Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga
Bab.73 Bukan Vila


__ADS_3

Matahari masih malu untuk menampakkan dirinya ketika Liora dan Charly berangkat dari rumah Helen menuju rumah Tiara. Suasana yang masih lengang membuat Charly leluasa untuk mengendari mobilnya dengan kecepatan yang cukup kencang. Dengan begitu mereka berdua pun bisa menghemat waktu tempuh yang seharusnya tiga puluh menit lebih, kini dalam waktu dua puluh menit Charly sudah menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah Tiara.


Seorang penjaga menghampiri mereka, laki-laki stengah baya itu langsung membuka gerbang begitu Charly membuka kaca mobil di samping Liora, hingga wanita itu leluasa untuk menyapa.


"Selamat datang, Nyonya Tiara," ujar penjaga gerbang ketika mobil Charly melewatinya.


Liora mengangguk samar untuk membalas sapaan dari penja gerbang yang memang sudah bekerja sejak Tiara menempati rumah ini bersama Dery. Itu juga menurut Mak Onah.


Setelah Charly berhasil menghentikan mobilnya dengan sempurna, keduanya pun langsung ke luar dari mobil dan berjalan masuk ke rumah dengan langkah lebar mereka. Para pelayan yang masih bertahan di sana langsung menyambut kedatangan Liora, mereka tampak begitu senang mendapati salah satu majikannya pulang, setelah beberapa hari ini mereka kebingungan tanpa ada orang yang mempekerjakannya.


"Selamat datang, Nyonya Tiara!" sambut mereka bersamaan.


Liora hanya mengagguk sambil menatap kilas mereka. Dia tidak terlalu peduli dengan para pekerja yang memang semuanya dipekerjakan oleh Dery. Sebelumnya mereka semua tidak ada yang memihak padanya, semuanya hanya mendengarkan ucapan Dery dan Niken. Mereka hanya berpura-pura tuli, ketika dirinya menerima siksaan dari Dery atau bahkan difitnah oleh Niken.


"Kita langsung ke ruang kerja Dery," ujar Charly yang langsung diangguki oleh Liora.


Sepertinya Dery tidak mengetahui tentang Liora dan Charly yang pernha masuk ke dalam ruang kerjanya, hingga dia tidak mengganti semua kode yang melindungi ruangan itu. Tentu saja itu mempermudah pekerjaan Liora dan Charly.


Keduanya pun langsung masuk begitu saja, tanpa ada yang berani mencegah. Semua pekerja di sana kini tidak bisa lagi memihak pada Dery, mengingat laki-laki itu bahkan tidak diketahui keberadaannya sekarang.


"Cari tahu aset milik Dery yang berada di sekitar pantai," ujar Charly pada Liora. Kemarin ketika dia menyuruh Hana untuk menganalisis suara yang ada di dalam rekaman Davi, laki-laki itu menemukan ada suara debur ombak, hingga Charly menyimpulkan jika Davi berada di suatu pantai.


"Oke," jawab Liora sambil menganggukkan kepala.


Keduanya tampak memeriksa setiap berkas yang ada di sana. Charly juga menyuruh Helen untuk meretas prangkat komputer yang ada di sana. Dia memasukkan sebuah USB yang akan menghubungkan langsung perangkat itu pada Helen, hingga memudahkannya untuk mengakses semua informasi yang ada di dalam komputer itu.


Sementara itu, Charly memilih untuk meninggalkannya dan membantu Liora. Liora pun membuka kembali ruang rahasia yang ada di sana. Keduanya masuk dan mencari dengan lebih teliti dari sebelumnya. Namun, setelah cukup lama mencari, keduanya tidak juga menemukan petunjuk tentang keberadaan Davi.


Liora melebarkan matanya ketika dia mengingat sesuatu. Dia kemudian ke luar dari ruangan kerja Dery dan berjalan menuju lantai dua. Charly yang melihat itu pun menyusul Liora, karena memang di sana sudah tidak menemukan apa pun.


Liora masuk ke dalam ruang penyimpanan anggur yang selama ini begitu tertutup untuk orang luar. Dia cukup terkejut ketika melihat ruangan itu begitu berantakan dengan botol kosong di mana-mana. Bahkan ada botol minuman keras yang pecah dan berantakan di hampir seluruh lantai.

__ADS_1


"Untuk apa kita ke sini?" tanya Charly sambil melihat ruangan itu dengan seksama.


"Entahlah, tapi hatiku mengatakan jika kita harus memeriksa ruangan ini," jawab Liora sambil mulai melangkahkan kakinya menyusuri ruangan itu.


Charly mengikuti sambil menelisik seluruh ruangan yang terlihat biasa saja itu, hingga tanpa sengaja Liora tersandung sebuah kotak sampai isinya jatuh berantakan.


Liora menatap Charly dengan mata melebar, dia melihat ada beberapa berkas yang terlihat di sana, salah satu diantaranya adalah sebuah kapal pesiar pribadi dengan nama Tiara sebagai pemiliknya.


