berhasil mencekal salah satu tangannya dengan genggaman yang cukup keras.


"Kita langsung masuk ke rumah!" Charly berkata dingin sambil memberi instruksi pada Ramon untuk melajukan kembali mobilnya masuk ke dalam rumah mereka.


Sigap, Ramon pun langsung memutar balik stir dan membunyikan klakson agar pelayan mereka membuka pintu, setelah itu dia langsung menjalankan kembali mobilnya langsung menuju garasi, agar Liora tidak bisa kabur lagi.


Sementara dua laki-laki itu tengah begitu waspada begitu Liora menyatakan identitas asli mereka. Liora sendiri malah meringis merasakan sakit di pergelangan tangannya yang digenggam oleh Charly. Pasalnya itu tangan bekas genggaman Dery yang cukup erat, dan kini kembali dilukai oleh Charly.


Begitu mobil berhenti Charly langsung mendesak Liora ke pinggir hingga wanita itu terlihat mengerutkan tubuhnya. Ada sedikit rasa gugup ketika tubuhnya kini berjarak begitu dekat dengan Charly, bahkan jantungnya berdegup lebih cepat dibanding biasanya.


Walau begitu Liora berusaha tidak menunjukkan semua itu, dia malah mencebikkan bibirnya kesal sebagai usaha untuk menutupi rasa gugupnya.


"Apa yang kamu katakan tadi, coba ulang lagi!" desak Charly dengan suara menggeram marah.


"Apa? Aku tidak mengatakan apa pun," kilah Liora sambil menghindari dari mata tajam Charly.


"Kami berdua tidak tuli!" sentak Charly.


Pintu mobil masih terkunci rapat secara otomatis, hingga Liora tidak bisa membukanya dan lari dari laki-laki tampan di depannya.


"Kalau kamu dan temanmu itu tidak tuli, kenapa meminta aku mengulangi perkataan?" Liora membuang wajah saat Charly semakin mendekat.

__ADS_1


"Apa kamu bilang, hah?!" Charly semakin marah ketika Liora malah terus bertele-tele.


Sementara Liora sibuk menghadapi degup jantungnya karena Charly, Ramon malah ikut tegang melihat aura Charly yang sudah terasa berbeda.


Apa wanita ini tidak menyadari situasinya saat ini, Charly bahkan bisa berbuat apa pun jika sudah marah, apa lagi ini menyangkut dengan pekerjaan, batin Ramon menatap penuh prihatin Liora dari kaca spion dalam.


"Siapa kamu sebenarnya, hah?!" Kini tangan Charly sudah berada di kedua sisi tubuh Liora, dia mengungkung Liora menggunakan tubuhnya sendiri.


Napas Liora semakin tercekat, merasakan bau napas segar Charly yang menerpa wajahnya. Bukannya takut, dia malah menikmati suasana itu. Walau tidak dia juga tidak tahu apa yang terjadi kepada dirinya kemudian jika sampai dicurigai oleh Charly.


"Jawab!" sentak Charly mulai tidak sabar.


"A–aku Tiara ... siapa lagi." Liora yang sudah sangat sulit menahan gugupnya akhirnya menjawab dengan terbata.


Matanya mengerjap berkali-kali demi menetralkan detak jantung begitu dia melihat betapa sempurna ciptaan tuhan di depannya, apa lagi saat jakun Charly bergerak, itu terlihat sangat seksi di matanya.


Ya ampun, kenapa aku harus terjebak di tubuh wanita yang sudah memiliki suami biadab macam Dery? Harusnya aku terjebak di tubuh wanita yang memiliki suami seperti Charly. Ini tidak terlalu seksi untuk dilewatkan.


"Jawab dengan benar, atau kamu akan mendapatkan akibatnya karena bermain-main dengan kami!" ancam Charly tajam.


"Aku tidak berbohong, aku memang Tiara."


"Lalu, dari mana kamu tahu identitas kami, hah?!"


