Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga
Bab.42 Mengelabui


__ADS_3

Tiara baru saja turun dari angkutan umum di seberang jalan depan sekolah Davi, dia hendak menyebrang jalan saat tiba-tiba Davi yang baru saja ke luar, langsung berjalan cepat ingin menyebrang jalan.


"Mama!" terika anak itu sambil terus melangkahkan kakinya semakin dekat pada jalan raya, matanya basah dengan tatapan yang sendu, sepertinya anak itu tidak dalam keadaan baik-baik saja, dia hanya ingin mengadu pada sang Mama tentang apa yang baru saja terjadi padanya.


Sementara saat itu jalan memang tengah lengang, tetapi karena itu pula kendaraan yang lewat tampak melaju dengan kecepatan tinggi.


Karena terkejut dengan Davi, Tiara refleks langsung berlari ke tengah jalan, hingga sebuah mobil dengan kecepatan tinggi tiba-tiba menabraknya hingga tubuh wanita itu terpental dan jatuh terkapar di tengah jalan dengan luka parah di kepala. Darah terlihat begitu banyak membasahi aspal yang terbakar oleh terik matahari. Sementara Davi yang sudah hampir tertabrak oleh kendaraan lainnha, berhasl ditahan oleh satpam yang memang berjaga di pinggir jalan.


Siang itu di depan gedung tempat Davi bersekolah tiba-tiba saja ramai hingga mengakibatkan kemacetan karena kecelakaan yang menimpa Tiara. Davi yang mengalami trauma karena melihat dengan jelas kejadian yang menimpa Tiara pun hanya bisa menangis dan memanggil nama ibunya.


Sementara itu di mobil yang tadi menabrak Tiara seorang laki-laki menyeringai saat melihat Tiara yang sudah terkapar bersimbah darah di belakangnya, di susulan dengan banyak orang yang mengerubunginya, hingga terjadi kemacetan.


Rere yang saat itu mendengar kabar tentang sahabatnya langsung berlari dari dalam sekolah dan membawa Davi ke dalam pelukannya, dia juga yang memastikan jika Davi mendapatkan perawatan, melalui Mak Onah.


Di saat Tiara koma Davi juga berjuang untuk menyembuhkan traumanya akan kecelakaan yang menimpa ibunya. Suatu keajaiban, begitu Davi mendengar jika Tiara sudah sadar, anak yang awalnya hanya menangis tanpa mau berbicara dengan siapa pun mulai menunjukkan kemajuan, hingga akhirnya Davi bisa menemui Tiara dan keceriaan itu kembali, walau mungkin tidak akan pernah seperti semula.


......................


Charly baru saja ke luar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, hanya handuk yang melingkar sebatas pinggang hingga ke lutut yang menutupi tubuhnya. Berjalan menuju ke lemari berwarna putih di salah satu sisi kamarnya dia memilih baju santai untuk dipakainya hari ini.


Rencananya hari ini dia hanya akan bekerja dari rumah dan mencari tahu alamat yang semalam sudah dia dapatkan. Namun, suara ponsel yang menandakan ada sebuah pesan masuk langsung mengalihkan perhatiannya.


Laki-laki itu tampak mempercepat gerakannya untuk memakai baju, kemudian meraih ponsel yang ada di nakas. Ternyata ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Tiara dan juga pesan yang dikirimkan wanita itu juga.


Charly duduk di kursi kerjanya yang tidak jauh dari ranjang, dia membuka pesan yang dikirimkan oleh Tiara, alangkah terkejutnya dia saat melihat jika itu adalah sebuah gambar lukisan yang tadi malam baru saja dibeli Dery dengan harga yang bukan main mahalnya.


Saat itu juga, sebuah pesan kembali datang dari Tiara, ternyata kini wanita itu mengirimkan sebuah foto istri kedua Dery dengan seorang laki-laki lainnya. Namun, karena jarak mereka yang terlalu jauh, Charly tidak bisa melihat jelas wajah laki-laki yang duduk di depan Niken.


Charly langsung berusaha menghubungi Tiara untuk bertanya di mana lokasinya, tetapi wanita itu tidak juga menjawab panggilannya. Itu semua membuat Charly tidak sabar, dia ke luar dari kamar mencoba mencari keberadaan Ramon.

__ADS_1


Charly berlari menuruni tangga sambil memanggil nama sahabat sekaligus rekan kerjanya itu, saat dia melihat Ramon tidak ada di kamarnya.


"Aku di sini, kamu sudah bangun ternyata, aku sedang menyiapkan makan siang," ujar Ramon santai sambil membuka makanan yang baru saja datang.


Charly langsung menghampiri Ramon dengan ponsel masih di tangan, dia kemudian menunjukkannya pada Ramon.


"Kamu tau di mana letak restoran ini?" tanya Charly dengan napas memburu. Bukan karena berlari menuruni tangga, tetapi karena jantungnya terasa berdetak lebih cepat akibat rasa cemasnya pada Tiara.


"Ini bukannya istri kedua Dery? Dari mana kamu mendapatkan foto ini?" tanya Ramon yang juga terlihat terkejut.


