Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin
Episode 72. Penculikan Nia


__ADS_3

Setelah kejadian tadi Ica tak lagi keluar dari dalam kamar karena merasa malu jika berhadapan dengan Daren. Ica menahan rasa laparnya sementara Daren yang sedari tadi sudah menunggunya untuk makan bersama dengan Ica memutuskan untuk memanggil Ica dari kamar namun yang dipanggil tidak merespon panggilannya dari dalam kamar.


"Mungkin dia sudah tidur. " Berbicara sendiri kemudian beranjak dari depan pintu kamar Ica. Setelah itu Daren pun makan malam tanpa menunggu Ica.


Sementara ditempat lain Serli yang pagi-pagi sekali datang menemui Nia tentunya setelah Gael berangkat karena ia tau betul Gael tidak akan membiarkan ia mendekati Nia. Selain itu Gael juga sudah pernah memperingatkan dirinya agar tidak mengganggunya lagi.


Namun bukan Serli namanya jika ia tidak mempunyai ide baru untuk mendapatkan keinginanannya. Dan tak akan berhenti sebelum benar-benar melakukan semua cara.


Didepan Nia ia selalu berpura-pura bersikap baik berbeda dengan hatinya yang tidak menyukai Nia yang sekarang sudah menjadi istri dari laki-laki yang ia cintai.


Hari ini Nia kembali ingin mengajak Nia untuk menemaninya seperti waktu itu, namun Nia menolak karena tidak mau Gael akan marah kepadanya.


Serli terus meninta Nia agar ikut dengannya bahkan ia juga meminta ijin kepada Mita karena menurutnya Mita akan mengijinkannya untuk membawa Nia seperti sebelumnya. Namun diluar dugaannya Mita justru tidak memihaknya dan memberikan keputusan kepada Nia dan tentunya harus seijin Gael.


Hal itu membuat Serli kesal, namun tidak memperlihatkannya didepan Mita dan Nia. Dengan berpikir keras Serli memutar otaknya memikirkan ide baru agar semua rencananya tidak gagal untuk kali ini.


"Baiklah, kalau kau tidak mau untuk menemani ku bagaimana kalau kita pergi kekantor Gael saja kebetulan ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya." Bohong Serli berkata demikian agar dapat membawa Nia keluar dari mansion bahkan keluar dari kehidupan Gael untuk selamanya.


Tanpa merasa curiga akhirnya Nia pun mengiyakan ajakan Serli. Niat baiknya untuk pergi bersama dengan Serli justru akan mendatangkan hal buruk untuk dirinya.


Didalam perjalan menuju kantor Gael tiba-tiba sebuah mobil berwarna hitam menghadang mobil yang ditumpangi oleh Nia dan Serli dan dengan paksa menarik Nia dari dalam mobil.


"Ada apa ini? " Nia mulai panik sementara Serli juga demikian berpura-pura panik dan berusaha membantu Nia agar terlepas dari tarikan dua orang pria bertubuh tegap dengan menggunakan penutup wajah agar tidak dapat dikenali.


Serli pura-pura berteriak meminta untuk melepaskan Nia dan setelah kedua orang tersebut membawa Nia, Serli tersenyum bahagia dan kembali masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Apa yang aku lakukan selanjutnya? " Serli berpikir sejenak sebelum kembali melajukan mobil miliknya. Kemudian ia memutuskan untuk kembali ke mansion Atmaja dan memberitahukan kepada Mita apa yang sudah terjadi.


Dengan air mata palsunya ia mengatakan kepada Mita jika Nia dibawa orang yang tak ia kenal dan mempengaruhi Mita dengan mengatakan jika orang yang sudah menculik Nia adalah saingan Gael dalam dunia bisnis yang mempunyai dendam kepada Gael.


Dengan panik Mita menghubungi Gael dan menceritakan semua yang terjadi kepada putranya itu. Gael segera meninggalkan semua pekerjaannya dan kembali ke mansion bersama dengan Daren yang selalu setia bersama dengan tuannya itu.


