Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga
Bab.65 Masa kelam Dery


__ADS_3

"Ampun, Pak! Jangan bawa aku ke orang itu, Pak! Dery mohon!" teriak Dery remaja sambil meronta dari cengkraman tangan sang ayah tiri.


Ya, ayah kandung Dery meninggal ketika dia masih kecil, tidak lama kemudian ibunya menikah lagi dengan laki-laki yang sering menyiksanya ketika dia kalah berjudi. Dery bahkan sering menjadi bahan taruhan untuk memuaskan hasrat para lelaki yang memiliki kelainan, demi membayar hutang judi ayah tirinya itu.


"Tidak bisa, kamu harus memenuhi keinginan orang itu agar Bapak bisa bermain lagi!" jawab ayah tiri Dery sambil terus menyeret Dery ke sebuah mobil berwarna hitam yang sudah terparkir di depan rumahnya.


Pada saat itu, uang dari perusahaan orang tua Tiara tidak bisa mereka ambil semaunya karena perusahaan masih dipegang oleh Jordan. Itu sebabnya, Ibu kandung dan ayah tiri Dery kemudian menyuruh Dery untuk mendekati Tiara agar bisa menikah hingga akhirnya perusahaan bisa jatuh ke tangan mereka sepenuhnya. Semua itu semakin diperkuat dengan surat kuasa palsu yang dibuat oleh ayah tiri Dery.


Dery yang takut kepada ayah tirinya pun menurut saja, hingga tanpa terasa dia pun mulai menyimpan rasa cinta untuk Tiara. Sosok Tiara yang lembut dan penyayang, nyatanya telah berhasil merebut hatinya tanpa dia sadari. Namun, tanpa sadar kekerasan fisik dan sek-sual yang diterima oleh Dery dari remaja telah membuat trauma baru yang terus berkembang di alam bawah sadarnya.


Dery tidak pernah merasakan kepuasan ketika melakukan hubungan suami istri bersama dengan Tiara, semakin lama itu terjadi, Dery semakin meradang dan haus akan kenikmatan, hingga dia mencoba berhubungan badan dengan salah satu wanita malam. Namun, ternyata malam itu dia salah masuk kamar dan mendapatkan seorang perawan yang baru saja masuk dunia malam, wanita itu melawan, menangis bahkan ketakutan. Di sana lah, Dery menemukan kenikmatan dan kepuasan sesungguhnya dari sebuah hubungan ranjang. Kepuasan ketika dia melihat


Dery pun mulai mengerti dengan kelainan yang dia miliki. Dia hanya akan merasa puas ketika dia melihat lawan mainnya merasa kesakitan, sama seperti yang dia alami ketika menjadi sasaran para laki-laki yang membelinya dari sang ayah tiri. Ya, Dery berubah menjadi laki-laki yang buas dan bringas ketika sedang menginginkan sebuah kenikmatan dalam permainan ranjang.


Semakin dewasa, Dery pun mulai berfikir dan memanfaatkan kedekatannya dengan para mafia yang dulu pernah menggunakan dirinya, untuk mendapatkan usaha sampingan di dunia hitam itu. Cara mendapatkan uang yang banyak dalam waktu singkat, tentu saja sangat menggiurkan untuk Dery yang uangnya selalu dipergunakan oleh ayah tirinya berjudi.


Dey pun mulai bergabung dengan kelompok pengedar narkoba menggunakan koneksi yang dia miliki. Terlena lah dia dengan uang yang berlimpah dari bisnis haram itu. Dengan kemampuan bisnisnya, dia mulai membeli bar dan klub malam yang hampir gulung tikar, kemudian mengelolanya dari awal kembali hingga akhirnya berhasil bangkit dan terus berkembang menjadi bar dab klub malam yang terkenal di kota itu.

__ADS_1


Begitu pun dengan kedudukannya sebagai pengedar narkoba, Dery semakin tinggi karena dia selaku berhasil menjalankan transaksi. Strategi yang dibuat oleh Dery selalu meloloskan mereka dari target kejaran polisi, hingga akhirnya dia menjadi tangan kanan bos narkoba itu sampai sekarang.


"Haaaa! Kenapa aku harus dilahirkan dari ibu sepertimu! Ibu yang tega menjadikan anaknya sendiri tumbal hanya untuk kekayaan!" teriak Dery sambil menjambak rambutnya yang sudah berantakan. Laki-laki itu kini benar-benar hancur. Tiara, satu-satunya wanita yang dia sangat cintai kini telah meninggalkannya. Lalu, untuk apa lagi dia harus bertahan?


Plak!


