Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga
Bab.55 Kenyataan yang membingungkan


__ADS_3

Hari sudah beranjak malam saat mereka berdua kini sampai di tempat mobil Charly terparkir. Keduanya tidak langsung ke luar dari mobil, mereka tampak masih terdiam di mobil milik Ramon yang Charly hentikan tepat di belakang mobil miliknya.


"Davi di mana?" tanya Charly setelah keduanya sama-sama menenangkan diri.


Walau sempat bersitegang, nyatanya Charly tidak bisa mempertahankan amarahnya terlalu lama pada Tiara. Nasib anak Tiara yang kini tidak bersamanya malah menjadi bahan perhatian laki-laki itu.


"Anak itu aku titikan sama Rere," jawab Tiara dengan nada suara datar.


"Terima kasih untuk hari ini," sambung Tiara lagi kemudian hendak membuka pintu dan ke luar dari mobil milik Ramon. Namun, tiba-tiba tangannya dicekal oleh Charly.


Tiara menghentikan pergerakannya, dia berbalik kembali menatap wajah Charly yang tampak menatapnya dengan sorot mata iba.


"Biar aku antar kamu jemput Davi," ujar Charly kemudian.


Tiara menghembuskan napas lelah, dia kemudian mengangguk. Hatinya sedang tidak baik-baik saja saat ini, begitu juga dengan tubuhnya yang sudah merasa sangat lelah. Tiara tidak mau lagi berdebat dengan Charly, hingga dia memilih menyetujui apa pun keinginan laki-laki itu.


Charly mengangguk dia pun melepaskan tangan Tiara dan ke luar dari mobil bersama-sama. Terlihat Ramon juga datang, dia menyerahkan kunci mobil milik Charly dan juga kunci motor milik Tiara. Namun, wanita itu menolak.


"Kamu pakai saja motorku untuk pulang, aku akan menumpang pada mobil Charly," ujar Tiara sambil memberikan kembali kunci motornya pada Ramon.


"Oke," tanpa penolakan atau pun bertanya hal lain, Ramon langsung menyetujui apa yang Tiara ucapkan. Melihat wajah kedua orang di depannya, Ramon tahu jika saat ini keadaan sedang tidak baik-baik saja, entah itu untuk Charly maupun Tiara.


"Gue tunggu penjelasan kamu di rumah, Bro," sambung Ramon pelan, sambil menepuk pundak Charly.


"Makasih," jawab Charly sambil mengangguk paham.

__ADS_1


Mereka pun terpisah di sana, Charly dan Tiara yang pergi ke rumah Rere untuk menjemput Davi, sementara Ramon pulang kembali ke rumah.


Suasana malam yang semakin larut membuat jalanan yang mereka lalui terlihat lengang, hingga membuat Charly leluasa mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.


"Dari mana kamu mendapatkan senjata api dan motor itu? Apa itu ilegal?" tanya Charly sambil melirik sekilas pada Tiara. Walau dia masih merasa belum percaya dengan apa yang terjadi diantara Tiara dan Liora, tetapi kini dia juga tidak akan sungkan lagi pada Tiara.


"Aku hanya memanfaatkan ingatanku untuk memesan keperluan yang mungkin akan aku butuhkan suatu saat nanti, dan ternyata semua itu benar, bukan?" jawab Tiara santai.


"Tapi, tidak dengan motor. Itu aku beli dengan uang pinjaman dari Rere," imbuh Tiara kembali meralat perkataanya. Dia memang membeli senjata api secara ilegal, tetapi tidak untuk motor.


Charly terdiam dia hanya terlihat menghembuskan napas berat. Jiwanya yang seorang panegak hukum tentu saja bergejolak saat tahu jika dia diselamatkan oleh barang ilegal yang selama ini selalu menjadi musuh dirinya.


"Jadi kamu memang sudah menyiapkan semua ini?" tanya Charly lagi sambil terus melajukan mobilnya.


Kembali Charly menghembuskan napas pelan, dia mengusap wajahnya dengan gerakan kasar, tidak habis pikir dengan apa yang Tiara lakukan di belakangnya.


