Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin
Episode 66. Rencana baru Serli


__ADS_3

Daren berjalan meninggalkan ruangan tuannya itu kembali menuju meja kerjanya. Mendudukkan tubuhnya di kursinya sambil menyandarkan punggungnya. Menarik nafas sejenak dan mengarahkan pandangan matanya ke langit-langit ruangan itu.


"Ica kau sedang apa sekarang? " Ucap Daren teringat akan Ica yang akhir-akhir ini terus memenuhi pikirannya.


Daren bangkit dari kursinya hendak pergi menemui Ica namun pandangan matanya tertuju pada tumpakukan laporan yang ada diatas meja sebelum ia meninggalkan ruangan itu. " Ah, kapan habisnya pekerjaan ini? " Kesal Daren seraya kembali duduk.


Memijit pelipis matanya sejenak. " Sebaiknya aku menemuinya setelah selesai dengan semua ini. " Ucap Daren kepada dirinya sendiri dan mulai membuka berkas yang ada dihadapannya itu.


Sore harinya kini Nia dan Gael sudah berada di dalam mobil, duduk di bangku penumpang sementara Daren mengemudikan mobil membawa tuan dan nyonya itu kembali ke mansion.


Sesekali Daren melirik jam tangan yang ada dipergelangan tangannya dan mengetuk-etukkan jari telunjuknya di stir mobil dengan pandangan yang terus memperhatikan mobil yang ada di depannya karena sedari tadi jalanan begitu macet sehingga memakan waktu lebih lama menuju mansion tuannya itu.


"Sepertinya aku tidak bisa menemui Ica hari ini. " Keluh Daren didalam hati seraya menarik nafas panjang.


"Ada apa? " Tanya Gael yang memperhatikan sikap Daren. Nia juga ikut melihat kearah depan dimana Daren duduk.


"Tidak ada apa-apa tuan. " Sahut Daren sambil melirik kaca spion mobil yang ada didepannya.


"Benarkah? " Ucap Gael kembali.


"Ia tuan. " Jawab Daren enggan untuk menceritakan apa yang sedang mengganggu pikirannya saat ini.


"Benarkah tidak ada apa-apa? tapi sepertinya tidak seperti apa yang kau katakan barusan. " Ucap Nia memotong pembicaraan keduanya.


Daren hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas ucapan Nia. "Tidak seperti biasanya. " Ucap Nia dengan suara pelan.


"Apa? " Selidik Gael yang tidak jelas mendengar ucapan Nia. "Tidak ada apa-apa. " Jawab Nia singkat.




Tepat pukul delapan malam Daren tiba di apartemen miliknya setelah mengantarkan tuan Gael dan Nia kembali ke mansion. Daren mendudukkan tubuhnya diatas sopan yang ada diruang tamu. "Ahh.. Lelahnya." Keluh Daren sambil menutup matanya namun sepersekian detik ia teringat akan wajah Ica.



Dengan cepat Daren membuka matanya kemudian mengambil ponselnya dari sakunya untuk menghubungi Ica namun tidak ada jawaban dari Ica.


"Kemana dia? " Ucap Daren kemudian kembali menekan nama Ica di layar ponsel miliknya. Untuk kedua kalinya panggilan telpon darinya tidak mendapat jawaban dari Ica.



"Mungkin dia sudah tidur. " Ucap Daren berbicara sendiri.



Keesokan harinya setelah Gael berangkat ke perusahan bersama dengan Daren. Serli datang ke mansion milik keluarga Gael dengan sengaja datang setelah Gael tidak berada disana dengan begitu ia akan kembali menjalankan rencananya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan kali ini ia bermaksud untuk mendekati Nia, targetnya membuat Nia cemburu dan merusak hubungan keduanya.



Nia yang sedang berada diruang tengah mansion melihat kearah Serli yang baru saja tiba dan berjalan menuju kearahnya. "Hai Nia. " Sapa Serli dengan senyuman dibibirnya. Segera ikut duduk bersama dengan Nia.

__ADS_1



"Apa kabar? " tanya Serli manatap wajah Nia. "Aku baik, bagai mana dengan mu? " balas Nia. "Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja. " Sahut Serli dengan santai. "Baguslah jika begitu. Apa kau ingin menemui mama? " Selidik Nia yang tau betul bahwa maksud kedatangan Serli tidak mungkin untuk menemui dirinya.



