
Dengan wajah menahan kesal dan pikiran buruk yang menyertainya, Dery membuka pintu garasi, bersiap untuk memaki Tiara, jika saja wanita itu berani untuk berbuat masalah dengannya.
"Sedang apa kamu di sini?!" tanya Dery langsung setelah dia membuka pintu dan mendapati wanita itu ada di depannya.
"A–aku?" Liora tampak terkejut dengan Dery yang tiba-tiba berada di depannya.
"Iya, kamu! Siapa lagi?" kesal Dery melihat istri pertamanya.
Sikap Liora yang terlihat gugup malah membuat kecurigaan Dery semakin menjadi, ditambah Dery melihat tangan Liora yang berada di belakang tubuh.
"Kemarikan tangan kamu!" Dery mengulurkan tangannya meminta tangan Liora.
Tatapan Dery begitu tajam dengan rahang yang terlihat mengeras, Liora tau kalau saat ini suaminya itu tengah marah padanya. Dan, itu pasti karena Dery sudah melihat kamera CCTV di rumah ini.
Namun, wanita itu tetap saja bungkam, dia hanya membuang muka dengan tangan di belakang tubuhnya.
"Apa yang ada di belakang kamu? Cepat kemarikan!" sentak Dery hingga suaranya menggema di ruang penyimpanan mobil itu.
Para penjaga yang berada di luar pun terlihat masuk dan menghampiri mereka, takut jika terjadi sesuatu pada majikannya. Namun langkah mereka terhenti ketika melihat Dery sedang memaki Tiara.
"Meow," Dery terdiam ketika mendengar suara kucing kecil dari belakang tubuh Liora. Laki-laki itu tampak melebarkan mata sambil mundur selangkah.
"Tiara!" sentak Dery, lagi. Dia pun membalikkan tubuh Liora secara paksa hingga wanita itu pun berputar dengan kaki hampir tersandung.
Dery melotot sambil meringis geli, kakinya melangkah ke belakang dengan tubuh hampor terjengkang.
"Ngapain kamu bawa kucing masuk ke rumah?! Kamu kan tau kalau aku alergi kucing! Hacih!" teriak Dery diiringi suara bersin di belakangnya.
__ADS_1
Liora memghembuskan napas kasar, kemudian kembali berbalik sambil mendekap anak kucing yang ketakutan karena suara menggelegar Dery.
"Makanya aku gak mau tunjukin. Tadi aku mendengar suara kucing di bawah mobil kamu dab ternyata menemukan si imut ini di sana. Sepertinya dia menjadi penumpang gelap ketika kami pulang, Mas," jelas Liora, akhirnya membuka suara.
"Ish, jauhkan kucing itu dariku sekarang!" panik Dery sambil berjalan menjauh dari Liora. Hidungnya sudah mulai memerah dengan mata berdiri karena bersin terus menerus.
"Ada apa sih, Mas? Malam-malam teriak-teriak." Niken bertanya sambil berjalan santai menghampiri mereka.
"Itu, dia membawa kucing," adu Dery pada Niken sambil menunjuk Liora bagaikan anak kecil.
Dalam hati Liora tersenyum melihat ketakutan Dery, dia sengaja menggunakan anak kucing sebagai alibi agar fokus Dery terpecah dan tidak lagi terpikir untuk mencurigainya. Ternyata itu berhasil, Dery benar-benar alergi kucing seperti yang dikatakan oleh Mak Onah tempo hari.
Sementara itu Niken menatap Liora tajam dia kemudian melihat anak kucing yang kini tengah madunya itu dekap.
"Dari mana kamu mendapatkan anak kucing itu, Tiara? Kami kan tau kalau Mas Dery alergi kucing," tanya Niken sambil mengusap bahu Dery dengan tatapan sendu.
"Aku menemukannya di bawah mobil Mas Dery," jawab Liora, dia kemudian menyerahkan anak kucing itu pada salah satu penjaga yang menghampirinya. Dia membiarkan penjaga itu membawanya ke luar rumah.
