Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin
Inilah tempat ku sebenarnya


__ADS_3

Nia masuk kembali kedalam mansion dengan langkah gontai setelah mobil yang membawa mertuanya itu menghilang dibalik gerbang kokoh yang menjulang tinggi.


Nia berjalan dengan menundukkan kepalanya sehingga tidak menyadari bahwa pak Agus yang berada didepan nya.


Bruk


Nia menabrak pak Agus yang bisa sedang berdiri mengamati nyonya mudanya yang berjalan tanpa melihat kedepan.


"Aw... " Rintih Nia memegang kepalanya yang terbentur dangan tubuh pak Agus. "Pak Gus...." Teriak Nia menatap kesal akan pak Agus yang dengan santai berdiri tepat didepannya.


"Nyonya apa anda berjalan tidak menggunakan mata? " ucap pak Agus membuat Nia merasa kesal. "Sejak kapan orang berjalan menggunakan mata pak Gus? bukankah seharusnya orang berjalan menggunakan kaki? " Ketus Nia membalas ucapan dari pak Agus.


"Anda benar nyonya, tapi... " Perkataan pak Agus menggantung diudara ketika Nia memotong ucapannya. "Nah itu pak Gus tau! " pekik Nia dengan seringai di sudut bibirnya.


Nia meninggalkan pak Agus ditempatnya yang terdiam dengan ucapan nyonya muda nya itu. "Setidaknya dengan begitu nyonya dapat berjalan dengan mengangkat kepala nyonya tidak tertunduk seperti tadi. " Gumam pak Agus yang merasa kasihan dan tau bagaimana perasaan nyonya nya itu diperlakukan tidak baik oleh suaminya sendiri yang memang pak Agus mendengar dan melihatnya langsung didepan matanya sendiri.


Pukul delapan malam Nia turun dari kamarnya dan menghampiri pak Agus yang berada di dapur. "Pak Gus... Apa tuan Gael belum pulang? " tanya Nia sambil menarik kursi kemudian duduk di kursi meja makan itu.


"Belum nyonya. "Sahut pak Agus. "Apa anda ingin makan malam biar saya siapkan makan malam untuk nyonya? "


"Tidak pak Gus biar aku menunggu tuan Gael pulang dulu dan nanti akan makan bersamanya. " Tolak Nia dengan sopan.


"Tapi nyonya, tuan muda mungkin pulang larut malam. Anda sebaiknya tidak usah menunggu tuan untuk makan malam. " Peringat pak Agus.


"Tapi pak Gus... "


"Nyonya, Anda tidak usah memikirkan tuan akan makan atau belum karna beliau bersama dengan Daren yang selalu sigap menyiapkan kebutuhannya. " Terang pak Agus.


"Baiklah kalau begitu aku makan malam sekarang pak Gus! " Nia mengikuti saran pak Agus untuk tidak menunggu suaminya itu makan malam bersama.

__ADS_1


Setelah selesai dengan makan malamnya Nia kembali ke kamarnya namun karna bosan tidak melakukan apa pun akhirnya ia keluar dari kamarnya untuk menemui Halimah yang berada di kamarnya di belakang mansion.


Ketika hendak membuka pintu, Nia terkejut karena Pintu itu terbuka lebih dulu ternyata Gael yang berada di balik pintu itu.


"Tuan.. " Nia menyapa Gael dengan suara pelan. Gael yang disapa seperti biasa ia akan diam saja tak menghiraukan Nia yang berada disana.


Nia menarik nafasnya dalam. "Selalu saja seperti ini. " Seru Nia dengan suara pelan hampir tidak terdengar oleh Gael.


Nia pun kembali melanjutkan langkah kakinya keluar dari kamar itu karena Gael tidak akan menganggap nya berada disana jadi sebaiknya ia keluar saja agar tidak melihat wajah datar Gael kepadanya.


"Kau mau kemana? " suara berat Gael menghentikan Nia. "Aku mau kebawah sebentar tuan. " Ucap Nia.


