Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin
Nia pov


__ADS_3

NIA POV


Nama ku Tania Arsiati aku baru saja lulus sekolah menengah atas dan umur ku masih 18 tahun. Ibu ku bernama Nurti dan ibu bekerja sebagai pelayan di mansion keluarga Atmaja selama kurang lebih lima tahun.


Awalnya ibu ku bekerja di mansion keluarga Mahendra namun ketika keluarga itu memutuskan untuk pindah ke negara A mereka memperkenalkan ibu ku kepada keluarga Atmaja agar ibu bekerja sebagai pelayan di keluarga Atmaja.


Dan benar saja keluarga itu menerima ibu ku dengan sangat baik dan ibu ku pun bekerja disana untuk menghidupi kami berdua. Ibu bekerja dari pagi hingga pukul delapan malam dan setelah itu ibu ku akan kembali ketempat kontrakan kami.


Berbeda ketika di mansion Mahendra, selama ibu ku bekerja disana kami tinggal bersama dengan keluarga itu. Di mansion Atmaja sebenarnya sama halnya dengan di mansion Mahendra mereka menyediakan tempat khusus untuk para pelayan di belakang mansion utama.


Namun ibu merasa sungkan tinggal disana karena harus membawa ku jadi ibu ku memutuskan untuk menyewa sebuah kontrakan kecil tempat untuk kami tinggal.


Namun beberapa minggu yang lalu ibu ku baru saja pergi menghadap sang penciptaan. Dan kini aku tinggal sebatang kara di dunia yang pana ini.


Selama beberapa hari aku tidak melakukan apapun sama sekali sampai akhirnya nyonya Mita mengunjungi ku dan membawa ku untuk tinggal di mansion walaupun hanya sebagai pelayan aku sangat bersyukur masih bisa meneruskan hidup ku kembali.


Pertama datang ke mansion Atmaja aku terpesona dengan pria bertubuh tinggi hidung mancung berkulit putih yang ternyata adalah putra dari nyonya Mita yang artinya dia adalah majikan ku juga. Tuan Gael itu sebutan yang selalu aku dengar dari para pelayan lainnya.


Aku mengaguminya, mata ku terus mencuri pandang ketika ia berada di meja makan bersama dengan nyonya Mita yang sedang sarapan disana.


Hanya di waktu itu aku bisa melihatnya karna setelah selesai dengan sarapannya tuan Gael akan berangkat ke kantornya dan pulang pada malam hari.

__ADS_1


Tiga hari sudah aku berada di mansion ini, beruntung aku tinggal dikamar yang sama dengan Halima yang terlihat masih muda diantara pelayan yang lain di mansion itu. Usianya tiga tahun diatas ku tapi usia tidak menghalangi kami untuk berteman bahkan ia menolak sebutan kakak yang sebelumnya aku berikan.


Malam harinya aku terbangun dari tidur ku karena merasa haus di tenggorakan ku. Dan akhirnya aku keluar dari kamar menuju dapur namun ketika ingin kembali ke kamar, nyonya Mita berada tepat dibelakang ku dan menanyakan keberadaan ku disana.


Aku menjawab kenapa aku berada di dapur di waktu yang hampir sudah tengah malam itu. Setelah itu nyonya Mita meminta ku untuk membuatkan teh hangat untuk nya dan meminta ku membawakannya ke kamarnya yang ada dilantai dua mansion.


Selesai membuatkan teh hangat tersebut aku menaiki tangga menuju lantai dua dan disana aku berpapasan dengan Daren yang merupakan asisten dari tuan Gael.


Seketika aku melupakan tujuan ku menuju lantai dua. Aku melongo melihat pria tampan itu dari jarak yang sangat dekat, ketampanan pria yang bernama Daren itu hampir menyemai ketampanan tuan Gael. Nampaknya otak ku perlu di instal ulang setiap melihat pria tampan otak ku tidak bisa berpikir normal.


Pria itu hanya membungkukkan sedikit kepalanya begitu berpapasan dengan ku dan melanjutkan langkahnya tanpa berbicara sedikit pun kepada ku.


Setiap pelayan di mansion sudah mempunyai tugas masing-masing dan aku bertugas di lantai bawah oleh karena itu aku tidak pernah tau bagaimana bentuk mansion yang ada dilantai dua ditambah lagi keberadaan ku yang baru beberapa hari sebagai pelayan disana.


Aku tetap melanjutkan langkah ku walau pun tidak mengetahui kamar tujuan ku sebenarnya sampai aku menemukan kamar pertama dan mengira itu adalah kamar dari nyonya Mita.


Ketika aku ingin mengetuk pintu ternyata pintu tersebut tidak tertutup dengan rapat, jadi aku berpikir itu adalah kamar yang aku maksud namun begitu aku masuk, aku menyadari sesuatu karna kamar itu terlihat seperti kamar untuk laki-laki terlihat dari cat yang berwarna gelap dan juga beberapa disain nya menandakan itu bukan kamar dari nyonya Mita.


Dengan cepat aku hendak keluar dari kamar itu, namun aku mengurungkan niat ku itu setelah aku mendengar suara orang yang seperti sedang memuntahkan isi perutnya.


Aku meletakkan minuman yang aku bawa tadi di atas nakas tepat disamping tempat tidur yang berukuran besar itu. Kemudian aku mendekati kamar mandi asal dari suara itu.

__ADS_1


"Tuan.. " Seru ku melihat tuan Gael terletak dilantai kamar mandi itu dan dengan cepat aku berusaha membantunya untuk bangkit berdiri menuntunnya keluar dari kamar mandi menuju tempat tidurnya.


Begitu aku berhasil merebahkan tubuhnya aku menaikkan kedua kakinya dan memasangkan selimut di tubuhnya namun tanganku ditarik oleh tuan Gael sehingga aku terjatuh diatas dada bidangnya.


Dengan gerakan cepat aku berusaha menjauhkan tubuh ku darinya, karna aku mencium bau alkohol yang menyengat dari hembusan nafas tuan Gael.


Namun gerakan ku itu sia-sia karna tuan Gael menahan tarikan yang kubuat.


Aku mulai ketakutan dan berusaha lebih keras lagi agar bisa terlepas dari cengkraman tuan Gael. Bukannya terlepas justru tuan Gael membalikkan posisi ku hinga berada dibawahnya. Saat itu aku masih berusaha terlepas darinya tapi semua usaha ku sia-sia.


Aku harus merelakan kehormatan ku diambil secara paksa olehnya walaupun pada akhirnya kami berdua menikah tapi pernikahan itu diluar dugaan ku.


Dimana tuan Gael meminta ku memerankan sebuah drama untuk menyenangkan hati nyonya besar Mita. Kami berpura -pura layaknya sebagai suami istri yang sesungguhnya jika berada didepan nyonya Mita dan setelah dibelakang nyonya Mita kami akan kembali sebagai pelayan dan tuan.


Dan begitu nyonya Mita berangkat ke negara Paris hal yang mencengangkan ku bahwa dengan terang-terangan tuan Gael meminta ku untuk keluar dari kamarnya dan kembali kekamar ku sebelumnya.


Miris bukan? Suami macam apa dia yang memperlakukan wanita yang sudah sah sebagai istrinya tapi tidak diperlakukan selayaknya istri sesungguhnya.


Tapi aku tidak akan menyalahkan sikapnya atas ku karna memang pernikahan ini adalah sebuah kesalahan demi menebus sebuah kesalahan yang lain.


Sebuah kesalahan yang membuat kami berdua terjebak dari rumitnya sebuah hubungan.

__ADS_1


__ADS_2