Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga
Bab.53 Trauma


__ADS_3

Charly membawa Tiara menuju suatu tempat yang sama sekali Tiara tidak ketahui. Ramon pun mengikuti di belakangnya, laki-laki itu tampak tak memperlihatkan ekspresi apa pun, walau dalam hati merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Charly kepada Tiara.


Tiara tampak terkejut ketika melihat jika Charly membawanya menuju sebuah pelabuhan, dia semakin dikejutkan ketika laki-laki itu langsung menyeret tangannya begitu motor terhenti di tepi pelabuhan itu. Mereka masuk ke dalam sebuah kapal pesiar mini milik pribadi yang tengah bersandar.


"Tunggu, ini kapal milik siapa? Kita mau ke mana?" tanya Tiara sambil berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman tangan Charly padanya.


Ramon masih terlihat mengikuti di belakang Charly dan Tiara, dia langsung mengangkat jangkar dan mengendarai kapal itu menjauh dari pelabuhan. Tiara semakin panik, dia yang masih berdiri dengan tangan dicekal oleh Charly tampak terus berusaha melepaskan diri.


Ingatan ketika dia terjun ke lautan di akhir kehiduannya sebagai Liora mulai berputar di kepala, tubuh Tiara bergetar mengingat itu. Dari semua pengalaman buruk yang dia alami sebagia Liora, ternyata jatuh ke laut menjadikan sebuah trauma sendiri bagi Liora.


Semakin jauh kapal itu berlayar, semakin sulit juga Tiara untuk mengendalikan diri, dia mulai merasa sesak napas ketika bayangan rasa sakit di dalam air mulai menguasai pikirannya.


"Siapa kamu sebenarnya? Di mana Tiara asli, hah?!" sentak Charly sambil menggoyangkan pundak Tiara yang kini bahkan sudah hampir tidak bisa mendengar teriakan dari Charly.


"Tolong," gumam Tiara lirih, matanya bergerak gelisah dengan telinga yang mulai berdenging keras, wanita itu membungkukkan tubuhnya sambil mengepalkan tangan menahan rasa sakit yang kini terasa di seluruh tubuhnya, napasnya terlihat tersengal dan tubuh yang bergetar hebat.


"Hei! Tidak usah bersandiwara, aku tau kamu hanya ingin menghindari pertanyaannku, kan? Jawab sekarang ... di mana Tiara berada dan siapa kamu sebenarnya, hah?!" Charly terus mendesak wanita di depannya tanpa memperdulikan kondisi Tiara yang semakin lemah.


Tindakan Tiara saat melawan para anak buah Roxi bukanlah tindakan yang bisa dilakukan oleh orang biasa, bahkan untuk seorang laki-laki sekalipun. Mengendarai motor sport, mempunyai senjata, dan menembak dengan skil yang tinggi. Itu tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba tanpa pelatihan yang lama dan ketat.


Awalnya dia hanya mengira jika Tiara adalah seorang wanita yang tidak sengaja mengetahui identitas aslinya sebagai agen rahasia, kemudian terpaksa berbuat nekat mengancamnya karena membutuhkan bantuan untuk terlepas dari Dery yang terus menyiksanya lahir dan batin.


Namun, setelah apa yang wanita itu lakukan tadi, membuat semua perkiraannya langsung terhempas begitu saja. Hanya dua kemungkinan yang kini ada di dalam kepalanya. Pertama, selama ini dia memang berhubungan dengan wanita yang bukan Tiara dan wanita di depannya ini sudah menipunya dengan wajah Tiara. Kedua, wanita ini melakukan sesuatu pada Tiara asli dan datang entah kapan untuk menggantikan Tiara asli dengan maksud lain.

__ADS_1


Ramon yang melihat ada sesuatu yang salah dengan Tiara mulai memperhatikan Charly dan Tiara, dia kemudian menghentikan kapal mereka setelah berada di tengah lautan lepas.


"Charly, sepertinya dia tidak baik-baik saja," ujar Ramon mengingatkan Charly yang sudah dibutakan dengan emosinya.


"Jangan terlalu kasar pada wanita. Siapa pun dia, wanita itu sudah menyelamatkan kita berdua dari kejaran para anak buah Roxy. Aku sendiri tidak yakin bisa melawan mereka jika saja dia tidak memaksa ikut bersama denganku tadi," sambung Ramon lagi.


