
Sementara itu, Dery yang mendengar laporan jika di kantornya ada penyusup terlihat mengepalkan tangannya erat.
"Periksa semua data, laporkan jika sampai ada yang hilang! Tangkap penyusup itu hidup atau mati!" perintah Dery dengan amarah yang menggebu.
Kemarahan Dery semakin besar ketika dia menerima laporan jika para petugas keamanan tidak berhasil menangkap penyusup itu, apa lagi saat dia memeriksa CCTV ternyata tidak ada jejak sedikit pun tentang penyusup itu.
"Sial! Siapa sebenarnya penyusup itu?" geram Dery dengan napas yang memburu. Kepalanya tiba-tiba saja terasa pening dengan berbagai masalah yang saat ini begitu banyak menimpanya.
Ingatannya tiba-tiba beralih pada Tiara, dia kemudian mencari nama kontak sopir yang dia tugaskan untuk mengawasi istri pertamanya itu.
"Di mana dia sekarang?!" tanyanya langsung, ketika teleponnya tersambung.
"Nyonya Tiara sedang menunggu Tuan Davi ke luar sekolah, Tuan," jawab sopir itu, sambil memperhatikan Tiara yang memang sedang berdiri di depan sekolah Davi untuk menunggu anak itu ke luar.
"Apa dia pernah bertemu dengan seseorang?" tanya Dery lagi.
"Tidak ada, Tuan. Nyonya tidak pernah bertemu dengan siap pun selama saya bekerja," jawab laki-laki itu dengan nada suara yakin.
"Baiklah, awasi dia terus dan pastikan dia tidak bertemu dengan laki-laki itu," ujar Dery sebelum dia menutup sambungan telepon mereka.
Ya, setelah kejadian seminggu lalu, dia merasa terancam karena perlawanan Tiara, apa lagi dia melihat langsung bagaimana TIara berlari dengan susah payah untuk meminta tolong pada laki-laki di rumah di seberang jalan.
Dari balkon lantai dua Dery bahkan sempat melihat dengan jelas, bagaimana Charly menghampiri Tiara dan langsung menggendongnya ala bridal style, lalu membawanya ke dalam rumah.
Melihat itu, hati Dery merasa begitu panas seolah terbakar, entah karena cemburu atau mungkin hanya kecewa karena Tiara lebih memilih laki-laki lain dibanding dirinya sendiri yang tidak lain adalah suaminya sendiri.
Karena itu pula, Dery melampiaskan emosi dan kekesalannya pada semua barang yang ada di rumah, agar bisa meredam emosinya yang benar-benar tengah naik.
__ADS_1
Dery tampak mengempaskan ponsel di tangannya ke atas meja, kemudian memijit pelipis yang terasa pening karena masalah yang tiba-tiba datang bertubi-tubi.
"Apa mungkin ada seseorang yang membantunya? Tapi, siapa?" gumam Dery menerka jika ini semua adalah ulah Tiara yang ingin mengambil kembali perusahaan kedua orang tuanya.
Dery merasa buntu karena selama ini Tiara tidak memiliki banyak teman, selain orang yang juga dirinya kenal. Namun, mereka semua tidak ada yang mungkin membantu Tiara sejauh ini, mengingat semuanya hanya dari kalangan biasa dan tidak memiliki keberanian tinggi untuk melawannya.
Walau Rere terlahir di keluarga kaya, tetapi perempuan itu bahkan masih diawasi oleh kedua orang tuanya karena dia adalah anak perempuan satu-satunya. Itu bahkan lebih tidak mungkin lagi.
Dery tidak tahu jika dibelakangnya Tiara memiliki Charly yang juga sedang mengincar dirinya. Mereka bekerja sama untuk mencari bukti tentang bisnis ilegal yang dia lakukan sekaligus mengambil alih perusahaan milik keluarga Tiara.
.
Setelah membersihkan diri karena berbuat kekacauan di perusahaan Dery, Charly kini bersiap untuk menghadiri acara lelang yang juga akan dihadiri oleh Dery. Saat ini dia berubah menjadi seorang asisten dari pemilik sebuah perusahaan tambang terbesar di negara ini yang merupakan salah satu pengusaha yang menerima undangan eksklusif dari lelang ilegal itu.
Charly mendapatkan surat undangan lelang dari sebuah koneksi yang pandai dalam hal itu. Kebetulan pengusaha itu tidak bisa datang karena sedang berada di luar negeri, Charly lah yang akan menggantikannya.
Butuh waktu satu jam untuk Charly sampai di lokasi, yang bertempat di sebuah hotel bintang lima. Charly menghentikan mobil di lobi hotel, dia lebih dulu memakai kaca mata bening yang sudah dipersiapkan sebelumnya, kemudian ke luar dari mobil. Petugas valet parkir langsung menyambutnya, lalu mengambil alih mobil Charly.