"Bukan hanya untuk menemui tante Mita, tentunya juga ingin bertemu dengan mu. " Ucap Serli menatap kearah Nia.



"Ada apa? " selidik Nia.



"Sebenarnya tidak ada apa-apa, hanya saja aku ingin lebih dekat dan mengenal mu saja. Aku dan Gael sudah lama saling mengenal dan tidak ada salahnya kan jika aku juga mengenal diri seperti aku mengenali Gael dan berteman dengan mu sama halnya seperti hubungan pertemanan ku dan Gael. " Terang Serli panjang lebar.



Nia yang tak menaruh rasa curiga kepada Serli dengan senang hati menerima semua ucapan dari Serli yang baginya tidak ada masalah dengan permintaan dari wanita yang sedang duduk didepannya itu.



Nia tersenyum sambil membalas tatapan mata Serli. Sementara Serli yang juga sedang memasang senyuman palsunya namun didalam hati berkata lain. "*Bagus. Sesuai dengan rencana ku, kau mudah untuk masuk kedalam perangkap ku*. "



Tidak lama kemudian Mita datang dan ikut bergabung dengan keduanya. "Serli kapan kau datang? " tanya Mita kepadanya.




"Kalian berdua sedang membicarakan apa? sepertinya serius sekali. " Tanya Mita menatap keduanya saling bergantian.



"Kami hanya berbicara hal-hal kecil saja tante dan aku juga ingin berteman dengan Nia ternyata dia orangnya sangat menyenangkan. " Puji Serli agar mendapatkan kepercayaan dari Nia sambil melirik kearah Nia.



"Ya tentu saja menantu ku ini sangat menyenangkan." Mita ikut memuji Nia.



"Tante, apa aku bisa mengajak Nia pergi bersama ku? " pinta Serli kepada Mita. "Kalian mau kemana? " tanya Mita. "Aku ingin mengajak Nia pergi menemani ku berbelanja. " Tutur Serli.



"Kalian berdua pergilah, kasihan juga Nia dirumah seharian pasti dia bosan. " Terang Mita.


__ADS_1


"Bagaimana Nia, kau mau kan menemani ku?" tanya Serli penuh dengan harap. "Tapi aku harus memberitahukan Gael lebih dulu." Ucap Nia.



"Sudah tidak perlu, dia tidak akan marah jika kau pergi dengan ku. Lagian tante Mita sudah memberikan ijin. " Cegah Serli.



"Tapi.. " Ucapan Nia dipotong oleh Mita.



"Sudah tidak apa-apa sayang. Pergilah dan bersenang-senang lah bersama dengan Serli nikmati waktu mu. " Ucap mama Mita.



"Baiklah kalau begitu. " Nia menuruti ucapan mertuanya itu.



"Kita berangkat sekarang? " ucap Serli menoleh kearah Nia. "Aku ganti pakaian ku dulu. " Terang Nia sambil berdiri dari duduknya kemudian pergi menuju kamarnya menaiki tangga megah mansion.



Serli terus melihat kearah Nia yang berjalan semakin menjauh sampai tak terlihat olehnya. " Apa yang ada pada mu sehingga Gael menjadikan mu istrinya? sampai kapan pun aku tidak akan terima kau berada disisinya karna hanya aku yang pantas untuknya dan yang akan memiliki cinta dari Gael. " Ucap Serli didalam hatinya.



"Ser, Serli ada apa? " tanya Mita yang memperhatikan Serli melihat kearah Nia sedari tadi sampai tak terlihat lagi.



"Ti, tidak apa-apa tante aku hanya ikut senang melihat Gael sudah mendapatkan pendamping hidupnya dan Nia merupakan wanita yang beruntung mendapatkan hati Gael." Bohong Serli.



"Kau benar, aku tidak salah memaksa Gael untuk menikahi Nia pada waktu itu." Terang Mita.



"Maksud tante? " selidik Serli penasaran dengan ucapan Mita.



"Sudahlah tidak perlu dibahas yang penting sekarang mereka sudah bahagia." Tutur Mita enggan menceritakan kejadian bagaimana bisa Nia menikah dengan Gael putranya itu.



"Jika aku tidak mendapatkan jawaban dari tante Mita maka aku harus mendapatkannya dari Nia. " Pikir Serli.


__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2