Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga
Bab.50 Siapa yang berkhianat?


__ADS_3

Hari berganti begitu saja, sesuai dengan rencana akhir pekan ini Tiara akan mengantar Dery untuk menghadiri pesta ulang tahun salah satu teman sekolahnya.


Dengan tema acara ala putri kerajaan di cerita fairy tail Tiara sengaja mendandani Davi dengan kostum ala pangeran kerajaan. Karena acara dilangsungkan dari siang sampai sore, maka saat ini mereka sudah dalam mobil bersama sopir yang selalu setia mengantarkan Tiara dan Davi ke mana pun mereka mau.


Pesta ulang tahun kali ini bertempat di sebuah hotel mewah yang ada di kota itu, sepertinya teman sekolah Davi bukan dari kalangan biasa, mengingat tempat acaranya juga tidak biasa.


Beberapa saat dalam perjalanan, mobil yang ditumpangi oleh Tiara dan Davi pun menurunkan kecepatannya saat mulai memasuki area hotel, hingga akhirnya terhenti di depan lobi hotel itu.


"Kamu tunggu di luar saja, aku tidak mau kalau sampai anakku jadi tontonan karena ada kamu bersama kami," ujar Tiara terus terang.


"Baik, Nyonya," angguk sopir itu, kali ini dia memang tidak bisa melakukan apa pun karena ini adalah pesta anak-anak dan hanya orang tua yang bisa masuk untuk mendampingi anak-anak mereka.


Setelah Tiara dan Davi turun dari mobil, sopir itu pun kembali melajukan mobil menuju ke parkiran bawah tanah yang tersedia di hotel itu.


Sementara itu Tiara dan Davi mulai memasuki acara setelah keduanya memberikan bukti undangan dari pemilik acara, mereka berjalan beriringan.


Tiara yang tampak memakai gaun panjang dengan warna soft green, sementara bagian atas dibuat mirip seperti blazer berlengan panjang, hingga masih terlihat sopan juga berwibawa. Penampilan Tiara kali ini bagaikan seorang wanita karir yang sukses di bidangnya.


Keduanya langsung disambut oleh seorang anak kecil dengan gaun ala putri kerjaan yang begitu cantik, di belakangnya tampak sepasang suami istri dengan kostum raja dan ratu tampak menyusul.


"Selamat ulang tahun Ciara," ujar Davi begitu anak perempuan itu menyapa mereka berdua.


Tiara tersenyum melihat Davi dan Ciara tampak akrab, anak perempuan yang bernama Ciara itu bahkan langsung menarik Davi untuk bergabung dengan teman-teman mereka, yang sedang menikmati berbagai permainan yang sudah disiapkan di sana.


Sementara itu Tiara disambut baik oleh kedua orang tua Ciara yang ternyata salah satu pengusaha sukses di kota itu, dia lumayan lama berbincang dengan mereka, dengan mengandalkan sedikit pengetahuannya tentang bisnis yang dulu sempat dia pelajari di California.


Beberapa waktu kemudian Rere pun tampak bergabung dengan mereka, ternyata Rere cukup kenal dekat dengan kedua orang tua Ciara, hingga obrolan mereka pun semakin meluas.


Namun, semua itu tidak berlangsung lama, Tiara memilih memisahkan diri begitu getar ponsel di tas kecil yang dia bawa terasa.


"Mereka sudah datang, sebaiknya kamu ke sini sekarang," ujar seseorang dari seberang sambungan telepon.


"Oke, aku ke sana sekarang," jawab Tiara cepat. Dia pun kembali berpamitan ke pada pemilik acara dan juga Rere, karena harus ke luar sebentar. Tiara juga menitipkan Davi pada Rere.


"Kamu gak usah khawatir, aku pasti jagain Davi di sini, selesaikan saja urusan kamu. Davi aman bersamaku."

__ADS_1


Tiara begitu berterima kasih pada Rere yang selalu bersedia dengan senang hati untuk membantunya ketika dia membutuhkan. Entah bagaimana caranya dia bisa membalas semua kebaikan dan bantuan yang telah perempuan itu berikan padanya.