Kepala Dery menoleh cepat ketika sebuah tamparan yang sangat keras dia terima dari tangan ibunya sendiri. Rasa kebas dan perih yang bercampur dengan bau amis di mulutnya langsung terasa, hingga membuat laki-laki itu sedikit meringis.


"Dasar anak tidak tau diri! Seharusnya kamu bersyukur karena aku dan ayah tirimu itu bisa membuat kamu kaya raya seperti sekarang! Tanpa aku dan ayah tirimu, kamu tidak akan jadi apa-apa, dan kamu juga tidak akan pernah mendapatkan wanita bodoh itu!" maki ibu Dery pada anak semata wayangnya itu.


"Cih! Kita lihat saja nanti, apa kamu bisa hidup tanpa uang yang semalam ini membuat kamu berada di posisi sekarang?" Ibu Dery tampak menatap hina anaknya yang kini terlihat sangat berantakan. Wanita paruh baya itu memilih untuk berbalik dan ke luar dari ruangan yang penuh dengan botol minuman keras, tanpa perduli lagi dengan keadaan anak kandungnya.


"Heh!" Dery menghembuskan napas kasar kemudian terkekeh ringan sambil menatap kepergian ibu kandungnya dengan raut wajah sendu.


Anak mana yang tidak akan merasa sedih ketika di saat dia membutuhkan sandaran, satu-satunya orang yang dia harapkan kini malah pergi tanpa perduli sedikitpun padanya.


Padahal selama ini dia sudah berusaha melakukan apa pun yang diminta oleh ibunya, Dery selalu berusaha untuk menjadi anak terbaik dan kebanggaan bagi wanita yang telah melahirkannya itu. Namun, di saat dia membutuhkan kasih sayang seorang ibu, wanita itu malah mengacuhkannya dan meninggalkannya begitu saja.

__ADS_1


"Apakah sudah tidak ada kasih sayang untukku, Bu? Aku rindu ibu yang dulu, ibu yang sederhana dan selalu penuh kasih sayang," gumam Dery dengan tangis yang semakin kencang, badan laki-laki itu berguncang hebat, meratapi semua yang terjadi di dalam hidupnya.


Selama seminggu Dery hanya menghabiskan waktunya di ruangan itu, tidak ada orang yang berani datang atau pun melerai laki-laki yang tengah meratapi kehancuranya. Dery sama sekali tidak pernah memikirkan lagi tentang nasib perusahaan atau bisnis klub malam miliknya.


Jangankan memikirkan semua itu, untuk hidup saja rasanya menjadi enggan. Dery kehilangan arah tujuan, laki-laki itu kini tengah dirundung kegelapan. Hingga pada siang itu, tiba-tiba rumah Tiara didatangi oleh tiga mobil berwarna hitam dengan laki-laki bertubuh kekar yang semuanya memakai baju berwarna hitam, mereka langsung merangsek masuk tanpa ada yang berani mencegahnya. Semua penjaga rumah dan pelayan hanya bisa tertunduk takut, ketika ujung senjata api berisi peluru akan siap melukai siapa pun yang berani melawan.


Suasana siang hari itu benar-benar mencekam, tidak ada yang berani melapor polisi atau pun keamanan komplek, semuanya hanya berdiri gemetar dengan unjung senjara api yang mengarah pada mereka.


Beberapa saat berlalu, Dery yang lemas dan sudah setengah sadar dibawa ke luar oleh beberapa orang laki-laki dan dimasukkan ke mobil, mereka kemudian pergi begitu saja dengan membawa Dery bersama.


"Siapa mereka? Kenapa mereka membawa Tuan Dery?" Semua orang yang ada di sana bertanya-tanya dengan kedatangan orang-orang asing itu yang membawa pergi Dery.


Sementara itu, dari rumah seberang, Charly dan Ramon langsung mengendarai mobil untuk mengikuti mobil yang membawa Dery. Mereka yakin jika itu semua adalah anak buah Roxi yang sengaja ditugaskan untuk menjemput Dery dan membawanya ke markas baru mereka.


Ya, setelah aksi Cahrly dan Liora beberapa waktu lalu, Roxi langsung bertindak cepat untuk memindahkan markas mereka, hingga akhirnya Charly kembali kehilangan jejak laki-laki itu. Sekarang, ketika dia mendapatkan kesempatan lagi untuk menemukan markas persembunyian mereka, maka Charly tidak akan melewatkan itu semua. Laki-laki itu mengedarai dengan kencang, walau masih bisa menjaga jarak dari mobil di depan agar tidak ketahuan.


__ADS_1


__ADS_2