"Lalu, kenapa kamu bisa tahu kalau aku sedang dalam bahaya? Apa sebenarnya yang kamu tau tentang rumah tua itu?" Charly kini mulai kembali memberi pertanyaan beruntun pada wanita di sampingnya.


"Ini, aku melihat dia menjatuhkan benda ini di depan ruang kerjanya," jawab Tiara sambil memberikan sebuah flash disk pada Charly.


"Memang apa isinya ini?" tanya Charly sambil melihat benda kecil tersebut.


"Semua kebusukkan Dery," jawab Tiara.


Charly menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dia kemudian mengambil laptop miliknya yang tersimpan di jok belakang dan melihat isi di dalam flash disk itu. Mata Charly melebar begitu melihat satu per satu file yang ada di sana. Mulai dari video CCTV berisi aktivitas orang di dalam rumah tua itu dan aib pelanggan klub malam milik Dery.

__ADS_1


"Tunggu, bukankah ini adalah Suryono?" ujar Charly sambil menatap wajah Tiara yang terlihat santai.


"Iya. Sepertinya Charly juga menahan mereka menggunakan video aib dari para pemegang saham agar mereka tidak pernah berkhianat darinya atau bahkan memihak pada orang lain," jelas Tiara dengan nada suara yang masih terdengar dingin.


Charly menghembuskan napas pelan, dia kemudian menutup kembali laptop miliknya, tatapannya kini beralih pada Tiara. "Seharusnya kamu tidak boleh muncul di hadapan mereka seperti tadi, ini akan membuat Dery lebih waspada padamu dan kita akan lebih sulit untuk mendapatkan harta peninggalan milik orang tuamu."


"Aku memiliki saham tiga puluh persen, jika terpisah dari Dery. Sementara Dery hanya akan tersisa lima belas persen dan otomatis menjadikan aku pemegang saham terbesar di perusahaan itu. Namun, untuk lebih meyakinkan, sahamku harus mencapai lebih dari empat puluh persen, agar lebih kuat dan mampu menggoyahkan para pemegang saham yang lain, untuk memihak padaku. Kita juga harus mencari tahu apa lagi yang Dery gunakan untuk memeras para pemegang saham itu," jelas Tiara.


Charly menatap Tiara dengan sorot mata yang tidak terbaca, dia tidak dapat lagi berkata-kata saat mengetahui jika di belakangnya Tiara merencanakan sesuatu sendiri.


"Oh iya, aku juga menemukan sesuatu di data perusahaan yang kamu berikan padaku. Aku yakin itu bisa membantu kita, walau mungkin tidak banyak. Nanti aku kirimkan padamu berkasnya," sambung Tiara lagi sambil mengingat sesuatu yang dia lihat sebelumnya.


"Bagaimana kamu tau jika itu semua bisa berguna bagi kita?" tanya Charly. Dari sekian banyak pertanyaan yang berkecamuk di dalam kepala, hanya itu saja yang bisa ke luar dari mulutnya.


Tiara tersenyum miring walau itu tidak terlihat menyeramkan sama sekali, seringai Tiara malah terlihat miris bagi Charly. "Aku adalah Liora, ketua gengster yang tidak bisa kamu tangkap. Aku mungkin tidak tahu tentang perusahaan, tapi aku tahu cara mengalahkan seseorang."


"Dan, apa kamu tidak pernah mencari tahu tentang Rere? Dia lumayan berperan banyak dalam semua yang aku lakukan sekarang," sambung Tiara lagi.


Rere memang bukan hanya seorang guru biasa, keluarganya adalah keluarga yang cukup berpengaruh di kota itu, tentu saja mereka tidak akan membuat Rere buta terhadap menejemen sebuah perusahaan. Rere dengan senang hati membantu Tiara dan memberitahu bagaimana bersaing di dunia usaha, terutama saham perusahaan.


Charly masih menatap wanita itu tanpa bisa berkata-kata. Hari ini begitu banyak kejutan yang telah diterima oleh Charly, hingga rasanya dia sendiri tidak bisa untuk sekedar berkata-kata.


Hatinya tidak setangguh itu untuk menerima semua kenyataan yang begitu membingungkan ini.


__ADS_1


__ADS_2