Liora meringis, dia bingung harus berbicara apa. Tidak mungkin kan kalau dia mengatakan jika dirinya sebenarnya adalah Liora –ketua gengster yang selama ini menjadi target oprasi Charly dan mengalami kecelakaan di jembatan Golden Gate saat berusaha kabur dari Charly – kemudian jiwanya terdampar di tubuh Tiara.


Itu terlalu memalukan juga tidak masuk akal untuk Charly. Liora yakin jika Charly tidak akan memercayainya jika dia berkata seperti itu.


"Katakan, siapa yang memberitahumu tentang identitas kami, atau kamu tidak akan bisa kembali ke rumahmu!" ancam Charly semakin mendesak tubuh Liora.

__ADS_1


"Aku pernah mendengar kalian dari salah satu temanku!" jawab Liora cepat sambil menutup rapat matanya.


Mendengar itu Liora mendongak kemudian melihat Charly tepat ke dalam iris matanya, dia harus pulang bagaimana pun caranya. Davi dan Mak Onah masih ada di dalam rumah itu, dan dia harus mengeluarkan mereka dari tekanan Dery dan Niken.


"Charly, lebih baik kita lepaskan saja dia." Ramon ikut mencoba melerai emosi Charly.


"Aku akan mengatakan semuanya, kalau kamu berjanji akan membantuku merebut harta kedua orang tuaku lagi, dan melepaskan diri dari Dery." Liora berkata dengan wajah yang berubah datar dan tatapan tajam.


Charly sempat terkejut dengan perubahan Liora yang sejak tadi hanya terlihat seperti wanita tengil dan jahil. Kini Liora lebih terlihat seperti seorang wanita yang tegas dan berwibawa.


"Sudahlah, Charly, terima saja persyaratannya. Kita hanya perlu membantunya saja, kan?" Ramon yang sudah lelah dengan perdebatan antara Charly dan Liora pun kembali berbicara sambil menyandarkan punggung pada sandaran kursi.


Charly yang merasa tidak terima dengan perkataan Ramon menoleh cepat pada sahabatnya. Tujuan kedatangan mereka ke negara ini adalah untuk menjalankan misi, bukan untuk membantu urusan rumah tangga orang lain.


Ramon hanya menghembuskan napas kasar kemudian terdiam saat melihat tatapan tajam Charly padanya. Sementara Charly terlihat kembali menatap Liora dia kemudian mengangguk samar walau itu terlihat sangat terpaksa.


"Baiklah, kami akan membantumu. Tapi kamu harus memberitahu siapa kamu sebenarnya," jawab Charly setelah dia memikirkan semua yang akan terjadi ke depannya.


Liora mengangguk yakin, entah bagaimana nanti dia menjelaskan situasi yang terjadi padanya saat ini. Namun, setidaknya dia yakin jika Charly bisa membantunya untuk merebut kembali hak milik Davi dan membuatnya berpisah dari Dery.


Liora berharap setelah semua itu dia bisa kembali pada tubuhnya yang asli, walau kadang terbersit dalam hati menginginkan kehidupan Tiara yang penuh cinta. Namun, dia harus sadar diri, jika mereka adalah orang yang berbeda begitu juga kehidupan yang mereka terima.


Liora harus kembali menyerahkan tubuh ini kepada pemilik aslinya, sementara dirinya harus menerima nasib dengan apa pun keadaannya di California.


Charly langsung melepaskan Liora kemudian langsung menegakkan lagi tubuhnya.


"Bawa dia masuk, dia tidak akan bisa ke luar sebelum menjelaskan semuanya!" titah Charly pada Ramon kemudian membuka pintu dan berlalu pergi begitu saja dari sana.


Sepertinya laki-laki itu masih menyimpan rasa kesal pada Liora, hingga langkahnya begitu lebar dan cepat, membuat Liora bahkan kehilangannya hanya dengan waktu beberapa detik saja.

__ADS_1


Maaf karena aku terpaksa melakukan ini. Tapi, aku tidak mempunyai cara lain agar kamu mau membantuku menyelesaikan masalah ini.


Liora membatin, merasa bersalah karena sudah mengacaukan misi Charly.


__ADS_2