Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga
Bab.52 Mengejutkan


__ADS_3

Charly mengendari mobil miliknya dengan kecepatan tinggi, di saat matahari bahkan belum sepenuhnya muncul. Dia memanfaatkan kesempatan saat mata-mata Dery sedang lengah, untuk segera pergi dari rumahnya.


Hari ini dia berencana untuk mengintai rumah tua itu. Karena banyaknya pekerjaan, dia terus mengundur rencananya yang satu ini. Hingga baru hari ini dirinya ada waktu untuk melakukannya.


Beberapa waktu menempuh perjalanan akhirnya Charly berhasil menghentikan mobilnya di sebuah perkampungan, dia sengaja memarkirkan mobilnya lumayan jauh dari tempatnya ingin melakukan pengintaian. Charly juga mengganti bajunya dengan kaos tanpa kerah dan celana denim panjang.


Sebuah topi dan tas berisi berbagai pakaian wanita sederhana pun dia keluarkan dari mobil. Sesaat menunggu, seseorang dengan menggunakan motor menghampirinya.


"Kamu bawa mobilku, dan taruh di tempat ini," ujar Charly sambil memberikan sebuah kartu nama.


"Nanti aku transfer bayarannya," sambung Charly lagi.


"Siap," jawab laki-laki yang mungkin berumur lebih muda dari Charly.


Mereka pun bertukar kendaraan, Charly memakai motor untuk memasuki kampung sebagai tukang kredit, sementara laki-laki itu membawa mobil Charly ke tempat yang sudah Charly siapkan.


Ya, kali ini Charly ingin menggali informasi dulu dari warga sekitar, sebelum menyelinap dan mencari tahu langsung ke dalam rumah tua itu.


Pagi sampai siang, Charly pun terus berinteraksi dengan para warga sekitar. Mereka yang melihat Charly berbeda dari kebanyakan warga lokal pun tampak antusias, apa lagi dengan harga baju yang murah, membuat jualan Charly bahkan habis sebelum matahari berada di atas kepala.


Informasi pun didapatkan. Menurut warga, rumah itu bukanlah milik warga di kampung, mereka sendiri bingung kenapa rumah yang sebenarnya baru beberapa tahun dibangun itu, seperti sengaja tidak dirawat dan dibiarkan begitu saja.


Sebagian dari warga bahkan mengira kalau rumah itu telah lama kosong, tetapi ada beberapa warga yang memiliki rumah di dekat sana berkata, jika sering ada mobil mewah yang masuk dan ke luar dari rumah itu, hanya saja bukan dari jalan utama, melainkan jalan belakang rumah yang menuju ke hutan.


Salah satu warga juga pernah melihat jika jalan menuju hutan itu saat mereka akan pergi ke ladang yang berada di sekitar sana. Rumah itu seperti membuat akses sendiri untuk bisa ke luar dan masuk tanpa terlihat oleh warga sekitar.


Namun, karena warga tidak pernah melihat hal yang aneh di sana, mereka mengacuhkan pemilik rumah tersebut dan mengira jika mungkin itu adalah milik orang penting yang tidak mau keberadaannya diketahui warga sekitar.


Mendengar semua penuturan warga yang beragam, Charly mulai bisa menyimpulkan jika memang rumah itu bukanlah rumah biasa. Mungkin saja, itu adalah tempat persembunyian Roxy atau bahkan gudang tempat mereka menaruh obat-obatan terlarang itu.


Menjelang sore Charly mulai mencari jalan rahasia itu, dengan menyusuri hutan dan menerbangkan drone dari sana, untuk melihat bagaimana situasi yang ada di rumah tua itu.

__ADS_1


Alangkah terkejutnya dia saat melihat jika di dalam tembok tebal yang menghalangi bangunan itu dari para warga, terlihat ada banyak orang yang tampak sedang beraktifitas seperti biasa.


Siapa mereka? Apa yang mereka lakukan di sana? Charly membatin sambil terus mengawasi pergerakan orang-orang di dalam sana.


Namun, tiba-tiba salah satu dari mereka menyadari keberadaan drone milik Charly dan langsung menembaknya hingga drone jatuh begitu saja.


"Akh, sial!" kesal Charly lalu memilih untuk pergi dari sana lebih dulu, karena dia tahu pasti nanti mereka akan mencarinya. Charly juga menghubungi Ramon yang sudah bersiap siaga di dekat hutan, untuk membantunya jika sampai dia dalam keadaan genting.