"Apa mungkin Davi berada di sebuah kapal?" tanya Liora sambil menatap Charly dengan kening berkerut dalam.


"Mungkin saja," jawab Charly sambil sigap mengirim foto berkas itu pada Helen, dia kemudian menyuruh wanita itu untuk mencari tahu lokasi kapal itu saat ini.


"Ayo, kita pergi sekarang," sambung Charly lagi, setelah urusan di sana selesai. Keduanya pun kembali turun dan ke luar dari rumah Tiara.


"Kamu yakin mau ikut ke sana?" tanya Charly ketika mereka sudah berada di dalam mobil. Charly teringat akan trauma Liora dengan pantau dan laut, dia tidak ingin nanti Liora memaksakan diri untuk pergi di saat dirinya sendiri belum siap.


Liora mengepalkan kedua tangannya, mencoba mencari kekuatan untuk melawan trauma masa lalunya. Wanita itu menatap Charly dengan tatapan yang tidak bisa diartikan hingga–


Walau sedikit ragu, Charly pun akhirnya menganggukkan kepala. Dia mencoba untuk percaya pada wanita di sampingnya itu.


"Kalau memang tidak bisa, kamu harus bilang padaku, oke?" pinta Charly yang langsung diangguki oleh Liora.


Mereka pun pergi meninggalkan rumah itu. Keduanya tampak bersiap untuk menghadapi apa yang akan terjadi di sana.


Tidak menunggu lama, Helen dapat mengetahui lokasi kapal pesiar milik Dery, dia pun memberitahu Charly dan Liora yang memang sedang dalam perjalanan menuju ke sana.


Charly pun mempercepat laju mobilnya ketika sudah mendapatkan keberadaan kapal pesiar itu dengan pasti.


.


Di tempat lain, Roxi tampak baru saja mendapatkan konfirmasi terkait identitas Charly, mereka cukup kesulitan dalam mencari identitas dari Charly hingga membutuhkan waktu cukup lama.

__ADS_1


"Jadi kalian curiga kalau dia adalah agen rahasia?" tanya Roxi dengan rahang mengeras.


"Benar, Tuan. Dari yang kami dapatkan, dia pernah bergabung dengan pasukan khusus di kepolisian California. Hanya sedikit info tentang laki-laki itu yang kami dapatkan, kami mengira dia memang menyembunyikan identitas aslinya, atau mungkin dilindungi oleh organisasi tempatnya bekerja," jawab salah satu anak buah Roxi dengan kepala tertunduk dalam dan suara yang sedikit terbata.


"Sial, jadi selama ini kita kecolongan?!" kesal Roxi.


"Maafkan kami, Tuan," jawab para anak buah Roxi.


"Cari wanita itu dan bawa dia padaku bagaimanapun caranya! Aku ingin memberi dia pelajaran karena sudah berani mengusik ketenanganku!" geram Roxi.


"Baik, Tuan!" jawab anak buah Roxi serempak.


Roxi tampak mengepalkan tangannya dengan wajah yang mulai memerah, dia kemudian ke luar begitu saja dari sana, langkah lebarnya membawanya pada seseorang yang kini akan menjadi sasaran untuknya meluapkan emosi.


Hingga di saat dia menemukan orang itu, Roxi langsung menyerang dan mendesaknya ke tembok.


"Dasar bodoh! Kamu bahkan tidak bisa mengenali istrimu sendiri, hah!" teriaknya sambil terus melayangkan tinjunya ke seluruh tubuh Dery.


Dery yang terkejut akan serangan Roxi yang tiba-tiba hanya bisa pasrah tanpa melawan sedikit pun. Sebagai seorang bawahan, dia harus rela diperlakukan seperti ini oleh atasannya.


"A–ada apa ini, Tuan?" tanyanya ketika Roxi melepaskannya dan mundur beberapa langkah. Tetes darah terlihat dari ujung bibirnya.


"Apa kamu tau kalau selama ini istri kesayanganmu itu telah berhubungan dengan seorang egen rahasia, hah?! Dasar wanita ja*ang, lihat saja apa yang akan aku lakukan pada dia, jika sampai aku bisa menangkapnya!" Roxi kembali melayangkan tinjunya pada perut Dery untuk ke sekian kalinya. Dia kemudian mencengkram kerah baju Dery dan mengangkatnya hingga wajah mereka hampir tak memiliki jarak.


"Sekarang kamu harus ikut aku! Kamu juga harus mendapatkan pelajaran agar tidak terluka bodoh!" sambung Roxi lagi sambil menghempaskan tubuh Dery hingga membentur tembok yang ada di sana.


"Bawa dia!" titah Roxi pada anak buahnya yang ada di sana.


Mereka pun menyeret Dery sambil mengikuti langkah Roxi.


__ADS_1


__ADS_2