"Kamu tau tidak di mana letak restoran ini?" Charly malas menjelaskan, dia ingin segera menyusul Tiara ke tempat itu, dia takut Tiara berada dalam bahaya karena nekat melakukan pengintaian sendiri.


"Ini pasti dari Tiara, kan? Sudahlah, Charly, tidak usah terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga mereka, kamu lupa kalau pak Eldon sudah mulai mencurigai kita. Jangan sampai karena ini, kita malah mendapatkan akibatnya. Lebih baik kita fokus saja pada misi kita untuk menemukan di mana Roxi dan menangkapnya secepatnya kemudian kembali ke California."


Ramon berusaha memberi peingatan pada Charly, dia tidak mau jika Charly melupakan misi utama mereka, demi menolong seorang wanita yang bahkan baru mereka temui.


"Charly, kamu juga tau kan kalau ini juga berbahaya untuk Tiara? Dia bisa saja menerima akibat lebih berat lagi dari kita, karena sudah mengganggu misi!" teriak Ramon lantang.


Charly menghentikan langkahnya dengan tangannya terkepal kuat. Bukan Charly tidak tahu apa yang akan terjadi pada Tiara jika sampai orang-orang di atas mereka tahu tentang semua ini, tetapi dia juga tidak bisa mengabaikan nasib seorang anak kecil yang pasti akan terkena dampak jika sampai Dery ditangkap suatu hari nanti. Charly hanya ingin mengamankan Tiara dan Davi lebih dulu, sebelum Dery menemui hari penangkapannya.


Charly menatap Ramon dengan tatapan yang tidak bisa Ramon artikan, mereka sempat beradu pandang beberapa saat sebelum akhirnya Charly memilih melanjutkan langkahnya kemudian menaiki tangga dengan setengah berlari.


Ramon menghembuskan napasnya kasar, dia tahu jika Charly adalah orang yang menjunjung tinggi prinsipnya, laki-laki itu tidak akan gampang digoyahkan oleh siapa pun jika sudah memutuskan sesuatu. Bahkan kedua orang tuanya pun tidak bisa membuat Charly menurungkan apa yang dia inginkan, apa lagi hanya seorang sahabat sepertinya.


Beberapa saat kemudian Charly tampak kembali berlari menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapih, Ramon yakin bahwa kini Charly akan mencari keberadaan Tiara melalui foto itu.


"Restoran itu ada di pusat perbelanjaan E, kamu bisa mencarinya di sana," ujar Ramon, hingga membuat langkah Charly terhenti, laki-laki itu tampak berbalik demi menatap sahabatnya.


"Makasih, kamu memang sahabat terbiakku," ujar Charly penuh semangat, dia kemudian kembali meneruskan langkahnya untuk bergegas mengambil mobil dan menuju tempat yang tadi disebutkan oleh Ramon.

__ADS_1


.


Sementara itu, sopir Tiara sudah sampai di sekolah Davi, dia melihat Davi yang sedang menunggu di depan sekolah bersama dengan Rere yang mendampinginya.


Sopir itu ke luar dari mobil kemudian menghampiri Rere dan Davi.


"Maaf menunggu lama," ujarnya begitu sampai di depan Rere. Matanya melihat ke dalam sekolah yang terdengar masih cukup ramai oleh anak-anak. Dia sedikit merasa bingung dan curiga akan semua itu.


"Tidak apa-apa, aku adalah temannya Tiara, jadi santai saja," jawab Rere sambil terkekeh ringan.


"Ah, iya," angguk sopir itu.


"Kalau begitu saya permisi sekarang saja, kebetulan Nyonya Tiara sedang menunggu Tuan Davi," ujar sopir itu dengan wajah yang masih terlihat sedikit bingung.


"Heem, baiklah," angguk Rere, kemudian beralih pada Davi. "Daah, Davi," sambungnya lagi sambil melambaikan tangan.


"Dadah, tante Rere." Davi langsung membalas kemudian berjalan menuju ke mobil bersama dengan sopirnya.


Davi sangat senang karena sekarang ayahnya memberikan mobil untuknya pergi dan pulang ke sekolah, dia tidak usah panas-panasan di angkutan umum karena Tiara yang harus mengirit uang.


Anak kecil itu tidak tahu jika sebenarnya mobil dan sopir itu hanya alat Dery untuk mengekang ibu dan dirinya agar ayahnya tau dengan siapa saja mereka bertemu dan bergaul. Ya, Davi memang masih terlalu kecil untuk mengerti tentang permasalahan orang dewasa, apalagi masalah pelik antara kedua orang tuanya.


"Dia sudah pergi dari sekolah," ujar Rere saat teleponnya tersambung.


Ya, dia tengah menghubungi Tiara yang tadi sempat mengirimkan pesan kepadanya agar Davi pulang lebih dulu untuk mengelabuhi sopir suruhan Dery.


.


Sementara itu Charly pun mengendari mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, rasa khawatir terus membayangi hatinya saat dia kini tidak bisa menghubungi nomor telepon Tiara.

__ADS_1


__ADS_2