Namun, sial sepertinya sedang menimpa Charly sore itu, karena mereka ternyata lebih banyak dan lebih cepat dari perkiraan Charly. Hingga ketika Charly baru saja hendak ke luar dari area rumah itu, orang-orang dengan menggunakan mobil dan motor sudah mendekatinya.


"Haish! Cepat juga mereka," umpat Charly sambil terus mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.


Dor!


Dor!


Dor!


Charly berusaha menghindar sambil terus mencoba mempercepat laju motornya. Namun, hatinya bimbang saat sebentar lagi akan memasuki pemukiman warga dan aksi mereka akan sangat berbahaya bagi warga sekitar.


Untung saja motornya cukup bersahabat untuk dibawa melaju kencang, walau dia tahu jika mungkin di depan sana dia harus menghentikannya. Namun, sepertinya pemikirannya salah, saat dia melewati sebuah tikungan ternyata Ramon sudah berhasil menyusulnya, rekan sekaligus sahabatnya itu pun membantunya dengan menembak balik sebagian dari mereka.


Sesuatu yang membuatnya terkejut kembali terjadi, ketika Charly melihat Tiara bersama mereka. Namun, gaya busananya sangat berbeda dengan Tiara yang biasa. Dia terlihat lebih tomboy dengan memakai jaket kulit dan celana cinos panjang.


Satu lagi yang membuat dia tercengang, yaitu Tiara mengendarai motor sport dengan CC yang besar. Penampilan Tiara mengingatkannya pada seseorang yang sudah begitu lama menghilang dari pandangannya.


"Naik ke motorku, kita tidak memiliki banyak waktu!" teriak Tiara dari balik helm full face warna hitam yang dipakainya.


Sementara Charly berpindah ke motor Tiara tanpa menghentikan kedua motor mereka, di belakang mereka Ramon menghalangi musuh dengan mobilnya.


"Kamu yang mengedarai, biar aku yang mengurus mereka," ujar Tiara begitu Charly berhasil duduk di belakangnya.

__ADS_1


"Mau apa kamu?" tanya Charly khawatir.


"Gak usah banyak ngomong, kamu ambil alih saja stirnya!" kesal Tiara hingga tanpa sadar dia meninggikan suaranya.


Dengan ragu, Charly mengungkung tubuh Tiara dan mengambil alih stir motor, sementara Tiara berbalik hingga kini mereka saling berhadapan.


"Sorry," ujarnya sambil mengambil dua buah senjata api di balik saku celananya, kemudian memeluk Charly dari depan.


Charly yang menerima pelukan tiba-tiba dari Tiara sempat terdiam dengan mata melebar untuk beberapa saat. Dia cukup terkejut dengan langkah berani yang dilakukan oleh Tiara padanya.


Namun, hal yang lebih mengejutkan lagi terjadi, bukan hanya untuk dirinya, tetapi untuk Ramon yang mulai menyusul motor Tiara dan mengendarai mobil secara beriringan dengan Charly.


Tiara memegang dua buah senjata api di kedua tangannya, dia menembak seolah sudah sangat terlatih hingga sebagian banyak peluru yang ke luar akan mengenai sasaran dengan tepat.


Tiara bahkan berhasil menembak dua buah ban mobil di urutan paling depan hingga mobil itu langsung jatuh terbalik dan menghalangi kendaraan yang lainnya.


"Yes!" seru Tiara dengan wajah yang terlihat senang, wanita itu bahkan tertawa senang melihat itu semua.


Kening Charly mengernyit melihat reaksi Tiara yang tidak biasa.


"Dari mana kamu mendapatkan senjata ini? Kamu menggunakan senjata ilegal?!" tanya Charly yang memilih untuk mempersalahkan masalah senjata Tiara.


"Ck! Berisik!" umpat Tiara sambil melirik Charly yang masih fokus mengendarai motor, karena sekarang para pengendara motor sudah mulai kembali mengejar mereka.


"Ish, dasar para bandit remahan!" umpat Tiara kembali, sambil mulai mengincar ban motor mereka kembali. Hingga beberapa tembakan kemudian, membuat para anak buah yang dicurigai adalah anak buah Roxy pun tumbang dan bergelimpangan di sepanjang jalan hutan.


"Yee! Kita berhasil! Wuhu! Ini sangat seru!" teriak Liora yang lupa diri jika dia masih dalam tubuh Tiara.


Berbeda dengan Liora yang tertawa senang, Charly dan Ramon malah menatap bingung wanita itu. Mereka yang mengetahui jika Tiara hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa mulai mencurigai wanita itu.


__ADS_1


__ADS_2