Sementara itu, Charly yang kini berpenampilan bak seorang pengusaha tampak langsung melenggang menuju ke tempat acara yang berada di ruangan khusus hotel itu.
Hotel bintang lima itu, memang sudah langanan untuk menjadi tempat lelang ilegal, informasi itu sudah Charly terima bahkan sebelum datang ke negara ini. Sayangnya kegiatan itu seakan tidak tersentuh oleh hukum, hingga masih aman hingga sekarang.
Begitu Charly melihat area acara, dia sempat menatap takjub, melihat begitu ketat penjagaan di sana. Charly bahkan harus melakukan berbagai macam pemeriksaan sebelum diperbolehkan masuk ke dalam ruangan.
Setelah memastikan jika tidak ada yang mencurigakan dari Charly, dia baru diizinkan untuk masuk. Charly juga diwajibkan untuk memakai topeng, demi untuk merahasiakan jati diri masing masing tamu yang hadir.
Begitu Charly masuk ke dalam ruangan yang ternyata di desain bagaikan sebuah tempat pertunjukan teater dengan panggung yang berada di bagian paling bawah ruangan.
__ADS_1
Charly mendapatkan kursi VIP yang terletak di tempat yang begitu privasi, walau dirinya bisa melihat hampir seluruh tamu yang hadir. Lampu ruangan pun di atur agar bersinar redup, hanya di panggung yang terlihat cukup terang, agar para tamu bisa melihat jelas barang lelang yang akan mereka tawarkan.
Target datang, Ramon yang mengawasi di luar hotel terdengar bersuara dari earphone di telinganya.
"Ekhm." Charly berdehem sebagai tanda jika dia mendengar ucapan dari Ramon.
Dia memakai jas warna hitam dengan corak abstrak di bagian kerah yang berwarna siver. Kembali suara Remon terdengar, memberitahu ciri-ciri pakaian yang Dery kenakan di acara tersebut.
Charly tidak menjawab, setidaknya dia sekarang tahu tentang ciri-ciri Dery dan dia akan memantau pergerakan orang itu. Sementara itu, di atas panggung, seorang pembawa acara mulai membuka acara lelang kali ini. Dia memulai dengan menyambut para tamu yang hadir hingga orang-orang yang berpartisipasi dalam terlaksananya acara malam itu.
Satu per satu barang berharga yang biasa diperjualbelikan sampai barang yang langka dan tidak boleh diperjualbelikan pun mulai dikeluarkan. Seperti barang yang pertama kali ke luar di lelang kali ini, sebuah mantel bulu yang dibuat langsung dari bulu kulit harimau benggala yang sangat langka dan sulit di dapatkan.
"Kami buka harganya dari 3500 dolar," ujar pembawa acara setelah seorang model memperlihatkan mantel bulu itu. Para tamu pun menyambut dengan penawaran yang terus naik, hingga nilai jual pun terus bertambah tanpa terkendali.
Semakin malam barang yang di jual pun semakin mengejutkan, mulai dari perhiasan yang sejarah dan terbuat dari barang langka yang telah hilang beberapa tahun ini, sampai sebuah pulau tak berpenghuni pun ada dalam barang lelang kali ini.
Dalam lelang kali ini, Dery terlihat membeli sebuah lukisan kuno milik salah satu pelukis terkenal yang sudah meninggal, dia memenangkannya dengan harga delapan puluh lima ribu dolar Amerika Serikat yang bila di rupiahkan mencapai satu koma dua miliar lebih.
Harga yang sangat fantastis memang, apa lagi hanya untuk sebuah lukisan kuno. Namun, memang itu lah kelebihan sebuah lelang, di sana, tidak membutuhkan perkumpulan orang yang datang karena membutuhkan barang lelang, tetapi mereka yang datang adalah orang-orang yang menyukai dan terobsesi untuk membeli barang tersebut.
Harga yang tinggi dan gengsi yang besar membuat barang lelang mempunyai nilai tersendiri bagi para pembelinya. Apa lagi jika seseorang itu sedang memiliki niat untuk mencuci uang, maka barang dari lelang bisa menjadi salah satu alat untuk itu.
.
Sementara itu, Tiara yang sedang sibuk mempelajari bisnis dari semua berkas yang dikirimkan oleh Charly, pun mulai mengerti apa saja yang terlihat janggal di dalam laporan perusahaan milik Dery. Tiara bahkan melihat ada celah agar dirinya bisa masuk dan menyelinap untuk mendapatkan saham milik kedua orang tuanya yang kini dikuasai oleh Dery.
"Yes, aku menemukan sesuatu yang bisa aku manfaatkan nanti," ujar Tiara berseru senang.
__ADS_1