Tiara pun langsung ke luar dari area pesta itu. Dia cukup terkejut saat baru saja melewati pintu dan melihat sopirnya tenyata sedang menunggunya tidak jauh dari tempat acara. Wanita itu tersenyum tipis, cukup kagum dengan usaha sopirnya itu untuk mengawasinya.


"Ternyata dia keras kepala juga. Kamu tidak tahu saja kalau aku ahli dalam hal menyelinap," gumam Tiara sambil mulai berjalan membersamai seorang pelayan hotel yang sedang mengerjakan tugasnya, hingga dirinya tidak terlihat oleh sopirnya.


Sebagai seorang mantan ketua gengster yang sering melakukan perampokan barang berharga tentu saja menyelinap adalah hal pertama yang harus dia miliki.


Setelah merasa aman, Tiara langsung masuk ke dalam lift yang tersedia di sana untuk mencapai lantai paling atas hotel, di mana tempat pertemuan mereka berada.


Begitu pintu kotak besi itu terbuka Tiara langsung bisa melihat keberadaan dua orang laki-laki yang tengah menunggunya di depan pintu lift dengan gelisah. Untuk beberapa saat mereka sempat terpaku ketika melihat penampilan Tiara yang jauh berbeda dari biasanya.


"Ekhem!" Laki-laki bertubuh tegap yang tak lain adalah Charly lebih dulu berdehem untuk meredam debar jantungnya yang tiba-tiba saja terasa tidak karuan.


"Mereka sudah menunggu di dalam, kita pergi ke sana sekarang," ujar Charly yang langsung diangguki oleh Tiara dan satu laki-laki lainnya yang tak lain adalah Jordi.


Ya, sebagai mantan pengacara kepercayaan kedua orang tua Tiara, Jordi lah yang akan membantu Tiara untuk meyakinkan para pemegang saham itu agar memihak padanya sebagai pemilik hak waris asli.


Ketiga orang itu pun berjalan memasuki ruangan pertemuan mereka, di sana Tiara bisa melihat ada enam orang paruh baya yang sudah menunggunya. Seperti yang dikatakan oleh Charly dan Jordi sebelumnya, jika sebenarnya mereka adalah teman dari ayah dan ibu Tiara, hingga mungkin tidak akan sulit untuk membuat mereka memihak kepada Tiara.


"Bagaimana kami bisa percaya pada wanita yang mengkhianati suaminya dengan laki-laki lain? Sadarlah Tiara, Dery bahkan tidak pernah mengkhianati kamu walau kamu terbaring koma di rumah sakit. Dia laki-laki yang baik," ujar laki-laki paruh baya yang bernama Suryono.


Tiara mengepalkan tangannya yang dia letakkan di atas paha, Tiara begitu geram ketika mendengar orang-orang itu memuji Dery dengan kesetiaan atau kebaikannya, mereka tidak tahu bagaimana selama ini Dery memperlakukan dirinya dan Davi di rumah.


Tiara juga tidak tahu jika selama ini Dery memerankan suami yang baik dan menyayangi istri juga anaknya di depan para petinggi perusahaan, padahal selama ini dia tidak pernah diizinkan untuk menghadiri acara kantor, apa pun itu.


"Saya tidak pernah mau mengkhianati suami saya, Tuan. Bahkan saya masih bertahan walau dia membawa istri ke duanya ke dalam rumah ketika saya sedang koma," ujar Tiara langsung, walau dia masih terlihat tenang, tetapi tersirat kemarahan di nada bicaranya yang menekan.


"Ah, maafkan saya, Tuan- tuan, bukan maksud saya untuk mengumbar masalah keluarga saya di sini, karena memang tujuan kami berada di sini adalah untuk meminta bantuan kepada kalian agar saya bisa mendapatkan hak saya kembali. Tetapi, karena ada yang menyinggung masalah keluarga, saya jadi terbawa situasi," sambung Tiara lagi dengan wajah tampak menyesal.