"Kau kembali lah kekamar mu sebelumnya karena mama tidak ada disini sesuai dengan apa yang aku katakan sebelumnya bahwa kau berpura-pura lah sebagai istri ku jika berada didepan mama dan sekarang kau bebas dari peran mu itu! " Gael mengingatkan lagi akan hubungan mereka yang hanya sebatas pelayan dan tuan.


Nia menelan salivanya dengan susah, dadanya terasa sesak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Gael kepadanya.


Bruk


Gael terkejut dengan sikap berani Nia kali ini yang membanting pintu tuannya itu. Tapi Gael tidak mau ambil pusing dengan hal itu karena ia sudah terbebas dari drama yang ia ciptakan sendiri.


Setidaknya Gael tidak lagi berada didalam satu kamar dengan Nia, itu lah yang ada dipikirannya saat itu.


Nia pun kembali ke kamarnya bersama dengan Halima sebelumnya. "Nia kenapa kau datang kesini malam-malam begini? tuan Gael pasti akan mencari mu nanti! " pekik Halima begitu Nia berada di kamarnya.


"Dia tidak akan mencari ku! " ketus Nia merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


"Maksud mu? " Halima belum paham maksud dari Nia. "Aku lelah dan mau istirahat. "Nia mengalihkan perhatian Halima agar tidak mencecar nya lagi dengan berbagai pertanyaan.


Halima pun naik keatas tempat tidur dan merebahkan tubuh nya disamping Nia yang sudah menutup matanya namun sebenarnya ia belum tertidur.

__ADS_1


"Nia... Apa kau sudah tidur? " tanya Halima memiringkan tubuhnya kearah Nia. "Ummm... " sahut Nia. "Is kau ini, mana ada orang yang sudah tidur menyahuti orang yang sedang bertanya padanya." Gerutu Halima kembali membenarkan posisi tidurnya seperti semula.


"Ada! buktinya aku. Aku masih bisa mendengar mu dengan jelas bahkan aku masih bisa menjawab ucapan mu. " Ucap Nia dengan mata tertutup.


"Itu artinya kau belum tidur Nia! " seru Halima menarik guling di sampingnya dan memukulkan nya ke wajah Nia. "Halima! " teriak Nia mengambil bantal itu dan menarik nya secara paksa dari Halima agar bisa membalas perbuatan Halima pada nya.


Dan akhirnya niat awal yang ingin tidur kini berubah menjadi perang bantal diantara keduanya. Saling pukul memukul menggunakan bantal masing-masing.


"Halima ada apa ribut-ribut? " teriak pak Agus yang lewat dari depan kamar Halima. Seketika keduanya menghentikan acara pukul memukul mereka itu, saling menatap satu sama lain.


"Maaf pak Agus tapi tidak terjadi apa-apa disini. " Jawab Halima. Namun pak Agus tidak percaya begitu mudah. "Halima buka pintunya! " teriak pak Agus dari luar.


"Bagaimana ini? " tanya Halima kebingungan. "Buka saja! " jawab Nia asal. "Tapi Nia... Pak Agus bisa marah pada ku karna kau berada disini mala-malam begini. "


"Tidak akan Halima! " seru Nia sambil berjalan kearah pintu kamar itu untuk membukakan pintu sesuai dengan perintah pak Agus yang masih terus mengetuk pintu kamar itu.


"Nyonya? " pekik pak Agus heran melihat Nia berada dikamar salah satu pelayan di mansion.


"Ada apa pak Gus? " Nia masih berdiri didepan pintu.


"Nyonya sedang apa disini? " tanya balik pak Agus.


"Aku? apa pak Gus lupa kalau ini adalah kamar ku sebelumnya? " Cecar Nia.


"Tapi nyonya tuan pasti akan mencari Anda. " Pak Agus yang tak mengetahui alasan kenapa Nia berada dikamar itu.


"Pak gus, aku tidak ingin membahas ini! mulai sekarang aku akan kembali tidur dikamar ini dan aku harap pak Gus tidak lagi menanyakan apa pun kepada ku karena ini lah tempat ku sebenarnya." Tegas Nia sehingga pak Agus tidak dapat berkata apa pun lagi.


"Baik nyonya! " pak Agus pun pergi dari tempat itu setelah mendengar perkataan dari Nia tersebut.

__ADS_1


__ADS_2