Charly terdiam saat mendengar ucapan Ramon, dia kemudian melihat Tiara yang kini tengah duduk meringkuk di pojok ruangan kapal dengan wajah pucat dan ketakutan. Charly mengerutkan keningnya ketika sadar dengan apa yang terjadi pada Tiara saat ini.


Dia menatap Ramon dengan wajah bingung, seolah sedang bertanya, ada apa pada wanita itu. Ramon hanya mengedikkan bahu, tanda dia tidak tahu apa yang terjadi pada Tiara.


"Jadi kamu mengajaknya?" tanya Charly dengan nada suara yang masih terdengar dingin.


"Iya. Awalnya aku kira dia adalah salah satu anak buah Dery yang mengikutiku, makanya aku mencoba melawannya, tetapi ternyata itu adalah Tiara yang juga khawatir padamu, dia menyuruhku untuk tidak banyak bicara dan cepat membawanya untuk membantumu. Aku curiga dia mengetahui sesuatu tentang Dery atau Roxy, makanya aku membiarkan dia ikut bersamaku," jelas Ramon.


Walau dalam hati, Charly juga merasa sedikit tersentuh ketika mengingat bagaimana beraninya Tiara melawan anak buah Roxy demi menyelamatkannya.


Jika memang kamu tahu sesuatu tentang Dery dan Roxy yang akan membahayakan aku, harusnya kamu diam di rumah dan menunggu kabarku saja, jangan melibatkan diri sendiri seperti ini, batin Charly seolah berbicara pada Tiara. Dia kemudian mengembuskan napas berat.


"Tiara?" panggil Charly sambil menepuk pundak Tiara dengan gerakan pelan.


Wanita itu mendongakkan kepala melihat Charly dengan air mata berderai, salah satu tangannya terlihat menekan dada tepat di mana letak jantungnya berada.


"Sakit," gumamnya lirih sambil kemudian terkulai lemas dengan mata tertutup rapat.

__ADS_1


Sigap Charly langsung menangkap tubuh Tiara dan membawanya ke dalam pelukannya. Laki-laki itu tampak panik dia berusaha menepuk pipi Tiara sambil memanggil nama Tiara berulang kali.


"Apa yang sebenarnya terjadi padanya?" tanya Ramon yang ikut berjongkok di samping Charly.


"Gak tau, lebih baik kita kembali sekarang sepertinya dia membutuhkan pemeriksaan dokter," ujar Charly, sambil beranjak dan membaringkan Tiara di sofa yang ada di sana.


"Oke, kita balik ke pelabuahn sekarang," angguk Ramon kemudian kembali pada kemudi kapal, meninggalkan Charly dan Tiara di dalam.


Charly mencoba mencari kotak obat di sana, dia lalu mengambil sebuah obat gosok dan mengoleskannya di sekitar kening dan hidung Tiara, agar wanita itu cepat sadar. Benar saja, di saat kapal sudah mendekati pelabuhan, Tiara mulai mengerjapkan matanya kembali.


"Tiara, kamu sudah sadar?" tanya Charly dengan nada suara yang lebih lembut dari sebelumnya.


"A--aku di mana? Kamu--?" Tiara tampak mengernyitkan keningnya sambil menatap Charly dengan wajah bingung.


"Kamu ada di kapal pesiar. Apa kamu ingat?" tanya Charly. Sebuah pikiran yang cenderung gila tiba-tiba terlintas begitu saja di dalam kepalanya.


Apa mungkin jika Tiara memilki kepribadian ganda? Pertanyaan itu tiba-tiba saja melintas di kepala Charly yang bahkan tidak bisa percaya pada semua itu.


Walau itu adalah sebuah penyakit mental yang sudah diakui dalam dunia medis, tetapi Charly masih belum terlalu percaya dengan semua itu. Baginya, mustahil seseorang bisa memiliki dua kepribadian dalam dirinya.


"Kapal pesiar?" gumam Tiara yang masih bisa terdengar oleh Charly, sekaligus membuyarkan lamunan tidak masuk akal laki-laki itu.


"Iya, ini kapal pesiar. Maaf, tadi aku membawamu ke sini secara paksa," ujar Charly, dia mulai mencoba mengalah demi memulihkan kesehatan Tiara, walau Charly juga tidak akan lupa dengan apa yang ingin dia tanyakan kepada wanita di depannya.

__ADS_1



__ADS_2