Begitu tiba di mansion, Gael dikejutkan dengan keberadaan Serli yang sebelumnya tidak diberitahukan oleh Mita jika Nia pergi bersama dengan Serli.


"Kau? " Gael menatap tajam kepada Serli yang duduk bersama dengan Mita. "Apa yang sebenarnya terjadi? " Selidik Gael menatap mama Mita meminta penjelasan secara detail kejadian.


"Gael, aku dan Nia hendak pergi bersama untuk menemui mu namun ditengah jalan kami dicegat oleh beberapa orang dan membawa Nia ikut bersama dengan mereka. Dan sebelum mereka pergi, mereka mengatakan jika ini adalah urusan bisnis dan tidak ada hubungannya dengan ku ketika aku berusaha mencegah mereka membawa Nia." Jelas Serli kepada Gael.


"Benarkah? jika kau terlibat dalam hal ini maka aku tidak akan segan-segan membunuh mu! " Peringat Gael yang menaruh rasa curiga kepada Serli.


"Ck, sebelumnya aku sudah memperingatkan mu!" ucap Gael penuh dengan penekanan disetiap katanya.


"Daren, kau tau apa yang harus kau lakukan kan? " berbicara kepada Daren namun tidak melepaskan sorot mata tajamnya kepada Serli.


Daren yang sudah tau maksud dari tujuan perintah tuannya itu segera menjauh dari tempat itu dan menghubungi seseorang melalui ponselnya.


Gael yang kini berada di ruang kerjanya tidak dapat menahan rasa marah dan gelisah nya mengetahui Nia diculik orang yang belum ia ketahui siapa dalang dibalik kejadian ini. Dengan prustasi Gael mengusap wajahnya dengan kasar bahkan penampilannya kini terlihat sangat berantakan.


"Bagaimana? apa sudah ada kabar? " cecar Gael kepada Daren begitu orang kepercayaan nya itu memasuki ruang kerja tuannya itu.


"Orang kita sedang berusaha mencari tau keberadaan nyonya Nia tuan. " Jelas Daren.

__ADS_1


"Katakan kepada mereka harus secepatnya menemukan Nia. " Suruh Gael dengan gelisah.


"Baik tuan. " Sahut Daren kemudian meninggalkan tuannya itu dan turun ke lantai bawah menemui Mita dan Serli yang masih berada diruang tengah mansion.


"Apa sudah ada kabar tentang keberadaan Nia? " Mita bangkit dari duduknya. Daren hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan nyonya nya itu.


"Bagaimana ini? " Mita kembali duduk ditempatnya dengan perasaan khwatir sementara Serli hanya diam tak berani menatap Daren yang terlihat menatapnya tajam.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu? " Akhirnya Serli mengeluarkan suaranya.


"Tidak, hanya saja jika anda terlihat dalam hal ini makan sudah dipastikan jika tuan Gael tidak akan mengampuni anda. " Peringat Daren.


"Kau menuduh ku? " Serli tidak terima dengan ucapan Daren yang memperingatkan dirinya.


"Aku tidak menuduh anda, hanya saja aku berharap agar anda tidak mendapat masalah karena hal ini. "


Serli yang tak tahan dengan situasi itu, segera beranjak dari duduknya sambil menggerutu meninggalkan tempat itu. Mengemudikan mobilnya sambil menelpon orang suruhannya.


"Kau pergilah dan bawa wanita itu lalu tinggalkan dia dijalan dimana kau membawanya tadi. " Perintah Serli kemudian menutup ponselnya begitu saja.


"Sial! kenapa aku harus gagal lagi mendapatkan Gael? sepertinya memang tidak ada lagi kesempatan bagi ku memilikinya lebih baik aku melarikan diri jika tidak ingin mendapatkan masalah yang aku perbuat. "


Serli memutuskan untuk kabur keluar negeri, menghilang dari hadapan Gael karena ia tau betul apa yang akan terjadi jika Gael mengetahui kebenarannya bahwa ia lah yang bertanggung jawab atas penculikan Nia.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2