Keenam orang paruh baya itu pun tampak terdiam setelah mendengar pernyataan Tiara, mereka tampak saling memandang seolah sedang membicarakan sesuatu secara rahasia. Sementara Charly yang melihat suasana sudah semakin memanas mulai mengambil alih pembicaraan.


"Maaf semuanya, sepertinya terjadi salah paham di sini. Saya dan Nyonya Tiara tidak memiliki hubungan apa pun, saya hanya seorang teman yang ingin membantu Nyonya Tiara mendapatkan hak miliknya kembali," ujarnya, sambil memberi kode pada Jordi untuk membagikan sesuatu yang sudah mereka siapkan sebelum datang ke sini.


Jordi yang mengerti kode dari Charly pun mulai membagikan berkas yang sudah dia siapkan.

__ADS_1


"Kalian bisa lihat dengan teliti apa yang ada di dua kertas itu." Para paruh baya itu pun langsung menatap dua lembar kertas di depan mereka.


"Seperti yang kalian lihat, di sana ada dua surat kuasa hak waris yang ditandatangani langsung oleh kedua orang tua Nyonya Tiara. Apa para Tuan sekalian tidak merasa aneh dengan kedua surat kuasa itu?" ujar Charly lagi sambil membagikan tatapannya pada semua orang yang kini berada di ruangan itu.


Mereka tampak mengernyit dan kembali saling berbisik sambil meneliti dua lembar kertas di tangan mereka.


"Berarti salah satu diantaranya adalah palsu. Benar, bukan?" Kini Tiara yang bersuara.


"Masalahnya sekarang, mana surat yang palsu itu?" Charly menimpali hingga keenam paruh baya itu terlihat mulai terintimidasi dengan Tiara dan Charly.


"Apa ada yang bisa memberitahuku surat mana yang asli di antara keduanya?" tanya Tiara lagi.


Mereka tampak menggeleng samar sambil kembali mengalihkan perhatiannya pada surat di tangan mereka. Keming keenam paruh baya itu bahkan terlihat berkerut dalam, menandakan jika semuanya tengah berpikir keras.


"Kami tahu para Tuan di sini juga sudah memiliki anak, dan pastinya tahu perasaan orang tuaku saat menuliskan surat kuasa itu." Tiara lebih dulu menjeda perkataannya sambil melihat reaksi keenam paruh baya itu.


"Sekarang, saya ingin bertanya pada kalian, bukan lagi sebagai seorang pemegang saham di perusahaan, tetapi sebagai seorang ayah dan teman dari ayah saya," ujar Tiara lagi. Dia kemudian menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan sebelum melanjutkan perkataannya.


Kini semua orang mengalihkan perhatiannya pada Tiara, mereka menatap wanita yang kini terlihat sedang menenangkan perasaannya.


"Jika kalian yang membuat surat kuasa untuk anak tunggal kalian dan harus memilih diantara kedua itu. Maka kalian akan memilih yang mana?" tanya Tiara dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Ini bukan hanya soal perusahaan, Tuan. Tapi, ini adalah soal penipuan yang telah suami saya lakukan selama ini kepada kalian dan mendiang orang tua saya." Tiara menghentikan perkataannya bersamaan dengan satu tetes air mata yang jatuh begitu saja.


Charly kembali memberikan kode kepada Jordi untuk membagikan berkas lainnya.


Melihat itu keenam paruh baya di sana kembali mengalihkan perhatiannya pada kertas di depannya. Mereka tampak melebarkan matanya saat membaca rangkaian kata yang ada di sana.


"Itu adalah bukti kecurangan Dery di perusahan selama ini. Kami curiga masih banyak lagi kecurangan yang dia lakukan, tetapi kami belum bisa mengatakannya sekarang karena kami belum memiliki bukti yang mendukung kecurigaan itu," ujar Charly menjelaskan apa yang ada di dalam berkas itu.


......................


Hai semuanya, jangan lupa mampir juga di karya teman aku ya🥰


__ADS_1


__ADS_2