"Panggil semua pelayan bersihkan seluruh rumah dan pastikan tidak ada sehelai pun bulu kucing yang tertinggal!" perintah Dery dengan pada semua orang yang ada di sana.
Liora tersenyum dia kemudian berjalan santai menuju ke kamar, tanpa menghiraukan amarah Dery padanya. Yang terpenting sekarang, tujuannya sudah selesai, dia hanya perlu menunggu hasilnya.
.
Kekacauan malam itu sudah terlewati begitu saja dengan Liora yang aman dari amarah Dery, paginya laki-laki itu bahkan harus dibawa ke dokter karena ternyata alerginya terhadap kucing terlampau parah.Liora cukup senang dengan itu.
Sementara kucing itu, dia titipan di rumah Charly pagi harinya, seketika dia hendak lari pagi bersama.
__ADS_1
Saat ini waktu sudah berlalu, satu minggu setelah kejadian itu Liora kini tengah berada di sebuah salon kecantikan bersama dengan Rere. Ya, ini adalah rencana ke dua yang akan Liora laksanakan. Dia akan datang ke dalam acara pesta ulang tahun perusahaan Dery yang akan dilaksanakan di sebuah balroom hotel mewah.
"Kamu yakin akan melakukan ini? Bagaimana jika mereka tidak membiarkan kamu masuk nanti?" tanya Rere dengan raut wajah khawatir.
"Aku sudah memiliki cara untuk masuk ke dalam perusahaan itu," jawab Liora serius.
"Tapi, apa kamu yakin mereka akan mengenali kamu? Sedangkan selama ini Kamu tidak pernah muncul ke permukaan," tanya Rere lagi.
Liora sedikit menoleh pada Rere yang ada di sampingnya dia genggam tangan wanita itu di sela sedang menerima riasan di wajahnya.
"Percaya padaku, aku pasti bisa merebut semua aset perusahaan milik orang tuaku lagi. Aku hanya perlu mengenalkan diri sebagai istri Dary, maka mereka sudah pasti tahu jati diriku. Mak Onah bilang para petinggi perusahaan tau kalau perusahaan itu adalah milik keluargaku, bukan milik Dery."
Liora berucap dengan tekad penuh, dia berjanji dalam hati, akan mengembalikan hak milik Davi sebisa mungkin.
"Terima kasih ya, Re, kamu sudah selalu ada di samping aku. Aku janji, setelah aku mendapatkan semua harta milik Davi, aku akan ganti semua uang kamu," ujar Liora tulus.
Selama ini uang yang Liora habiskan adalah milik Rere, untung saja sahabatnya itu adalah seorang guru elit. Ya, pekerjaannya sebagai guru hanya hobinya saja, karena dia sangat menyukai anak-anak.
Rere adalah salah satu anak dari pemilik yayasan tempatnya mengajar. Mereka memiliki banyak sekolah elit hingga universitas di negara itu.
"Sudahlah, Tiara, aku ikhlas membantu kamu. Jangan jadi pikiran, oke?" ujarnya memaksa.
Liora tersenyum dirinya bersyukur terlahir kembali menjadi seorang Tiara, walau dirinya juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi saat ini, hingga dia terjebak di tubuh wanita baik seperti Tiara.
Namun, yang Liora sadari selama ini adalah, dia mendapatkan banyak sekali pelajaran dari kehidupan Tiara. Semua kebaikan yang dulu hanya dia anggap sebagai kemunafikkan, sekarang dia mulai mempercayainya. Walau memang semua itu tidak menghapus semua kejahatan yang dia percaya.
Tentu saja, di dunia ini tidak mungkin semuanya baik. Pasti akan selalu ada orang jahat yang memberikan kita kesusahan, tetapi setidaknya kita harus berpegang pada pedoman hidup yang baik dalam melawan dan melewati kejahatan itu.
__ADS_1
Walau, Liora sendiri tidak tahu apa yang akan dia lawan di depan sana untuk mendapatkan tujuannya. Suatu hati nanti, dia harus melakukan apa yang biasa dilakukan oleh Liora di dunia gengster yang lama sudah dia tinggalkan, agar bisa memenangkan pertarungan ini.